ANALISIS PENERAPAN PENDEKATAN DEEP LEARNING UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN ABAD KE-21 PADA MATA PELAJARAN IPAS
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v6i3.13796Keywords:
Pendekatan Deep Learning, Mata Pelajaran IPAS, Keterampilan Abad Ke-21 (4C)Abstract
Implementing the Deep Learning approach in Science and Social Studies (IPAS) learning is considered essential for developing 21st century skills (4Cs) critical thinking, creative thinking, communication, and collaboration which require learning to move beyond mere content delivery. This study aimed to analyze the implementation of the Deep Learning approach in developing 21st century skills in IPAS learning for Grade V students at SDN Kemantren 1, and to identify the supporting and inhibiting factors. The study employed a qualitative case study approach. The research subjects were Grade V students, with the school principal, the class teacher, and selected students serving as informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman technique. The findings show that the Deep Learning approach was implemented systematically, beginning with planning that integrated the principles of mindful learning, meaningful learning, and joyful learning, followed by contextual and collaborative learning activities, and holistic assessment that simultaneously served as a means of skill development, with collaboration showing the most notable progress among the four skills. Successful implementation was supported by the flexibility of the Merdeka Curriculum, the principal's support, and teacher creativity, while limited time and technology access remained the main constraints. The study affirms that consistent integration of the three Deep Learning principles meaningfully contributes to developing elementary students' 21st century skills in IPAS learning.
ABSTRAK
Penerapan pendekatan Deep Learning pada mata pelajaran IPAS dipandang penting sebagai upaya mengembangkan keterampilan abad ke-21 (4C), yaitu berpikir kritis, berpikir kreatif, komunikasi, dan kolaborasi, yang menuntut pembelajaran tidak lagi berorientasi pada penyampaian materi semata. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan Deep Learning dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada mata pelajaran IPAS di kelas V SDN Kemantren 1, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V, dengan informan kepala sekolah, guru kelas V, dan peserta didik terpilih. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Deep Learning dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan yang mengintegrasikan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning, diikuti pelaksanaan pembelajaran kontekstual dan kolaboratif, serta asesmen holistik yang berfungsi sekaligus sebagai sarana pengembangan keterampilan peserta didik, dengan keterampilan kolaborasi menunjukkan perkembangan paling menonjol. Keberhasilan penerapan didukung oleh fleksibilitas Kurikulum Merdeka, dukungan kepala sekolah, serta kreativitas guru, sementara keterbatasan waktu dan akses teknologi menjadi kendala utama. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi ketiga prinsip Deep Learning secara konsisten berkontribusi nyata terhadap pengembangan keterampilan abad ke-21 peserta didik sekolah dasar pada pembelajaran IPAS.
Downloads
References
Aji, S. U., Aziz, T., & Hidajat, F. A. (2024). Kemampuan berpikir kreatif di Indonesia: Sebuah kajian literatur. Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta, 6(1), 37–44. https://doi.org/10.21009/jrpmj.v6i1.29025
Anisah, & Amreta. (2022). Pengembangan instrumen assessment as learning berbasis projek untuk pembelajaran menyimak dan berbicara monologis-dialogis bermuatan karakter Bhinneka Tunggal Ika. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(1), 76–88. https://ejournal.umm.ac.id/index.php/kembara/article/view/22701
Basri, Aka, & Saidah. (2022). Pengembangan media pembelajaran montase berbentuk flip chart dengan menggunakan strategi storytelling bagi siswa sekolah dasar. AL-ASASIYYA: Journal Basic of Education (AJBE), 7(1), 33–45. https://doi.org/10.24269/ajbe.v7i1.5701
Dilekçi, A., & Karatay, H. (2023). The effects of the 21st century skills curriculum on the development of students' creative thinking skills. Thinking Skills and Creativity, 47, 101229. https://doi.org/10.1016/j.tsc.2022.101229
Feri, M., Ismiati, N., Al-Nur, W. R., & Akbar, F. N. (2025). Implementing deep learning approaches in primary education: A literature review. Varidika, 37(2), 178–194. https://doi.org/10.23917/varidika.v37i2.12151
Fitra, D. (2023). Kurikulum Merdeka dalam pendidikan modern. Jurnal Inovasi Edukasi, 6(2), 149–156. https://doi.org/10.35141/jie.v6i2.953
Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep learning: Engage the world, change the world. Corwin.
