SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://www.jurnalp4i.com/index.php/social <p><strong>SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS</strong> | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12050"><strong>Terakreditasi Sinta 4 </strong></a>diterbitkan 4 kali setahun (Maret, Juni, September, dan Desember) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.<br /><strong>e-ISSN : </strong><strong>2797-8842 </strong><strong>| </strong><strong>p-ISSN :</strong> <strong>2797-9431</strong></p> en-US randi.popo@gmail.com (Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd) ardhysmart7@gmail.com (Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd) Mon, 15 Dec 2025 01:45:31 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 ANALISIS KRITIS PEMBELAJARAN KARAKTER PANCASILA DI SEKOLAH DASAR MELALUI PENDEKATAN BERBASIS NILAI: TINJAUAN SISTEMATIS LITERATUR (SLR) https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8036 <p>Character education at the elementary school level is a crucial foundation for shaping the nation's moral identity. However, the implementation of a values-based approach often faces methodological and sustainability challenges. This study aims to present a comprehensive synthesis and critical analysis of the implementation of Pancasila values ??using a Systematic Literature Review (SLR) method. Through a search of reputable academic databases such as Scopus, ERIC, and Google Scholar, this study examined 25 relevant articles selected based on strict inclusion criteria related to Pancasila character and the values-based approach. The data synthesis identified three dominant implementation strategies: cross-curricular thematic integration, fostering school culture through teacher role models, and implementing a project to strengthen the Pancasila student profile. Although the majority of studies reported positive improvements in student understanding, the critical analysis highlighted two fundamental weaknesses: the inconsistency in program sustainability, which still relies on individual initiative, and the limitations of evaluation methods, which tend to be descriptive and unable to objectively measure value internalization. The study's conclusions emphasize the urgency of developing measurable evaluation instruments and a robust managerial system to ensure the effectiveness and continuity of character education in elementary schools.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar menjadi fondasi krusial dalam membentuk identitas moral bangsa, namun implementasi pendekatan berbasis nilai seringkali menghadapi tantangan metodologis dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan menyajikan sintesis komprehensif serta analisis kritis terkait penerapan nilai-nilai Pancasila menggunakan metode Tinjauan Sistematis Literatur (SLR). Melalui penelusuran pada database akademik bereputasi seperti Scopus, ERIC, dan Google Scholar, studi ini menelaah 25 artikel relevan yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi ketat terkait karakter Pancasila dan pendekatan berbasis nilai. Hasil sintesis data mengidentifikasi tiga strategi dominan dalam implementasi, yaitu integrasi tematik lintas kurikulum, pembiasaan budaya sekolah melalui keteladanan guru, serta penerapan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Walaupun mayoritas studi melaporkan peningkatan positif pada pemahaman siswa, analisis kritis menyoroti dua kelemahan fundamental, yakni inkonsistensi keberlanjutan program yang masih bergantung pada inisiatif individu serta keterbatasan metode evaluasi yang cenderung deskriptif dan belum mampu mengukur internalisasi nilai secara objektif. Simpulan penelitian menekankan urgensi pengembangan instrumen evaluasi yang terukur serta sistem manajerial yang kokoh untuk menjamin efektivitas dan kontinuitas pendidikan karakter di sekolah dasar.</p> Setianingsih Setianingsih, Intan Sari Rufiana, Radeni Sukma Indra Dewi Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8036 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 MANAJEMEN ASRAMA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER BAGI SISWA KELAS BOARDING DI MTS NEGERI 2 KARANGANYAR https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8039 <p>This study aims to describe dormitory management as a medium for character education for boarding-class students at MTs Negeri 2 Karanganyar, focusing on three main aspects: planning, implementation, and evaluation of dormitory development programs. This research employs a descriptive qualitative approach, with the research subjects consisting of the dormitory head, supervising teachers, and dormitory students. Data were collected through interviews, observations, and documentation, while data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that dormitory management planning is carried out through the formulation of the vision, mission, and activity programs that emphasize the development of religious, disciplined, independent, and cooperative character. The implementation of these programs is reflected in various daily activities, such as congregational prayers, Quran recitation, cleanliness routines, structured study schedules, as well as communal work and other collaborative activities. Furthermore, the evaluation of dormitory management is conducted regularly through supervisors’ meetings and observation of student behavior, focusing on changes in attitude and improvements in students’ daily discipline. Through well-planned and continuous dormitory management, the boarding environment at MTs Negeri 2 Karanganyar has proven to be an effective medium for instilling Islamic character values and shaping students to become religious, disciplined, independent, and cooperative individuals.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen asrama sebagai media pendidikan karakter bagi siswa kelas boarding di MTs Negeri 2 Karanganyar, dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu perencanaan, implementasi, dan evaluasi program pembinaan asrama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas kepala asrama, guru pembina, dan siswa penghuni asrama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan manajemen asrama dilakukan melalui penyusunan visi, misi, dan program kegiatan yang fokus pada pembentukan karakter religius, disiplin, mandiri, dan kerja sama. Implementasi program tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan harian, seperti shalat berjamaah, tadarus, kegiatan kebersihan, jadwal belajar terarah, serta kerja bakti dan aktivitas kebersamaan lainnya. Selanjutnya, evaluasi manajemen asrama dilaksanakan secara berkala melalui rapat pembina dan observasi perilaku siswa, dengan penekanan pada perubahan sikap serta peningkatan kedisiplinan siswa dalam kehidupan sehari-hari.Melalui pengelolaan asrama yang terencana dan berkesinambungan, lingkungan boarding di MTs Negeri 2 Karanganyar terbukti menjadi wadah efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter Islami dan membentuk kepribadian siswa yang religius, disiplin, mandiri, serta mampu bekerja sama dengan baik.</p> Adi Kurniawan, Suyatman Suyatman Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8039 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN KOMPETENSI PROFESIONAL TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN SD NEGERI DI GUGUS 1 KECAMATAN TUNGKAL JAYA https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8033 <p>Improving the quality of basic education is often hampered by the gap between teacher competency standards and learning practices in the field, as indicated in Cluster 1, Tungkal Jaya District, which is still dominated by conventional methods. This study aims to empirically examine the influence of teacher pedagogical and professional competencies on learning quality in order to formulate targeted strategies for improving education quality. Using a quantitative approach with an ex post facto design, this study employed a total sampling technique involving the entire population of 80 public elementary school teachers as respondents. Data collection was conducted comprehensively through a validated questionnaire, then analyzed using multiple linear regression. The research findings revealed that pedagogical competency contributed 28.8%, while professional competency had a more dominant impact on learning quality, at 48.4%. Simultaneously, these two variables contributed significantly, at 57.5%. The main conclusion confirms that optimizing learning quality is highly dependent on the synergy between classroom management skills and in-depth mastery of the material. Therefore, a continuous professional development program is needed to holistically improve teacher capabilities.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Peningkatan mutu pendidikan dasar sering kali terhambat oleh kesenjangan antara standar kompetensi guru dan praktik pembelajaran di lapangan, sebagaimana terindikasi di Gugus 1 Kecamatan Tungkal Jaya yang masih didominasi metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kompetensi pedagogik dan profesional guru terhadap mutu pembelajaran guna merumuskan strategi peningkatan kualitas pendidikan yang tepat sasaran. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>ex post facto</em>, studi ini menerapkan teknik <em>total sampling</em> yang melibatkan seluruh populasi sebanyak 80 guru sekolah dasar negeri sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui kuesioner yang telah tervalidasi, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kompetensi pedagogik memberikan kontribusi pengaruh sebesar 28,8%, sementara kompetensi profesional memiliki dampak yang lebih dominan sebesar 48,4% terhadap mutu pembelajaran. Secara simultan, kedua variabel tersebut berkontribusi signifikan sebesar 57,5%. Simpulan utama menegaskan bahwa optimalisasi mutu pembelajaran sangat bergantung pada sinergi antara kemampuan manajerial kelas dan penguasaan materi yang mendalam, sehingga diperlukan program pengembangan profesional berkelanjutan untuk meningkatkan kapabilitas guru secara holistik.</p> Kusmini Kusmini, Nur Ahyani, Muhammad Fahmi Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8033 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7995 <p>Academic supervision plays a vital role as a quality assurance strategy in education amidst increasing demands for educator professionalism. This study aims to analyze the effectiveness of systematic academic supervision implementation on improving teacher performance at SMK Islam PB. Soedirman 1 Jakarta. Using a qualitative descriptive approach over two semesters, data collection was conducted through triangulation, including in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The supervision process was implemented cyclically and collaboratively, encompassing stages of needs-based planning, classroom observation, reflection, and follow-up training. The research findings show a significant increase in pedagogical competence, with the quality of standardized lesson plans (RPP) jumping from 20% to 75%, and the application of innovative methods increasing from 28% to 68%. Improvements in the evaluation culture were also recorded, with 80% of classes implementing formative evaluation, resulting in an average increase in student learning outcomes of 11 points. Furthermore, 93% of teachers responded positively, viewing supervision as professional guidance rather than inspection. It was concluded that planned and reflective supervision effectively builds a culture of continuous learning, thus recommending technology integration and principal training to broaden the impact of this policy.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Supervisi akademik memegang peranan vital sebagai strategi penjaminan mutu pendidikan di tengah meningkatnya tuntutan profesionalisme pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan supervisi akademik yang sistematis terhadap peningkatan kinerja guru di SMK Islam PB. Soedirman 1 Jakarta. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif selama dua semester, pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi yang mencakup wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Proses supervisi dilaksanakan secara siklis dan kolaboratif, meliputi tahapan perencanaan berbasis kebutuhan, observasi kelas, hingga refleksi dan pelatihan tindak lanjut. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi pedagogik, di mana kualitas perencanaan pembelajaran (RPP) berstandar melonjak dari 20% menjadi 75%, serta penerapan metode inovatif meningkat dari 28% menjadi 68%. Perbaikan budaya evaluasi juga tercatat dengan 80% kelas menerapkan evaluasi formatif, yang berimplikasi pada kenaikan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 11 poin. Selain itu, 93% guru merespons positif dengan memandang supervisi sebagai bimbingan profesional alih-alih inspeksi. Disimpulkan bahwa supervisi yang terencana dan reflektif efektif membangun budaya pembelajaran berkelanjutan, sehingga direkomendasikan adanya integrasi teknologi dan pelatihan kepala sekolah untuk memperluas dampak kebijakan ini.</p> Chandra Sagul Haratua, Sayidatul Aslamiyah, Siti Munawati, Yudistira Adi Nugraha Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7995 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS PROGRAM REHABILITASI SOSIAL ANAK TERLANTAR DI PROVINSI SULAWESI SELATAN (STUDI KASUS PADA REHABILTASI SOSIAL DASAR ANAK TERLANTAR DI DALAM PANTI UPT. PPRSA INANG MATUTU MAKASSAR) https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8135 <p>Abandoned children are a vulnerable group at risk of violence, exploitation, and behavioral deviation due to unmet basic physical, mental, and social needs. In South Sulawesi Province, the number of abandoned children remains high, reaching 19,240, with the highest distribution in Takalar Regency. This phenomenon is also evident in Makassar City through the presence of street children, beggars, and buskers, as well as the increasing number of cases of violence against children. This study aims to analyze the conditions of abandoned children and evaluate the effectiveness of social rehabilitation programs in the area. This is a descriptive qualitative study, with data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Informants included Social Service officials, Technical Implementation Unit (UPT) managers, social workers, and parents or guardians of beneficiary children. The results indicate that the social rehabilitation program at the UPT PPRSA Inang Matutu is quite effective in improving children's psychological, social, and educational aspects. Children receive services that fulfill their basic needs, therapy, social guidance, and character development through structured activities. However, the program's effectiveness remains hampered by limited facilities (particularly the lack of dormitories), reduced budget allocation, a shortage of professional staff, and low community participation. Therefore, a more comprehensive and sustainable management strategy is needed to ensure the fulfillment of the rights and optimal development of neglected children in South Sulawesi.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Anak terlantar merupakan kelompok rentan yang berisiko mengalami kekerasan, eksploitasi, dan penyimpangan perilaku akibat tidak terpenuhinya kebutuhan dasar fisik, mental, serta sosial. Di Provinsi Sulawesi Selatan, jumlah anak terlantar masih tinggi, yaitu mencapai 19.240 anak, dengan sebaran tertinggi di Kabupaten Takalar. Fenomena ini juga tampak di Kota Makassar melalui keberadaan anak jalanan, pengemis, dan pengamen, serta meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi anak terlantar serta mengevaluasi efektivitas program rehabilitasi sosial di daerah tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat Dinas Sosial, pengelola Unit Pelaksana Teknis (UPT), pekerja sosial, serta orang tua atau wali anak penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program rehabilitasi sosial di UPT PPRSA Inang Matutu cukup efektif dalam meningkatkan aspek psikologis, sosial, dan pendidikan anak. Anak-anak menerima layanan pemenuhan kebutuhan dasar, terapi, bimbingan sosial, dan pengembangan karakter melalui kegiatan terstruktur. Meskipun demikian, efektivitas program masih terhambat oleh keterbatasan fasilitas (terutama ketiadaan asrama), berkurangnya alokasi anggaran, kurangnya tenaga profesional, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk menjamin pemenuhan hak serta tumbuh kembang optimal anak terlantar di Sulawesi Selatan.