GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM SYAIR TARIAN SOLE OHA PADA MASYARAKAT DESA DANIBAO KECAMATAN ADONARA BARAT KABUPATEN FLORES TIMUR

Authors

  • Louisa Anjelina Bulu Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka
  • Yohakim Yolanda Mario Leu Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka
  • Sirilus Karolus Keroponama Keban Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka

DOI:

https://doi.org/10.51878/teaching.v6i4.15907

Keywords:

Gaya Bahasa Perbandingan, Syair, Tarian Sole Oha

Abstract

Oral traditions within the Lamaholot community currently face generational attrition and semantic dilution due to inadequate comprehensive linguistic-aesthetic documentation. Previous inquiries into oral performing arts have predominantly been restricted to broad ethnographic sketches without dissecting figurative tropes as repositories of ancestral philosophies. This condition underscores the critical necessity of a systematic inquiry into linguistic devices to safeguard local wisdom. This study aims to describe and analyze the forms and meanings of comparative language styles within the verses of the sole oha dance of the Danibao village community, West Adonara District, East Flores Regency. This investigation employed a descriptive qualitative method framed within literary stylistics. The research data comprised linguistic units including words, phrases, and verse lines elicited through observation, in-depth interviews with customary custodians (tukan orek), audio recording, transcriptive fieldnotes, and documentary review. The results indicate that the comparative language styles manifested in the sole oha verses encompass metaphor, personification, and euphemism, predominantly governed by personification which anthropomorphizes nature and communal brotherhood. These tropes serve to amplify poetic aestheticism while veiling sacred or taboo matters through reverent expressions. This study concludes that comparative language styles in sole oha constitute a symbolic representation of the Lamaholot philosophy emphasizing solidarity, cosmic harmony, and profound religiosity. This study contributes theoretically to advancing oral stylistic literature across the Indonesian archipelago and offers pedagogical implications for contextual instructional materials in regional language and literature education.

ABSTRAK

Tradisi lisan dalam masyarakat Lamaholot saat ini menghadapi ancaman pergeseran generasi dan degradasi pemaknaan akibat minimnya dokumentasi linguistik-estetik yang komprehensif. Selama ini, kajian terhadap seni pertunjukan lisan cenderung terbatas pada deskripsi etnografis umum tanpa membedah kekayaan gaya bahasa kiasan yang menjadi wadah transmisi nilai filosofis leluhur. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya penyelidikan sistematis terhadap piranti kebahasaan guna menjaga kelestarian kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk serta makna gaya bahasa perbandingan dalam syair tarian sole oha pada masyarakat Desa Danibao, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka stilistika sastra. Data penelitian berupa satuan lingual berupa kata, frasa, dan larik syair yang dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat (tukan orek), perekaman, pencatatan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa perbandingan yang digunakan dalam syair sole oha meliputi metafora, personifikasi, dan eufemisme, dengan dominasi gaya bahasa personifikasi yang menginsani unsur alam dan rasa persaudaraan. Ketiga gaya bahasa tersebut berfungsi mengintensifkan keindahan puitik sekaligus menyamarkan hal-hal tabu melalui ungkapan penghormatan sakral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya bahasa perbandingan dalam sole oha merupakan representasi simbolik dari falsafah hidup masyarakat Lamaholot yang menjunjung tinggi persatuan, keharmonisan kosmis, dan religiositas. Penelitian ini berimplikasi secara teoretis pada pengayaan kajian stilistika tradisi lisan Nusantara serta berkontribusi praktis sebagai materi kontekstual dalam pembelajaran muatan lokal bahasa dan sastra daerah.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aprisa, D. M., Munaris, M., Prasetyo, H., & Rusminto, N. E. (2025). Gaya bahasa perbandingan dalam teks pepaccur masyarakat Terbanggi Ilir karya Ahmad Fauzi. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 13(2), 859–865. https://doi.org/10.23960/simbol.v13i2.1093

Aslan. (2018). Budaya dan tradisi dalam kehidupan masyarakat. Rajawali Pers.

