NORMALISASI PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA AWAL: STUDI FENOMENOLOGI TENTANG KONFORMITAS DAN MODELING SOSIAL

Authors

  • Anggun Farahdina Salsabila Putri Universitas Negeri Surabaya
  • Mimbar Oktaviana Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.15716

Keywords:

Normalisasi Perilaku Merokok, Remaja Awal, Konformitas Teman Sebaya, Pemodelan Sosial, Bimbingan Dan Konseling

Abstract

ABSTRACT

For early adolescents, smoking may become part of social life before it is understood as a personal choice. Close interactions with family members and peers, experiences of receiving invitations to smoke, and observations of influential figures provide the social context for examining how smoking acquires meaning and gradually becomes perceived as ordinary. This qualitative study employed an interpretive phenomenological design involving seven early adolescents who had smoked and been exposed to smoking behavior within their family and peer environments. Participants were selected through purposive sampling, while data were collected through semi-structured interviews and analyzed thematically. Five themes captured these experiences: normalization of smoking through family and social environments, peer conformity, social modeling by influential figures, social identity and group acceptance, and the meaning of smoking as a way of coping with emotional pressure and maintaining social relationships. Smoking became increasingly familiar when repeatedly encountered in everyday social interactions, while peer pressure, concerns about being different, and the need for acceptance shaped participants’ experiences. The use of smoking to cope with emotional pressure was identified in only one participant and therefore was not generalized. These findings suggest that school-based Guidance and Counseling services should address peer pressure, social relationships, family communication, and adolescents’ ways of coping with emotional pressure.

ABSTRAK

Bagi remaja awal, merokok dapat hadir sebagai bagian dari kehidupan sosial sebelum perilaku tersebut dipahami sebagai pilihan pribadi. Kedekatan dengan anggota keluarga dan teman sebaya, pengalaman menerima ajakan, serta pengamatan terhadap figur yang dianggap berpengaruh menjadi konteks yang ditelusuri untuk memahami bagaimana perilaku merokok memperoleh makna dan menjadi sesuatu yang dianggap biasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif terhadap tujuh remaja awal yang pernah merokok dan mengalami paparan perilaku merokok di lingkungan keluarga maupun teman sebaya. Partisipan ditentukan melalui purposive sampling, dengan data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik. Lima tema menggambarkan pengalaman tersebut, meliputi normalisasi melalui keluarga dan lingkungan sosial, konformitas teman sebaya, pemodelan sosial dari figur berpengaruh, identitas sosial dan penerimaan kelompok, serta pemaknaan rokok dalam menghadapi tekanan emosional dan mempertahankan relasi. Rokok menjadi semakin familiar ketika hadir berulang dalam interaksi sosial, sementara tekanan kelompok, kekhawatiran untuk berbeda, dan kebutuhan akan penerimaan turut mewarnai pengalaman partisipan. Pemanfaatan rokok untuk menghadapi tekanan emosional hanya ditemukan pada satu partisipan sehingga tidak digeneralisasikan. Temuan ini mengarahkan layanan Bimbingan dan Konseling untuk memberi perhatian pada tekanan teman sebaya, relasi sosial, komunikasi keluarga, dan cara remaja menghadapi tekanan emosional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amalizar, D. O., Afridah, W., Setianto, B., & Zakk?y F., A. H. (2023). Hubungan dukungan teman sebaya dengan perilaku merokok remaja laki-laki di RW 05 Kelurahan Wonokromo Surabaya. WIDYALOKA, 10(1), 59–69. https://jurnal.ikipwidyadarmasurabaya.ac.id/index.php/widyaloka/article/view/123

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.

Dewi, E. R., Waldiani, W. B., Mubaroq, M. H., Ulfa, M., & Pujiati, E. (2025). Perilaku remaja mencoba merokok: Peran iklan rokok, teman sebaya dan orang tua. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 4(3), 844–851. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v4i3.5762

Fithria, F., Adlim, M., Jannah, S. R., & Tahlil, T. (2021). Indonesian adolescents’ perspectives on smoking habits: A qualitative study. BMC Public Health, 21(1), 82. https://doi.org/10.1186/s12889-020-10090-z

Irwan, A. N., & Neviyarni, S. (2026). Systematic literature review: Peer conformity to smoking behavior in adolescent boys. Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 3(1), 18–25.

