KEEFEKTIFAN KONSELING KELOMPOK KIPAS BERMUATAN BUDAYA CERITA PANJI UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA SMK

Authors

  • Adyana Ajeng Ratwulan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya
  • Titin Indah Pratiwi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya
  • Bambang Dibyo Wiyono Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.13848

Keywords:

Konseling KIPAS, Cerita Panji, Tanggung Jawab, Siswa SMK

Abstract

The low work ethic and sense of responsibility among vocational high school (SMK) students remain critical challenges directly impeding workplace readiness. Conversely, conventional guidance and counseling interventions adopting Western theories often fail to accommodate the cultural affective needs of local counselees. This study aims to examine the effectiveness of group counseling using the Intensive Progressive Adaptive Structured Counseling (KIPAS) model integrated with the cultural values of Panji Stories in improving the responsibility character of vocational students, compared to a control group receiving the Wants, Doing, Evaluation, Planning (WDEP) technique. A quantitative quasi-experimental approach was conducted using a non-equivalent control group design. The research participants comprised 18 tenth-grade students of SMKN 1 Plosoklaten selected via purposive sampling criteria exhibiting low initial responsibility scores. Data collected using a psychological responsibility scale were analyzed using the Mann-Whitney U test and normalized gain score (N-gain score). The findings revealed that the experimental group demonstrated a statistically significant improvement ( , ) with a final average score of 94.50, outperforming the control group which reached 88.00. Consequently, the culture-based KIPAS model is proven effective in fostering vocational students' responsibility through indigenous moral modeling.

ABSTRAK

Rendahnya etos kerja dan tanggung jawab siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi persoalan krusial yang berdampak langsung pada kesiapan kerja di dunia industri. Di sisi lain, intervensi bimbingan dan konseling konvensional yang mengadopsi teori Barat sering kali kurang menyentuh ranah afeksi kultural konseli lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan layanan konseling kelompok model Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur (KIPAS) bermuatan nilai budaya Cerita Panji dalam meningkatkan karakter tanggung jawab siswa SMK, dengan membandingkannya terhadap kelompok kontrol yang menerima teknik Wants, Doing, Evaluation, Planning (WDEP). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain eksperimen semu (quasi-experimental) dengan pola non-equivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa kelas X SMK Negeri 1 Plosoklaten yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan skor skala psikologis tanggung jawab kategori rendah. Data dianalisis menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney U dan analisis perolehan skor ternormalisasi (N-gain score). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh peningkatan skor yang signifikan secara statistik ( , ) dengan rata-rata nilai akhir sebesar 94,50, lebih unggul dibandingkan kelompok kontrol sebesar 88,00. Dengan demikian, model konseling kelompok KIPAS bermuatan Cerita Panji terbukti efektif meningkatkan karakter tanggung jawab siswa vokasi melalui internalisasi teladan moral kearifan lokal.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afifah, A., Maryani, S., Febrianti, G. D., Indah, S., Nustia, Y. S., Meliyana, I. P., Askarini, S., Mahendra, D., & Prasrihamni, M. (2026). Penanaman sikap disiplin siswa sebagai upaya menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri di SD Negeri 140 Palembang. COMMUNITY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 1413–1420. https://doi.org/10.51878/community.v6i2.14560

Ariantini, N., Naser, M. N., & Hanafi, A. (2019). Konstruksi teknik konseling berbasis budaya model KIPAS untuk meningkatkan kecakapan sosial dan kematangan karier siswa. Jurnal Nusantara of Research: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri, 6(1), 26–32. https://doi.org/10.29407/nor.v6i1.12845

AS, R. P., Nurlela, N., & Rahmawaty, I. (2025). Konseling kelompok dengan SFBC (Solution Focused Brief Counseling) form scaling question untuk meningkatkan kedisiplinan. MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 5(1), 180–189. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i1.4915

Baun, A. L., Hatmoko, T. L., & Laka, L. (2023). Peran kepedulian guru dan keyakinan agama peserta didik untuk meningkatkan self-efficacy akademik. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 8(2), 168–178. https://doi.org/10.21067/jmk.v8i2.8537

Campbell, D. T., & Stanley, J. C. (1963). Experimental and quasi-experimental designs for research. Rand McNally College Publishing Co.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Dewantara, K. H. (2013). Pemikiran, konsepsi, keteladanan, sikap merdeka. UST-Press & Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

Ginting, P., & Yosefa, S. (2024). Peningkatan hasil belajar dan disiplin siswa menggunakan model contextual teaching and learning. School Education Journal PGSD FIP UNIMED, 14(1), Article 50. https://doi.org/10.24114/sejpgsd.v14i1.58032

Hadijah, S., & McCauley, V. (2026). Modeling the dynamics of self-efficacy sources in English speaking proficiency: Insights from Indonesian high school students. Humanities and Social Sciences Communications, 13(1), Article 6699. https://doi.org/10.1057/s41599-026-06699-x

