LEGITIMASI CLIMATE LITIGATION GENERASI MUDA, WUJUD KEADILAN ANTARGENERASI (INTERGENERATIONAL EQUITY) DALAM SISTEM HUKUM
DOI:
https://doi.org/10.51878/yurisdiksi.v1i2.15086Keywords:
Climate Litigation, Youth Legal Standing, Keadilan Antargenerasi, Citizen Lawsuit, PERMA No. 1 Tahun 2023Abstract
ABSTRACT
Climate change presents increasingly complex legal challenges because its impacts are cumulative, transboundary, and intergenerational, while the legal standing mechanisms under Indonesian environmental law do not fully accommodate the interests of younger generations. The gap between the constitutional recognition of the right to a good and healthy environment and procedural access to justice makes strengthening youth legal standing important to examine. This study aims to analyze the construction of youth legal standing in climate litigation and examine its potential development based on national law, the principle of intergenerational equity, and developments in jurisprudence. This normative legal research employs statutory, conceptual, and comparative approaches through analysis of legislation, legal doctrines, and judicial decisions concerning environmental litigation. The findings indicate that young people possess a substantive legal basis under Article 28H(1) of the 1945 Constitution, but have not yet been granted a specific and automatic category of youth legal standing within the national legal system. PERMA No. 1 of 2023 strengthens access to climate justice by recognizing climate and intergenerational justice and developing the Citizen Lawsuit mechanism. Strengthening youth legal standing should integrate constitutional rights, the interests of future generations, climate-related harm or risks, and state obligations within a framework of sustainable environmental protection.
ABSTRAK
Perubahan iklim menghadirkan persoalan hukum yang semakin kompleks karena dampaknya bersifat kumulatif, lintas wilayah, dan lintas generasi, sementara mekanisme legal standing dalam hukum lingkungan Indonesia belum sepenuhnya mengakomodasi kepentingan generasi muda. Kesenjangan antara pengakuan hak konstitusional atas lingkungan hidup yang baik dan sehat dengan akses prosedural terhadap keadilan menjadikan penguatan youth legal standing penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi legal standing generasi muda dalam climate litigation serta mengkaji kemungkinan pengembangannya berdasarkan hukum nasional, prinsip keadilan antargenerasi, dan perkembangan yurisprudensi. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif melalui analisis terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta putusan pengadilan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda memiliki landasan substantif melalui Pasal 28H ayat (1) UUD 1945, tetapi belum memperoleh kategori youth legal standing yang secara khusus dan otomatis dalam sistem hukum nasional. PERMA No. 1 Tahun 2023 memperkuat akses terhadap keadilan iklim melalui pengakuan keadilan iklim dan antargenerasi serta pengembangan mekanisme Citizen Lawsuit. Penguatan youth legal standing perlu diarahkan pada integrasi hak konstitusional, kepentingan generasi mendatang, kerugian atau risiko iklim, dan kewajiban negara dalam kerangka perlindungan lingkungan berkelanjutan.
References
Adristi, F. P., Annette, G., & Andrian, S. R. A. (2023). Posisi hak asasi manusia sebagai dasar gugatan dalam litigasi perubahan iklim Indonesia. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 9(2), 209–238. https://doi.org/10.38011/jhli.v9i2.544
Azaria, D. P., Nasution, A. I., Simanjuntak, A. A., Puspitarini, N., & Ferdianty, S. P. (2025). Menakar aktualisasi hak partisipasi anak melalui pelibatan anak dalam law-making process mitigasi iklim. Wajah Hukum, 9(1), 337–347.
https://doi.org/10.33087/wjh.v9i1.1724
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2025, January 22). Ravalnas 2024, transformasi BMKG menuju Indonesia Emas 2045. BMKG.
https://www.bmkg.go.id/berita/ravalnas-2024-transformasi-bmkg-menuju-indonesia-emas-2045
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2026). Laporan kinerja BNPB tahun 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
https://bnpb.go.id/storage/app/media/Lakip%20BNPB%202025%20-%20R1_compressed.pdf
Cetera, K., & Rahmawan, A. B. (2023). Prospek citizen lawsuit dalam sengketa tata usaha negara terkait isu perubahan iklim di Indonesia. Jurnal Yudisial, 15(2), 145–166.
https://doi.org/10.29123/jy.v15i2.506
Committee on the Rights of the Child. (2023). General comment No. 26 (2023) on children’s rights and the environment, with a special focus on climate change (CRC/C/GC/26). United Nations. https://digitallibrary.un.org/record/4019010
Daly, A. (2023). Intergenerational rights are children's rights: Upholding the right to a healthy environment through the UNCRC. Netherlands Quarterly of Human Rights, 41(3), 132–154. https://doi.org/10.1177/09240519231195753
Daly, A., & Muller, L. (2025). Child/youth climate litigation: Tracking children’s rights and children’s impact. Washington and Lee Law Review, 82(3), 1049–1104.
https://scholarlycommons.law.wlu.edu/wlulr/vol82/iss3/7/
Failaq, M. R. M., Pradana, A. S., & Arti, R. D. (2024). Identifikasi konstitusionalisme iklim dalam tata hukum Indonesia. Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan, 15(1), 137–157. https://doi.org/10.22212/jnh.v15i1.4314
Fauzi, N. P. (2025). Dimensi prosedural dan substantif perlindungan hak asasi manusia dalam putusan Verein KlimaSeniorinnen v. Switzerland. Reformasi Hukum, 29(2), 227–237.
