HUBUNGAN PENGGUNAAN GAME TIDAK SESUAI USIA DENGAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA 4–6 TAHUN
DOI:
https://doi.org/10.51878/teaching.v6i4.15899Keywords:
Game Tidak Sesuai Usia, Kemampuan Bahasa, Anak Usia DiniAbstract
The rapid advancement of digital technology has increasingly exposed young children to various online games, including those originally designed for older age groups. Exposure to age-inappropriate games is suspected to affect children's language ability, given that children aged 4–6 years are in a stage of imitating and absorbing linguistic stimuli from their surrounding environment. This study aims to analyze the relationship between the use of age-inappropriate games and the level of language ability of children aged 4–6 years at TK IT As-Salam, Malang City, based on parents' perceptions. The study employed a quantitative correlational approach with a purposive sampling technique involving 73 parents as respondents. Data were collected through a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability, then analyzed using normality tests, linearity tests, and Pearson Product Moment correlation with the assistance of SPSS. The results showed that the data were normally distributed and the relationship between variables was linear. The Pearson correlation test produced a correlation coefficient of 0.798 with a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant, strong, and positive relationship between the use of age-inappropriate games and children's language ability. These findings underscore the importance of parental supervision and collaboration with educators in selecting age-appropriate digital game content to support optimal child language development.
ABSTRAK
Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mendekatkan anak usia dini pada berbagai jenis permainan daring, termasuk permainan yang sebenarnya dirancang untuk kelompok usia yang lebih tua. Paparan terhadap game yang tidak sesuai usia diduga dapat memengaruhi kemampuan bahasa anak, mengingat anak usia 4–6 tahun berada pada tahap meniru dan menyerap rangsangan bahasa dari lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara penggunaan game tidak sesuai usia dengan kemampuan bahasa anak usia 4–6 tahun di TK IT As-Salam Kota Malang berdasarkan persepsi orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling terhadap 73 orang tua sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji linearitas, dan korelasi Pearson Product Moment berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan hubungan antarvariabel bersifat linear. Uji korelasi Pearson menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,798 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan, kuat, dan searah (positif) antara penggunaan game tidak sesuai usia dengan kemampuan bahasa anak. Temuan ini menegaskan pentingnya pengawasan orang tua dan kolaborasi dengan pendidik dalam memilih konten permainan digital yang selaras dengan tahap perkembangan anak guna mendukung perkembangan bahasa secara optimal.
Downloads
References
Abidin, M. K., & Latipah, E. (2024). Penggunaan gadget terhadap perkembangan bahasa anak usia dini. Kumaracitta: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 70–77. https://doi.org/10.63577/kum.v1i02.86
Ananda, R., & Murni, I. (2022). Pengaruh game online terhadap perkembangan perilaku buruk bahasa anak usia sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(6), 10586–10589. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i6.4258
Anjarwati, F., Farid, M., Zulkepli, A. A., & Ali, S. (2024). Keterlibatan anak dalam game simulasi perang: Tantangan bahasa dan komunikasi. EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar, 8(2), 28–39. https://doi.org/10.26740/eds.v8n2.p28-39
Asniah, F., & Depalina, S. (2025). Strategi orangtua dalam mengontrol penggunaan gadget agar bahasa anak berkembang dengan baik. Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset, 3(2), 225–231. https://doi.org/10.65311/pedagogik.v3i2.1640
Dewi, A. K., Yulianingsih, Y., & Hayati, T. (2019). Hubungan antara penggunaan gadget dengan perkembangan bahasa anak usia dini di kelompok B RA Al Wafi Kecamatan Panyileukan Kota Bandung berkualifikasi. JAPRA: Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal, 2(1), 83–92. https://doi.org/10.15575/japra.v2i1.4892
Fadilah, N., & Depalina, S. (2025). Peran permainan interaktif dalam pengembangan bahasa anak usia dini. Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora, 2(5), 1–11. https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i5.1161
Hamidah, N. H., & Fauziah, I. P. (2020). Permasalahan perkembangan bahasa anak usia dini dan faktor yang mempengaruhinya. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 30–38. https://doi.org/10.31004/jpaud.v1i1.1205
