ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BRAIN BALANCE LEARNING DI SEKOLAH DASAR

Authors

  • Ni Made Yunik Puspita Yanti Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan
  • Kadek Hengki Primayana Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan
  • Ni Putu Candra Prastya Dewi Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

DOI:

https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.10931

Keywords:

Brain Balance Learning, Neurosains, Multisensori

Abstract

ABSTRACT

Elementary social and science learning requires learning experiences that connect conceptual understanding, active engagement, and students’ readiness to process information. In this context, Brain Balance Learning is considered relevant because it integrates multisensory activities, movement, visualization, reflection, and learning interaction, allowing cognitive functions to be engaged in a more balanced manner. This study examines how the approach has been implemented and the extent to which it contributes to social and science learning in elementary schools. The review was conducted using a Systematic Literature Review procedure guided by the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). A total of 25 national and international articles published between 2021 and 2026 were selected through identification, screening, eligibility assessment, and content synthesis. The findings indicate that 80% of the reviewed articles reported improved learning concentration, 70% documented gains in critical thinking, 55% linked the approach to increased creativity, and 45% identified strengthened scientific literacy. Student engagement was also reported in 60% of the analyzed articles. These outcomes were more evident when learning was supported by brain gym, mind mapping, visual media, animated videos, multisensory activities, and neuroscience-based e-modules. The review suggests that Brain Balance Learning can enrich elementary social and science learning by fostering active, contextual, and developmentally responsive learning experiences.

ABSTRAK

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar menuntut pengalaman belajar yang mampu menghubungkan pemahaman konsep, keterlibatan aktif, dan kesiapan peserta didik dalam mengolah informasi. Dalam konteks tersebut, Brain Balance Learning dipandang relevan karena mengintegrasikan aktivitas multisensori, gerak, visualisasi, refleksi, serta interaksi belajar yang memberi ruang bagi keterlibatan fungsi kognitif secara lebih seimbang. Kajian ini menelaah bagaimana pendekatan tersebut diterapkan dan sejauh mana kontribusinya terhadap pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Penelusuran dilakukan melalui Systematic Literature Review dengan prosedur Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Sebanyak 25 artikel nasional dan internasional yang terbit pada 2021–2026 diseleksi melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan sintesis isi. Peta temuan memperlihatkan bahwa 80% artikel melaporkan peningkatan konsentrasi belajar, 70% mencatat perkembangan berpikir kritis, 55% mengaitkan penerapan pendekatan ini dengan kreativitas, dan 45% menunjukkan penguatan literasi sains. Keterlibatan belajar juga muncul pada 60% artikel yang dianalisis. Dampak tersebut lebih tampak ketika pembelajaran dipadukan dengan brain gym, mind mapping, media visual, video animasi, aktivitas multisensori, dan e-modul berbasis neurosains. Kajian ini menegaskan bahwa Brain Balance Learning berpotensi memperkaya pembelajaran IPAS melalui pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan selaras dengan kebutuhan perkembangan peserta didik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abbiyah, P. A. S. (2026). Pengembangan media KOSIS (kotak ekosistem) berbasis multisensori untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi ekosistem kelas 3 sekolah dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 14(2), 485–498. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-pgsd/article/view/77249

Ajeng, A. O. D., Saniya, A., Saputri, O. E., Siregar, M., & Hasni, U. (2023). Pembelajaran berbasis neurosains dalam pendidikan anak usia dini. Arua’ Bulu: Jurnal Pendidikan Anak, 4(1), 42–57. https://doi.org/10.24239/abulava.Vol4.Iss1.99

Amjad, A. I., Tabbasam, U., & Abbas, N. (2022). The effect of brain-based learning on students’ self-efficacy to learn and perform mathematics: Implication of neuroscience into school psychology. Pakistan Languages and Humanities Review, 6(3), 683–695. https://doi.org/10.47205/plhr.2022(6-III)60

Andayani, K. R., Dewi, N. P. C. P., & Wiradnyana, I. G. A. (2026). Pengaruh model Bralancing berbantuan Wordwall terhadap literasi digital IPAS siswa kelas IV SD di Gugus VIII Kecamatan Buleleng. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 276–287. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/48432

Deans, C., & Larsen, E. (2022). Brain-based learning: Beliefs and practice in one Australian primary school implementing a neuroscience pedagogical framework. Australian Journal of Teacher Education, 47(10), 18–38. https://search.informit.org/doi/abs/10.3316/informit.037627248187747

Dewi, N. K. A. N. (2024). Pengaruh model pembelajaran mind mapping berbantuan media audio visual terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 5(3), 222–229. https://doi.org/10.37478/jpm.v5i3.4356

Dewi, N. P. C. P. (2024). Pengembangan model Brain Balance Learning pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas siswa sekolah dasar di Kabupaten Buleleng [Disertasi, Universitas Pendidikan Ganesha]. https://repo.undiksha.ac.id/19173/

Fatmawati, V., Adiastuty, N., & Nurhayati, N. (2024). Pengembangan e-modul berbasis keseimbangan otak untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi barisan dan deret geometri. Journal of Math Tadris, 4(1), 17–31. https://www.researchgate.net/publication/385797555_Pengembangan_E-Modul_Berbasis_Keseimbangan_Otak_Untuk_Meningkatkan_Kemampuan_Berpikir_Kreatif_Matematis_Siswa_pada_Materi_Barisan_dan_Deret_Geometri

