JELAJAH KOTA LAMA SURABAYA SEBAGAI STRATEGI MENARIK MINAT BELAJAR GENERASI Z
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v6i3.14014Keywords:
Kota Lama Surabaya, outdoor learning, experiential learning, pembelajaran sejarahAbstract
The research is motivated by students’ low interest in history learning, which is often perceived as monotonous, textual, and less relevant to their daily lives. Kota Lama Surabaya, as a historical area, has strong potential to be used as a contextual learning medium because it preserves colonial traces, the development of a port city, and the social dynamics of Surabaya in the past. This study aims to analyze the design and implementation of history learning through outdoor learning at historical sites, identify the challenges and supporting factors faced by teachers, and examine students’ responses to outdoor learning activities. This research employed a qualitative method with data collected through observation, in-depth interviews, questionnaires, and documentation. The research subjects consisted of history teachers from SMA Kartika IV–3 Surabaya, SMAN 8 Surabaya, SMAN 19 Surabaya, SMA Hang Tuah 1 Surabaya, and SMKN 5 Surabaya, as well as several students as supporting informants. The findings show that outdoor learning at historical sites provides students with a more concrete, visual, contextual, and engaging learning experience. Students responded positively through various activities, such as site observation, group discussion, note-taking, photo and video documentation, vlog production, paper writing, digital poster creation, and presentation. However, the implementation still faces several obstacles, including cost, school permission, transportation, weather conditions, limited teacher supervision, limited visiting time, and differences in students’ levels of interest. With systematic planning, teacher assistance, clear student worksheets, and well-managed field activities, outdoor learning in Kota Lama Surabaya has the potential to become an effective history learning strategy to increase Generation Z’s interest in learning history.
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya ketertarikan siswa terhadap pembelajaran sejarah yang sering dianggap monoton, tekstual, dan kurang relevan dengan kehidupan peserta didik. Kota Lama Surabaya sebagai kawasan bersejarah memiliki potensi sebagai media belajar kontekstual karena menyimpan jejak kolonial, perkembangan kota pelabuhan, serta dinamika sosial masyarakat Surabaya pada masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rancangan dan pelaksanaan pembelajaran sejarah berbasis outdoor learning di situs sejarah, mengidentifikasi tantangan serta faktor pendukung yang dihadapi guru, dan mengetahui respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran luar kelas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru sejarah dari SMA Kartika IV–3 Surabaya, SMAN 8 Surabaya, SMAN 19 Surabaya, SMA Hang Tuah 1 Surabaya, dan SMKN 5 Surabaya, serta beberapa siswa sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran luar kelas di situs sejarah mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret, visual, kontekstual, dan tidak membosankan. Siswa menunjukkan respons positif melalui kegiatan observasi, diskusi, pencatatan informasi, dokumentasi foto atau video, pembuatan vlog, makalah, poster digital, dan presentasi. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa biaya, perizinan, transportasi, cuaca, keterbatasan guru pendamping, waktu kunjungan, dan perbedaan tingkat ketertarikan siswa. Dengan perencanaan yang sistematis, pendampingan guru, LKPD yang jelas, dan pengelolaan kegiatan lapangan yang matang, outdoor learning di Kota Lama Surabaya berpotensi menjadi strategi pembelajaran sejarah yang efektif untuk menarik minat belajar Generasi Z.