Hardew, A. K. (2022). Pelatihan pelajar hebat untuk menurunkan perilaku tidak disiplin siswa SMP Negeri 1 Yogyakarta. Academic Journal of Psychology and Counseling, 3(2), 123–148. https://doi.org/10.22515/ajpc.v3i2.5968

Kahar, L., & Ili, L. (2022). Implementasi project based learning untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa. Orien: Cakrawala Ilmiah Mahasiswa, 2(2), 127–134. https://doi.org/10.30998/ocim.v2i2.8129

Kinesti, R. D. A., Ummatin, K., Zumaroh, I., Nisa, N. C., Nugrahen, I., & Pratiwi, M. A. (2021). Penerapan nilai karakter kedisiplinan dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SD Al-Ma’soem. Jurnal Jendela Pendidikan, 1(4), 286–292. https://doi.org/10.57008/jjp.v1i04.67

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Makhmuuda, K., Syawaluddin, Afrida, Y., & Arjoni. (2025). Pengaruh mastery experience dan verbal persuasion terhadap self-efficacy peserta didik di MTsN 10 Agam. Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(2), 83–91. https://doi.org/10.32585/advice.v7i02.7378

Mappiare-AT, A. (2017). Meramu model konseling berbasis budaya nusantara: KIPAS (Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur) [Pidato pengukuhan guru besar]. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang.

Melviyana, E., Mardiyah, A., Luthfinda, M., Famularsih, S., Hanik, U., & Prihananto, A. (2026). Pembinaan ekstrakurikuler MAPSI dan OSN sebagai wadah pengembangan potensi, prestasi, dan karakter religius siswa. COMMUNITY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 205–215. https://doi.org/10.51878/community.v6i1.8946

Nasar, M. N., & Mappiare-AT, A. (2023). Implementasi langkah kerja konseling model KIPAS dalam mengembangkan karakter generasi alpha. Jurnal Edu Consilium: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, 3(2), 106–119. https://doi.org/10.19105/ec.v1i1.1808

Pratiwi, U., Karneli, Y., & Netrawati, N. (2024). Pemahaman mendasar tentang konseling kelompok bagi praktisi bimbingan dan konseling. Jurnal Pendidikan Siber Nusantara, 2(2), 60–66. https://doi.org/10.38035/jpsn.v2i2.1450

Rambe, M. S., Hakam, A., Zaira, M. F. S., & Hamid, A. (2026). Peran bimbingan konseling Pendidikan Islam dalam membentuk akhlak peserta didik di Madrasah Tsanawiyah. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah, 6(2), 265–274. https://doi.org/10.51878/secondary.v6i2.9433

Sari, N., Januar, J., & Anizar, A. (2023). Implementasi pembelajaran Akidah Akhlak sebagai upaya mendidik kedisiplinan siswa. Educativo: Jurnal Pendidikan, 2(1), 78–88. https://doi.org/10.56248/educativo.v2i1.107

Suci, N. (2023). Penanaman sikap sosial melalui pembelajaran IPS di kelas VII MTsN 1 Mukomuko. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(1), 381–386. https://doi.org/10.26623/jdsb.v25i1.6998

Wardani, N. E., Saddhono, K., & Nugraheni, E. (2020). Internalisasi nilai karakter dalam Cerita Panji sebagai upaya penguatan jati diri bangsa. Jurnal Kesusastraan dan Budaya Nusantara, 8(2), 85–94. https://doi.org/10.31004/jkbn.v8i2.1245

Widhiyanti, Y. A., Nuryono, W., & Christiana, E. (2026). Penguatan self-efficacy karier siswa SMK melalui layanan bimbingan kelompok berbasis modeling simbolik dan kearifan lokal. Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran, 6(1), 520–531. https://doi.org/10.51574/jrip.v6i1.4354

Wilujeng, W., Naqiyah, N., & Khusumadewi, A. (2026). Pendekatan konseling multikultural untuk menumbuhkan kesetaraan dan sensitivitas gender di kalangan siswa. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(1), 384–393. https://doi.org/10.51878/learning.v6i1.9351

Yunus, S., Mappiare-AT, A., & Hambali, I. (2021). Adopsi nilai etika pappaseng Bugis sebagai konten video konseling dalam langkah konseling KIPAS. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 6(8), 1256–1263. https://doi.org/10.17977/jptpp.v6i8.14920

Downloads

Published

2026-10-09

How to Cite

Ratwulan, A. A., Pratiwi, T. I., & Wiyono, B. D. (2026). KEEFEKTIFAN KONSELING KELOMPOK KIPAS BERMUATAN BUDAYA CERITA PANJI UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA SMK. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 6(4), 4139–4147. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.13848

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.