Heni, H., & Nurlika, U. (2021). Tingkat konsentrasi belajar anak pada siswa kelas IV SD melalui brain gym (senam otak). Jurnal Keperawatan Silampari, 5(1), 222–232. https://doi.org/10.31539/jks.v5i1.2820

Ismi, R., Witasoka, D., & Junari. (2025). Pengaruh multisensori terhadap hasil belajar dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran inklusif. Pendiri: Jurnal Riset Pendidikan, 2(2), 89–97. https://doi.org/10.63866/pendiri.v2i2.90

Limbong, I. N., Rahmawati, D., & Wulandari, R. (2024). Pembelajaran berbasis neurosains dalam pendidikan sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 9190–9194. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/4349549

Nugraheni, A. S., Husain, A. P., & Rohani, S. N. (2022). Pengembangan strategi pembelajaran berbasis neurosains untuk meningkatkan kemampuan mengarang peserta didik kelas V. Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, 22(1), 57–69. https://doi.org/10.30651/didaktis.v22i1.8796

Nurhayati, T. (2025). Pengembangan kompetensi sosial emosional peserta didik melalui pembelajaran IPAS. Jurnal Sociohumaniora Kodepena, 6(2), 154–167. http://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/article/view/205

Nuriza, K. I., Septiana, N., Firdausi, R., & Susetiyo, A. (2026). Strategi pembelajaran multisensori dalam integrasi IPAS di kelas inklusi SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Mubtadi: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah, 7(2), 165–174. https://ejournal.uinmadura.ac.id/index.php/ibtida/article/view/23562

Nurasiah, I., Rachmawati, N., Supena, A., & Yufiarti, Y. (2022). Literatur review: Model pembelajaran brain based learning di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(3), 3991–4003. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2768

Oktavianto, D. A., Mashfufah, A., Anggraini, A. E., Dewi, R. S. I., & Ekawati, R. (2025). Analysis of neuroscience-based learning on critical thinking skills of elementary school students. Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram, 13(4), 962–973. https://doi.org/10.33394/j-ps.v13i4.16024

Organisation for Economic Co-operation and Development. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/53f23881-en

Permana, F. B., & Sulastri, A. (2024). Pendekatan brain-based learning sebagai model pembelajaran di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 8(4), 3322–3330. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i4.8544

Polapa, A. N. F., Saleh, M., Mardian, R., Panai, A. H., & Arifin, I. N. (2026). Penerapan model brain based learning berbantuan media video animasi untuk meningkatkan hasil belajar murid mata pelajaran IPA SDN 10 Kota Barat. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 330–343.

https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/47286

Profithasari, N., Lutfiani, U. I., & Rapani, R. (2024). Efektivitas brain based learning berbantuan Wordwall terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 7(1), 399–408. https://doi.org/10.30605/jsgp.7.1.2024.3841

Rizqullah, R. A., Muzaki, A., & Nursalim, A. (2023). Penerapan kegiatan brain gym untuk meningkatkan konsentrasi belajar. Jurnal Konatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 1(1). https://doi.org/10.62203/jkjip.v1i1.7

Saleh, M., Yamin Assel, H., & Haridji, I. (2026). Kenali otakmu, kendalikan masa depanmu: Edukasi neurosains untuk pembelajaran efektif di sekolah dasar. Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 327–337. https://doi.org/10.29303/rengganis.v6i1.1144

Setiawan, T., Sumilat, J. M., Paruntu, N. M., & Monigir, N. N. (2022). Analisis penerapan model pembelajaran project based learning dan problem based learning pada peserta didik sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(6), 9736–9744. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i6.4161

Suastra, I. W., & Arnyana, I. B. P. (2021). Perspektif guru sekolah dasar terkait penggunaan mind mapping dalam menyeimbangkan aktivitas belajar siswa. Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian, 2(4), 62–71.

https://academicareview.com/index.php/jh/article/view/45

Usan, U., & Suyadi, S. (2022). Implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar: Upaya pendidik membentuk karakter siswa dalam mempersiapkan generasi emas 2045 berbasis neurosains. Muallimuna: Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, 7(2), 73. https://doi.org/10.31602/muallimuna.v7i2.6379

Utami, N. K. D. P. (2025). Model pembelajaran Brain Balance Learning terhadap literasi budaya dan kewarganegaraan pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila siswa kelas IV [Disertasi, Universitas Pendidikan Ganesha]. https://repo.undiksha.ac.id/24204/

Wardiani, R., Mulyaningsih, I., & Maneechukate, S. (2021). Writing skills development: A balancing perspective of brain function in elementary schools. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI, 8(1), 65–79.

https://www.syekhnurjati.ac.id/Jurnal/index.php/ibtida/article/view/7795

Wijaya, S. M., Kevin, N., & Ruslim, H. (2023). Pengaruh brain gym terhadap peningkatan konsentrasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Serina Ekonomi dan Bisnis, 1(2), 223–241. https://journal.untar.ac.id/index.php/JSEB/article/view/27043

Downloads

Published

2026-06-27

How to Cite

Yanti, N. M. Y. P., Primayana, K. H., & Dewi, N. P. C. P. (2026). ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BRAIN BALANCE LEARNING DI SEKOLAH DASAR. LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(3), 2432–2444. https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.10931

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.