</p> Destiyana Sumala Sartio, Muh. Idris DP, Wahyu Nurdiansyah N Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8135 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 KOMPETENSI PEGAWAI BIRO HUKUM SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN DALAM MEMFASILITASI PRODUK HUKUM DAERAH https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8001 <p>The competence of the Legal Bureau staff of the South Sulawesi Provincial Secretariat plays a vital role in ensuring the harmonization and legality of regional legal products and their alignment with national regulations. This study aims to analyze in-depth employee competency in the process of facilitating regional legal products using a qualitative case study approach. Data collection was conducted comprehensively through in-depth interviews, participant observation, and document review to explore aspects of employee knowledge, skills, and work attitudes. The research findings indicate that employees generally have a good understanding of technical regulations, particularly regarding Minister of Home Affairs Regulations No. 80 of 2015 and No. 120 of 2018, and demonstrate high work integrity. However, the effectiveness of facilitation is still hampered by structural constraints, including an imbalance in the ratio of workload to number of employees, the complexity of scheduling coordination, and the lack of an integrated data management system. The study's conclusions confirm that although individual employee competency is adequate, optimizing regional legal product facilitation services absolutely requires a strategy to strengthen human resource management and modernize work support systems to achieve sustainable efficiency.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Kompetensi aparatur Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan memegang peranan vital dalam menjamin harmonisasi dan legalitas produk hukum daerah agar selaras dengan peraturan perundang-undangan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kompetensi pegawai dalam proses fasilitasi produk hukum daerah dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen untuk menggali aspek pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja pegawai. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara umum pegawai memiliki pemahaman regulasi teknis yang baik, khususnya terkait Permendagri Nomor 80 Tahun 2015 dan Nomor 120 Tahun 2018, serta menunjukkan integritas kerja yang tinggi. Namun, efektivitas fasilitasi masih terhambat oleh kendala struktural, meliputi ketidakseimbangan rasio beban kerja dengan jumlah pegawai, kompleksitas koordinasi jadwal, serta belum terintegrasinya sistem manajemen data. Simpulan penelitian menegaskan bahwa meskipun kompetensi individual pegawai sudah memadai, optimalisasi layanan fasilitasi produk hukum daerah mutlak memerlukan strategi penguatan manajemen sumber daya manusia dan modernisasi sistem pendukung kerja guna mencapai efisiensi yang berkelanjutan.</p> Aditya Leonardo Pratama, Frida Chairunnisa, Andi Rasdiyanti Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8001 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 STRATEGI GURU DALAM MENUMBUHKAN CIVIC RESPONSIBILITY SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMA NEGERI 1 PEMATANGSIANTAR https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7710 <p>This study aims to analyze teachers’ strategies in fostering students’ <em>Civic Responsibility</em> through Pancasila Education learning at SMA Negeri 1 Pematangsiantar. The research focuses on two main aspects: private character, which reflects students’ responsibility within the classroom, and public character, which is manifested through students’ behavior in the school environment. This study employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation studies, involving one Pancasila Education teacher and students of class XI-3. The data were analyzed using three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the teacher implemented six main strategies, including learning models, learning methods, learning media, learning approaches, assessment techniques, and teacher role modeling. These strategies effectively contributed to the development of students’ private character—such as discipline, responsibility, and rule compliance—and public character, reflected in students’ active participation, social awareness, and cooperation. However, the learning process was not fully effective due to challenges such as low student motivation and limited school environmental support. The teacher addressed these challenges through personal approaches, motivation, and consistent role modeling. The study concludes that Pancasila Education teachers’ strategies play a crucial role in fostering students’ <em>Civic Responsibility</em>, both in personal and social aspects, when implemented consistently and supported by a conducive school environment.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menumbuhkan <em>Civic Responsibility</em> siswa melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 1 Pematangsiantar. Fokus penelitian diarahkan pada dua aspek utama, yaitu karakter privat yang mencerminkan tanggung jawab siswa di dalam kelas dan karakter publik yang tercermin dari perilaku siswa di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, dengan subjek penelitian seorang guru Pendidikan Pancasila dan siswa kelas XI-3. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan enam strategi utama, meliputi penggunaan model pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, pendekatan pembelajaran, teknik penilaian, serta keteladanan guru. Penerapan strategi tersebut terbukti berpengaruh dalam membentuk karakter privat siswa, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan, serta karakter publik yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong. Meskipun demikian, pelaksanaan pembelajaran belum sepenuhnya efektif karena masih terdapat kendala seperti rendahnya motivasi belajar siswa dan kurangnya dukungan lingkungan sekolah. Guru berupaya mengatasi hal tersebut melalui pendekatan personal, pemberian motivasi, dan keteladanan dalam sikap sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi guru Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam menumbuhkan <em>Civic Responsibility</em> siswa, baik pada aspek pribadi maupun sosial, apabila dilaksanakan secara konsisten dan didukung oleh lingkungan sekolah yang kondusif.</p> Anne Margareth Simarmata, Sampitmo Habeahan Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7710 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH MOTIVASI BELAJAR INTRINSIK TERHADAP PARTISIPASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS VIII SMP NEGERI 29 PONTIANAK https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7978 <p>This study aims to analyze the influence of intrinsic learning motivation on students’ learning participation in Civics education (PPKn) among eighth-grade students at SMP Negeri 29 Pontianak. The research addresses the issue of students’ limited active engagement during classroom activities, emphasizing the importance of internal motivational factors in enhancing participation. A quantitative approach with a simple linear regression design was employed. Data were collected through a validated and reliable Likert-scale questionnaire, and analyzed descriptively and inferentially using a t-test, regression coefficient, and coefficient of determination. The findings reveal that students’ intrinsic learning motivation is categorized as high, while their learning participation is categorized as moderate. The hypothesis test shows a significance value of 0.001 &lt; 0.05 and a positive regression coefficient of 0.925, indicating a significant and positive effect of intrinsic motivation on learning participation. The coefficient of determination (R² = 0.549) indicates that 54.9% of the variance in learning participation is explained by intrinsic motivation. Thus, the study concludes that strengthening students’ intrinsic motivation significantly contributes to improving their participation in PPKn learning.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar intrinsik terhadap partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VIII SMP Negeri 29 Pontianak. Permasalahan yang diangkat berkaitan dengan rendahnya keterlibatan aktif sebagian siswa dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan kajian mengenai faktor internal yang dapat meningkatkan partisipasi tersebut. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain regresi linear sederhana. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji inferensial melalui t-test, koefisien regresi, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar intrinsik siswa berada pada kategori tinggi, sedangkan partisipasi belajar berada pada kategori sedang. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,001 &lt; 0,05 dan koefisien regresi positif sebesar 0,925, yang berarti terdapat pengaruh signifikan dan positif antara motivasi belajar intrinsik terhadap partisipasi belajar siswa. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,549) menunjukkan bahwa 54,9% variasi partisipasi belajar dipengaruhi oleh motivasi intrinsik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan motivasi belajar intrinsik berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.</p> Ali Saputra, Syamsuri Syamsuri, Tri Utami, Bistari Bistari, Shilmy Purnama Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7978 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA, GAYA HIDUP, DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU SOSIAL PADA MAHASISWA UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8034 <p>This study aims to: (1) determine the influence of the socio-cultural environment on the social behavior of students at PGRI University Yogyakarta; (2) the influence of lifestyle on the social behavior of students at PGRI University Yogyakarta; (3) the influence of social media on the social behavior of students at PGRI University Yogyakarta; (4) the influence of the socio cultural environment, lifestyle, and social media on the social behavior of students at PGRI University Yogyakarta. This study uses a quantitative approach with a survey method. The research sample consists of active students at PGRI University Yogyakarta, with a total of 370 respondents selected using purposive sampling. The data collection instrument is a Likert scale questionnaire, which has been tested for validity and reliability. Data analysis is performed using multiple linear regression with the help of SPSS version 26. The results of the study indicate that: (1) the socio-cultural environment does not have a significant effect on students' social behavior, with a significance value of 0.063 &gt; 0.05; (2) lifestyle also has no significant effect on social behavior with a significance value of 0.016 &gt; 0.05; and (3) social media has a positive and significant effect on students' social behavior with a significance value of 0.000 &lt; 0.05. Simultaneously, the socio-cultural environment, lifestyle, and social media have a significant effect on students' social behavior with a calculated F value of 43.466 &gt; F table 2.63 and a significance of 0.000 &lt; 0.05. The coefficient of determination (Adjusted R²) value is 0.504, which means that the three independent variables influence 50.4% of the variation in students' social behavior, while the remaining 49.6% is influenced by factors outside this study.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh lingkungan sosial budaya terhadap perilaku sosial pada mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta; (2) mengetahui pengaruh gaya hidup terhadap perilaku sosial terhadap mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta; (3) mengetahui pengaruh media sosial terhadap perilaku sosial pada mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta; (4) mengetahui pengaruh lingkungan sosial budaya, gaya hidup, dan media sosial terhadap perilaku sosial pada mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian adalah mahasiswa aktif Universitas PGRI Yogyakarta dengan jumlah sampel sebanyak 370 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner berskala Likert, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) lingkungan sosial budaya tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku sosial mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,063 &gt; 0,05; (2) gaya hidup juga tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku sosial dengan nilai signifikansi 0,016 &gt; 0,05; dan (3) media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku sosial mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05. Secara simultan, lingkungan sosial budaya, gaya hidup, dan media sosial berpengaruh signifikan terhadap perilaku sosial mahasiswa dengan nilai F hitung 43,466 &gt; F tabel 2,63 dan signifikansi 0,000 &lt; 0,05. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,504 yang berarti bahwa ketiga variabel bebas berpengaruh 50,4% variasi perilaku sosial mahasiswa, sedangkan sisanya 49,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.</p> Astin Eka Tumarjio, Sukadari Sukadari Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8034 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SMK NEGERI SE-KECAMATAN SUNGAI LILIN https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8038 <p>This study aims to analyze the effect of interpersonal communication and principal leadership on teacher performance in public vocational schools in the Sungai Lilin subdistrict. The background of this study stems from the suboptimal communication between principals and teachers, as well as variations in leadership styles that affect teacher motivation and performance. The main focus of the study covers three aspects, namely the influence of interpersonal communication on teacher performance, the influence of principal leadership on teacher performance, and the simultaneous influence of these two variables. The research uses a quantitative method with multiple linear regression analysis. The population consists of all teachers at two public vocational schools in the Sungai Lilin sub-district using a saturated sampling technique, so that all 71 teachers were included in the sample. Data collection was carried out through the distribution of questionnaires that had been tested for validity and reliability. The results of the study indicate that interpersonal communication has a significant effect on teacher performance, contributing 51.9%, while principal leadership has a significant effect of 69.6%. Simultaneously, both variables contribute 54.5% to teacher performance, while the remainder is influenced by other factors outside the scope of this study. These findings confirm that effective interpersonal communication and innovative, democratic, and supportive principal leadership are strategic factors in improving teacher performance. This study concludes that improving teacher performance will be more optimal if schools are able to build a culture of open communication and implement leadership that encourages teacher motivation and professionalism.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi interpersonal dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMK Negeri se-Kecamatan Sungai Lilin. Latar belakang penelitian berangkat dari kondisi komunikasi yang belum optimal antara kepala sekolah dan guru, serta variasi gaya kepemimpinan yang berdampak pada motivasi dan kinerja guru. Fokus utama penelitian mencakup tiga aspek, yaitu pengaruh komunikasi interpersonal terhadap kinerja guru, pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, dan pengaruh kedua variabel tersebut secara simultan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Populasi terdiri dari seluruh guru pada dua SMK Negeri di Kecamatan Sungai Lilin dengan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh 71 guru dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan kontribusi sebesar 51,9%, sedangkan kepemimpinan kepala sekolah memberikan pengaruh signifikan sebesar 69,6%. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 54,5% terhadap kinerja guru, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif serta kepemimpinan kepala sekolah yang inovatif, demokratis, dan suportif menjadi faktor strategis dalam meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja guru akan lebih optimal apabila sekolah mampu membangun budaya komunikasi terbuka dan menerapkan kepemimpinan yang mendorong motivasi serta profesionalisme guru.</p> <p> </p> Dwi Jayanti, Nur Ahyani, Hery Setiyo Nugroho Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8038 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 EVALUASI KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN LITERASI DAN NUMERASI PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 ANGGANA https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7994 <p>This study aims to analyze the effectiveness of data-driven school policies in improving student literacy and numeracy outcomes at SMP Negeri 1 Anggana through a targeted intervention program. The primary focus of this study was evaluating the impact of supplemental numeracy tutoring provided to 45 selected students in preparation for the Computer-Based National Assessment (ANBK). The results showed that the school's numeracy achievement increased significantly from 60% in 2023 to 84.44% in 2024, reaching the Good category (95.56%) in 2025. Furthermore, the Chromebook-based literacy program and the School Literacy Movement also boosted literacy achievement to 95.56% in 2025. These findings demonstrate that technology-based interventions and intensive tutoring are effective in strengthening students' basic competencies. However, the program's limited reach, which only covers a subset of students, still creates gaps in achievement. Therefore, expanding access and program equity are priorities to ensure equitable learning for all students. The research results show that data-driven interventions and intensive mentoring significantly improve students' basic competencies. However, the effectiveness of the policy still needs to be strengthened in terms of equity, as some programs still focus on specific student groups. Therefore, expanded access and program sustainability are needed to ensure that all students receive equal and sustainable learning opportunities.