https://doi.org/10.46257/jrh.v29i2.1244
Gade, A. M. (2024). Climate, sustainability, and future generations: An ecotheology for Indonesia’s ummah of ‘nonidentity’. Studia Islamika, 32(3), 467–489. https://doi.org/10.36712/sdi.v32i3.46657
Harjanto, E., Joesoef, I. E., & Triadi, I. (2025). Limitation of environmental organizations' right to sue against limited production forest area: Case study of Decision Number: 16/Pdt.G/LH/2023/PN.Bkn. International Journal of Law and Society, 2(3), 122–142.
https://doi.org/10.62951/ijls.v2i3.661
Hastuti, A. W., Ismail, N. P., & Nagai, M. (2024). Sea level rise-induced coastal flooding and its potential impacts in Bali Province, Indonesia. Journal of Evolving Space Activities, 2, Article 196. https://doi.org/10.57350/jesa.196
Ismaya, A. S., & Wafi, M. A. (2024). Inkorporasi kajian perubahan iklim dalam analisis mengenai dampak lingkungan: Melacak dinamika putusan administrasi di Indonesia. Undang: Jurnal Hukum, 6(2), 447–486.
https://ujh.unja.ac.id/index.php/home/article/view/1162
Lumban-Gaol, J., Sumantyo, J. T. S., Tambunan, E., Situmorang, D., Antara, I. M. O. G., Sinurat, M. E., Suhita, N. P. A. R., Osawa, T., & Arhatin, R. E. (2024). Sea level rise, land subsidence, and flood disaster vulnerability assessment: A case study in Medan City, Indonesia. Remote Sensing, 16(5), Article 865.
https://doi.org/10.3390/rs16050865
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2023). Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang pedoman mengadili perkara lingkungan hidup. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 453.
https://jdih.mahkamahagung.go.id/legal-product/perma-nomor-1-tahun-2023/detail
Martini, M. (2025). Konstruksi peraturan pasca pengesahan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Mengadili Perkara Lingkungan Hidup. Jurnal Kepastian Hukum dan Keadilan, 6(2).
https://jurnal.umpalembang.ac.id/KHDK/article/view/9101/0
Nolan, A. (2024). Children and future generations rights before the courts: The vexed question of definitions. Transnational Environmental Law, 13(3), 522–546.
https://doi.org/10.1017/S2047102524000165
Pramana, W. E., & Awiati, W. (2024). Gugatan citizen lawsuit dalam perkara lingkungan hidup di Indonesia: Eksistensi dan perkembangan. Simbur Cahaya, 31(1), 86–106.
https://doi.org/10.28946/sc.v31i1.3266
Prihandono, I. (2024). Climate litigation in Indonesia: Lessons from the Royal Dutch Shell case. Media Iuris, 7(2), 241–266. https://doi.org/10.20473/mi.v7i2.57628
Putra, A. (2025). Exploring the potential of rights-based climate change litigation: What Indonesia can learn from global experiences? Chinese Journal of Environmental Law.
https://doi.org/10.1163/24686042-12340135
Radityaputra, R., Mendes, P., & Baidawi, S. (2025). What is known about the numbers, experiences and outcomes of young people transitioning from out-of-home care in Indonesia? Institutionalised Children Explorations and Beyond, 12(1), 1–15.
https://doi.org/10.1177/23493003241286390
Sembiring, Z. A. (2023). Hak generasi masa depan dalam hukum perubahan iklim: Sebuah penelusuran awal. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 9(1), 25–52.
https://doi.org/10.38011/jhli.v9i1.466
Shokhikhah, Z. K. (2025). Hak konstitusional generasi mendatang atas lingkungan hidup layak: Kajian hukum tata negara terhadap tanggung jawab negara dalam pembangunan berkelanjutan. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 4(3), 175–186. https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i3.5767
Sugiarto, L., Pujiono, P., Hidayat, A., & Adhi, Y. P. (2023). Litigasi perubahan iklim di Indonesia: Identifikasi isu dan perbuatan melawan hukum. Masalah-Masalah Hukum, 52(1), 74–85. https://doi.org/10.14710/mmh.52.1.2023.74-85
Sulistiawati, L. Y. (2024). Climate change related litigation in Indonesia. Communications Earth & Environment, 5, Article 522. https://doi.org/10.1038/s43247-024-01684-1
Weiss, E. B. (1989). In fairness to future generations: International law, common patrimony, and intergenerational equity. United Nations University; Transnational Publishers.
https://digitallibrary.un.org/record/196661
Wijoyo, S., Prihatiningtyas, W., & Noventri, A. C. (2025). Tanggung gugat pemerintah dalam pencapaian target FOLU Net Sink 2030 di Indonesia. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 10(1). https://doi.org/10.38011/jhli.v10i1.829
Zuhairini, Y., Fauzan, A. A., & Dhamayanti, M. (2024). Pengaruh perubahan iklim terhadap pemenuhan hak anak. Sari Pediatri, 25(6), 414–419.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hamdi Hamdi, Yudhi Hertanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0














