DUKUNGAN SOSIAL SEBAGAI PREDIKTOR KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA RANTAU: STUDI PADA UNIVERSITAS PATTIMURA DI WILAYAH KEPULAUAN MALUKU
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.16454Keywords:
Dukungan sosial, Kesejahteraan psikologis, Mahasiswa RantauAbstract
Students living away from home for their studies face various academic, social, and emotional challenges that can impact their psychological well-being during higher education. Social support is viewed as a protective factor that helps these students adapt to such changes. This study aimed to analyze the relationship between social support and psychological well-being among students living away from home at Pattimura University. A quantitative approach with a correlational design was employed. The sample consisted of 300 students living away from home, selected using purposive sampling. Data were collected using the Social Support Scale and the Psychological Well-being Scale. Both instruments met validity and reliability criteria, with Cronbach's alpha values of 0.874 and 0.884, respectively. The results revealed a significant positive relationship between social support and psychological well-being (r = 0.619; p < 0.001). The coefficient of determination (R² = 0.383) indicated that social support contributed 38.3% to the psychological well-being of these students. These findings suggest that students who receive better social support tend to exhibit higher levels of psychological well-being. The study reinforces the role of social support as a crucial factor in facilitating the adaptation process for students living away from home and offers implications for higher education institutions to develop support services, peer mentoring, and counseling programs focused on strengthening social networks to enhance student psychological well-being.
ABSTRAK
Mahasiswa rantau menghadapi berbagai tantangan akademik, sosial, dan emosional yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis selama menjalani pendidikan tinggi. Dukungan sosial dipandang sebagai salah satu faktor protektif yang membantu mahasiswa beradaptasi terhadap berbagai perubahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa rantau di Universitas Pattimura. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 300 mahasiswa rantau yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Dukungan Sosial dan Skala Kesejahteraan Psikologis. Kedua instrumen telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach's alpha masing-masing sebesar 0,874 dan 0,884. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis (r = 0,619; p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,383) menunjukkan bahwa dukungan sosial memberikan kontribusi sebesar 38,3% terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa rantau. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa yang memperoleh dukungan sosial yang lebih baik cenderung memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi. Penelitian ini memperkuat peran dukungan sosial sebagai faktor penting dalam mendukung proses adaptasi mahasiswa rantau serta memberikan implikasi bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan layanan pendampingan, peer mentoring, dan bimbingan konseling yang berorientasi pada penguatan jejaring sosial guna meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Downloads
References
Afifah, A. P. N., Setyowati, W. E., & Febriana, B. (2025). Hubungan antara tingkat kemandirian dengan self-adjustment pada mahasiswa rantau. Journal of Health, Medical and Psychological Studies, 1(2), 73–81. https://doi.org/10.65310/swhvqx07
Afriana, A., Kurniawati, E. E., & Nosy, C. I. (2025). Peran dan dukungan sosial dalam mencegah masalah kesehatan mental pada mahasiswa baru. Holistik Jurnal Kesehatan, 19(9), 2513–2520. https://doi.org/10.33024/hjk.v19i9.1305
Asyah, F. F., Nurhikmah, N., & Thalib, T. (2025). The role of adversity quotient in academic and social adjustment: A study on non-local students in Makassar. EDUTREND: Journal of Emerging Issues and Trends in Education, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.59110/edutrend.513
Candraniar, R. P., Santoso, E., & Anasrulloh, M. (2026). Pengaruh motivasi belajar, self-regulated learning dan dukungan sosial terhadap prestasi akademik mahasiswa Universitas Bhinneka PGRI. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(4), 3774–3785. https://doi.org/10.51878/learning.v6i4.13229
Cohen, S., & Wills, T. A. (1985). Stress, social support, and the buffering hypothesis. Psychological Bulletin, 98(2), 310–357. https://doi.org/10.1037/0033-2909.98.2.310
Giyartiningtiyas, V. P. (2025). Studi literatur: Dukungan sosial sebagai faktor yang berperan penting dalam menurunkan stres akademik pada mahasiswa. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2), 7518–7523. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i2.47142
