ANALISIS HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP NILAI JUJURAN DALAM TRADISI PERNIKAHAN MASYARAKAT NIAS DESA IRAONOLASE KABUPATEN NIAS UTARA
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v6i4.15259Keywords:
Adat Istiadat, Masyarakat Nias, Tingkat Pendidikan, Tradisi Pernikahan, Nilai JujuranAbstract
ABSTRACT
The jujuran tradition in Nias marriage customs represents an customary practice that reflects respect for families and the preservation of cultural values. The development of educational attainment within the community raises questions about the relationship between education level, cultural understanding, and the determination of jujuran amounts in marriage. This study aims to analyze the relationship between educational attainment and jujuran values in the marriage tradition of the Nias community in Iraonolase Village, North Nias Regency. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The data were analyzed through data condensation, data presentation, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that educational attainment is not the sole consideration in determining jujuran amounts. Informants identified customary traditions, family social status, and agreements between families as other factors associated with this practice. Education was also related to community members’ understanding of the meaning and purpose of jujuran, but it did not necessarily change how the tradition was practiced. This study concludes that the determination of jujuran amounts should be understood within the local community’s social and cultural context, taking into account educational attainment and the customary considerations surrounding the practice.
ABSTRAK
Tradisi jujuran dalam perkawinan masyarakat Nias merupakan praktik adat yang mencerminkan penghormatan terhadap keluarga dan keberlanjutan nilai budaya. Perkembangan pendidikan masyarakat memunculkan pertanyaan mengenai keterkaitan antara tingkat pendidikan, pemahaman adat, dan penetapan nilai jujuran dalam perkawinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan nilai jujuran dalam tradisi pernikahan masyarakat Nias di Desa Iraonolase, Kabupaten Nias Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan bukan satu-satunya pertimbangan dalam penetapan nilai jujuran. Keterangan informan mengidentifikasi adat istiadat, status sosial keluarga, dan kesepakatan antarkeluarga sebagai aspek lain yang berkaitan dengan praktik tersebut. Pendidikan juga berkaitan dengan pemahaman masyarakat terhadap makna dan tujuan jujuran, tetapi tidak serta-merta mengubah pelaksanaannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penetapan nilai jujuran perlu dipahami dalam konteks sosial dan budaya masyarakat setempat, dengan memperhatikan keterkaitan pendidikan dan pertimbangan adat yang menyertainya.
Downloads
References
Ardiyono, F., & Handoyo, P. (2024). Rasionalitas Pengadilan Agama melegitimasi pernikahan dini di Desa Gemaharjo. Paradigma, 13(3), 21–30. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/62549
Auni, L., Manan, A., & Yasa'Abubakar, A. (2022). Factors changing the Gayo ethnic’s traditional marriage procession in Lut Tawar Sub-District of Takengon, Central Aceh, Indonesia. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 6(2), 703–733. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/samarah/article/view/14888
Azwar, M. I., Wahyuni, A. I., & Gunaryo, A. (2026). Negosiasi dan resolusi konflik dalam penetapan uang panai’dan jujuran pada perkawinan Bugis–Banjar dalam perspektif pluralisme hukum. Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa, 5(2), 228–239. https://journal.unimar-amni.ac.id/index.php/Populer/article/view/4680
Cecen-Celik, H., & Tuysuz, S. (2026). Women's experiences in polygamous marriages: A qualitative examination of kuma in the context of ?anl?urfa, Türkiye. Family Relations. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/fare.70111
Daliwu, C. S. F., Ekomila, S., Supsiloani, S., & Rama, K. S. (2026). Transformasi peran orang tua dalam penentuan Bõwõ di Desa Hilizihõnõ, Nias. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 4(4), 1099–1114. https://putrapublisher.org/index.php/jipsi/article/view/1586
Dewi, C. (2024). Gender dan kekuatan sosial: Analisis antropologi terhadap peran wanita dalam masyarakat tradisional Minangkabau: Gender and social power: Anthropological analysis of the role of women in traditional Minangkabau society. DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation, 4(2), 94–105. https://e-journal.lp2m.uinjambi.ac.id/ojp/index.php/demos/article/view/2778