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan sekolah berbasis data dalam meningkatkan capaian literasi dan numerasi peserta didik di SMP Negeri 1 Anggana melalui program intervensi yang terarah. Fokus utama penelitian ini adalah evaluasi dampak <strong>bimbingan belajar tambahan numerasi</strong> yang diberikan kepada 45 siswa terpilih dalam menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Hasil menunjukkan bahwa capaian numerasi sekolah meningkat signifikan dari 60% pada tahun 2023 menjadi 84,44% pada tahun 2024, dan mencapai kategori Baik (95,56%) pada tahun 2025. Selain itu, program literasi berbasis Chromebook dan Gerakan Literasi Sekolah juga mendorong peningkatan capaian literasi menjadi 95,56% pada tahun 2025. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis teknologi dan bimbingan intensif mampu memperkuat kompetensi dasar siswa secara efektif. Namun, keterbatasan sasaran program yang hanya mencakup sebagian siswa masih menimbulkan kesenjangan capaian. Oleh karena itu, perluasan akses dan pemerataan program menjadi prioritas untuk menjamin keadilan pembelajaran bagi seluruh peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis data dan pendampingan intensif mampu meningkatkan kompetensi dasar siswa secara signifikan. Namun, efektivitas kebijakan masih perlu diperkuat dalam hal pemerataan, karena sebagian program masih berfokus pada kelompok siswa tertentu. Oleh karena itu, perlu perluasan akses dan keberlanjutan program agar seluruh peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara dan berkelanjutan.</p> <p> </p> Eny Ratnawati, Muh. Amir Masruhim, Abdunnur Abdunnur, Laili Komariyah Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7994 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN DAN INNOVATIVE BEHAVIOUR TERHADAP KINERJA GURU DI SMA NEGERI SE-KECAMATAN SUNGAI LILIN https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8035 <p>Improving the quality of secondary education is largely determined by teacher professionalism. However, the phenomenon in public high schools in Sungai Lilin District indicates that teacher performance is suboptimal due to a lack of effective leadership and a lack of innovative behavior in learning. This study aims to examine the influence of leadership effectiveness and innovative behavior on teacher performance, both partially and simultaneously. This study used a quantitative approach with an ex post facto design and a total sampling technique involving 95 teachers as respondents. Data analysis was conducted through multiple linear regression tests on validated questionnaire data. The research findings indicate that leadership effectiveness contributes 15.1% positively to teacher performance, while innovative behavior has a more dominant impact, contributing 38.5%. Simultaneously, these two variables have a significant influence of 41.8% on teacher performance. The main conclusion confirms that improving teacher performance is highly dependent on the synergy between the principal's managerial skills in creating a conducive climate and teachers' internal initiatives to innovate. Therefore, it is recommended to strengthen leadership capacity and continuously encourage teachers to develop creativity to achieve quality education standards.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Peningkatan mutu pendidikan menengah sangat ditentukan oleh profesionalisme guru, namun fenomena di SMA Negeri se-Kecamatan Sungai Lilin menunjukkan bahwa kinerja guru belum optimal akibat kurangnya efektivitas kepemimpinan dan minimnya perilaku inovatif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh efektivitas kepemimpinan dan <em>innovative behaviour</em> terhadap kinerja guru, baik secara parsial maupun simultan. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>ex post facto</em> dan teknik <em>total sampling</em> yang melibatkan 95 guru sebagai responden. Analisis data dilakukan melalui uji regresi linear berganda terhadap data kuesioner yang telah tervalidasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efektivitas kepemimpinan berkontribusi positif sebesar 15,1% terhadap kinerja guru, sementara <em>innovative behaviour</em> memiliki dampak yang lebih dominan dengan kontribusi sebesar 38,5%. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan pengaruh signifikan sebesar 41,8% terhadap kinerja guru. Simpulan utama menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru sangat bergantung pada sinergi antara kemampuan manajerial kepala sekolah dalam menciptakan iklim kondusif dan inisiatif internal guru untuk berinovasi. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya penguatan kapasitas kepemimpinan serta dorongan berkelanjutan bagi guru untuk mengembangkan kreativitas guna mencapai standar pendidikan yang berkualitas.</p> Hoky Rusmawati, Nur Ahyani, Andi Rahman Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8035 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 NILAI MUSYAWARAH DALAM PKN SEBAGAI BASIS PEMBENTUKAN MODAL KULTURAL KOLEKTIF: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA TENTANG DEMOKRASI DELIBERATIF DI SEKOLAH https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7996 <p>Civics Education plays a vital role in shaping the democratic character of citizens, yet reality shows low political participation among the younger generation and the dominance of authority in democratic practices in schools. This study aims to explore the value of deliberation in Civics Education as a basis for building collective cultural capital to realize deliberative democracy in educational settings. Using a descriptive qualitative method with a library research approach, this study analyzes various literature related to the challenges of school democracy, the internalization of the fourth principle of Pancasila, and its relationship to modern sociological theory. The results indicate that deliberation functions as a strategic bridge between noble traditional values ??and modern citizenship competencies, capable of fostering critical thinking, empathy, and social responsibility in students. Despite facing technical challenges such as the dominance of vocal students and limited learning time, inclusive teacher facilitation has proven effective in transforming classroom dynamics into a more equal space for dialogue. The main conclusion of this study confirms that substantively integrating the value of deliberation into the curriculum is not only effective in addressing the dialogic deficit but also strengthens the foundation of collective cultural capital, which is essential for the sustainability of a healthy and participatory deliberative democracy in Indonesia's national education system.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pendidikan Kewarganegaraan memegang peran vital dalam membentuk karakter demokratis warga negara, namun realitas menunjukkan masih rendahnya partisipasi politik generasi muda dan adanya dominasi otoritas dalam praktik demokrasi di sekolah. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi nilai musyawarah dalam Pendidikan Kewarganegaraan sebagai basis pembentukan modal kultural kolektif guna mewujudkan demokrasi deliberatif di lingkungan pendidikan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai literatur terkait tantangan demokrasi sekolah, internalisasi sila keempat Pancasila, serta hubungannya dengan teori sosiologi modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa musyawarah berfungsi sebagai jembatan strategis antara nilai tradisi luhur dan kompetensi kewarganegaraan modern yang mampu menumbuhkan sikap kritis, empati, serta tanggung jawab sosial siswa. Kendati menghadapi tantangan teknis seperti dominasi siswa vokal dan keterbatasan waktu pembelajaran, fasilitasi guru yang inklusif terbukti mampu mengubah dinamika kelas menjadi ruang dialog yang lebih setara. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa pengintegrasian nilai musyawarah secara substantif dalam kurikulum tidak hanya efektif mengatasi defisit dialogis, tetapi juga memperkuat fondasi modal kultural kolektif yang esensial bagi keberlangsungan demokrasi deliberatif yang sehat dan partisipatif dalam sistem pendidikan nasional Indonesia.</p> Yogi Setiawan, Zulfiani Ainur Rohmah Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7996 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 LEARNING TIME MANAGEMENT AND SELF-REGULATED LEARNING AS PREDICTORS OF STUDENTS' ACADEMIC CONSISTENCY IN THE 21ST CENTURY DIGITAL EDUCATION ERA https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8042 <p>The 21st-century digital educational transformation demands that students possess high levels of adaptability amidst numerous technological distractions that can disrupt academic stability. Therefore, time management and Self-Regulated Learning (SRL) skills are vital instruments for maintaining sustained academic engagement. This study aims to analyze the relationship and predictive power of study time management and SRL on students' academic consistency in the digital education era. Using a quantitative approach with the Structural Equation Modeling (SEM) method, data were collected from 250 students at STIAB Jinarakkhita Lampung through proportional stratified random sampling. The analysis shows that study time management and SRL significantly predict academic consistency. Specifically, SRL was identified as the most dominant factor influencing consistency, while effective time management serves as a crucial foundation that strengthens students' self-regulation abilities. These findings confirm that academic consistency depends not only on internal motivation but also on technical skills in managing time resources. It is concluded that educational institutions need to integrate time management training and SRL strategies into their curricula to produce students who are resilient and adaptable to the challenges of the digital era.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Transformasi pendidikan digital abad ke-21 menuntut mahasiswa untuk memiliki kemampuan adaptasi tinggi di tengah banyaknya distraksi teknologi yang dapat mengganggu stabilitas akademik. Oleh karena itu, kemampuan manajemen waktu dan <em>Self-Regulated Learning</em> (SRL) menjadi instrumen vital untuk menjaga keterlibatan akademik yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dan daya prediksi manajemen waktu belajar serta SRL terhadap konsistensi akademik mahasiswa di era pendidikan digital. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode <em>Structural Equation Modelling</em> (SEM), data dikumpulkan dari 250 mahasiswa STIAB Jinarakkhita Lampung melalui teknik <em>proportional stratified random sampling</em>. Hasil analisis menunjukkan bahwa manajemen waktu belajar dan SRL secara signifikan menjadi prediktor konsistensi akademik. Secara spesifik, SRL teridentifikasi sebagai faktor yang paling dominan mempengaruhi konsistensi, sementara manajemen waktu yang efektif berperan sebagai fondasi krusial yang memperkuat kemampuan regulasi diri mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa konsistensi akademik tidak hanya bergantung pada motivasi internal, tetapi juga pada keterampilan teknis dalam mengelola sumber daya waktu. Disimpulkan bahwa institusi pendidikan perlu mengintegrasikan pelatihan manajemen waktu dan strategi SRL ke dalam kurikulum untuk mencetak mahasiswa yang resilien dan adaptif terhadap tantangan era digital.</p> Luwiha Luwiha, Taridi Taridi, Ayu Andriyaningsih, Juni Suryanadi Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8042 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 KAJIAN EMPIRIS TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI KERJA, DAN KINERJA GURU DI SMK NEGERI 1 AMURANG https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7969 <p>Improving the quality of vocational education in Indonesia depends heavily on the effectiveness of principal leadership and high teacher motivation, particularly in facing the challenges of industry competency standards. This study aims to analyze the influence of principal leadership on work motivation, the impact of motivation on performance, and the direct influence of leadership style on teacher performance at SMK Negeri 1 Amurang. Using a quantitative approach with an explanatory survey design, the study involved 82 teachers as a population, with a sample of 68 respondents selected through random sampling based on the Slovin formula. Data were collected using a structured Likert-scale questionnaire and analyzed through multiple linear regression. The study findings indicate that principal leadership has a positive and significant effect on teacher performance, as well as work motivation, which has proven to be a strong predictor of performance improvement. Further analysis revealed that work motivation has a more dominant impact than direct leadership, indicating the importance of internal motivation in vocational education environments. It is concluded that the synergy between supportive leadership and appropriate motivational strategies is crucial for optimizing teacher performance. Therefore, it is recommended that school management prioritize the development of a robust motivation system to achieve competitive vocational education standards.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Peningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia sangat bergantung pada efektivitas kepemimpinan kepala sekolah dan tingginya motivasi kerja guru, terutama dalam menghadapi tantangan standar kompetensi industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi kerja, dampak motivasi terhadap kinerja, serta pengaruh langsung gaya kepemimpinan terhadap kinerja guru di SMK Negeri 1 Amurang. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori, penelitian melibatkan 82 guru sebagai populasi dengan sampel sebanyak 68 responden yang dipilih melalui teknik <em>random sampling</em> berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berskala Likert dan dianalisis melalui regresi linier berganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, begitu pula dengan motivasi kerja yang terbukti menjadi prediktor kuat bagi peningkatan kinerja. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa motivasi kerja memiliki dampak yang lebih dominan dibandingkan kepemimpinan langsung, mengindikasikan pentingnya dorongan internal dalam lingkungan pendidikan vokasi. Disimpulkan bahwa sinergi antara kepemimpinan yang suportif dan strategi motivasi yang tepat sangat krusial untuk mengoptimalkan kinerja guru, sehingga disarankan bagi manajemen sekolah untuk memprioritaskan pembangunan sistem motivasi yang solid guna mencapai standar pendidikan kejuruan yang kompetitif.</p> Herman Philips Dolonseda, Dhea Jessica Sendiang Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7969 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 STRATEGI PENGUATAN KARAKTER DAN MOTIVASI SISWA MELALUI PEMBERIAN REWARD PIAGAM BINTANG KEBAIKAN (PINKAN) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS XI TKR SMK NEGERI 1 OMBEN https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8043 <p>Education in Vocational High Schools (SMK) faces complex challenges in balancing work readiness orientation with character development, which is often hampered by low student interest in Pancasila Education, perceived as monotonous. This study aims to examine the effectiveness of implementing the Goodness Star Charter (PINKAN) as a symbolic reward strategy in strengthening character and increasing learning motivation among eleventh-grade Light Vehicle Engineering students at SMK Negeri 1 Omben. Using a descriptive qualitative approach, this study collected data through participant observation, semi-structured interviews, and documentation studies, which were then analyzed through data reduction, presentation, and verification. The research findings revealed that the implementation of PINKAN had a significant impact on increasing learning motivation and the internalization of positive character traits, including discipline, responsibility, self-confidence, and social awareness. This program successfully transformed the classroom climate into a supportive environment where competition among students shifted toward constructive, positive behavior. It is concluded that PINKAN is an effective and adaptive pedagogical strategy for bridging the gap between the ideal goals of character education and the reality of learning in schools. It also has great potential for broad integration across various subjects to consistently produce students with Pancasila character.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadapi tantangan kompleks dalam menyeimbangkan orientasi kesiapan kerja dengan pembentukan karakter, yang sering kali terhambat oleh rendahnya minat siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila karena dianggap monoton. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan Piagam Bintang Kebaikan (PINKAN) sebagai strategi <em>reward</em> simbolik dalam menguatkan karakter dan meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Omben. