RASIONALITAS KOMUNIKATIF DALAM DISKUSI PEMBELAJARAN SEJARAH SEBAGAI RUANG PUBLIK MINI

Authors

  • Vito Cahya Misran Universitas Negeri Surabaya
  • Agus Suprijono Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.51878/social.v6i2.12160

Keywords:

Pembelajaran Sejarah, Diskusi, Rasionalitas Komunikatif, Demokrasi, Habermas

Abstract

ABSTRACT

History education plays an important role in fostering students’ critical thinking and democratic attitudes through dialogue and the exchange of ideas. Previous studies on discussion-based learning have primarily focused on learning outcomes and critical thinking skills, while research examining classroom discussions in history learning through the lens of Jürgen Habermas’s communicative rationality, particularly in vocational high schools, remains limited. This study aims to analyze the practice of communicative rationality in history learning discussions among students of class XI TKJ 2 at SMK Antartika Surabaya. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observations, interviews, and documentation and were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that history learning discussions reflected several dimensions of communicative rationality, particularly freedom of expression, openness to different viewpoints, and the use of argumentation to achieve mutual understanding, which emerged as the most dominant characteristics during classroom interactions. However, unequal student participation and the persistence of teacher authority structures remained obstacles to achieving an ideal speech situation. This study contributes to extending the application of Habermas’s communicative rationality theory in history education by demonstrating how classroom discussions can function as democratic learning spaces that encourage participation, dialogue, and consensus-building. The findings highlight the importance of creating more inclusive discussion practices to strengthen democratic values and communicative competence in history learning.

ABSTRAK

Pembelajaran sejarah memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan sikap demokratis peserta didik melalui proses dialog dan pertukaran gagasan. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji metode diskusi dalam pembelajaran sejarah, sebagian besar masih berfokus pada peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis, sedangkan kajian yang menganalisis praktik diskusi pembelajaran sejarah menggunakan perspektif rasionalitas komunikatif Jürgen Habermas, khususnya pada konteks Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik rasionalitas komunikatif dalam diskusi pembelajaran sejarah di kelas XI TKJ 2 SMK Antartika Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik diskusi pembelajaran sejarah telah mencerminkan karakteristik rasionalitas komunikatif melalui kebebasan menyampaikan pendapat, keterbukaan terhadap argumentasi yang berbeda, serta upaya mencapai kesepahaman secara rasional yang menjadi aspek paling dominan dalam interaksi pembelajaran. Namun demikian, ketimpangan partisipasi peserta didik dan dominasi otoritas guru masih menjadi kendala dalam mewujudkan komunikasi yang sepenuhnya setara. Temuan ini menegaskan bahwa kelas sejarah berpotensi menjadi ruang dialog demokratis yang mendukung terbentuknya budaya komunikasi partisipatif, sekaligus memperluas penerapan teori rasionalitas komunikatif Habermas dalam kajian pendidikan sejarah. Penelitian ini juga memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran sejarah yang lebih dialogis, reflektif, dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai demokrasi di sekolah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abrar, A., Marta, N. A., Yanuardi, M. H., Fakhruddin, M., Risqi, F., Rohana, M. A., & Santosa, Y. B. P. (2025). Building a Critical Thinking Generation: Developing an Innovative History Learning Model. Diakronika, 25(1), 47–62. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/diakronika/vol25-iss1/479

Aminullah, M., Muliani, A., Muftiuuddin, M. Z., & Ziqri, M. (2026). Model Otoritas Komunikatif Guru di Era Merdeka Belajar : Integrasi Teori Jürgen Habermas dan Nilai Qur ’ ani Rahmah , Syura , dan ‘ afwu. 01(02), 47–59. https://doi.org/https://cjcei.uicordoba.ac.id/index.php/cjcei/article/view/12

Azizah, I. N. (2026). Pengembangan Instrumen Penilaian Kemampuan Berfikir Kritis dalam Pembelajaran Sejarah : Sistematic Literature Review. 15(1), 28–45. https://doi.org/https://doi.org/10.21009/JPS.151.02

Firmansyah, A. (2025). Kajian Filosofi dalam Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Pemikiran Jürgen Habermas. 10(2), 116–127. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/harmony.v10i2.27636

Habibi, M., Rahmawati, N., Aini, L. N., Rahma, M. A., Syafaah, D. N., Yunatasya, F. N., ... & Ulhaq, G. D. (2025). Paradigma Pendidikan Emansipatoris dalam Perspektif Pemikiran Jurgen Habermas. Indonesian Journal of Multidisciplinary Studies, 1(3), 49-69. https://e-journal.epistemeacademia.org/index.php/IJMS/article/view/29