Downloads
References
Azizi, I. A., Rustamana, A., & Putra, A. P. (2022). Perbedaan tingkat kesadaran sejarah siswa menggunakan sumber belajar situs Banten Lama dengan sumber belajar LKS. Jurnal Paedagogy, 9(4), 799–808. https://doi.org/10.33394/jp.v9i4.5584
Ayu, W. A., Harianto, S., Purnomo, N. H., & Buwana, I. G. A. A. W. (2025). An outdoor learning approach through the use of cultural heritage sites to improve students’ cultural literacy. The Indonesian Journal of Social Studies, 8(1), 69–86. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpips/article/view/37645
Behrendt, M., & Franklin, T. (2014). A review of research on school field trips and their value in education. International Journal of Environmental and Science Education, 9(3), 235–245. https://doi.org/10.12973/ijese.2014.213a
Chalimi, I. R. (2023). Pengembangan model pembelajaran berbasis multikultural pada mata pelajaran sejarah. HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 11(1), 105–115. https://doi.org/10.24127/hj.v11i1.7227
Fatmawati, I. (2025). Transformasi pembelajaran sejarah dengan deep learning berbasis digital untuk Gen Z. Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran, 5(1), 25–39. https://doi.org/10.62825/revorma.v5i1.140
Fikri, A., Syahza, A., & Putra, Z. H. (2023). Systematic review of integration of local history in history education in Indonesia based on learning technology. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 15(2), 1434–1443. https://doi.org/10.35445/alishlah.v15i2.2364
Grimshaw, L., & Mates, L. (2022). “It’s part of our community, where we live”: Urban heritage and children’s sense of place. Urban Studies, 59(7), 1334–1352. https://doi.org/10.1177/00420980211019597
Hakim, M. S., & Khakim, M. N. L. (2024). Efektivitas pembelajaran sejarah berbasis outdoor study pada situs Candi Singosari untuk meningkatkan pemahaman sejarah masa Hindu-Buddha siswa kelas X SMK Negeri 1 Singosari. Journal of Comprehensive Science, 3(5), 1–15. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/4098094
Hutapea, D. M., Putri, D. M., Safitri, R. D., Maulana, R., & Azhari, I. (2025). Pemanfaatan bunker Jepang di Batu Bara Kecamatan Pesisir Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara sebagai media pembelajaran sejarah. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(2), 606–616. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/17565
Januardi, A., & Superman. (2024). Rancangan model pembelajaran sejarah berbasis nilai tradisi dan sejarah lokal. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(1), 689–695. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i1.6369
Kiviranta, L., Lindfors, E., Rönkkö, M.-L., & Luukka, E. (2024). Outdoor learning in early childhood education: Exploring benefits and challenges. Educational Research, 66(1), 102–119. https://doi.org/10.1080/00131881.2023.2285762
Kolb, A. Y., & Kolb, D. A. (2022). Experiential learning theory as a guide for experiential educators in higher education. Experiential Learning and Teaching in Higher Education, 1(1), 38. https://doi.org/10.46787/elthe.v1i1.3362
Kokotsaki, D., Menzies, V., & Wiggins, A. (2016). Project-based learning: A review of the literature. Improving Schools, 19(3), 267–277. https://doi.org/10.1177/1365480216659733
Kuswono, K., Sumiyatun, S., & Setiawati, E. (2021). Pemanfaatan kajian sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah di Indonesia. Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro, 6(2), 206–215. https://doi.org/10.24127/jlpp.v6i2.1817
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE.
Mohamed, M., Rashid, R. A., & Alqaryouti, M. H. (2022). Conceptualizing the complexity of reflective practice in education. Frontiers in Psychology, 13, 1008234. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.1008234
Nurjanah, T. S., & Artono. (2022). Peran Jembatan Merah sebagai tonggak perkembangan sektor perdagangan di sekitar Sungai Kalimas 1800–1900. AVATARA: e-Journal Pendidikan Sejarah, 12(4). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/48439
Pinasti, A. N. (2023). Experiential learning dan daur belajar sebagai metode belajar berbasis pengalaman. Media Informasi, 32(2), 204–213. https://doi.org/10.22146/mi.v32i2.7561
Rismawan, D., Prasetiya, A., & Sinaga, R. F. (2026). Pemanfaatan jejak sejarah Pabrik Gula Tasikmadu sebagai sumber belajar sejarah Indonesia berbasis model pembelajaran Contextual Teaching Learning. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran, 4(2), 146–161. https://doi.org/10.58706/jipp.v4n2.p146-161
Ruiz-Calleja, A., Bote-Lorenzo, M. L., Asensio-Pérez, J. I., Villagrá-Sobrino, S. L., Alonso-Prieto, V., Gómez-Sánchez, E., García-Zarza, P., Serrano-Iglesias, S., & Vega-Gorgojo, G. (2023). Orchestrating ubiquitous learning situations about cultural heritage with Casual Learn mobile application. International Journal of Human-Computer Studies, 170, Article 102959. https://doi.org/10.1016/j.ijhcs.2022.102959
Septiyaningsih, I. C., Setiawan, R., & Aditia, D. (2025). The effectiveness of the outing class method in history learning: A quantitative and bibliometric approach. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 12(1), 1–15. https://journal.uny.ac.id/index.php/hsjpi/article/view/83842
Suciningtyas, D., Sudikno, A., & Rukmi, W. I. (2024). Klasifikasi lingkungan cagar budaya di Kawasan Jembatan Merah Kota Surabaya berdasarkan signifikansi makna kultural. MARKA: Media Arsitektur dan Kota: Jurnal Ilmiah Penelitian, 7(2), 183–194. https://doi.org/10.33510/marka.2024.7.2.183-194
Taneo, M., Madu, A., & Utomo, S. S. (2024). Utilization of historical site media by teachers in building student character in junior and senior high schools in the Central Amanuban Sub-District. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 5(1), 367–382. https://doi.org/10.37680/amalee.v5i1.4853
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















