BATASAN INFORMED CONSENT DAN RISIKO MEDIS: URGENSI STANDARISASI KELALAIAN MEDIK DALAM MENCEGAH KRIMINALISASI TENAGA KESEHATAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/yurisdiksi.v1i2.13773Keywords:
Informed Consent, Kriminalisasi Dokter, Kelalaian Medik, Majelis Disiplin Profesi, Risiko Medis.Abstract
ABSTRACT
The development of healthcare governance in Indonesia has reached a new equilibrium following the enactment of Law Number 17 of 2023 on Health. This study aims to analyze and delineate the conceptual boundaries among informed consent, medical risk, and medical negligence to prevent the criminalization of medical and healthcare professionals. The study employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches, supported by legal analysis through systematic interpretation and prescriptive legal reasoning. The findings indicate that Law Number 17 of 2023 strengthens legal certainty by mandating informed consent, reinforcing the role of the Professional Disciplinary Board (Majelis Disiplin Profesi—MDP) as a primum remedium prior to criminal investigation, and promoting medical dispute resolution through a restorative justice approach. The MDP's authority has been reaffirmed by the Constitutional Court Decision Number 156/PUU-XXII/2024. This study proposes a novel conceptual framework that distinguishes medical risk as an inherent consequence of medical treatment from medical negligence as a breach of professional standards. The proposed framework advances the theories of professional medical liability and medical dispute resolution based on evidence-based medicine, thereby strengthening the balance between patient rights protection and legal certainty for medical professionals.
ABSTRACT
Perkembangan tata kelola hukum kesehatan di Indonesia mencapai titik ekuilibrium baru dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendelineasi batas konseptual antara informed consent, medical risk, dan medical negligence guna mencegah kriminalisasi terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach), disertai analisis bahan hukum melalui interpretasi sistematis dan penalaran hukum preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU Nomor 17 Tahun 2023 memperkuat kepastian hukum melalui kewajiban informed consent, penguatan peran Majelis Disiplin Profesi (MDP) sebagai primum remedium sebelum penyidikan pidana, serta penyelesaian sengketa melalui restorative justice. Kewenangan MDP tersebut dipertegas melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 156/PUU-XXII/2024. Penelitian ini menghasilkan parameter konseptual baru untuk membedakan medical risk sebagai risiko inheren tindakan medis dan medical negligence sebagai pelanggaran standar profesi. Temuan ini memperkaya teori pertanggungjawaban profesi medis dan penyelesaian sengketa medis berbasis evidence-based medicine, sehingga mendukung keseimbangan antara perlindungan hak pasien dan kepastian hukum bagi profesi medis.
References
Arimbi, D. (2025). Legal responsibility for medical risks, medical errors, and malpractice in health services. Lex Publica, 12(1), 63-89. https://doi.org/10.58829/lp.12.1.2025.283
Arimbi, D. (2025). Medical Risk Assessment, Medical Errors, And Legal Accountability. Jurisprudentie : Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah Dan Hukum, 12(1), 125–138. https://doi.org/10.24252/jurisprudentie.v12i1.58912
Cahjono, H., Djatmika, P., & Noerdajasakti, S. (2025). Hierarchical Authority of Indonesia’s Professional Disciplinary Board in Medical Malpractice: Ambiguity, Evidence, and Constitutional Legitimacy. Jurnal Pembaharuan Hukum, 12(3). https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
Fauziah, Y. A., Alhadad, H., & Susanti, D. A. (2025). Malpraktik Kedokteran Gigi dan Pertanggungjawaban Pidana: Tinjauan UU No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan: Dental Malpractice and Criminal Liability: A Review Of Law No. 17 Of 2023 On Health. Jurnal Hukum dan Etika Kesehatan, 64-75. https://doi.org/10.30649/jhek.v5i1.230
Firma, F. R., Jusri, E., & Sapsudin, A. (2025). Comparative review of informed consent as a legal safeguard in healthcare: Perspectives from Indonesia and others countries. Research Horizon, 5(4), 1265-1280. https://doi.org/10.54518/rh.5.4.2025.717
Fitriana, D. (2023). The role of informed consent as legal protection for doctors in conducting medical procedures. Sinergi International Journal of Law, 1(3), 235-245. https://doi.org/10.61194/law.v1i3.101
