IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS LAHAN BASAH SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

Authors

  • Farah Dhafiya Universitas Lambung Mangkurat
  • Ahmad Suriansyah Universitas Lambung Mangkurat
  • Rizky Amelia Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.51878/learning.v6i4.15297

Keywords:

Pembelajaran Kontekstual, Lahan Basah, Perkembangan Anak Usia Dini, Lingkungan Belajar

Abstract

Early childhood learning requires concrete, meaningful learning experiences that are appropriate to the environmental context in which children grow. However, learning practices in early childhood education centers often still focus on worksheets and simple academic activities, thereby limiting children's opportunities to explore their surroundings. This study aimed to describe the implementation of constructivist theory in wetland-based learning through artificial river exploration activities for early childhood at PAUD Fantasha Banjarbaru. The study used a descriptive quantitative approach supported by qualitative data, involving six children aged 4–6 years as subjects. Data were collected through structured observation using a child development checklist instrument and documentation of learning activities, then analyzed descriptively through calculation of mean scores and achievement percentages per developmental aspect, supported by qualitative descriptions of developmental patterns and dynamics. The findings indicate that contextual learning based on wetlands can stimulate children’s development holistically, achieving an overall mean score of 2.99 out of 4.00, with 64% of total evaluations categorized as Developing as Expected (BSH) and Very Well Developed (BSB). The specific achievement scores across developmental aspects were fine motor (3.67), socio-emotional (3.33), Religious and Moral Values/NAM (3.17), cognitive (2.93), language (2.83), and creativity (2.00). Fine motor and socio-emotional aspects showed the most optimal development, while the creativity aspect requires more sustained and structured stimulation. Environmental exploration activities indicate the potential to provide children with opportunities to build knowledge through direct interaction with concrete objects, increase active engagement, and develop social skills through interaction with peers and teachers. Therefore, utilizing wetland environments as a source of contextual learning shows potential as an effective strategy in supporting the holistic development of early childhood while simultaneously strengthening the relevance of learning to the local environment of South Kalimantan.

ABSTRAK

Pembelajaran anak usia dini membutuhkan pengalaman belajar yang konkret, bermakna, dan sesuai dengan konteks lingkungan tempat anak tumbuh. Namun, praktik pembelajaran di PAUD masih sering berfokus pada lembar kerja dan aktivitas akademik sederhana, sehingga kesempatan anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi teori konstruktivisme dalam pembelajaran berbasis lahan basah melalui kegiatan eksplorasi sungai buatan pada anak usia dini di PAUD Fantasha Banjarbaru. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif, melibatkan enam anak dengan rentang usia 4–6 tahun sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan instrumen checklist perkembangan anak dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data observasi dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui penghitungan skor rata-rata dan persentase capaian per aspek perkembangan, didukung deskripsi kualitatif untuk menjelaskan pola dan dinamika perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual berbasis lahan basah mampu menstimulasi perkembangan anak secara holistik dengan rata-rata skor keseluruhan sebesar 2,99 (skala 4) dan 64% total penilaian berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Rincian capaian skor per aspek perkembangan meliputi: motorik halus (3,67), sosial-emosional (3,33), Nilai Agama dan Moral/NAM (3,17), kognitif (2,93), bahasa (2,83), serta kreativitas (2,00). Aspek motorik halus dan sosial-emosional menunjukkan perkembangan yang paling optimal, sementara aspek kreativitas memerlukan stimulasi yang lebih berkelanjutan dan terstruktur. Kegiatan eksplorasi lingkungan mengindikasikan potensi keberhasilan dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk membangun pengetahuan melalui interaksi langsung dengan objek konkret, meningkatkan keterlibatan aktif, serta mengembangkan kemampuan sosial melalui interaksi dengan teman sebaya dan guru. Dengan demikian, pemanfaatan lingkungan lahan basah sebagai sumber belajar kontekstual menunjukkan potensi sebagai strategi yang efektif dalam mendukung perkembangan anak usia dini secara holistik sekaligus memperkuat relevansi pembelajaran dengan lingkungan lokal Kalimantan Selatan.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, F. S., & Lailiya, W. N. (2026). Peningkatan pengetahuan dasar pertanian pada anak-anak di Thailand melalui kegiatan penanaman, pemupukan, dan hidroponik sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(3), 15974–15982. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4714