Haidah, M., Rohiyatun, B., & Najwa, L. (2026). Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Meningkatkan Kompetensi Peserta Didik. EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran 6(2), 657–668. https://doi.org/10.51878/educational.v6i2.9852

Hamson Z. (2025). Etika Media Digital Berbasis Kearifan Lokal Dalam Praktik Media Baru (Studi Kreator Konten Di Kota Makassar) Digital Media. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5151146

Hayati, R. P., Sumantri, P., & Arif, T. (2024). Application of a Contextual Approach in History Learning To Encourage Students’ Critical Thinking At Sma Negeri 1 Medan. Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah, 9(2), 318. https://doi.org/10.24114/ph.v9i2.57320

Khair, M., Tang, M., & Mubarok, M. (2024). Peserta Didik Yang Berwawasan Multikultural : Studi Literatur. EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 4(2), 51–59. https://doi.org/10.51878/educational.v4i2.2889

Lasoa, R. A., Isa, A. H., & Binggo, F. H. (2026). Analisis Partisipasi Siswa Dalam Diskusi Kelompok Kelas V Di Sd Muhammadiyah 1 Limboto. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(02), 216-230. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/45730

Lubis, M. N. (2026). Optimalisasi Metode Diskusi dalam Pembelajaran Sejarah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. https://doi.org/10.56211/toga.v3i1.1623

Marlin. (2024). The Upaya Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Melalui Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada Mata Pelajaran Sejarah. Jurnal Pendidikan Sejarah, 13(2), 1–13. https://doi.org/10.21009/JPS.132.01

Muttaqien, M. E., & Ramdan, D. (2023). Konsep komunikasi jurgen habermas dalam ide demokrasi deliberatif dan tindakan komunikatif. Linimasa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(1), 51-64. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/3280862

Najah, T., & Suprijono, A. (2026). Hubungan Antara Gaya Komunikasi Asertif Guru Sejarah Dan Partisipasi Rasionalitas Komunikatif Peserta Didik Smk. EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 6(3), 1645–1655. https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.11183

Sabila, A., Harahap, E., Syahputri, N., Spanish Margaretta Br Surbakti, W., & Akbar Zarnazi, R. (2025). Penggunaan Media Digital Dan Komunikasi Demokratis Dalam Mencegah Kesalahpahaman Antara Sekolah Dengan Orang Tua Siswa The Use Of Digital Media And Democratic Communication In Preventing Misunderstandings Between Schools And Students’ Parents. JICN: Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2(November), 8027–8032. https://jicnusantara.com/index.php/jicn

Saharani, N. L., Ginting, E., & Astrid, G. (2026). Jurnal Ilmu Komunikasi Komunikasi Partisipatif Dinas Pendidikan dalam Penguatan Karakter Siswa SMA di Kota Palembang. 12(2), 85–90. https://doi.org/10.31294/jika.v12i2.11936

Setiawan, F. R. (2024). Peran Media Sosial Sebagai Ruang Publik: Tinjauan Filosofis Gagasan Ruang Publik Jürgen Habermas. Melintas, 39(3), 323–350. https://doi.org/10.26593/mel.v39i3.7826

Subekti, S. (2024). Etika Komunikasi Digital Perspektif Habermas, Foucault, dan Scheler dalam Konteks Indonesia. Respons: Jurnal Etika Sosial, 29(01), 33-52. https://doi.org/10.25170/respons.v29i01.7789

Sulistiyowati, D., Pebriana, D., Andini, L. H., Andrian, F., & Madkur, A. (2025). Analisis Gaya Komunikasi Guru Terhadap Partisipasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 3 SD. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS), 5(4), 4820–4832. https://doi.org/10.37081/jipdas.v5i4.4331

Wiratama, N. S. (2021). Kemampuan Public Speaking Dalam Pembelajaran Sejarah. ISTORIA : Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sejarah, 17(1). https://doi.org/10.21831/istoria.v17i1.40350

Downloads

Published

2026-06-23

How to Cite

Misran, V. C., & Suprijono, A. (2026). RASIONALITAS KOMUNIKATIF DALAM DISKUSI PEMBELAJARAN SEJARAH SEBAGAI RUANG PUBLIK MINI . SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 1353–1361. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.12160

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.