ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SDN 09 RANGKANG PADA PEMBELAJARAN IPAS DALAM PERSPEKTIF GENDER
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.12608Keywords:
Motivasi Belajar, Pembelajaran IPAS, Perspektif Gender, Sekolah Dasar, Kualitatif DeskriptifAbstract
This study aims to describe and analyze the learning motivation of fifth-grade students at SDN 09 Rangkang in IPAS (Science and Social Studies) learning from a gender perspective. The uneven distribution of learning motivation between male and female students is a problem that needs in-depth study so that teachers can design gender-responsive learning. The study used a descriptive qualitative approach with 21 fifth-grade students as subjects, consisting of 13 male and 8 female students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model encompassing data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with validity tested through source triangulation. The results showed significant differences in learning motivation patterns between male and female students based on Sardiman (2023) six indicators of learning motivation. Female students generally show more stable and consistent motivation on the indicators of diligence in facing tasks, perseverance in facing difficulties, preferring to work independently, and ability to manage boredom on routine tasks. Meanwhile, male students are more enthusiastic about practice-based learning and more spontaneous in expressing opinions, although their motivation is more varied and situational. On the indicator of being able to maintain opinions, both gender groups still face self-confidence barriers with different characteristics. These findings imply the need for teachers to design gender-responsive, varied, and inclusive learning approaches so that all students' learning motivation can develop optimally.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis motivasi belajar siswa kelas V SDN 09 Rangkang pada pembelajaran IPAS ditinjau dari perspektif gender. Motivasi belajar yang tidak merata antara siswa laki-laki dan perempuan menjadi permasalahan yang perlu dikaji secara mendalam agar guru dapat merancang pembelajaran yang responsif gender. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 21 siswa kelas V yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pola motivasi belajar yang nyata antara siswa laki-laki dan perempuan berdasarkan enam indikator motivasi belajar menurut Sardiman (2023). Siswa perempuan secara umum menunjukkan motivasi yang lebih stabil dan konsisten pada indikator tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, lebih senang bekerja mandiri, dan kemampuan mengendalikan kebosanan pada tugas-tugas rutin. Sementara itu, siswa laki-laki lebih antusias pada pembelajaran berbasis praktik dan lebih spontan dalam mengemukakan pendapat, meskipun motivasinya lebih variatif dan situasional. Pada indikator dapat mempertahankan pendapat, kedua kelompok gender masih menghadapi hambatan kepercayaan diri dengan karakteristik yang berbeda. Temuan ini mengimplikasikan perlunya guru merancang pendekatan pembelajaran yang responsif gender, variatif, dan inklusif agar motivasi belajar seluruh siswa dapat berkembang secara optimal.
Downloads
References
Amalia, N. F. (2024). Analisis pembelajaran IPAS MI pada Kurikulum Merdeka dalam optimalisasi pemahaman budaya lokal Probolinggo. Jurnal IKA: Ikatan Alumni PGSD UNARS, 15(2), 106–120. https://doi.org/10.36841/pgsdunars.v15i2.5680
Andini, M., Ramdhani, S., Suriansyah, A., & Cinantya, C. (2024). Peran guru dalam menciptakan proses belajar yang menyenangkan. Jurnal Penelitian Multidisiplin (MARAS), 2(4), 2298–2305. https://doi.org/10.60126/maras.v2i4.637
Andrias Pujiono. (2022). Analisis keseimbangan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik dalam muatan ekologi pada kurikulum pendidikan agama Kristen sekolah menengah atas. Real Didache: Journal of Christian Education, 2(2), 73–89. https://jurnal.sttsimpson.ac.id/index.php/realdidache
Aprizanti, Y. (2023). Penerapan model inkuiri terbimbing untuk pembelajaran IPA biologi. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 7(2), 411–436. https://doi.org/10.26811/didaktika.v7i2.618