Ardyati, D. P. I., Andaris, S. H., Gustina, S., & Awatif, I. N. (2026). Ekopedagogi dalam cerita rakyat Wandiundiu sebagai sumber pembelajaran IPA SMP. SCIENCE: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 6(1), 69–78. https://doi.org/10.51878/science.v6i1.8340

Aumann, L., Puca, R. M., & Gasteiger, H. (2025). Effects of early childhood teacher knowledge and feedback on children’s early mathematical development in German kindergartens. Early Childhood Education Journal, 53(2), 345–358. https://doi.org/10.1007/s10643-025-01859-1

Cinantya, C., & Maimunah. (2022). Pembelajaran sains berbasis kegiatan bermain kreatif di lingkungan lahan basah untuk mengembangkan kecerdasan naturalistik anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 449–456. https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i1.1245

Dhafiya, F., & Aslamiah, A. (2026). Implementasi pembelajaran kontekstual berbasis lahan basah sebagai upaya optimalisasi perkembangan anak usia dini. TEACHING: Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 6(3), 2698–2705. https://doi.org/10.51878/teaching.v6i3.14545

Fadjarajani, S., Rosali, S., Patimah, S., Liriwati, F. Y., Nasrullah, Sriekaningsih, A., Pinem, R. J., Achmad, D., Harini, H., Sudirman, A., Ramlan, Falimu, Safriadi, Nurdiyani, N., Lamangida, T., Butarbutar, M., Rahman, A., Wati, N. M. N., Citriadin, Y., & Nugraha, M. S. (2020). Metodologi penelitian pendekatan multidisipliner (A. Rahmat, Ed.). Ideas Publishing.

Febrianto, P. T., Thariq, R. A., Nuriah, S., Oktavia, F. M., Stantika, V., & Hasanah, S. S. (2026). Internalisasi nilai kearifan lokal dalam pembelajaran IPS sekolah dasar untuk membentuk karakter global mendukung SDGs 4. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 553–567. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.10113

Helena, Yaswinda, Tulum, L. M., Rahmi, A., Rahmalia, D., Intan, N., & Zeky, S. (2024). Science learning model based on multisensory-ecologi of cognitive and social development in early childhood. International Journal of Islamic Studies and Higher Education, 3(2), 111–122. https://doi.org/10.24036/insight.v3i2.202

Hidayah, A., Ramadani, I., Septa Wijaya, R., & Safitri, S. (2025). Faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif peserta didik. Jurnal Agapedia, 9(1), 88–97. https://doi.org/10.17509/agapedia.v9i1.65432

Juliana, K., Sitorus, M., William, J., Ps, I. V., Estate, M., Percut, K., Tuan, S., & Serdang, K. D. (2025). Perkembangan moral anak usia dini menurut Piaget: Teori dan praktik. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(4), 481–486. https://doi.org/10.61722/jmia.v2i4.5402

Limbong, I. E. (2025). Pembelajaran berbasis alam terbuka sebagai pendekatan kontekstual dalam penguatan literasi sains anak usia dini di daerah pesisir. Al-Hanif: Jurnal Pendidikan Anak dan Parenting, 5(2), 60–67. https://doi.org/10.31004/alhanif.v5i2.1245

Loka, N., Diana, R. R., & Wafa, M. S. (2022). Implementation of contextual learning in improving early children’s cognitive ability. Kindergarten: Journal of Islamic Early Childhood Education, 5(2), 209–217. https://doi.org/10.24014/kjiece.v5i2.19496

Mardianti, A., & Widodo, W. (2026). Penerapan model pembelajaran inkuiri terstruktur untuk meningkatkan motivasi belajar murid pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati. SCIENCE: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 6(2), 632–642. https://doi.org/10.51878/science.v6i2.9713

Marliana, M., Sari, S. M., Kasmini, L., & Hasbi, A. (2025). Implementasi pembelajaran sains berbasis pengenalan ekosistem Danau Laut Tawar di SDN 11 Linge. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 1395–1402. https://doi.org/10.56832/edu.v5i2.1485

National Association for the Education of Young Children. (2020). Developmentally appropriate practice (DAP) position statement. National Association for the Education of Young Children.