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa implementasi PINKAN memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar serta internalisasi karakter positif, meliputi kedisiplinan, tanggung jawab, kepercayaan diri, dan kepedulian sosial. Program ini berhasil mentransformasi iklim kelas menjadi lingkungan yang suportif di mana kompetisi antar siswa bergeser ke arah perlombaan perilaku positif yang konstruktif. Disimpulkan bahwa PINKAN merupakan strategi pedagogis yang efektif dan adaptif untuk menjembatani kesenjangan antara tujuan ideal pendidikan karakter dengan realitas pembelajaran di sekolah, serta berpotensi besar untuk diintegrasikan secara luas pada berbagai mata pelajaran guna mencetak peserta didik yang berkarakter Pancasila secara konsisten.</p> Mujahidah Fitria, Tammamatun Tammamatun Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8043 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 DESENTRALISASI SEBAGAI ILUSI POLITIK: KRITIK TERHADAP IMPLEMENTASI TEORI OTONOMI DI ERA PARLEMENTER (1950–1959) https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7998 <p>The Parliamentary Democracy era (1950–1959) is often viewed as an experimental phase in the implementation of regional autonomy in Indonesia. However, historical reality reveals a stark gap between legal formalities and political practices on the ground. This study aims to critique the implementation of decentralization policies during this period to uncover the extent to which the concept of regional autonomy was truly realized or merely served as an instrument to legitimize central government power. Using qualitative research methods with a historical approach and public policy analysis, this study examines various legal documents, government archives, and relevant literature to examine the dynamics of central-regional relations. The research findings indicate that decentralization during that period was largely symbolic, or pseudo-decentralization. The implementation of autonomy was hampered by structural factors such as the legacy of a centralized colonial bureaucracy, high regional fiscal dependence, and national political instability, which encouraged the central government to use the rhetoric of autonomy as a strategy to mitigate potential disintegration. The main conclusion confirms that decentralization during the parliamentary era was merely a political illusion that served to maintain central hegemony rather than to substantively empower regions. This historical reflection serves as a crucial warning for contemporary governance, preventing decentralization policies from becoming trapped in administrative formalities without a fair and real division of power.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Era Demokrasi Parlementer (1950–1959) sering dipandang sebagai fase eksperimental dalam penerapan otonomi daerah di Indonesia, namun realitas sejarah menunjukkan adanya kesenjangan tajam antara formalitas hukum dan praktik politik di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkritisi implementasi kebijakan desentralisasi pada periode tersebut guna mengungkap sejauh mana konsep otonomi daerah benar-benar direalisasikan atau sekadar menjadi instrumen legitimasi kekuasaan pemerintah pusat. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan historis dan analisis kebijakan publik, studi ini menelaah berbagai dokumen hukum, arsip pemerintah, dan literatur relevan untuk membedah dinamika hubungan pusat dan daerah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi pada masa itu lebih bersifat simbolik atau <em>pseudo-decentralization</em>. Implementasi otonomi terhambat oleh faktor struktural seperti warisan birokrasi kolonial yang sentralistik, ketergantungan fiskal daerah yang tinggi, serta instabilitas politik nasional yang mendorong pusat menggunakan retorika otonomi sebagai strategi meredam potensi disintegrasi. Simpulan utama menegaskan bahwa desentralisasi di era parlementer hanyalah ilusi politik yang berfungsi menjaga hegemoni pusat alih-alih memberdayakan daerah secara substantif. Refleksi historis ini menjadi peringatan krusial bagi tata kelola pemerintahan kontemporer agar kebijakan desentralisasi tidak kembali terjebak pada formalitas administratif tanpa pembagian kekuasaan yang adil dan nyata.</p> Rhaysya Admmi Habibani, Aldri Frinaldi, Hendranaldi Hendranaldi, Lince Magriasti Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7998 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 STUDI KASUS : PERAN PEMBELAJARAN IPAS DALAM MEMBANGUN KESADARAN SOSIAL DAN KEBANGSAAN PADA SISWA SD N 2 SUKOSONO KELAS VI https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7891 <p>Natural and Social Sciences (IPAS) learning is a curricular innovation that combines scientific and social perspectives to provide a more contextual learning experience. Through IPAS, students are taught how natural phenomena relate to social reality, thereby fostering social sensitivity, critical thinking skills, and national awareness. Social and national awareness is an individual's ability to understand, appreciate, and participate in social life and demonstrate a love of the homeland as a responsible citizen. This study aims to analyze the role of IPAS learning in increasing social and national awareness in sixth-grade students at SD Negeri 2 Sukosono. This study used interview, observation, and documentation methods. Based on the results of observations and interviews with 31 sixth-grade students at SDN 2 Sukosono, social studies learning plays an important role in shaping students' social and national awareness. This is reflected in honesty, responsibility, caring, tolerance, discipline, courtesy, and the ability to work together. This process uses the support of contextual learning methods, teacher creativity, and active student involvement. Thus, social studies learning contributes to shaping students' social and national awareness as a whole.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) hadir sebagai inovasi kurikuler yang memadukan perspektif sains dan sosial untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Melalui IPAS, siswa diajarkan bagaimana fenomena alam berhubungan dengan realitas sosial sehingga dapat menumbuhkan kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis dan kesadaran kebangsaan. Kesadaran sosial dan kebangsaan merupakan kemampuan individu untuk memahami, menghargai dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial serta menunjukkan sikap cinta tanah air sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran IPAS dalam meningkatkan kesadaran sosial dan kebangsaan siswa di kelas VI SD Negeri 2 Sukosono. Penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap 31 siswa kelas VI SDN 2 Sukosono, bahwa pembelajaran IPS berperan penting dalam membentuk kesadaran sosial dan kebangsaan siswa. Hal ini tercermin dari sikap jujur, tanggung jawab, kepedulian, toleransi, disiplin, sopan santun serta kemampuan bekerja sama. Proses ini menggunakan dukungan metode pembelajaran kontekstual, kreativitas guru serta keterlibatan aktif siswa. Dengan demikian, pembelajaran IPS memberikan kontribusi dalam membentuk kesadaran sosial dan kebangsaan siswa secara menyeluruh.</p> Zahwa Rizqi Noor Aulia, Syailin Nichla Choirin Attalina Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7891 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 INTERNALISASI PROGRAM JUMAT BERSIH DALAM PEMBINAAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI SMA NEGERI 12 MEDAN https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7404 <p>Concern for environmental cleanliness in schools is an essential aspect of character formation amid increasing environmental issues in modern education. This study aims to describe the process of internalizing the “Jumat Bersih” (Clean Friday) program in fostering students’ environmental care character and to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation at SMA Negeri 12 Medan. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the internalization process of the Clean Friday program takes place through three main stages: habituation, exemplary behavior, and the strengthening of school culture. The activity has become a routine that cultivates students’ awareness and responsibility for maintaining school cleanliness. The supporting factors include strong leadership and teacher involvement, cooperation among school members, availability of cleaning facilities, and an award system that motivates students. Meanwhile, the inhibiting factors consist of a lack of student awareness, limited family support, insufficient facilities and time, the school’s geographical condition which is prone to flooding, and inadequate supervision. Overall, the Clean Friday program at SMA Negeri 12 Medan has proven to be an effective medium for developing students’ environmental care character through continuous and school-integrated practices.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah merupakan bagian penting dari pembentukan karakter siswa di era modern yang sarat dengan isu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi program Jumat Bersih dalam pembinaan karakter peduli lingkungan serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SMA Negeri 12 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi program Jumat Bersih berlangsung melalui tiga tahap utama, yaitu pembiasaan, keteladanan, dan penguatan budaya sekolah. Kegiatan Jumat Bersih telah menjadi rutinitas yang membentuk kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah. Faktor pendukung yang berperan dalam keberhasilan program meliputi dukungan kepala sekolah dan guru, kerja sama antarwarga sekolah, ketersediaan sarana kebersihan, serta adanya sistem penghargaan yang memotivasi siswa. Adapun faktor penghambatnya antara lain kurangnya kesadaran sebagian siswa, pengaruh lingkungan keluarga, keterbatasan waktu dan sarana kebersihan, kondisi geografis sekolah yang rawan banjir, serta kurangnya pengawasan berkelanjutan. Secara keseluruhan, program Jumat Bersih di SMA Negeri 12 Medan terbukti efektif sebagai sarana pembinaan karakter peduli lingkungan melalui kegiatan nyata yang berkelanjutan dan terintegrasi dalam budaya sekolah.</p> Riomas Meliana Lumban Siantar, Liber Siagian Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7404 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENERAPAN MEDIA VISUAL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 8 DI SMPN 5 MATARAM https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7362 <p>Visual Learning Media is a teaching and educational tool that involves the senses of sight and hearing of students during the teaching and learning process. With the aim of reducing the passive attitude of students in the learning process. Overcoming the limitations of space, time, and senses, and helping teachers in delivering material more effectively through the use of appropriate and varied media The problem in this study is, some students do not follow the learning well. Such as talking with friends because they feel bored, do not pay attention to the teacher's explanation, and show a passive attitude during the learning process. Students rarely ask questions or are less brave to answer the teacher’s questions. Which ultimately affects their learning outcomes due to a lack of motivation in learning. The purpose of this study is to determine the effect of visual learning media on student learning motivation in learning Pancasila education in Grade 8 of SMP Negeri 5 Mataram. The method used in this study is qualitative with a case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving teachers and students as research subjects. The results of the study indicate that the use of visual media in the learning process has a positive impact on student learning motivation. Varied and engaging visual media can help students more easily understand the subject matter, fostering a higher interest in learning Furthermore, teachers are also more effective in delivering the material, making the learning process more enjoyable. These findings indicate that the application of visual media is an effective learning strategy for increasing student learning motivation at the junior high school level. This study recommends that teachers utilize visual media more frequently as a learning aid to improve the quality and outcomes of student learning</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Media Pembelajaran Visual merupakan alat pengajaran dan pendidikan yang melibatkan indera penglihatan dan pendengaran peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung. Dengan tujuan mengurangi sikap pasif peserta didik dalam proses belajar, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan mdera serta membantu guru dalam menyampaikan materi dengan lebih efektif melalui penggunaan media yang tepat dan bervariasi. Permasalahan pada penelitian ini ialah, beberapa siswa tidak mengikuti pembelajaran dengan baik, seperti berbicara dengan teman karena merasa bosan, tidak memperhatikan penjelasan guru, serta menunjukkan sikap pasif selama proses belajar. Siswa jarang bertanya atau kurang berani menjawab pertanyaan guru, yang pada akhirnya memengaruhi hasil belajar mereka karena kurangnya motivasi dalam belajar. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui tentang pengaruh media pembelajaran visual terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan Pancasila Kelas 8 SMP Negeri 5 Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa sebagai subjek penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visual dalam proses pembelajaran memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Media visual yang variatif dan menarik mampu membantu siswa lebih mudah memahami materi pelajaran menumbuhkan minat belajar yang lebih tinggi. Selain itu, guru juga lebih efektif dalam menyampaikan materi sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan media visual merupakan salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di tingkat SMP. Penelitian ini menyarankan agar guru lebih sering memanfaatkan media visual sebagai alat bantu pembelajaran guna meningkatkan kualitas dan has?l belajar siswa.</p> Purnamawati Purnamawati, M. Mustari, M. Samsul Hadi Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7362 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS KINERJA TIM KOORDINASI PERCEPATAN PENANGANAN ANAK TIDAK SEKOLAH (PPATS) PROVINSI SULAWESI SELATAN https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8002 <p>The problem of out-of-school children (OTS) in South Sulawesi remains a crucial issue, driven by economic, socio-cultural factors, and limited access to education, resulting in high unemployment and poverty rates. This study aims to evaluate the effectiveness of the Coordination Team for the Acceleration of Handling Out-of-School Children (PPATS) in its efforts to reduce the number of out-of-school children through educational reintegration strategies. Using qualitative methods with a case study approach in districts/cities with the highest prevalence of out-of-school children, data collection was conducted through in-depth interviews, participant observation, and strategic document analysis. The research findings indicate that although the PPATS team has successfully developed an innovative data collection system through the PASTI BERAKSI application, its effectiveness remains suboptimal. The main obstacle lies in the data verification and validation process, which is hampered by the lack of honorarium funds for field officers and the lack of full program integration within the regional Budget Planning Document (DPA). The study's conclusions emphasize that successful TOS management requires strengthened cross-sectoral coordination, adequate budget support, and more robust policy integration to ensure the sustainability of the program for returning children to school.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Sulawesi Selatan masih menjadi isu krusial yang dipicu oleh faktor ekonomi, sosial-budaya, dan terbatasnya akses pendidikan, sehingga berdampak pada tingginya angka pengangguran dan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kinerja Tim Koordinasi Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah (PPATS) dalam upaya menurunkan angka ATS melalui strategi reintegrasi pendidikan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di kabupaten/kota dengan prevalensi ATS tertinggi, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen strategis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun tim PPATS telah berhasil mengembangkan inovasi sistem pendataan melalui aplikasi PASTI BERAKSI, efektivitas kinerjanya masih belum optimal. Kendala utama terletak pada proses verifikasi dan validasi data yang terhambat akibat tidak tersedianya anggaran honorarium bagi petugas lapangan serta belum terintegrasinya program secara penuh dalam Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA) daerah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan penanganan ATS memerlukan penguatan koordinasi lintas sektor, dukungan anggaran yang memadai, serta integrasi kebijakan yang lebih solid untuk menjamin keberlanjutan program pengembalian anak ke bangku sekolah.