Chaer, A. (2019). Pengantar semantik bahasa Indonesia. Rineka Cipta.

Genua, V. (2020). Teks sole oha tradisi budaya guyub kultur Lembata Flores NTT. Jurnal Lazuardi, 3(1), 35–48. https://doi.org/10.53441/jl.v3i1.38

Harun, H., Iswatiningsih, D., & Lisna, L. (2026). Ritual Cucurangi Togo Lasalimu sebagai sumber pembelajaran berbasis kearifan lokal. MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 6(2), 684–696. https://doi.org/10.51878/manajerial.v6i2.11758

Hasbul, W., Juliansyah, R., Kusmiarti, R., Apriyanto, A., Septikasari, D., Warikar, A., & Jasmari, J. (2025). Bahasa Indonesia: Pemahaman, penggunaan, dan pengembangan di era modern. Pustaka Inspirasi.

Hutauruk, D. D. R. (2024). Dynamics of cultural values in modern Malay literature: An ethnolinguistic analysis of Tenas Effendy’s didactic poetry. Journal of Society Innovation and Development, 6(1), 91–99. https://doi.org/10.63924/jsid.v6i1.96

Iskandar. (2021). Metodologi penelitian kualitatif: Aplikasi untuk penelitian pendidikan, hukum, ekonomi dan manajemen, sosial, humaniora, politik, agama, dan filsafat. Gaung Persada Press.

Keraf, G. (2010). Diksi dan gaya bahasa. Gramedia Pustaka Utama.

Loise, M., Kamaruddin, S. A., Adam, A., & Ahmadin, A. (2026). Menjaga tradisi dari generasi muda: Peran komunitas remaja adat di Desa Legian, Bali. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(3), 1602–1614. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.10717

Manik, J. L. K., & Harahap, R. (2026). Character formation through traditional Acehnese rhymes: A stylistic analysis of moral meaning. Journal of Aceh Studies, 3(1), 296–305. https://doi.org/10.63924/joas.v3i1.140

Martani, F. T., Muryati, S., & Wardani, T. (2019). Pemakaian gaya bahasa perbandingan pada lirik lagu-lagu grup musik Dewa 19 dalam album Kerajaan Cinta. Jurnal Sapala, 6(1), 90–102. https://doi.org/10.26740/sapala.v6i1.28450

Mayasari, S., Zulfa, U., Sabilillah, I., Olivia, K. A., Khoirunnisa, S., Yanti, I., & Febriani, I. S. (2026). Menghidupkan tradisi shalawat untuk meningkatkan kesadaran spiritual santri Riyadhul Awamil dalam kegiatan pengajian. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(3), 1646–1655. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.10724

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Moses, F. (2021). Revitalisasi: Kai Mura Le dalam tradisi lisan Dolo (The revitalization: Kai Mura Le in the Dolo oral tradition). Kibas Cenderawasih, 18(1), 45–58. https://doi.org/10.26499/kc.v18i1.299

Pradopo, R. D. (2020). Stilistika. Gadjah Mada University Press.

Ratna, N. K. (2017). Stilistika: Kajian puitika bahasa, sastra, dan budaya. Pustaka Pelajar.

Resiana, A., Novra, E., Rosmita, E., Arianto, T., Masitoh, S., Fernanda, A., Annisa, A., Karoluslina, K., Firdaus, M., Bur, E. Y., Saputri, W. N., & Hisna, H. (2025). Sastra lisan nusantara: Tradisi yang tak lekang waktu. University of Southampton Research Repository.

