MANAJEMEN KURIKULUM MERDEKA MELALUI PENDEKATAN DEEP LEARING BERBASIS LINGKUNGAN BELAJAR KOLABORATIF PADA SISWA KELAS XI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KOTA BEKASI
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.11112Keywords:
Manajemen Kurikulum Merdeka, Deep Learning, Kolaboratif, Madrasah AliyahAbstract
The implementation of the Merdeka Curriculum in madrasah institutions demands systematic and innovative curriculum management; however, a significant gap remains between ideal policy and its actual execution in the field, particularly regarding teachers' readiness to apply deep learning approaches and the suboptimal development of collaborative learning environments. This study focuses on the management of the Merdeka Curriculum through a deep learning approach based on a collaborative learning environment in Class XI at MAN 2 Bekasi City, examined through three main aspects: curriculum planning, organization and implementation, and curriculum supervision. This research employs a qualitative approach with a descriptive method and field research design. Data were collected through direct classroom observation, semi-structured interviews with the school principal, vice principal for curriculum affairs, teachers, and students, as well as documentation of learning materials. Data analysis followed the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that curriculum planning was carried out through the development of learning outcomes, learning objective sequences, and teaching modules integrating the principles of meaningful learning, mindful learning, and joyful learning. Organization and implementation involved coordination among the school principal, curriculum vice principal, and teachers in creating active, contextual, and collaborative learning through group discussions and collaborative projects. Supervision was conducted through academic supervision, monitoring, reflection, and continuous evaluation. This study concludes that the integration of a deep learning approach based on a collaborative learning environment in Merdeka Curriculum management effectively enhances students' active engagement, fosters critical and reflective thinking skills, and creates meaningful, character-based learning aligned with the Profil Pelajar Pancasila.
ABSTRAK
Implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah menuntut pengelolaan yang sistematis dan inovatif, namun dalam praktiknya masih terdapat kesenjangan antara kebijakan ideal dengan pelaksanaan di lapangan, terutama dalam hal kesiapan guru menerapkan pembelajaran mendalam dan belum optimalnya lingkungan belajar kolaboratif. Penelitian ini berfokus pada manajemen Kurikulum Merdeka melalui pendekatan deep learning berbasis lingkungan belajar kolaboratif pada kelas XI di MAN 2 Kota Bekasi, yang dikaji melalui tiga aspek utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan, serta pengawasan kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan desain penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di kelas, wawancara semi terstruktur dengan kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru, dan peserta didik, serta dokumentasi perangkat pembelajaran. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum dilakukan melalui penyusunan capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, dan modul ajar yang mengintegrasikan prinsip meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning. Pengorganisasian dan pelaksanaan melibatkan koordinasi antara kepala madrasah, wakil kepala kurikulum, dan guru dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan kolaboratif melalui diskusi kelompok serta proyek bersama. Pengawasan dilakukan melalui supervisi akademik, monitoring, refleksi, dan evaluasi berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendekatan deep learning berbasis lingkungan belajar kolaboratif dalam manajemen Kurikulum Merdeka mampu meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik, mendorong kemampuan berpikir kritis dan reflektif, serta menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berkarakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.
Downloads
References
Adha, N. Z., Achadi, M. W., Mahmudin, A. S., & Priamono, G. H. (2023). Internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam materi perkuliahan mahasiswa IAIN Ponorogo. Madania Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 13(1), 27–27. https://doi.org/10.24014/jiik.v13i1.20877
Alimuddin, J. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah KONTEKSTUAL, 4(2), 67–75. https://doi.org/10.46772/kontekstual.v4i02.995
Anisa, D., Qodriyah, L., Azizah, W. N., & Hufron, M. (2025). Menelaah Kurikulum Merdeka sebagai arah baru pendidikan Indonesia: Sebuah kajian literatur. CHATRA Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 3(1), 27–36. https://doi.org/10.62238/chatra.v3i1.185
Aryani, N., & Amin, S. (2026). Pemanfaatan situs Candi Bogang Wonosobo sebagai sumber belajar kontekstual sejarah di SMA. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 800–810. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.10520
Auia, F. O., & Nisa’i, K. (2026). Pengaruh model pembelajaran konvensional 3D terhadap hasil belajar materi ekologi & keanekaragaman hayati kelas VII. SCIENCE Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Dan IPA, 6(2), 910–919. https://doi.org/10.51878/science.v6i2.9820
Daga, A. T. (2021). Makna Merdeka Belajar dan penguatan peran guru di sekolah dasar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 7(3), 1075–1090. https://doi.org/10.31949/educatio.v7i3.1279
Fatikasari, F., Yuwono, A., & Sukoyo, J. (2026). Efektivitas model pembelajaran berdifernsiasi pada mata pelajaran bahasa Jawa dalam materi sastra piwulang. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(1), 29–39. https://doi.org/10.51878/learning.v6i1.8903
Fitriyah, C. Z., & Wardani, R. P. (2022). Paradigma Kurikulum Merdeka bagi guru sekolah dasar. Scholaria Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 12(3), 236–243. https://doi.org/10.24246/j.js.2022.v12.i3.p236-243