Kesuma, S. I. (2024). Ulasan Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Jurnal Nusantara Berbakti, 2(1), 253-261. https://doi.org/10.59024/jnb.v2i1.324
Kolib, A. (2020). Analisis yuridis perbandingan risiko medis dengan kelalaian medis. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 2(2), 238-254. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v2i2.481
Lancaster, R. J., Vizgirda, V., Quinlan, S., & Kingston, M. B. (2022). To err is human, just culture, practice, and liability in the face of nursing error. Nurse Leader, 20(5), 517-521. https://doi.org/10.1016/j.mnl.2022.06.010
Lazuardi, I., & Marwiyah, S. (2023). ANALYSIS OF INFORMED CONSENT AS THE LEGAL PROTECTION OF PHYSICIAN RELATIONSHIPS AND PATIENTS IN MALPRACTICE CASES: (Case Study of Supreme Court Decision Number 21/Pdt.G/2018/PN Mnk). POLICY, LAW, NOTARY AND REGULATORY ISSUES, 2(4), 327–338. https://doi.org/10.55047/polri.v2i4.774
Miziara, I. D., & Miziara, C. S. M. G. (2022). Medical errors, medical negligence and defensive medicine: A narrative review. Clinics, 77, 100053. https://doi.org/10.1016/j.clinsp.2022.100053
Nadeak, J. O. H. (2024). Penerapan disiplin profesi sebagai instrumen penegakan hukum pidana kesehatan berbasis keadilan prosedural. Proceeding Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia, 1(01), 184-195. https://rumah-jurnal.com/index.php/pmhki/article/view/205
Nobel, R. M., Westiartika, D. T., Abdulhamid, M., & Prayuti, Y. (2025). The application of vicarious liability principle in malpractice cases by health workers in Indonesia. Legal Brief, 14(3), 540-551. https://doi.org/10.35335/legal.v14i3.1342
Noor, M. S., Heryawan, L., & Sanjaya, G. Y. (2026). Analisis Maturitas Kesehatan Digital pada Klinik di Kabupaten Ponorogo. J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, 7(2), 95-106. https://doi.org/10.25047/j-remi.v7i2.6245
Pratama, C. A. E., & Ngadino, N. (2022). Kedudukan Informed Consent Sebagai Perlindungan Hukum Hubungan Dokter Dan Pasien Dalam Kasus Malpraktek. Notarius, 15(1), 241-252. https://doi.org/10.14710/nts.v15i1.46038
Putri, S. B. S. R. W. (2024). Analisis teori tujuan hukum Gustav Radbruch dalam kedudukan majelis penyelesaian perselisihan medis dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Sangaji: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum, 8(2), 315-326. https://doi.org/10.52266/sangaji.v8i2.3463
Putro, A. M. (2025). Pertanggungjawaban Dokter Kepada Pasien Korban Kelalaian Medik Dalam Prespektif Hukum Perdata (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Malang). https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/15460
Rahman, A. (2026). Eksistensi Majelis Disiplin Profesi Dalam Menangani Pelanggaran Etik Dan Disiplin Kedokteran Pasca Berlakunya UU Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 6294-6316. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5119
Ries, N. M., & Jansen, J. (2021). Physicians’ views and experiences of defensive medicine: an international review of empirical research. Health Policy, 125(5), 634-642. https://doi.org/10.1016/j.healthpol.2021.02.005
Rohman, A., & Silviana, A. (2024). Etika Hukum Kesehatan: Risiko Pelayanan Medis dan Upaya Mewujudkan Keadilan Restoratif. Proceeding Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia, 1(01), 64-73. https://rumah-jurnal.com/index.php/pmhki/article/view/192
Soge, A. D. (2023). Analisis penanganan kesalahan profesi medis dan kesehatan dalam UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan menurut perspektif hukum kesehatan. Jurnal Hukum Caraka Justitia, 3(2), 146-164. https://doi.org/10.30588/jhcj.v3i2.1690
Subudhi, I. K. R., & Aryani, L. N. A. (2024). Penyelesaian Sengketa Medis atas Kasus Pelayanan Buruk Fasilitas Pelayanan Kesehatan menurut Perspektif Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. JUNCTO: Jurnal Ilmiah Hukum, 6(1), 87-98. https://doi.org/10.31289/juncto.v6i1.3707
Suwandi, D. (2024). Surat izin praktik dokter sebagai perlindungan hukum bagi tenaga medis dalam pelayanan telemedicine di Indonesia pasca terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksana Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Proceeding Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia, 1(01), 106-114. https://rumah-jurnal.com/index.php/pmhki/article/view/197
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Revie Fitria Nasution, Yudhi Hertanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0