Humaira, M. (2023). Melintasi tantangan pendidikan online: Dinamika dukungan sosial dan reduksi stres akademik pada mahasiswa selama pandemi COVID-19. Happiness: Journal of Psychology and Islamic Science, 7(2), 110–123. https://doi.org/10.30762/happiness.v7i2.947
Lagat, K. T., & Correche, M. L. F. (2026). Social support and social connectedness as predictors of students’ resilience from a state university. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), 15(3), 2033–2044. https://doi.org/10.11591/ijere.v15i3.36688
Lakoro, I., Hasiru, R., Maruwae, A., Mahmud, M., & Koniyo, R. (2026). Pengaruh dukungan keluarga terhadap kemampuan akademik mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(3), 1618–1628. https://doi.org/10.51878/social.v6i3.12947
Larasati, D. A., & Fathiyah, K. N. (2023). Hubungan pemaafan diri (self-forgiveness) dengan kepuasan hidup pada mahasiswa tahun pertama. Acta Psychologia, 4(2), 88–95. https://doi.org/10.21831/ap.v4i2.57326
Lestari, B. S., & Purnamasari, A. (2022). Dukungan sosial teman sebaya dan problem focused coping dengan stres akademik pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan, 4(1), 15–24. https://doi.org/10.26555/jptp.v4i1.23351
Maharani, R. (2022). Efektivitas layanan informasi menggunakan pendekatan Islami dalam mengurangi prokrastinasi akademik mahasiswa. Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 5(1), 32–40. https://doi.org/10.24014/ittizaan.v5i1.16596
Pedhu, Y. (2022). Kesejahteraan psikologis dalam hidup membiara. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 10(1), 65–74. https://doi.org/10.29210/162200
Prasetyaningrum, J., Fadjaritha, F., Aziz, M. F., & Sukarno, A. (2021). Kesejahteraan psikologis santri Indonesia. Profetika: Jurnal Studi Islam, 23(1), 86–97. https://doi.org/10.23917/profetika.v23i1.16796
Pui, A. L., & Kurniawati, M. (2024). Kontribusi dukungan sosial terhadap kesehatan mental mahasiswa rantau. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 4(4), 596–608. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v4i4.9814
Purbandhini, C. G., Saragih, S., & Prasetyo, Y. (2025). Hubungan antara penyesuaian diri dan dukungan sosial dengan psychological well-being pada mahasiswa baru. Jurnal Jiwa, 3(2), 112–120. https://doi.org/10.30996/jiwa.v3i02.12766
Putri, W. T. A., Setyawati, R., Dewi, D. S. E., & Mildaeni, I. N. (2025). Dampak kesepian dan stres akademik terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa luar Jawa di perguruan tinggi di Purwokerto (Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Jenderal Soedirman, dan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto). Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu, 2(4), 191–209. https://doi.org/10.69714/6sq7pj51
Qiptiah, D. M., & Muluk, M. (2024). Gambaran tekanan psikologis pada mahasiswa baru di Universitas Mochammad Sroedji Jember. EduCouns Guidance: Journal of Educational and Counseling Guidance, 1(2), 9–21. https://doi.org/10.70079/egjecg.v1i2.55
Rahmadani, A., & Mukti, Y. (2020). Adaptasi akademik, sosial, personal, dan institusional: Studi college adjustment terhadap mahasiswa tingkat pertama. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 8(3), 159–167. https://doi.org/10.29210/145700
Rahmawati, E. M., Ramdhani, R. N., Taufiq, A., & Nurillah, S. (2023). Kecenderungan public speaking anxiety pada mahasiswa. Edu Consilium: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, 4(2), 66–75. https://doi.org/10.19105/ec.v4i2.9432
Ramdani, D. R., & Sartika, D. (2026). Pengaruh self efficacy academic terhadap adaptasi mahasiswa rantau kampus terakreditasi unggul di Kota Bandung. Bandung Conference Series: Psychology Science, 6(1), 179–186. https://doi.org/10.29313/bcsps.v6i1.22043
Redityani, N. L. P. A., & Susilawati, L. K. P. A. (2021). Peran resiliensi dan dukungan sosial terhadap burnout pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal Psikologi Udayana, 8(1), 58–68. https://doi.org/10.24843/jpu.2021.v08.i01.p09
Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). The structure of psychological well-being revisited. Journal of Personality and Social Psychology, 69(4), 719–727. https://doi.org/10.1037/0022-3514.69.4.719
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2011). Health psychology: Biopsychosocial interactions (7th ed.). John Wiley & Sons.
Sari, N., & Abidin, Z. (2022). Kesejahteraan psikologis mahasiswa hafiz Alquran. Jurnal Psikologi Islam dan Budaya, 5(2), 105–122. https://doi.org/10.15575/jpib.v5i2.17186
Sudarji, S., & Juniarti, F. (2020). Perbedaan grit pada mahasiswa perantau dan bukan perantau di Universitas “X”. Psyche: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.36269/psyche.v2i1.176
Suhesty, A., & Basuki, Z. N. (2022). Penyesuaian diri dan efikasi diri akademik terhadap academic buoyancy. Jurnal Basicedu, 6(3), 5456–5466. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2763
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Criezta Korlefura, Cynthia Petra Haumahu, Tanjila Samsudin, Nabila Jamal, Dwi Shaka Bulan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.