Kamil, I., & Ratnasari, D. (2023). Kontruksi pemikiran Paulo Freire tentang kebijakan merdeka belajar dan relevansinya dengan pendidikan Islam. HUMANIKA, 23(2), 141–154. https://doi.org/10.21831/hum.v23i2.60475
Kurniati, P., Kelmaskouw, A. L., Deing, A., Bonin, B., & Haryanto, B. A. (2022). Model proses inovasi Kurikulum Merdeka implikasinya bagi siswa dan guru abad 21. Jurnal Citizenship Virtues, 2(2), 408–423. https://doi.org/10.37640/jcv.v2i2.1516
Masturin, M. (2023). Development of Islamic religious education materials based on religious moderation in forming student character. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(4), 246–355. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v3i4.310
Mulyana, R. (2023). Religious moderation in Islamic religious education textbook and implementation in Indonesia. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 79(1). https://doi.org/10.4102/hts.v79i1.8592
Nafisa, M. D., & Fitri, R. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi di lembaga PAUD. Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran, 6(2), 179–188. https://doi.org/10.30605/jsgp.6.2.2023.2840
Nasir, M., & Rijal, M. (2021). Keeping the middle path: Mainstreaming religious moderation through Islamic higher education institutions in Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 11(2), 213–241. https://doi.org/10.18326/ijims.v11i2.213-241
Nurliah, N., Uca, U., Nyompa, S., Maddatuang, M., & Hasriyanti, H. (2026). Penerapan model pembelajaran make a match berbasis strategi shuffle and recall untuk meningkatkan pemahaman siswa pada konsep geografi di SMA. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 590–600. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.10040
Pahrudin, A., Wakidi, W., & Anggini, V. (2024). Critical analysis of curriculum management development in 21st century Islamic education. EDUTEC Journal of Education and Technology, 7(4). https://doi.org/10.29062/edu.v7i4.821
Pebriyanti, D. (2023). Pengaruh implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada pemenuhan kebutuhan belajar peserta didik tingkat sekolah dasar. Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 5(1), 89–96. https://doi.org/10.53621/kst.v5i01.692
Prasetyo, G., Fauziah, Y. R., & Syafii, A. (2025). From policy to pedagogy: Religious moderation as a counter-radicalization strategy in Islamic education — A systematic literature review. Jurnal Pendidikan Islam, 14(2), 233–251. https://doi.org/10.14421/jpi.2025.142.233-251
Prihandini, D. R., Azizah, S. A., & Atikah, I. (2023). Sinergi antara pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi dengan Teaching at The Right Level dalam menghadirkan lingkungan belajar inklusif. Jurnal Teknologi Pendidikan, 1(2), 11–11. https://doi.org/10.47134/jtp.v1i2.76
Purwanto, G. D. (2026). Manajemen pembelajaran berdiferensiasi pada kelas gemuk di sekolah dasar: Studi kasus implementasi strategi di sekolah dasar perkotaan. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(2), 1117–1128. https://doi.org/10.51878/learning.v6i2.9704
Puspitasari, Y., Artha, I. K. A. J., & Susilo, H. (2025). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi terhadap perkembangan kognitif peserta didik di kelas inklusi PKBM Insan Cerdas Indonesia. Transformasi: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal, 11(2), 660–666. https://doi.org/10.33394/jtni.v11i2.16778
Rambe, R. Y., & Ningsih, W. (2026). Pengaruh model project based learning terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas VIII materi sistem ekskresi. SCIENCE Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Dan IPA, 6(1), 369–379. https://doi.org/10.51878/science.v6i1.7452
Rosida, D., Mardliyah, S. R., Jarnawi, M. K., Aziz, A., Shomad, A., & Mu’arif, W. (2026). Minat belajar siswa pada penerapan joyful learning. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 3(2), 174–184. https://doi.org/10.61722/jmia.v3i2.9131
Sartini, S., & Mulyono, R. (2022). Analisis implementasi kurikulum merdeka belajar untuk mempersiapkan pembelajaran abad 21. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 8(2), 1348–1363. https://doi.org/10.36989/didaktik.v8i2.392
Sufiani, S., & Marzuki, M. (2021). Joyful learning: Strategi alternatif menuju pembelajaran menyenangkan. Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam, 7(1), 121–121. https://doi.org/10.31332/zjpi.v7i1.2892
Suparta, S. (2024). Religious moderation-based curriculum for urban Muslims: A study in Islamic University of Indonesia Islamic boarding school. AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam, 29(1), 1–1. https://doi.org/10.32332/akademika.v29i1.8732
Syaiful, A., Kurniadi, P., & Rahman, M. (2022). Merdeka Belajar: A new paradigm of Islamic education in the setting of social change. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 17(1), 156–169. https://doi.org/10.19105/tjpi.v17i1.5841
Tabuni, I., Asso, A., Sukiastini, I. G. A. N. K., Desta, M. S., Eva, Y., & Tebiari, L. A. (2026). Systematic literature review: Analisis problematika penerapan Kurikulum Merdeka di Indonesia. MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen Dan Supervisi Pendidikan, 6(1), 361–374. https://doi.org/10.51878/manajerial.v6i1.9659
Widyastuti, W., Widyasari, C., Rahmawati, F., & Minsih, M. (2025). Implementasi prinsip pengelolaan meaningful, mindful, dan joyful learning dalam proses pembelajaran mendalam: Studi kasus di Sekolah Dasar Islam Terpadu. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(5), 2172–2181. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i5.7339
Yusra, Y., Iswantir, M., & Emeliazola. (2024). Signifikansi inovasi kurikulum Pendidikan Agama Islam di era 4.0. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 3(3), 234–241. https://doi.org/10.51806/an-nahdlah.v3i3.120
Zakariyah, Z., Arif, M., & Faidah, N. (2022). Analisis model kurikulum Pendidikan Agama Islam di abad 21. At-Ta'dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 14(1), 1–13. https://doi.org/10.47498/tadib.v14i1.964
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