Fadillah, N. (2022). Tradisi baantaran jujuran dalam prosesi perkawinan masyarakat adat Banjar perspektif hukum Islam dan teori konstruksi sosial. ADDABANA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(2), 101–116. https://ejurnal.staialfalahbjb.ac.id/index.php/addabana/article/view/183
Fau, S. (2025). Kekuatan hukum penyelesaian secara adat kawin terhalang di Desa Hiligito Orahili Fau Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan. Jurnal Panah Hukum, 4(1), 119–129. https://mail.jurnal.uniraya.ac.id/index.php/JPHUKUM/article/view/1471
Gulo, I. T. K., & Telaumbanua, T. (2021). Böwö wangowalu: Perlukah ditransformasi? SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan, 14(2). https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/2448789
Lase, J. V. (2026). Peran gereja dalam negosiasi böwö (mahar) pernikahan di Desa Ononamölö. Jurnal Psikososial dan Pendidikan, 2(3), 3853–3862. https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4999
Mendrofa, K. (2024). Bowo perkawinan adat suku Nias dengan dasar perkawinan Gereja Katolik. Jurnal Magistra, 2(1), 126–137. https://ejurnal.stpdianmandala.ac.id/index.php/magistra/article/view/88
Nasution, S. M., Nasution, I., & Nasution, N. A. (2026). Tinjauan hukum Islam terhadap uang mahar perkawinan (studi kasus Desa Janjilobi Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas). Dirosah Islamiyah: Jurnal Studi Islam, 1(3), 290–300. https://galaxy.nurasaglobal.com/index.php/DISI/article/view/41
Saputra, F., Achmadi, & Sanawiah. (2026). Tinjauan mahar dalam perkawinan adat masyarakat suku Melayu Pesisir di Kecamatan Pantai Lunci Kabupaten Sukamara. The Juris, 10(1), 15–23. https://www.ejournal.stih-awanglong.ac.id/index.php/juris/article/view/2129
Sari, R. W., Sustianingsih, I. M., Mawar, J., Safitri, R., Wareh, G. P. H., Fadillah, N., & Irawan, C. (2026). Perubahan sosial pada masyarakat Suku Anak Dalam di Desa Sungai Jernih Kabupaten Musi Rawas Utara. Walada: Journal of Primary Education, 5(2), 1925–1931. https://ccg-edu.org/index.php/wjpe/article/view/779
Sihombing, A., Sobirin, M., & Herman, H. (2025). Makna simbolik lompat batu Nias dalam perspektif sastra dan budaya: Kajian semiotik Roland Barthes. Literasi Bahasa dan Sastra Jurnal, 2(2), 104–115. https://triedu.or.id/Libas/index.php/about/article/view/44
Sugesti, T., Panjaitan, J., Buulolo, D., & Simanjuntak, M. (2024). Implementasi nilai-nilai sila-sila Pancasila dalam pelaksanaan adat pernikahan masyarakat Nias di Desa Puncak Lolomatua Kecamatan Ulunoyo Kabupaten Nias Selatan 2024. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 6(2), 104–114. https://jurnal.universitasdarmaagung.ac.id/civiceducation/article/view/5120
Sunggu, F. O., Giawa, A., & Endi, Y. (2023). Pandangan Gereja Katolik terhadap böwö dalam tradisi perkawinan suku Nias. Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral, 81–90. https://stkpkbi.ac.id/ojs/index.php/jgv/article/view/187
Vikram, K. (2024). Modern marriage in a traditional society: The influence of college education on marriage in India. Journal of Family Issues, 45(5), 1116–1141. https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/0192513X231155591
Waruwu, K. J. I. M., Lattu, I. Y. M., & Suwartiningsih, S. (2025). Transformasi fungsi tradisi lompat batu: Adaptasi nilai budaya masa lalu untuk masa kini. Jurnal Pustaka, 25(2), 224–237. https://ejournal2.unud.ac.id/index.php/pustaka/id/article/view/507
Zai, M. (2025). Sejarah perkembangan budaya pernikahan masyarakat Nias di Desa Amplas Kabupaten Deli Serdang (1980–2023) [Disertasi doktoral]. https://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/4398
Zaletri, B. I., Elida, E., & Efi, A. (2026). Adaptasi sosial budaya masyarakat Nias di perantauan: Studi komunitas Nias di Kota Padang. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 5(1), 850–856. https://jpion.org/jpion.org/index.php/jpi/article/view/1108
Zalukhu, D., Simbolon, R., Sitindaon, W., Sitorus, M. H., & Purba, O. (2026). Peran Perkumpulan Keluarga Masyarakat Nias (PKMN) dalam revitalisasi budaya Nias di perantauan: Studi kasus di Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 5(4), 4337–4356. https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5018
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