Kristiani, E., & Ricky, D. P. (2023). Gambaran dukungan keluarga dan pengaruh teman sebaya terhadap perilaku merokok remaja. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(3), 897–904. https://doi.org/10.37287/jppp.v5i3.1656

Littlecott, H. J., Moore, G. F., Evans, R. E., Melendez-Torres, G. J., McCann, M., Reed, H., Mann, M., Dobbie, F., Jennings, S., Donaldson, C., & Hawkins, J. (2023). Perceptions of friendship, peers and influence on adolescent smoking according to tobacco control context: A systematic review and meta-ethnography of qualitative research. BMC Public Health, 23, 424. https://doi.org/10.1186/s12889-022-14727-z

Maki, E. C., Mantjoro, E. M., & Asrifuddin, A. (2023). Hubungan lingkungan pergaulan dengan perilaku merokok pada remaja. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 1192–1198. https://doi.org/10.31004/prepotif.v6i2.4134

Musniati, N., Puspa Sari, M., & Hamdan, H. (2021). Hubungan faktor keluarga dan teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja. ARKESMAS (Arsip Kesehatan Masyarakat), 6(2), 35–40. https://doi.org/10.22236/arkesmas.v6i2.7736

Murray, J. M., Sánchez-Franco, S. C., Sarmiento, O. L., Kimbrough, E. O., Tate, C., Montgomery, S. C., ... & Hunter, R. F. (2023). Selection homophily and peer influence for adolescents’ smoking and vaping norms and outcomes in high and middle-income settings. Humanities and Social Sciences Communications, 10(1), 615. https://doi.org/10.1057/s41599-023-02124-9

Noviani, A., & Astuti, N. H. (2024). Hubungan perilaku merokok anggota keluarga dan teman sebaya dengan perilaku merokok siswa SMK usia 15–18 tahun di Tangerang. Health Promotion and Community Engagement Journal, 2(2), 102–111. https://doi.org/10.70041/hpcej.v2i2.73

Nurikhwan, P. W., Lasari, H. H. D., Maulina, D., Mustafa, M., Ahsan, A., Saleha, A. K., & Ali, I. H. (2025). Understanding the impact of pictorial health warnings on smoking behavior among adolescents. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 21(3), 200–208. https://doi.org/10.30597/mkmi.v21i3.44773

Pratama, et al. (2021). Interaksi teman sebaya berpengaruh terhadap perilaku merokok remaja kelas IX di SMP Dawan Klungkung. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 10(2). https://doi.org/10.31596/jcu.v10i2.761

Putri, A. P. (2025). Pengaruh konformitas teman sebaya dan kontrol diri terhadap perilaku merokok siswa SMK X di Tanjung Bintang. Prosiding Simposium Penelitian Sarjana, 4. https://simposiumpsi49.unmuhjember.ac.id/index.php/prosidingSimposium/article/view/46

Putri, T. A., & Wijaya, D. R. A. (2024). Peran teman sebaya dalam menurunkan perilaku merokok pada remaja perempuan di Kota Yogyakarta. Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior, 6(1). https://doi.org/10.47034/ppk.v6i1.1082

Riyadi, S., & Ru’iya, S. (2025). Health education of no smoking behavior in adolescents with a social cognitive theory (SCT) approach. The Indonesian Journal of Public Health, 20(1), 147–162. https://doi.org/10.20473/ijph.v20i1.2025.147-162

Riyadi, S., & Wahyu, D. (2024). Teman sebaya mempengaruhi perilaku merokok remaja Pondok Pesantren SMP X di Bantul Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Madani Medika, 14(2). https://doi.org/10.36569/jmm.v14i02.353

Rosilawati, Y., Rafique, Z., & Sudiwijaya, E. (2024). Tobacco use among in-school young adolescents in Indonesia: Exploring availability, affordability, and accessibility. PLOS ONE, 19(3), e0301291. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0301291

Syam, S., Sukirman, P. M., Firmansyah, F., Lestari, A., & Suwendro, N. I. (2023). Smoking behavior among adolescents at a public junior high school. Journal of Health and Nutrition Research, 2(3), 210–220.

Vionalita, G., & Ismail, Z. (2025). Comparative study: Health risk behaviour in urban and rural Indonesian adolescents. The Indonesian Journal of Public Health, 20(1), 15–28. https://doi.org/10.20473/ijph.v20i1.2025.15-28

Violita, F., Mamoribo, S. N., & Dos Santos, C. I. P. (2023). Faktor pendorong perilaku merokok remaja di Kabupaten Keerom, Jayapura. Molucca Medica, 16(2). https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/moluccamedica/article/view/8928

Downloads

Published

2026-10-08

How to Cite

Putri, A. F. S., & Oktaviana, M. (2026). NORMALISASI PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA AWAL: STUDI FENOMENOLOGI TENTANG KONFORMITAS DAN MODELING SOSIAL. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 6(4), 3971–3984. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.15716

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.