Arifin, Z. (2020). Metodologi penelitian pendidikan education research methodology. Jurnal Al-Hikmah, 1(1), 1–5. https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Alhikmah
Asiah S., Zai, D., & Waruwu., O. (2026). Perbedaan gender pada motivasi belajar, perilaku belajar, dan prestasi akademik berbasis instrumen pada mahasiswa. Jurnal Pendidikan Kajian Multidisiplin, 1(1), 1–19. https://ojs.researchcenterandpublishing.co.id/index.php/EDUKATALIS/article/view/26
Ayu, G., Setiawati Dewi, A. A., Agung, A., & Arsana, P. (2020). Pengaruh motivasi belajar dan gender terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas bilingual SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar. Proceeding Biology Education Conference, 15(1), 173–179. https://jurnal.uns.ac.id/prosbi
Andreani, D & Gunansyah, G. (2022). Persepsi guru sekolah dasar tentang mata pelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 11(9), 1841–1854. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-pgsd/article/view/54388
Djarwo, C. F. (2020). Analisis faktor internal dan eksternal terhadap motivasi belajar kimia siswa SMA Kota Jayapura. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram, 7(1), 1–7. https://e-journal.undikma.ac.id/index.php/jiim
Fatahillah, M. A. (2024). Analisis motivasi belajar berdasarkan gender dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas XII Bahasa SMA Negeri 2 Sungaiselan. Noura: Jurnal Kajian Gender dan Anak, 8(2), 177–195. https://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/Noura
Hamzanwadi, E. Z. M. (2025). Dukungan interpersonal untuk kebutuhan psikologis dasar dan hubungannya dengan motivasi, kesejahteraan, dan kinerja: Analisis meta. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Psikologi, 1(2), 61–70. https://ejournal.ahs-edu.org/index.php/harapan
Heri, T. (2019). Meningkatkan motivasi minat belajar siswa. Jurnal Pemikiran dan Pencerahan, 15(1), 59–79. https://jurnal.ummat.ac.id/index.php/fkip
Meylovvia, D., & Julianto, A. (2023). Inovasi pembelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka Belajar di SDN 25 Bengkulu Selatan. Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan, 4(1), 84–91. https://doi.org/10.69775/jpia.v4i1.128
Rahayu, R. (2025). Menguji keabsahan data penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan dan Keguruan, 3(2), 327–331. https://www.researchgate.net/publication/388386011_Menguji_Keabsahan_Data_Penelitian_Kualitatif
Rahmi, L., & Yuswanti, D. (2021). Meningkatan motivasi belajar menggunakan model pembelajaran picture and picture pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam. JuDha_PGSD: Jurnal Dharma PGSD, 1(2), 73–85. https://ejournal.undhari.ac.id/index.php/judha
Salsabila, S., Ban, M., Ningrum, P., & Sajidah, H. (2026). Analisis perbedaan kecerdasan visual-spasial berdasarkan gender pada siswa. Journal of Behavioral Innovation, 1(1), 28–33. https://journal.aapbk.org/index.php/jbi/article/view/541
Saputro, S. D., Rohmah, N., Yakub, R., & Nugroho, F. A. (2025). Perbedaan motivasi belajar IPA antara siswa laki-laki dan perempuan melalui media papan permainan berbantuan kartu AR. Jurnal Riset Pedagogik, 9(3), 594–603. https://doi.org/10.20961/jdc.v9i3.112292
Sardiman, A. M. (2023). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Gramedia Pustaka Utama.
Suharni. (2021). Upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 6(1), 172–184. https://journal.ummat.ac.id/index.php/jbk
Susanto, R., & Kiftiyah, M. (2025). Perbedaan sikap dan perilaku berdasarkan gender dalam proses belajar di SDN 4 Kalicinta, Lampung. Journal of Child and Gender Studies, 3(2), 57–70. https://jurnal.iairm-ngabar.ac.id/index.php/Iktifak/article/view/1179
Yogi, F., Andtriani, P., & S., H. (2024). Pentingnya motivasi belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Inspirasi Pendidikan (ALFIHRIS), 2(3), 61–68. https://journal.alfihris.com
Yulita, R. D. (2025). Peranan self efficacy dalam meningkatkan minat belajar. Journal of Learning and Teaching, 2, 9–15. https://ejournal.reysha.org/index.php/jlt
Zakarina, U., et al. (2024). Kurikulum Merdeka. Damhil Education Journal, 4, 50–56. https://doi.org/10.37905/dej.v4i1.2487
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