Nafisatur, M. (2024). Metode pengumpulan data penelitian. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 3(5), 5423–5443. https://doi.org/10.31004/jpip.v3i5.3412

Novitawati, Auliya, A. F. S., Fitria, F., & Doddyansyah, M. R. (2025). Bimbingan teknis penerapan STEAM dalam pembelajaran berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 6(2), 1360–1370. https://doi.org/10.35311/jmpm.v6i2.451

Piaget, J. (1972). The psychology of the child. Basic Books.

Prawesti, D., Kurniasari, E., & Wahyuni, S. (2025). Nature based learning untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan berpikir ilmiah anak usia dini. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 19(1), 66–79. https://doi.org/10.21009/jpud.v19i1.2341

Priadana, M. S., & Sunarsi, D. (2021). Metode penelitian kuantitatif. Pascal Books.

Safitri, C. N., & Dewantoro, M. H. (2025). Penerapan teori perkembangan moral Jean Piaget dan Kholberg dalam pendidikan anak usia dini. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 6(1), 310–319. https://doi.org/10.55623/au.v6i1.461

Santrock, J. W. (2011). Masa perkembangan anak (11th ed.). Salemba Humanika.

Saputra, A., & Suryandi, L. (2020). Perkembangan kognitif anak usia dini dalam perspektif Vygotsky dan implikasinya dalam pembelajaran. Jurnal Pelangi: Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(2), 199–206. https://doi.org/10.52266/pelangi.v2i2.451

Sauli, S. S., Isa, F. M., Kosnin, A. M., & Romice, O. (2026). Nature-based learning in Malaysian early childhood education: A systematic literature review. International Journal of Early Childhood, 58(3), 573–591. https://doi.org/10.1007/s13158-026-00499-9

Sumarni, M. L., Jewarut, S., Melati, F. V., Vuspitasari, B. K., Atlantika, Y. N., & Siokalang, M. A. (2026). Potensi pembelajaran IPAS dalam memperkenalkan kearifan lokal di sekolah dasar. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(1), 292–302. https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9386

Suryaningsih, N. M. A. (2024). Studi literatur: Implementasi experiential learning terhadap kemampuan 4C anak usia dini. Aulad: Journal on Early Childhood, 7(3), 820–827. https://doi.org/10.31004/aulad.v7i3.807

Tabiraki, K., Sasagawa, K., & Sasaki, M. (2024). A study of wetland education based on environmental education in Japan. Japanese Journal of Environmental Education, 33(4), 13–27. https://doi.org/10.5647/jsoee.33_4_13

Ulya, S. A., Zarin, K. I. U., Azizah, I. W., Ilham, A. R. F., & Malihah, N. (2026). Optimalisasi greenhouse sekolah sebagai laboratorium hidup berbasis QR code SMP Negeri 10 Salatiga. COMMUNITY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 295–306. https://doi.org/10.51878/community.v6i1.8947

Wahyudi, M. D., Rahmaniah, N. F., Muzdalifah, F., & Hidayat, A. (2024). Pengembangan buku ajar pengenalan lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Lahan Basah, 4(1), 1–9. https://doi.org/10.20527/snlb.v4i1.3120

Downloads

Published

2026-09-08

How to Cite

Dhafiya, F., Suriansyah, A., & Amelia, R. (2026). IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS LAHAN BASAH SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI . LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(4), 3846–3859. https://doi.org/10.51878/learning.v6i4.15297

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.