</p> Mutmainnah Nur Aldin, Frida Chairunisa, Wahyu Nurdiansyah N Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8002 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN SD NEGERI DI GUGUS 1 KECAMATAN TUNGKAL JAYA https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8003 <p>Improving the quality of learning at the elementary school level, particularly in rural areas such as Cluster 1 in Tungkal Jaya District, still faces significant obstacles, as indicated by suboptimal literacy and numeracy outcomes. This study aims to empirically examine the influence of principal leadership and teacher performance on learning quality, both partially and simultaneously, to fill a research gap that rarely examines the context of rural elementary schools holistically. Using a quantitative approach with an ex post facto design, this study employed a saturated sampling technique involving the entire population of 80 teachers as respondents. Data collection was conducted comprehensively through observation, questionnaires, and documentation, which were then analyzed using linear regression techniques. The research findings revealed that principal leadership contributed 22% of the influence, while teacher performance had a more dominant impact at 45.4%. Simultaneously, these two variables contributed significantly to learning quality, amounting to 51%. In-depth analysis revealed that despite regular evaluations, there were crucial weaknesses in principals' managerial problem-solving skills and a lack of enrichment services for high-achieving students. The main conclusion confirms that the synergy between solution-oriented instructional leadership and adaptive teacher pedagogical performance is a vital determinant in boosting the quality of basic education.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Peningkatan mutu pembelajaran di tingkat sekolah dasar, khususnya pada wilayah pedesaan seperti Gugus 1 Kecamatan Tungkal Jaya, masih menghadapi kendala signifikan yang terindikasi dari capaian literasi dan numerasi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap mutu pembelajaran, baik secara parsial maupun simultan, guna mengisi celah riset yang jarang mengkaji konteks sekolah dasar pedesaan secara holistik. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>ex post facto</em>, studi ini menerapkan teknik sampling jenuh yang melibatkan seluruh populasi sebanyak 80 orang guru sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan komprehensif melalui observasi, penyebaran angket, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linier. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memberikan kontribusi pengaruh sebesar 22%, sementara kinerja guru memiliki dampak yang lebih dominan sebesar 45,4%. Secara simultan, kedua variabel tersebut berkontribusi signifikan sebesar 51% terhadap mutu pembelajaran. Analisis mendalam menunjukkan bahwa meskipun evaluasi rutin telah berjalan, terdapat kelemahan krusial pada kemampuan manajerial kepala sekolah dalam memecahkan masalah serta minimnya layanan pengayaan bagi siswa berprestasi. Simpulan utama menegaskan bahwa sinergi antara kepemimpinan instruksional yang solutif dan kinerja pedagogik guru yang adaptif merupakan determinan vital dalam mendongkrak kualitas pendidikan dasar.</p> Muhammad Yunus Umar, Nur Ahyani, Hery Setiyo Nugroho Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8003 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 KEBERAHASILAN PASRTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN OBJEK WISATA AIR BENDHUNG LEPEN https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8041 <p>The development of Bendhung Lepen reflects strong community involvement in revitalizing an area that was once known for its slum conditions, environmental pollution, and its past association with prostitution, as listed in Yogyakarta Mayor’s Decree No. 216 of 2016 as a slum area. The site has now transformed into an appealing tourist attraction. This study aims to describe the extent to which community participation contributed to the success of Bendhung Lepen’s development. The research adopts Cohen and Uphoff’s theory of community participation. Data were collected through interviews, observations, and documentation, while informants were selected using purposive sampling. Data validity was ensured through credibility checks, triangulation, and member checking. The analysis process included data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that community participation has been implemented effectively and has yielded positive results, although the evaluation stage, particularly regarding cleanliness management, still requires routine improvement. Overall, community involvement has successfully transformed Bendhung Lepen and boosted the local economy.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pembangunan Bendhung Lepen merupakan bentuk keterlibatan aktif masyarakat dalam menata ulang kawasan yang sebelumnya identik dengan kekumuhan, kondisi lingkungan yang kotor, serta pernah dikenal sebagai kawasan prostitusi dan tercantum dalam SK Wali Kota Yogyakarta Nomor 216 Tahun 2016 sebagai wilayah kumuh. Kawasan tersebut kini berhasil bertransformasi menjadi destinasi wisata yang menarik. Penelitian ini bertujuan menjelaskan sejauh mana partisipasi masyarakat berkontribusi terhadap keberhasilan pembangunan Bendhung Lepen. Kajian menggunakan teori partisipasi masyarakat dari Cohen dan Uphoff. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Keabsahan data diuji melalui kredibilitas, triangulasi, dan member check. Analisis data mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak signifikan, meskipun pada tahap evaluasi terkait pengelolaan kebersihan masih perlu peningkatan secara berkala. Secara keseluruhan, keterlibatan masyarakat terbukti mampu mentransformasi Bendhung Lepen sekaligus meningkatkan ekonomi warga sekitar.</p> Renando Adam Ghozali, Yuli Setyowati Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8041 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PLICKERS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS DI SMPN 1 GARUT https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7943 <p>This study is motivated by the low learning motivation of students in the Social Studies (IPS) subject at SMPN 1 Garut. This condition arises due to the use of conventional learning media that are monotonous, limited, and less supportive of active student engagement. The purpose of this research is to examine the effectiveness of Plickers-based learning media in enhancing students’ learning motivation. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a Nonequivalent Control Group Design. The population consisted of all ninth-grade students, and purposive sampling was used to determine a total sample of 92 students, comprising 46 students in the experimental class and 46 students in the control class. The experimental class used Plickers, while the control class utilized fully non-digital conventional learning media, including textbooks, whiteboards, and verbal explanations as the primary sources of instruction. The research instrument was a Likert-scale learning motivation questionnaire that had been validated for reliability and validity. Data were analyzed using Analysis of Covariance (ANCOVA) to control for covariate variables. The results indicate a significant difference in learning motivation between students who used Plickers and those who used conventional learning media. A significance value of 0.002 (&lt; 0.05) and a higher adjusted mean score in the experimental class (67.04) compared to the control class (64.22) support this finding. The study concludes that Plickers is significantly effective in improving students’ learning motivation in Social Studies learning, as it creates a more interactive, engaging learning environment and provides real-time feedback.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMPN 1 Garut. Kondisi tersebut muncul karena penggunaan media pembelajaran konvensional yang cenderung monoton, terbatas, dan kurang mendukung keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media pembelajaran berbasis <em>Plickers</em> dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen <em>Nonequivalent Control Group Design</em>. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas IX, dengan teknik <em>purposive sampling</em> yang menetapkan sampel sebanyak 92 siswa, terdiri dari 46 siswa kelas eksperimen dan 46 siswa kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan media <em>Plickers</em>, sedangkan kelas kontrol menggunakan media pembelajaran konvensional yang sepenuhnya bersifat non-digital, meliputi buku ajar, papan tulis, dan penjelasan lisan sebagai sumber utama pembelajaran. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar skala<em> Likert</em> yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Analysis of Covariance</em> (ANCOVA) untuk mengontrol variabel kovariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada motivasi belajar antara siswa yang menggunakan <em>Plickers</em> dan siswa yang menggunakan media pembelajaran konvensional. Nilai signifikansi sebesar 0,002 (&lt; 0,05) serta nilai <em>adjusted mean</em> kelas eksperimen sebesar 67,04 yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 64,22 memperkuat temuan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa <em>Plickers</em> efektif secara signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPS karena mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, dan menyediakan umpan balik secara <em>real-time</em><em>.</em></p> Shely Fadhila, Eldi Mulyana, Slamet Nopharipaldi Rohman Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7943 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 AUDITOR KOMPETENSI DI INSPEKTORAT DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN KOMPETENSI AUDITOR DI INSPEKTORAT DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8000 <p>Auditor competencies in regional inspectorates encompass the ability to conduct audits, evaluations, and controls on financial management and public policies, ensuring accountability and transparency. The purpose of this article is to analyze auditor competencies in improving the effectiveness of supervision in the Regional Inspectorate of South Sulawesi Province. The research method employed in this study is a qualitative approach, utilizing a case study design. The qualitative method was chosen because this study aims to explore the meaning, experiences, and perceptions of officials in the Regional Inspectorate of South Sulawesi Province. The results of the study indicate that. Developing auditors' technical skills is key to improving the effectiveness of regional financial and budget oversight. Technical skills encompassing internal audit, government accounting, data analysis, information technology, and regulatory knowledge have proven crucial and can be developed through formal training and continuing education. The Regional Inspectorate's commitment to developing its auditors' competencies through various internal training programs, seminars, workshops, and mentoring demonstrates a positive step toward improving the quality of oversight. Officials and expert auditors emphasized the importance of integrating technical and non-technical skills in addressing the challenges of digitalization and the complexity of regional government financial management. By continuing to strengthen auditor capacity through a comprehensive and sustainable development approach, the South Sulawesi Provincial Inspectorate is optimistic about improving accountability, transparency, and efficiency in regional financial management, thereby contributing positively to better governance in the future.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Kompetensi auditor di inspektorat daerah mencakup kemampuan untuk melakukan pemeriksaan, evaluasi, dan pengendalian terhadap pengelolaan keuangan serta kebijakan publik guna memastikan akuntabilitas dan transparansi. tujuan dari artikel ini adalah, untuk menganalisis kompetensi auditor terhadap peningkatan efektivitas pengawasan di Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Metode kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk menggali makna, pengalaman, dan persepsi aparatur di Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pengembangan keterampilan teknis auditor merupakan kunci utama dalam meningkatkan efektivitas pengawasan keuangan dan anggaran daerah. Keterampilan teknis yang mencakup audit internal, akuntansi pemerintahan, analisis data, teknologi informasi, dan pengetahuan regulasi terbukti sangat penting dan dapat dikembangkan melalui pelatihan formal serta pendidikan berkelanjutan. Komitmen Inspektorat Daerah dalam mengembangkan kompetensi auditornya melalui berbagai program pelatihan internal, seminar, lokakarya, dan pembimbingan menunjukkan langkah positif menuju peningkatan kualitas pengawasan. Para pejabat dan auditor ahli menekankan pentingnya integrasi antara keterampilan teknis dan non-teknis dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan kompleksitas pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Dengan terus memperkuat kapasitas auditor melalui pendekatan pengembangan yang komprehensif dan berkelanjutan, Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan optimis dapat meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah, sehingga berkontribusi positif terhadap tata kelola pemerintahan yang lebih baik di masa mendatang.</p> Shinta Rahmi Mansyur, Amir Imbaruddin, Andi Rasdiyanti Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8000 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS CINEMATIC VIDEOGRAPHY PADA MATA PELAJARAN SEJARAH https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8137 <p>In today's era of digitalization, technology has become an inseparable part of daily life, including in the field of education. Technology serves as a tool for teachers to enrich students' learning experiences through learning media created using technology. The purpose of this article is to analyze the need for the development of learning media based on cinematic videography for history subjects. This research is motivated by the low interest of students in learning history, caused by the limited variety of learning media and the predominantly conventional, teacher-centered delivery. Therefore, there is a need for media that can create attention, interaction, and critical thinking among students. This study uses a quantitative descriptive method with a direct survey approach to determine students' needs for the development of technology-based learning media. The subjects of this study were eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Indralaya Utara. Data was collected using an observation questionnaire in the form of an online Google Form supported by technologies such as smartphones and internet data. The data obtained will be analyzed descriptively to determine the extent to which students require innovative learning media. The results of the needs analysis questionnaire showed that 89.3% of the 28 students need interactive and engaging learning media to support their learning.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pada era digitalisasi sekarang ini, teknologi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Teknologi menjadi alat bantu guru dalam memperkaya pengalam belajar peserta didik melalui media pembelajaran yang dibuat menggunakan teknologi. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran berbasis cinematic videography pada mata pelajaran sejarah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendah nya minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran sejarah disebabkan oleh keterbatasan variasi media pembelajaran serta penyampaian cenderung konvensional dan berpusat pada guru saja, oleh karena itu diperlukan media yang menciptakan perhatian, interaksi dan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei langsung untuk mengetahui kebutuhan peserta didik terhadap pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Indralaya Utara. Data dikumpulkan menggunakan angket observasi berupa goggle form berbasis online yang didukung oleh teknologi seperti smartphone dan data internet. Data yang didapatkan akan dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui sejauh mana peserta didik memerlukan media pembelajaran yang inovatif. Hasil analisis angket kebutuhan menunjukkan bahwa sebanyak 89,3% dari 28 peserta didik membutuhkan media pembelajaran yang interaktif dan menarik dalam menunjang pembelajaran mereka.</p> Siti Adilah, Syarifuddin Syarifuddin Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8137 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KERJA SAMA SISWA https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8037 <p>This study aims to improve the cooperative attitudes of class VII A students at SMP Negeri 29 Pontianak through the implementation of the Two Stay Two Stray (TSTS) cooperative learning model in Pancasila Education. The type of research used was Classroom Action Research (CAR), implemented in two cycles, each consisting of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The subjects were class VII A students, while data were obtained through observations of the learning process. The collected data were analyzed descriptively by calculating the average results of teacher and student observations. The results showed that the implementation of the TSTS learning model significantly increased student activeness and cooperative attitudes. The percentage of teacher observations increased from 78.57% in cycle I to 89.28% in cycle II, while the percentage of student observations increased from 59.37% to 87.5%. Thus, it can be concluded that the use of the Two Stay Two Stray cooperative learning model is effective in improving students' cooperative attitudes in Pancasila Education, class VII A, SMP Negeri 29 Pontianak, in the 2025/2026 academic year.