Rosyidi, R., & Rahman, T. (2026). Tingkat pemahaman dan dampak sosial masyarakat terhadap syiir Madura karya Kh. Musfik Al-Karawi. Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 3(1), 155–165. https://doi.org/10.61132/ikhlas.v3i1.1836

Sadriani, A., Kamaruddin, S. A., Adam, A., & Ahmadin, A. (2026). Perempuan sebagai agen pendidikan informal anak dalam penguatan karakter berbasis budaya: Studi pada masyarakat adat Legian, Bali. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 568–579. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.10043

Setiadi, G. (2024). Bahasa sebagai simbol peradaban kehidupan manusia dalam berkomunikasi dan bersosialisasi. Asmaraloka: Jurnal Pendidikan, Seni, dan Budaya, 2(1), 1–24. https://doi.org/10.55210/asmaraloka.v2i1.332

Siregar, A. M. J. A. K. (2020). Kearifan lokal cerita rakyat masyarakat Kabupaten Karimun Kepulauan Riau. Jermal, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.31629/jermal.v1i1.2105

Situmorang, A., Ghipari, M., Halawa, E., Siahaan, D., Ramadhani, N., Bawamenewi, Y., Sitohang, F., & Siahaan, G. (2025). Peran bahasa dalam membentuk identitas budaya dan budaya. Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 4(2), 186–189. https://doi.org/10.62379/jishs.v4i2.3641

Sunardi, S., Widiarto, T., & Nugroho, L. A. (2023). The implementation of process approach to increase university students’ historical academic writing skills based on oral stories in SWCU. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(1), 75–88. https://doi.org/10.24246/j.jk.2023.v10.i1.p75-88

Suroso, E., Sumarlam, Rohmadi, M., & Sumarwati. (2023). Mystical implicature of Javanese mantras: From lingual to transcendental? Theory and Practice in Language Studies, 13(9), 2384–2391. https://doi.org/10.17507/tpls.1309.26

Takwa, T., Arafah, B., Sopiandy, D., Taqfiah, S. J., & Arafah, A. N. B. (2022). Humanistic values in metaphoric expressions of traditional marriage in Tolaki Mekongga Kolaka. Theory and Practice in Language Studies, 12(8), 1602–1608. https://doi.org/10.17507/tpls.1208.16

Ulimawati, Y., Supriyono, S., & Rahayuningsih, S. (2025). Pemeliharaan bandeng kawak untuk Festival Lelang Bandeng Kabupaten Sidoarjo sebagai pembelajaran kontekstual berbasis proyek. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(4), 1760–1770. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8556

Ulinsa, U., Golontalo, D., & Syahrul, N. (2022). Representasi nilai estetis dalam syair Karambangan suku Pamona (Aesthetic value representation in the Karambangan poem of the Pamona tribe). Indonesian Language Education and Literature, 7(2), 401–414. https://doi.org/10.24235/ileal.v7i2.9404

Uluum, D. C., Riswar, H., Prihartini, Y., Musli, Mustar, M., & Umasugi, M. K. (2025). Seloko adat Melayu Jambi: Refleksi kearifan lokal dalam tradisi dan budaya masyarakat Melayu Jambi. Rihlah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, 13(1), 1–14. https://doi.org/10.24252/rihlah.v13i01.56778

Umami, A. S., & Prihantini, P. (2020). Gaya bahasa perbandingan pada kumpulan puisi dalam pembelajaran sastra di SMA. El-Banar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 3(1), 14–26. https://doi.org/10.54125/elbanar.v3i1.40

Winarti, W., & Amri, S. H. (2020). Sastra lisan sebagai refleksi kearifan lokal dalam menjaga sikap, perilaku, dan etika. Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 1(2), 139–156. https://doi.org/10.53565/sabbhatayatra.v1i2.259

Wowor, M., Syamsuddin, S., Agustan, A., & Nuraeni, I. (2026). Ethnosemiotic analysis of verbal and nonverbal symbols in Torompio traditional dance of the Pamona ethnic group, Central Sulawesi. Journal Evaluation in Education (JEE), 7(1), 221–229. https://doi.org/10.37251/jee.v7i1.2288

Downloads

Published

2026-10-09

How to Cite

Bulu, L. A., Leu, Y. Y. M., & Keban, S. K. K. (2026). GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM SYAIR TARIAN SOLE OHA PADA MASYARAKAT DESA DANIBAO KECAMATAN ADONARA BARAT KABUPATEN FLORES TIMUR. TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 6(4), 3270–3280. https://doi.org/10.51878/teaching.v6i4.15907

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.