Hanifah, D. A., Ismail, D. H., & Akbar, M. Y. (2025). Pengaruh game online terhadap perilaku emosional dan komunikasi interpersonal anak: Studi literatur. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(1), 208–213. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i1.398
Hasibuan, N. S. P., Djalal, I., & Hasibuan, M. A. (2022). Studi kasus dampak game online terhadap perkembangan anak usia dini. Pendidikan dan Anak Usia Dini, 2(1), 105–116. https://doi.org/10.31004/paud.v2i1.1450
Iswan, I., & Kusmawati, A. (2015). Pengaruh online game terhadap perkembangan bahasa anak. Jurnal Teknodik, 19(1), 12–23. https://doi.org/10.32550/teknodik.v19i1.142
Kamilah, U., Rihlah, J., Fitriyah, F. K., & Syaikhon, M. (2020). Pengaruh perilaku kecanduan gawai terhadap perkembangan bahasa pada anak usia dini. Child Education Journal, 2(2), 61–67. https://doi.org/10.33086/cej.v2i2.1587
Khairunnisa, G. A., Rachmah, H., & Afrianti, N. (2025a). Dampak media sosial TikTok terhadap kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun. Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education, 5(2), Article 18383. https://doi.org/10.29313/bcsecte.v5i2.18383
Khairunnisa, G. A., Rachmah, H., & Afrianti, N. (2025b). Dampak media sosial TikTok terhadap kemampuan bahasa anak. Jurnal Riset Pendidikan Guru PAUD, 5(2), 115–120. https://doi.org/10.29313/jrpgp.v5i2.8287
Kustiawan, U. (2025). Peran orang tua dalam menstimulasi perkembangan bahasa Madura anak usia dini di TK Masjid Agung Sumenep. SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(1), 21–27. https://doi.org/10.59632/sjpp.v3i1.374
Kustiawan, U., Astuti, W., & Anisa, N. (2023). Pemanfaatan model-model boneka untuk pengembangan kemampuan bahasa anak usia dini. Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 6(1), 74–80. https://doi.org/10.17977/um050v6i1p74-80
Maharani, T., Febriani, A. N., Ismaidin, S. A., Pulungan, H., Amelia, R., Sulistyani, S., Syahkila, N. A., Herman, H., & Harahap, R. (2025). Bahasa dalam genggaman: Analisis peran media sosial dan konten edukatif dalam pemerolehan bahasa anak. JERUMI: Journal of Education, Religion, Humanities and Multidisciplinary, 3(2), 435–441. https://doi.org/10.57235/jerumi.v3i2.7221
Nilawati, N., Riswan, R., Yeniwati, D., & Rafindo, R. (2022). Game edukasi pengenalan huruf dan angka usia dini. Jurnal Akademika, 14(2), 95–100. https://doi.org/10.53564/akademika.v14i2.867
Padilah, N. (2024). Dampak penggunaan game online terhadap perilaku bahasa anak usia dini di Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. A?-?iby?n: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 177–192. https://doi.org/10.32678/as-sibyan.v9i2.1892
Patel, R., McQueen, E., & Gold, C. (2025). Balancing digital media exposure: Enhancing language and social development in early childhood. Pediatrics in Review, 46(5), 245–257. https://doi.org/10.1542/pir.2024-006413
Retmayanti, P. Y., Anadhi, I. M. G., & Putra, I. B. K. S. (2023). Pengaruh game mobile terhadap kepribadian sosial anak usia dini pada taman kanak-kanak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 3291–3300. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.4552
Septyani, R. A., Lestari, P., & Suryawan, A. (2021). Penggunaan gadget pada anak: Hubungan pengawasan dan interaksi orang tua terhadap perkembangan bicara dan bahasa anak. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 6(3), 121–130. https://doi.org/10.14421/jga.2021.63-02
Simbolon, Y., Sigiro, L., Lumbantoruan, R., Sembiring, T., Sihite, E., Maharani, D., Sitorus, J., Harahap, R., & Herman, H. (2025). Pengaruh lingkungan sosial dan teknologi dalam pemerolehan bahasa anak di era digital. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(4), 5268–5273. https://doi.org/10.53769/deiktis.v5i4.2647
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sundqvist, A., Koch, F., Thornberg, U. B., Barr, R., & Heimann, M. (2021). Growing up in a digital world – Digital media and the association with the child’s language development at two years of age. Frontiers in Psychology, 12, Article 569920. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.569920
Syarofi, M., Nurul, S., & Hidayah, A. (2024). Pencegahan ketergantungan game online pada anak usia dini. Journal of Smart Community Service, 2(1), 12–26. https://doi.org/10.31004/jscs.v2i1.1205
Thaharah, A., & Mayar, F. (2022). Dampak game online terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Al-Mukhlisin Pasaman Barat. JCE (Journal of Childhood Education), 6(2), 389–398. https://doi.org/10.30736/jce.v6i2.1110
Toth, C., Osser, B., Osser, G., Bondar, L. I., Fazakas, R., Pa?cal?u, N. A., Suciu, R. N., Toderescu, C. D., & Dogaru, B. G. (2026). Screen time, digital content quality, and parental mediation as predictors of linguistic and pragmatic development: Implications for pediatric and preventive health. Children, 13(1), Article 157. https://doi.org/10.3390/children13010157
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