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap kerja sama siswa kelas VII A SMP Negeri 29 Pontianak melalui penerapan model pembelajaran koo peratif tipe <em>Two Stay Two Stray</em> (TSTS) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII A, sedangkan data diperoleh melalui observasi terhadap proses pembelajaran. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan menghitung rata-rata hasil observasi guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TSTS dapat meningkatkan keaktifan dan sikap kerja sama siswa secara signifikan. Persentase hasil observasi terhadap guru meningkat dari 78,57% pada siklus I menjadi 89,28% pada siklus II, sedangkan hasil observasi terhadap peserta didik meningkat dari 59,37% menjadi 87,5%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe <em>Two Stay Two Stray</em> efektif dalam meningkatkan sikap kerja sama siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas VII A SMP Negeri 29 Pontianak Tahun Pelajaran 2025/2026.</p> Sonia Lavenda, Nuraini Asriati, Shilmy Purnama, Bistari Bistari, Tri Utami Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8037 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POWERPOINT PADA MATA PELAJARAN IPS POKOK BAHASAN KERAJAAN ISLAM KELAS X https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7966 <p>The teaching of Social Studies (IPS) at the senior high school (SMA/MA) level plays an essential role in developing students’ critical thinking skills and historical understanding. However, classroom practices are still largely dominated by lecture methods and the use of conventional PowerPoint presentations that lack interactivity, resulting in passive learning and difficulty in comprehending historical material. This study focuses on designing an interactive PowerPoint-based learning media for the topic <em>Islamic Kingdoms in Indonesia</em> for tenth-grade students, aiming to provide an engaging, communicative, and student-centered alternative suited to the characteristics of 21st-century learners. The research employs a Research and Development (R&amp;D) method with a descriptive quantitative approach, adapting the ADDIE model but limited to the design and development stages. The study involved three subject matter experts, three media experts, and ten tenth-grade students who were introduced to the developed media. Data were collected through expert validation sheets and structured questionare, then analyzed descriptively and quantitatively. The validation results indicated that the media achieved an average feasibility score of 89%, categorized as “highly feasible.” Student questionnaire responses also showed positive perceptions toward the media’s design, ease of navigation, and clarity of content. The interactive PowerPoint media effectively stimulated students’ interest and engagement in Social Studies learning. Therefore, this study concludes that the interactive PowerPoint-based learning media is suitable to be used as an initial innovation to enhance the quality and attractiveness of Social Studies learning on Islamic history topics in tenth grade.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di jenjang SMA/MA memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir kritis dan pemahaman historis peserta didik. Namun, praktik pembelajaran di lapangan masih didominasi metode ceramah dan penggunaan media PowerPoint konvensional yang kurang interaktif, sehingga siswa cenderung pasif dan mengalami kesulitan memahami materi sejarah. Penelitian ini berfokus pada perancangan media pembelajaran berbasis PowerPoint interaktif pada materi <em>Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia</em> kelas X yang bertujuan untuk menghadirkan alternatif media yang menarik, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&amp;D) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang mengadaptasi model ADDIE, namun hanya dilaksanakan hingga tahap <em>design</em> dan <em>development</em>. Subjek penelitian meliputi tiga ahli materi, tiga ahli media, dan sepuluh siswa kelas X yang diperkenalkan dengan media hasil rancangan. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli dan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memperoleh skor rata-rata kelayakan sebesar 89% dengan kategori “sangat layak”. Hasil kuesioner dengan siswa menunjukkan tanggapan positif terhadap aspek tampilan, kemudahan navigasi, dan kejelasan materi. Media PowerPoint interaktif ini terbukti mampu menstimulasi minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPS. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis PowerPoint interaktif layak digunakan sebagai inovasi awal dalam meningkatkan kualitas dan kemenarikan pembelajaran IPS pada materi sejarah Islam di kelas X.</p> Sri Muliyani; Hendra Nelva Saputra; Darman Darman Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7966 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 EVALUASI KINERJA PEJABAT FUNGSIONAL AUDITOR DI KANTOR INSPEKTORAT DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8136 <p>Internal oversight performance at the South Sulawesi Provincial Inspectorate faces serious challenges due to the inpassing policy, which has created an inequitable position structure in the form of an inverted pyramid, with an abundance of middle auditors and a dearth of executive auditors. This study aims to evaluate the performance of functional auditors based on indicators of quantity, quality, time, and cost to map the actual effectiveness of oversight. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies of auditors and auditees. The research findings reveal a gap in performance perceptions. Internally, auditors feel burdened by administrative targets (SKP) that do not reflect field realities and a disproportionate workload for first-level auditors. In terms of time, report completion often exceeds standards, and there is no clear mechanism for measuring cost efficiency. However, externally, auditees assess audit results as having a positive impact on improving governance. It is concluded that the current evaluation system is not ideal, necessitating a more factual reformulation of performance assessments, balanced job restructuring, and the application of the value-for-money principle to ensure accountability and quality of oversight results.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Kinerja pengawasan internal pada Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan menghadapi tantangan serius akibat kebijakan <em>inpassing</em> yang memicu ketimpangan struktur jabatan berupa piramida terbalik, di mana auditor madya melimpah sementara auditor pelaksana sangat minim. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja pejabat fungsional auditor berdasarkan indikator kuantitas, kualitas, waktu, dan biaya guna memetakan efektivitas pengawasan yang sesungguhnya. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap auditor serta auditee. Temuan penelitian mengungkap adanya kesenjangan persepsi kinerja; secara internal, auditor merasa terbebani oleh target administratif SKP yang tidak mencerminkan realitas lapangan dan beban kerja yang tidak proporsional pada jenjang auditor pertama. Dari segi waktu, penyelesaian laporan sering melampaui standar, dan belum terdapat mekanisme pengukuran efisiensi biaya yang jelas. Namun, secara eksternal, auditee menilai hasil audit memberikan dampak positif terhadap perbaikan tata kelola. Disimpulkan bahwa sistem evaluasi saat ini belum ideal, sehingga diperlukan reformulasi penilaian kinerja yang lebih faktual, restrukturisasi jabatan yang seimbang, serta penerapan prinsip <em>value for money</em> untuk menjamin akuntabilitas dan mutu hasil pengawasan.</p> Surahmi Surahmi, Muh.Syarif Ahmad, Muttaqin Muttaqin Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8136 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERAN ORGANISASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER KEPEMIMPINAN SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 2 PONTIANAK https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8040 <p>The purpose of this study is to describe and analyze how the Muhammadiyah Student Association (IPM) plays a role in shaping the leadership character of students at SMP Muhammadiyah 2 Pontianak. Several aspects related to student leadership skills appear to be diverse, and some are still lacking, which is the issue behind this study, especially in terms of independence in decision-making, organizational discipline, responsibility, and the ability to motivate members even though they are already involved in organizational activities. In this study, a descriptive qualitative approach was used. Informants in this study included IPM advisors, core administrators, division heads, and a number of IPM members, who were selected through purposive sampling. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation. The data was then analyzed through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing, and the validity of the data was tested using source and technique triangulation. The results of the study show that IPM activities, both routine ones such as MPLS, prayer supervision, and school event assistance, offer direct learning experiences that improve students' communication skills, sense of responsibility, and integrity. However, the lack of documented activity evaluations, uneven role distribution, and a suboptimal regeneration system have caused several aspects of leadership, such as decision-making skills, responsibility, and the ability to motivate members, to be underdeveloped. Thus, this study found that IPM plays a very important role in shaping students' leadership character. However, its effectiveness can be further enhanced through more structured coaching, empowerment of all members, and better organizational program evaluation mechanisms.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) berperan dalam pembentukan karakter kepemimpinan siswa di SMP Muhammadiyah 2 Pontianak. Beberapa aspek yang berkaitan dengan kemampuan kepemimpinan siswa terlihat beragam dan beberapa masih kurang adalah masalah yang melatarbelakangi penelitian ini, terutama dalam hal kemandirian mengambil keputusan, kedisiplinan berorganisasi, tanggung jawab, dan kemampuan untuk memotivasi anggota meskipun mereka telah terlibat dalam kegiatan organisasi. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif deskriptif digunakan. Informan dalam penelitian ini termasuk pembina IPM, pengurus inti, kepala divisi, dan sejumlah anggota IPM, yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan IPM, baik rutin seperti MPLS, pengawasan sholat, dan pendampingan acara sekolah, menawarkan pengalaman belajar langsung yang meningkatkan kemampuan komunikasi, rasa tanggung jawab, dan integritas siswa. Namun, tidak ada evaluasi kegiatan yang terdokumentasi, pembagian peran yang tidak merata, dan sistem kaderisasi yang belum optimal telah menyebabkan beberapa aspek kepemimpinan seperti kemampuan mengambil keputusan, tanggung jawab, dan kemampuan untuk memotivasi anggota menjadi kurang berkembang. Dengan demikian, penelitian ini menemukan bahwa IPM memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa. Namun, efektivitasnya bisa lebih ditingkatkan lagi dengan pembinaan yang lebih terstruktur, pemberdayaan seluruh anggota, dan mekanisme evaluasi program organisasi yang lebih baik.</p> Tomi Tomi, Amrazi Zakso, Tri Utami, Thomy Sastra Atmaja, Achmadi Achmadi Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8040 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS KEBIJAKAN ALOKASI BELANJA DAERAH KABUPATEN AGAM TAHUN 2024 : DOMINASI BELANJA OPERASI DAN DAMPAKNYA PADA PEMBANGUNAN DAERAH https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8557 <p>This study aims to analyze the expenditure allocation policy of Agam Regency in the Fiscal Year 2024, with a particular focus on the dominance of operational expenditure and its implications for regional development. The 2024 local government budget (APBD) of Agam Regency amounts to approximately IDR 1.67 trillion, of which operational expenditure accounts for IDR 1.30 trillion, or about 77 percent of total spending. Meanwhile, capital expenditure expected to play a strategic role in promoting infrastructure development and improving public services is allocated only IDR 165.78 billion, or around 9.8 percent. This imbalance illustrates the limited fiscal space faced by the regional government in making long-term, productivity-oriented investments essential for stimulating regional economic growth. This research employs a qualitative descriptive method using secondary data sourced from the APBD document of Agam Regency for the 2024 fiscal year. The findings reveal that the dominance of operational expenditure is primarily attributed to the high burden of personnel expenditure, goods and services expenditure, and grants, all of which absorb a substantial portion of fiscal resources. Consequently, this condition restricts the government’s flexibility in allocating funds for capital expenditure that directly supports the development of strategic infrastructure such as roads, irrigation networks, and public facilities. The dominance of operational expenditure has significant implications for regional development, including the slower pace of infrastructure expansion, limited improvement in the quality of public facilities, and reduced government capacity to stimulate productive economic sectors. These conditions highlight the need for a more efficiency-oriented budgeting policy and an increased allocation for capital expenditure. This study recommends strengthening fiscal capacity through the optimization of locally generated revenues (PAD), rationalizing less productive expenditures, and implementing performance-based budgeting to ensure that regional development progresses more effectively, sustainably, and with tangible benefits for public welfare.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan alokasi belanja daerah Kabupaten Agam Tahun Anggaran 2024 dengan menitikberatkan pada dominasi belanja operasi serta implikasinya terhadap pembangunan daerah. Struktur APBD menunjukkan bahwa belanja daerah Kabupaten Agam tahun 2024 mencapai Rp1,67 triliun, dengan porsi belanja operasi sebesar Rp1,30 triliun atau sekitar 77 persen dari total belanja. Sementara itu, belanja modal yang seharusnya berperan penting dalam mendorong pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik hanya dialokasikan sebesar Rp165,78 miliar atau sekitar 9,8 persen. Ketimpangan alokasi ini menggambarkan keterbatasan ruang fiskal yang dialami pemerintah daerah dalam melakukan investasi jangka panjang yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis data sekunder yang bersumber dari dokumen APBD Kabupaten Agam Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi belanja operasi terutama disebabkan oleh tingginya beban belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja hibah, yang secara keseluruhan menyerap sebagian besar sumber daya anggaran. Kondisi ini mengurangi fleksibilitas pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran untuk belanja modal yang memiliki kontribusi langsung terhadap pembangunan infrastruktur strategis, seperti jalan, jaringan irigasi, dan gedung pelayanan publik. Dampak dominasi belanja operasi terlihat pada terhambatnya percepatan pembangunan daerah, terbatasnya peningkatan kualitas sarana dan prasarana publik, serta rendahnya kemampuan pemerintah daerah dalam mendorong sektor-sektor ekonomi produktif. Situasi tersebut menunjukkan perlunya kebijakan penganggaran yang lebih berorientasi pada efisiensi belanja serta peningkatan proporsi belanja modal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi peningkatan kapasitas fiskal melalui optimalisasi PAD, rasionalisasi belanja yang kurang produktif, serta perencanaan anggaran berbasis kinerja agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.</p> Aldri Frinaldi, Teddy Pratama, Asnil Asnil, Nora Eka Putri Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8557 Sat, 27 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERAN GURU IPS DALAM MENUMBUHKAN KETERAMPILAN SOSIAL PESERTA DIDIK https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8558 <p>This study aims to determine the role of social studies teachers in developing social skills of students at SMPN 1 Bungbulang. This study is a qualitative study using a descriptive qualitative approach. Data collection through observation, interviews. The research problem presented is how the application of social skills of students at SMPN 1 Bungbulang, what social skills have been applied and have not been applied, then what efforts are made to develop social skills in students and what inhibiting factors are faced by teachers in developing social skills of students. The results of this study indicate that the application of social skills to students at SMPN 1 Bungbulang partly produces effectiveness and also ineffectiveness. Social skills that have been applied are with presentations, making handicrafts, and infographics and others while the inhibiting factors faced by teachers are the character of students originating from the students themselves such as laziness and shyness, also originating from outside such as lack of self-control towards friends and class situations as well as teachers who do not apply the latest learning methods appropriately.