Hasanah, N., & Pujiati, P. (2025). Penerapan pendekatan deep learning pada pembelajaran di sekolah dasar Kota Bekasi. El Banar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 8(1), 72–79. https://doi.org/10.54125/elbanar.v8i1.539
Kasi, Y. F., Bai, D. V., Novia, N., & Deporos, S. R. C. (2025). Implementation of deep learning in school curriculum: Perspectives of teachers in Nagekeo Regency. Paedagogia, 28(2), 320–328. https://doi.org/10.20961/paedagogia.v28i2.103377
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Pembelajaran mendalam menuju pendidikan bermutu untuk semua. https://kurikulum.kemendikdasmen.go.id/file/1742214136_manage_file.pdf
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Hal-hal esensial Kurikulum Merdeka di jenjang SD. https://dispendik.malangkab.go.id/berita/dispendik-opd-hal-hal-essensial-kurikulum-merdeka-di-jenjang-sd
Kurniawati, & Ekayanti. (2020). Pentingnya berpikir kritis dalam pembelajaran matematika. Peteka, 3(2), 107–114. https://doi.org/10.31604/ptk.v3i2.107-114
Lestari, E. (2025). Students' 21st century skills in science learning at Madrasah Ibtidaiyah. Jasa dan Keuangan, 1(1), 32–44. https://doi.org/10.61798/4wfs1q93
Mandasari, P., Puri, P., & Hapsari, H. (2025). Pendekatan pembelajaran deep learning sebagai upaya peningkatan hasil belajar IPAS di sekolah dasar. Jurnal Riset Pendidikan Dasar, 8(2), 218–225. http://journal.unismuh.ac.id/index.php/jrpd
Muna, D. Z., & Sa'idah, N. (2025). Penerapan pendekatan ADLX (Active Deep Learner Experience) dalam pembelajaran PAI: Studi kasus pada praktik pembiasaan sholat di SD Negeri 1 Mantingan. DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 4(3), 555–566. https://doi.org/10.54259/diajar.v4i3.4703
Nurhayati, I., Pramono, K. S. E., & Farida, A. (2024). Keterampilan 4C (berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi) dalam pendidikan ilmu sosial untuk mengurangi tantangan abad ke-21. Jurnal Basicedu, 8(1), 36–43. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.6842
Pan, Q., Zhou, J., Yang, D., Shi, D., Wang, D., Chen, X., & Liu, J. (2023). Mapping knowledge domain analysis in deep learning research of global education. Sustainability, 15(4), 3097. https://doi.org/10.3390/su15043097
Pratiwi, E. A., Witono, A. H., & Jaelani, A. K. (2022). Keterampilan komunikasi siswa kelas V SDN 32 Cakranegara Kecamatan Sandubaya Kota Mataram tahun ajaran 2021/2022. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(3B), 1639–1646. https://doi.org/10.29303/jipp.v7i3b.832
Raharjo, A. (2022). Guru dan keterampilan abad 21 (N. Purwanasari, Ed.; 1st ed.). UMY Press.
Rahmawati, Fadiawati, & Diawati. (2019). Analisis keterampilan berkolaborasi siswa SMA pada pembelajaran berbasis proyek daur ulang minyak jelantah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia, 8(2). https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/1721687
Royani, R., Ahda, S., & Silalahi, S. (2024). Model pembelajaran deep learning untuk meningkatkan pemahaman IPS di sekolah dasar: Studi kasus di SD Global Garuda Nusantara. Jurnal Ilmiah Guru Madrasah (JIGM), 3, 77–88. https://jigm.lakaspia.org/jigm/article/view/27
Sari, & Arta. (2025). Implementasi deep learning: Suatu inovasi pendidikan. Wawasan Pengembangan Pendidikan, 13(1). https://ejournal.undaris.ac.id/index.php/waspada
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (19th ed.). Alfabeta.
Suhartono, T., & Nuraini, W. (2023). Hubungan antara pembelajaran mendalam dan kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar. Jurnal Psikologi Pendidikan Indonesia, 12(1), 33–47. https://doi.org/10.31004/jppi.v12i1.3980
Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st century skills: Learning for life in our times. Jossey-Bass.
Turasih, T., Surkanti, H. K., & Riandi, R. (2024). Field trips (outdoor learning) untuk melatih berpikir kritis dan peduli lingkungan pada materi perubahan lingkungan: Literature review. Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, 12(1), Article 1. https://doi.org/10.21831/jpms.v12i1.70479
Warman, E., Sajidin, Setiawan, R., Gifary, A., Warta, W., Mulyanto, A., & Hanafiah. (2025). Pendekatan deep learning pada pembelajaran di Sekolah Dasar Gekbrong 1 Cianjur. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 1521–1528. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1773
Zuhri, M., & Muslikhah, W. (2025). The deep learning approach in 21st century education. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(5), 730–741. https://doi.org/10.61722/jipm.v3i5.1523
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