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru ips dalam menumbuhkan keterampilan sosial peserta didik di SMPN 1 Bungbulang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif . Pengumpulan data melalui observasi, wawancara. Masalah penelitian yang dikemukakan adalah bagaimana penerapan keterampilan sosial peserta didik di SMPN 1 Bungbulang, apa saja keterampilan sosial yang sudah diterapkan dan belum diterapkan, kemudian upaya apa yang dilakukan untuk menumbuhkan keterampilan sosial pada peserta didiknya dan faktor penghambat apa saja yang dihadapi guru dalam menumbuhkan keterampilan sosial peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan keterampilan sosial pada peserta didik di SMPN 1 Bungbulang sebagian menghasilkan keefektifan dan juga ketidakefektifan. Keterampilan sosial yang sudah diterapkan yaitu dengan persentasi, pembuatan karya tangan, dan infografis dan lainnya sedangkan faktor penghambat yang dihadapi guru yaitu karakter peserta didik yang berasal dari diri siswa tersebut seperti malas dan malu, juga berasal dari luar seperti kurangnya kontrol diri terhadap teman dan situasi kelas juga guru yang kurang menerapkan metode pembelajaran terbarukan dengan tepat.</p> <p> </p> Azmi Najah Kamila, Tetep Tetep, Yana Setiawan Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8558 Sat, 27 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM SUDUT PANDANG LANDASAN SOSIOLOGI TERHADAP POLA PIKIR SISWA SMKN 2 PELAIHARI SEBAGAI GENERASI Z https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8559 <p>This study aims to analyze the influence of social media use on the mindset formation of Generation Z students at SMKN 2 Pelaihari from the perspective of the foundations of educational sociology. This study is motivated by the phenomenon of massive digitalization, which has positioned social media as a dominant agent of socialization, thus triggering a shift in students' values ??and critical thinking skills amidst an instant culture. Using a descriptive quantitative method, data were collected through a Likert-scale questionnaire from 90 respondents selected through proportional random sampling. The instrument test results showed very good validity with an average score of 3.72. Empirical findings revealed that the intensity of students' social media use is high, with the majority of respondents (42.6%) accessing digital platforms for more than 8 hours per day. Specifically, the critical thinking indicators for the aspects of social problem analysis and information evaluation reached the high category with average scores of 3.89 and 3.76, respectively. However, the aspect of social impact reflection remained in the medium category with an average score of 3.41. The main conclusion of the study confirms that social media significantly shapes new habitus for students, so strengthening sociology education is crucial to bridge the gap between digital information analysis skills and reflective social value awareness.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap pembentukan pola pikir siswa SMKN 2 Pelaihari sebagai Generasi Z ditinjau dari perspektif landasan sosiologi pendidikan. Studi ini dilatarbelakangi oleh fenomena masifnya digitalisasi yang menempatkan media sosial sebagai agen sosialisasi dominan, sehingga memicu pergeseran nilai dan kemampuan berpikir kritis siswa di tengah budaya instan. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dari 90 responden yang dipilih melalui teknik <em>proportional random sampling</em>. Hasil uji instrumen menunjukkan validitas sangat baik dengan skor rata-rata 3,72. Temuan empiris mengungkapkan bahwa intensitas penggunaan media sosial siswa tergolong tinggi, di mana mayoritas responden (42,6%) mengakses platform digital lebih dari 8 jam per hari. Secara spesifik, indikator pola pikir kritis pada aspek analisis masalah sosial dan evaluasi informasi mencapai kategori tinggi dengan nilai rata-rata masing-masing 3,89 dan 3,76, namun aspek refleksi dampak sosial masih berada pada kategori sedang dengan rata-rata 3,41. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa media sosial secara signifikan membentuk habitus baru bagi siswa, sehingga penguatan pendidikan sosiologi sangat krusial untuk menjembatani kesenjangan antara kemampuan analisis informasi digital dengan kesadaran nilai sosial yang reflektif.</p> Indah Purnamasari, Muhammad Arief Prasetyo, Elva Muzdalifah, Aslamiah Aslamiah, Rizky Amelia Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8559 Sat, 27 Dec 2025 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN ARTICULATE STORYLINE 3 BERBASIS CONTEXTUAL EKOPEDAGOGIK DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII DI SMP CITRA ALAM https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8561 <p>The success of a learning can be measured by looking at the abilities possessed by students through learning processes and experiences. The reality that occurs at Citra Alam Junior High School in Grade VIII teachers tend to use simple powerpoints without interactive, causing students to be passive, using lecture methods, lack of association with current issues and the use of interactive games have an impact on learning outcomes, so that students' scores have not reached the Minimum Completeness Criteria (KKM) score. This study discusses how the implementation of Articulate Storyline 3 learning media based on ecopedagogic contextual in social studies learning outcomes of grade VIII students at Citra Alam Junior High School. This type of research is a Class Action Research (PTK) which is carried out for two cycles. The subjects of this study are 10 students in grade VIII. Data collection is carried out through tests and non-tests. The results of the study show that the Articulate Storyline 3 learning media has succeeded in improving social studies learning outcomes of students. This is evident from the percentage of learning outcomes in cycle one of 40% with an average score of 70 and the results of students' activeness show that they are less active in answering. Then it increased in the second cycle with a percentage of 90% with an average score of 94 which showed that the percentage of active and very active students increased.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keberhasilan suatu pembelajaran dapat diukur dengan melihat kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik melalui proses dan pengalaman belajar. Realita yang terjadi di SMP Citra Alam di Kelas VIII guru cenderung menggunakan powerpoint sederhana tanpa interaktif menyebabkan peserta didik bersikap pasif, menggunakan metode ceramah, minimnya pengaitan dengan isu terkini dan penggunaan game interaktif berdampak pada hasil belajar, Sehingga nilai peserta didik belum mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Penelitian ini membahas tentang bagaimana implementasi media pembelajaran <em>Articulate Storyline </em>3 berbasis <em>contextual </em>ekopedagogik dalam hasil belajar IPS peserta didik kelas VIII di SMP Citra Alam. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama dua siklus. Subjek Penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII berjumlah 10 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran <em>Articulate Storyline </em>3 berhasil meningkatkan hasil belajar IPS peserta didik. Hal ini terbukti dari persentase hasil belajar pada siklus satu sebesar 40% dengan rata-rata nilai 70 dan hasil keaktifan peserta didik menunjukan kurang aktif dalam berpendapat. Kemudian meningkat pada siklus kedua dengan persentase 90% dengan rata-rata nilai 94 yang hasil keaktifan peserta didik menunjukan persentase peserta didik yang aktif dan sangat aktif meningkat.</p> Jessika Nacha Sari, Desy Safitri, Saipiatuddin Saipiatuddin Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8561 Sat, 27 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGGUNAAN METODE PRAKTIK LANGSUNG DAN PENGUASAAN SOFTWARE KOMPUTER AKUNTANSI TERHADAP KETERAMPILAN ANALISIS MAHASISWA AKUNTANSI https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8562 <p>Digital transformation in the industrial world demands that accounting students possess dual competencies in the form of sharp analytical skills and technological mastery. However, the reality of education shows that the integration of practical learning with software proficiency is often suboptimal. This study aims to empirically analyze the effect of hands-on practice methods and mastery of accounting computer software on students' analytical skills in the digital era. Using a quantitative approach with a survey design, data were collected from 65 accounting students through purposive sampling and analyzed using multiple linear regression. The results revealed that partially, the hands-on practice method had no significant effect on analytical skills (p=0.128; t=1.543), while mastery of accounting software proved to have a positive and significant effect (p=0.001; t=3.502). However, simultaneously, both variables had a significant effect (F=18.846; p=0.000). The main conclusion of this study confirms that in the modern educational ecosystem, technological mastery is a more dominant determinant factor than manual practice in improving analytical skills. Therefore, a curriculum reorientation that integrates software-based case simulations is necessary to produce adaptive accountants.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Transformasi digital dalam dunia industri menuntut mahasiswa akuntansi untuk memiliki kompetensi ganda berupa keterampilan analitis yang tajam dan penguasaan teknologi, namun realitas pendidikan menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran praktik dengan kemahiran perangkat lunak sering kali belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh metode praktik langsung dan penguasaan <em>software</em> komputer akuntansi terhadap keterampilan analisis mahasiswa di era digital. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei, data dikumpulkan dari 65 mahasiswa akuntansi melalui teknik <em>purposive sampling</em> dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian mengungkapkan temuan bahwa secara parsial, metode praktik langsung tidak berpengaruh signifikan terhadap keterampilan analisis (p=0,128; t=1,543), sedangkan penguasaan <em>software</em> akuntansi terbukti berpengaruh positif dan signifikan (p=0,001; t=3,502). Kendati demikian, secara simultan kedua variabel memiliki pengaruh yang signifikan (F=18,846; p=0,000). Simpulan utama studi ini menegaskan bahwa dalam ekosistem pendidikan modern, penguasaan teknologi menjadi faktor determinan yang lebih dominan dibandingkan praktik manual dalam meningkatkan daya analisis, sehingga diperlukan reorientasi kurikulum yang mengintegrasikan simulasi kasus berbasis <em>software</em> untuk mencetak akuntan yang adaptif.</p> <p> </p> Naila Afiati, Nailla Tsabitah Anwar, Ananda Fatika Putri, Mutiara Safhira, Tommy Andrian Sudarwoko, Ananda Arya Zaky Setijawan, Wahyu Lestari Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8562 Sat, 27 Dec 2025 00:00:00 +0000 EMANSIPASI DAN HUMANISASI PENDIDIKAN KARTINI DI ERA KECERDASAN BUATAN https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8224 <p>Digital access inequality and the risk of dehumanization resulting from the integration of artificial intelligence (AI) demand a re-evaluation of the increasingly mechanistic orientation of modern education. This study aims to revitalize R.A. Kartini's educational values ??to formulate an ethical framework for inclusive and humanist education relevant to the challenges of the technological era. Through a qualitative approach with a historical-conceptual analysis design and a literature review of primary documents and recent global reports, this study examines the transformation of Kartini's thinking. Key findings indicate that Kartini's principle of freedom of thought serves as an antithesis to algorithmic bias, while her vision of humanization reinforces the urgency of authentic pedagogical relationships threatened by automation. This study also formulates the concept of "inclusive emancipation" that supports equal access for people with disabilities and identifies the alignment between Kartini's intellectual independence and the Unplugged Pedagogy strategy to maintain cognitive autonomy. It concludes that Kartini's thinking is not merely a historical legacy but has transformed into a crucial normative foundation for balancing AI innovation with human autonomy, ensuring that technology functions as an empowering tool that does not displace the essence of education as a humanizing process.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Ketimpangan akses digital dan risiko dehumanisasi akibat integrasi kecerdasan buatan (AI) menuntut evaluasi ulang terhadap orientasi pendidikan modern yang kian mekanistik. Studi ini bertujuan merevitalisasi nilai-nilai pendidikan R.A. Kartini untuk merumuskan kerangka etis pendidikan inklusif dan humanis yang relevan dengan tantangan era teknologi. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain analisis historis-konseptual dan studi literatur terhadap dokumen primer serta laporan global mutakhir, penelitian ini menelaah transformasi pemikiran Kartini. Temuan utama menunjukkan bahwa prinsip pemerdekaan berpikir Kartini berfungsi sebagai antitesis terhadap bias algoritmik, sementara visi humanisasinya memperkuat urgensi relasi pedagogis autentik yang terancam oleh otomatisasi. Penelitian ini juga merumuskan konsep "emansipasi inklusif" yang mendukung kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas serta mengidentifikasi keselarasan antara kemandirian intelektual Kartini dengan strategi <em>Unplugged Pedagogy</em> untuk menjaga otonomi kognitif. Disimpulkan bahwa pemikiran Kartini bukan sekadar warisan sejarah, melainkan bertransformasi menjadi landasan normatif krusial untuk menyeimbangkan inovasi AI dengan otonomi manusia, memastikan teknologi berfungsi sebagai alat pemberdayaan yang tidak menggeser esensi pendidikan sebagai proses pemanusiaan.</p> <p> </p> <p> </p> Rosmawaty Rumahorbo, Dedi Kuswandi, Agus Wedi Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8224 Sat, 27 Dec 2025 00:00:00 +0000 DAMPAK PERMAINAN DUNIA VIRTUAL ROLEPLAY DI MEDIA SOSIAL LINE PADA KETERAMPILAN INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF DI DUNIA NYATA https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8555 <p>The development of digital technology through roleplaying games on the social media platform LINE has created new dynamics in interpersonal interactions, but its impact on real-world social skills still requires in-depth study. This study aims to analyze the influence of virtual roleplaying activities on associative social interaction skills, including aspects of cooperation, empathy, and behavioral adaptation. Using a qualitative approach with a descriptive design, the study involved informants selected through purposive sampling. Data collection was conducted using in-depth interviews and closed-ended questionnaires distributed online to explore participants' contextual experiences. The results indicate that involvement in roleplaying significantly improves communication skills, self-confidence, and creativity in constructing narratives and characters. Field findings indicate that players are able to internalize positive values ??such as conflict management, solidarity, and leadership from virtual interactions into their daily lives. Intensive digital interaction patterns have been shown to train social sensitivity and responsiveness to group dynamics. The main conclusion of this study confirms that roleplaying on LINE is not merely a means of entertainment or escapism, but rather serves as a constructive platform for building and practicing productive and sustainable associative social interaction skills in the real world.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi digital melalui permainan <em>roleplay</em> di media sosial LINE telah menciptakan dinamika baru dalam interaksi antarindividu, namun dampaknya terhadap keterampilan sosial di dunia nyata masih perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas <em>roleplay</em> virtual terhadap kemampuan interaksi sosial asosiatif, meliputi aspek kerja sama, empati, dan adaptasi perilaku. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, penelitian melibatkan informan yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara mendalam dan kuesioner tertutup yang disebar secara daring guna menggali pengalaman kontekstual partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dalam <em>roleplay</em> secara signifikan meningkatkan keterampilan komunikasi, kepercayaan diri, serta kreativitas dalam membangun narasi dan karakter. Temuan lapangan mengindikasikan bahwa pemain mampu menginternalisasi nilai-nilai positif seperti manajemen konflik, solidaritas, dan kepemimpinan dari interaksi virtual ke dalam kehidupan sehari-hari. Pola interaksi digital yang intensif terbukti melatih kepekaan sosial dan responsivitas terhadap dinamika kelompok. Simpulan utama studi ini menegaskan bahwa <em>roleplay</em> di LINE bukan sekadar sarana hiburan atau eskapisme, melainkan berfungsi sebagai wadah konstruktif untuk membangun dan melatih keterampilan interaksi sosial asosiatif yang produktif serta berkelanjutan di dunia nyata.</p> <p> </p> <p> </p> Syafara Putrinada Insyira, Sony Zulfikasari Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8555 Sat, 27 Dec 2025 00:00:00 +0000 RELEVANSI DESENTRALISASI TERHADAP DINAMIKA PEMERINTAHAN LOKAL: KAJIAN LITERATUR PADA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN NAGARI KABUPATEN AGAM https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8544 <p>Decentralization is one of the fundamental pillars in public administration that aims to bring government services closer to the people, enhance public participation, and strengthen regional autonomy. The implementation of decentralization in Indonesia is manifested through regional autonomy policies that provide space for local governments to manage governmental affairs in accordance with their needs and potentials. This article aims to analyze the relevance of decentralization theory to the dynamics of local governance, with a particular focus on community empowerment and the nagari system in Agam Regency. The method employed is a literature review, examining theories of decentralization, regulations on regional governance, and relevant previous studies. The findings indicate that decentralization theory not only provides a normative foundation for local governance but also offers a conceptual framework for understanding development dynamics based on community participation. In the context of Agam Regency, the nagari, as a distinctive local governance unit of the Minangkabau tradition, plays a strategic role in driving development and empowering communities. The nagari governance model illustrates how decentralization theory finds its relevance by allowing communities to be directly involved in planning, decision-making, and the implementation of development programs. Nevertheless, several challenges remain, such as limited institutional capacity at the nagari level, coordination among different levels of government, and the sustainability of empowerment programs, which are often constrained by resource limitations. This article concludes that the relevance of decentralization theory in the practice of village governance in Agam Regency not only strengthens community participation, but also emphasizes the importance of strengthening institutional capacity.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Desentralisasi merupakan salah satu pilar penting dalam administrasi publik yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, meningkatkan partisipasi publik, serta memperkuat kemandirian daerah. Penerapan desentralisasi di Indonesia diwujudkan melalui kebijakan otonomi daerah yang memberi ruang bagi pemerintah lokal untuk mengelola urusan pemerintahan sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerahnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi teori desentralisasi terhadap dinamika pemerintahan lokal dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan nagari di Kabupaten Agam. Metode yang digunakan adalah kajian literatur, yaitu dengan menelaah teori-teori desentralisasi, regulasi tentang pemerintahan daerah, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori desentralisasi tidak hanya memiliki landasan normatif dalam penyelenggaraan pemerintahan lokal, tetapi juga memberikan kerangka konseptual untuk memahami dinamika pembangunan yang berbasis partisipasi masyarakat. Dalam konteks Kabupaten Agam, nagari sebagai satuan pemerintahan lokal khas Minangkabau berperan strategis dalam menggerakkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Model pemerintahan nagari memperlihatkan bagaimana teori desentralisasi menemukan relevansinya, yaitu dengan memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam perencanaan, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan pembangunan. Meski demikian, terdapat sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan kapasitas kelembagaan nagari, koordinasi antarlevel pemerintahan, dan keberlanjutan program pemberdayaan yang sering terkendala oleh faktor sumber daya. Artikel ini menyimpulkan bahwa relevansi teori desentralisasi dalam praktik pemerintahan nagari di Kabupaten Agam tidak hanya memperkuat partisipasi masyarakat, tetapi juga menegaskan pentingnya penguatan kapasitas institusional.</p> <p> </p> Teddy Pratama, Aldri Frinaldi, Hendra Naldi, Lince Magriasti Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8544 Sat, 27 Dec 2025 00:00:00 +0000 MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TIME TOKEN https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8545 <p>Learning discipline is a crucial element in achieving optimal educational outcomes. However, the reality at SDN 4 Bonepantai shows low discipline among fifth-grade students in Civics (PKn) due to the dominance of monotonous learning methods. This study focuses on efforts to improve student learning discipline through the implementation of the Time Token Cooperative Learning model, designed to train speech management and responsibility. Using a Classroom Action Research (CAR) design, this study involved 15 students and was conducted in two cycles encompassing planning, action, observation, and reflection. The results of quantitative data analysis showed significant, gradual improvement; in the first meeting of cycle I, the student discipline level reached only 27% (4 students) and increased to 40% (6 students) in the second meeting. The positive trend continued in cycle II, where the first meeting recorded a figure of 67% (10 students) and achieved the success target in the second meeting, with 80% (12 students) meeting the discipline indicators. The main conclusion of this study confirms that the implementation of the Time Token model has proven effective in building learning discipline, regulating active participation, and increasing student compliance with rules in Civics learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Disiplin belajar merupakan elemen krusial dalam pencapaian hasil pendidikan yang optimal, namun realitas di SDN 4 Bonepantai menunjukkan rendahnya kedisiplinan siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) akibat dominasi metode pembelajaran yang monoton. Penelitian ini berfokus pada upaya peningkatan disiplin belajar siswa melalui implementasi model <em>Cooperative Learning</em> tipe <em>Time Token</em> yang dirancang untuk melatih manajemen bicara dan tanggung jawab. Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), studi ini melibatkan 15 siswa dan dilaksanakan dalam dua siklus yang mencakup perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan secara bertahap; pada siklus I pertemuan pertama, tingkat kedisiplinan siswa hanya mencapai 27% (4 siswa) dan meningkat menjadi 40% (6 siswa) pada pertemuan kedua. Tren positif berlanjut pada siklus II, di mana pertemuan pertama mencatat angka 67% (10 siswa) dan mencapai target keberhasilan pada pertemuan kedua dengan 80% (12 siswa) siswa telah memenuhi indikator kedisiplinan. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa penerapan model <em>Time Token</em> terbukti efektif dalam membangun kedisiplinan belajar, mengatur partisipasi aktif, serta meningkatkan kepatuhan siswa terhadap aturan dalam pembelajaran PKn.</p> <p> </p> <p> </p> Widya Fransiska Djakaria, Sukri Katili, Rustam I Husain, Aina Nurdiyanti, Nurainun Nurainun Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8545 Sat, 27 Dec 2025 00:00:00 +0000 PEMELIHARAAN BANDENG KAWAK UNTUK FESTIVAL LELANG BANDENG KABUPATEN SIDOARJO SEBAGAI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS PROYEK https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8556 <p>The Milkfish Auction is a unique program from Sidoarjo Regency, based on a combination of coastal community traditions and traditional Islamic values. This program is held annually by the community to commemorate the Prophet Muhammad's birthday, with the primary goal of increasing economic growth and community religiosity. The Kawakan Milkfish Auction tradition, which has been held since 1962 in Sidoarjo, is a local initiative that combines economic, cultural, and social values in the management of fishery resources. This study aims to examine the contribution of this tradition to fisheries conservation and the sustainability of aquatic ecosystems. Using a qualitative approach through literature review and interviews with fish farmers and local communities, it was found that this auction not only improves economic well-being but also encourages sustainable fishing practices. Community participation in the auction strengthens social bonds and awareness of the importance of preserving natural resources, particularly milkfish, a symbol of local wealth. Furthermore, the implementation of sustainable cultivation and waste management helps minimize environmental impacts. This tradition also has the potential to increase the competitiveness of milkfish products, attract investment, and create long-term economic opportunities for coastal communities</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Lelang Bandeng merupakan sebuah program unik dati Kabupaten Sidoarjo yang didasarkan pada perpaduan tradisi masyarakat pesisir dan nilai-nilai Islam tradicional. Program ini diadakan oleh masyarakat setiap tahun untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad dengan mencapai tujuan utama meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan religiunitas masyarakat. Tradisi Lelang Bandeng Kawakan yang telah berlangsung sejak 1962 di Sidoarjo merupakan inisiatif lokal yang menggabungkan nilai ekonomi, budaya, dan sosial dalam pengelolaan sumber daya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi tradisi tersebut terhadap konservasi perikanan dan keberlanjutan ekosistem perairan. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan wawancara dengan petani tambak dan masyarakat lokal, ditemukan bahwa lelang ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga mendorong praktik perikanan berkelanjutan. Partisipasi masyarakat dalam lelang memperkuat ikatan sosial dan kesadaran akan pentingnya menjaga sumber daya alam, khususnya ikan bandeng sebagai simbol kekayaan lokal. Selain itu, penerapan budidaya berkelanjutan dan pengelolaan limbah turut memperkecil dampak lingkungan. Tradisi ini juga berpotensi meningkatkan daya saing produk bandeng, menarik investasi, dan menciptakan peluang ekonomi jangka panjang bagi masyarakat pesisir.</p> <p> </p> Yetti Ulimawati, Supriyono Supriyono, Sri Rahayuningsih Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8556 Sat, 27 Dec 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS KEMAMPUAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP TOLERANSI DAN EMPATI MELALUI PEMBELAJARAN IPS https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8560 <p>This study aims to analyze in-depth the ability of elementary school students to develop attitudes of tolerance and empathy through Social Studies (IPS) learning. This study is motivated by the phenomenon of social studies education, which is often dominated by strengthening cognitive aspects, resulting in insufficient attention to the development of the affective domain, particularly the values ??of tolerance and empathy, which are crucial for national diversity. Using a qualitative approach with descriptive methods, the study involved fifth-grade students SDN 4 Muara Ciujung and teachers selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research findings revealed that the implementation of student-centered learning models, such as cooperative learning, role-playing, and project-based learning, effectively stimulated positive social interactions and fostered mutual respect. Teachers play a vital role as facilitators and role models, although the internalization of these values ??is not yet fully widespread due to the influence of the family environment and an evaluation orientation that is still focused on academic achievement. The main conclusion confirms that social studies learning plays a strategic role in shaping students' tolerant and empathetic character from an early age, which requires a paradigm shift from merely transferring knowledge to strengthening social character to maintain harmony in diversity.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kemampuan siswa sekolah dasar dalam mengembangkan sikap toleransi dan empati melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Studi ini dilatarbelakangi oleh fenomena pendidikan IPS yang seringkali didominasi oleh penguatan aspek kognitif, sehingga pengembangan ranah afektif, khususnya nilai toleransi dan empati yang krusial bagi kemajemukan bangsa, kurang mendapatkan perhatian yang memadai. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian melibatkan siswa kelas V SDN 4 Muara Ciujung dan guru yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa implementasi model pembelajaran yang berpusat pada siswa, seperti <em>cooperative learning</em>, <em>role playing</em>, dan <em>project-based learning</em>, efektif menstimulasi interaksi sosial positif dan menumbuhkan sikap saling menghargai. Guru memegang peran vital sebagai fasilitator dan model keteladanan, meskipun internalisasi nilai tersebut belum sepenuhnya merata akibat pengaruh lingkungan keluarga dan orientasi evaluasi yang masih terpaku pada capaian akademik. Simpulan utama menegaskan bahwa pembelajaran IPS memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter toleran dan empatik siswa sejak dini, yang menuntut adanya pergeseran paradigma dari sekadar transfer pengetahuan menuju penguatan karakter sosial demi menjaga harmoni kebinekaan.</p> Yunistira Sari, Erin Nuraeni, Shiva Nadia, Miladiyah Miladiyah, Puput Marisa, Dine Trio Ratnasari Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/8560 Sat, 27 Dec 2025 00:00:00 +0000 PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI SD NEGERI SE-KECAMATAN MOYO UTARA KABUPATEN SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7622 <p>The quality of learning in elementary schools located in remote areas such as North Moyo District still faces various challenges, particularly limited facilities, restricted access, and the insufficient capacity of teachers to manage effective instruction. These conditions require the presence of Driving Teachers (Guru penggerak) as learning leaders capable of initiating meaningful changes in school practices. This study aims to explain the role of Driving Teachers in improving reciprocal learning, the strategies they employ, as well as the supporting and inhibiting factors encountered during implementation. A qualitative descriptive method with a case study approach was used, involving five public elementary schools through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that Driving Teachers enhance learning quality through instructional leadership, the application of interactive and differentiated learning methods, and the development of a reflective culture among teachers. Key strategies include establishing learning communities, collaborating with stakeholders, and implementing contextual learning based on local potential. These findings highlight the need for a more systematic support system to replicate the innovative practices of Driving Teachers and strengthen the collaborative school ecosystem to improve learning quality sustainably.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Mutu pembelajaran di sekolah dasar di wilayah terpencil seperti Kecamatan Moyo Utara masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan sarana, akses, serta kapasitas guru dalam mengelola pembelajaran yang efektif. Kondisi tersebut menuntut hadirnya guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu menginisiasi perubahan praktik mengajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan menjelaskan peran guru penggerak dalam meningkatkan pembelajaran timbal balik, strategi yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambat yang ditemukan dalam proses pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada lima SD Negeri melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru penggerak memperkuat mutu pembelajaran melalui kepemimpinan instruksional, penerapan metode belajar interaktif, diferensiasi, serta pengembangan budaya reflektif di kalangan guru. Strategi utama meliputi pembentukan komunitas belajar, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, dan penerapan pembelajaran kontekstual berbasis potensi lokal. Temuan ini menegaskan perlunya dukungan sistem yang lebih sistematis agar praktik inovatif guru penggerak dapat direplikasi dan memperkuat ekosistem kolaboratif sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.</p> <p> </p> Nadila Ramdani, Hardiansyah Hardiansyah, Lu’luin Najwa Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/social/article/view/7622 Sat, 27 Dec 2025 00:00:00 +0000