ANALISIS MAKNA KONTEKSTUAL DALAM TUTURAN ADAT RITUAL BELO HOWEK, DESA LEWOKLUOK, KECAMATAN DEMON PAGONG, KABUPATEN FLORES TIMUR

Authors

  • Elisabeth Ene Lein Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka
  • Sirilus Karolus Keroponama Keban Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka
  • Imelda Oliva Wissang Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka

DOI:

https://doi.org/10.51878/teaching.v6i3.15385

Keywords:

Makna Kontekstual, Tuturan Adat, Ritual

Abstract

Traditional speech in the oral traditions of the Lamaholot community in Lewokluok Village faces extinction due to minimal intergenerational transmission and sociocultural modernization. Systematic documentation and semantic decoding of this sacred speech are imperative to preserve indigenous cosmological values, moral philosophy, and local cultural identity. This study aims to describe and reveal the contextual meaning contained in the traditional ritual speech of belo howek in Lewokluok Village, Demon Pagong District, East Flores Regency. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were gathered from tribal elders through participant observation, non-participant observation, audiovisual recording, and field note-taking using observation sheets and interview guides. Data analysis was carried out through transcription, interlinear gloss translation, data identification, and contextual semantic interpretation using Pateda’s framework. The results indicate that five types of context construct meaning in the belo howek ritual speech across the bau baku and eten bine (mula madu) stages: the person context referring to God (Lera Wulan Tanah Ekan) and the ancestors, the purpose context embodying supplication for ancestral blessing and ritual offerings, the situation context reflecting solemn communal solidarity, the mood context radiating inner joy and reverence, and the place context centered at the Kabelen clan house and the sacred spring Wai Maki. In conclusion, the belo howek ritual speech serves as a living cultural representation of the agrarian Lewokluok community that binds harmonious relationships among humanity, the cosmos, and the transcendent creator.

ABSTRAK

Tuturan adat dalam ritual tradisi lisan masyarakat Lamaholot di Desa Lewokluok menghadapi ancaman kepunahan akibat minimnya pewarisan generasi muda dan pergeseran zaman. Dokumentasi serta pembongkaran makna tuturan sakral ini sangat mendesak agar sistem nilai budaya, kosmologi, dan identitas kultural lokal tetap lestari dan terwariskan secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengungkap makna kontekstual yang terkandung dalam tuturan ritual adat belo howek di Desa Lewokluok, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dari tua-tua adat melalui teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, rekam, dan catat dengan instrumen pedoman observasi serta panduan wawancara. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui transkripsi, penerjemahan gloss, identifikasi data, dan interpretasi semantik kontekstual menurut kerangka teori Pateda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis konteks yang membentuk pemaknaan dalam tuturan ritual belo howek pada tahapan bau baku dan eten bine (mula madu), yaitu konteks orangan yang merujuk pada Tuhan (Lera Wulan Tanah Ekan) dan para leluhur, konteks tujuan berupa permohonan restu dan penyerahan persembahan, konteks situasi yang mencerminkan kekhidmatan prosesi komunal, konteks suasana hati yang sarat dengan kegembiraan dan penghormatan batin, serta konteks tempat yang berpusat pada rumah adat suku Kabelen dan mata air sakral Wai Maki. Dengan demikian, tuturan ritual belo howek bukan sekadar untaian kata estetis, melainkan representasi keutuhan filosofi hidup masyarakat agraris Lewokluok yang mengikat relasi harmonis antara manusia, alam semesta, dan sang pencipta.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustin, N. (2025). Analisis bentuk, fungsi, dan makna tuturan M’bei’i dalam ritual kematian masyarakat Kutai Adat Lawas Desa Kedang Ipil. Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 9(1), 161–167. https://doi.org/10.25157/literasi.v9i1.18427

Agustin, S. R., Armariena, D. N., & Hetilaniar, H. (2023). Variasi dialek bahasa Jawa ngoko, krama dan krama inggil di Daerah OKU Timur (kajian dialektologi). Indonesian Research Journal on Education, 3(2), 980–988. https://doi.org/10.31004/irje.v3i2.106

Amral, S., & Ulfah, S. D. (2020). Analisis kalimat imperatif pada tuturan masyarakat Desa Teluk Raya Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi (kajian pragmatik). Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 232–241. https://doi.org/10.33087/aksara.v3i2.136

Anjani, S. D., & Siregar, I. (2023). Health vitality of the Betawi language in the future in Jakarta: A sociolinguistic study. Formosa Journal of Sustainable Research, 2(3), 623–640. https://doi.org/10.55927/fjsr.v2i3.3521

Balan, O. F., Humaira, H., & Hermoyo, R. P. (2026). Analisis kesalahan berbahasa siswa SD melalui penelitian tindakan kelas. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(2), 609–620. https://doi.org/10.51878/learning.v6i2.9684

Bata, F. (2020). Tuturan dalam upacara Tu Ana sebagai warisan budaya lokal masyarakat Mukusaki Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende. Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(1), 55–64. https://doi.org/10.37478/rjpbsi.v1i1.513

Daar, G. F., & Gunas, T. (2025). Ideology and meaning in ritual lexicons: A dialectical eco-linguistic analysis of the Teing Hang Woja text in the Manggarai speech community. Notion: Journal of Linguistics, Literature, and Culture, 7(2), 262–283. https://doi.org/10.12928/notion.v7i2.14073

Ertinawati, Y. (2020). Analisis variasi kata sapaan antara penjual dan pembeli di Pasar Induk Cikurubuk Tasikmalaya ditinjau dari perspektif pragmatik. LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 10(2), 115–125. https://doi.org/10.23969/literasi.v10i2.3027

Farhaeni, M., & Martini, S. (2024). Bahasa dalam membentuk interaksi sosial dan identitas budaya. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Juispol), 4(1), 54–63. https://doi.org/10.30742/juispol.v4i1.3786

Feo, A., & Djawa, A. (2021). Bentuk, fungsi, dan makna tuturan adat Pua Mnasi Manu Mnasi pada masyarakat Dawan di Desa Fenun Kecamatan Amanatun Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Bianglala Linguistika: Jurnal Linguistik, 9(2), 1–22. https://doi.org/10.32678/bianglala.v9i2.1245

Harun, H., & Asrini, H. W. (2026). Performatif bahasa ritual Cucurangi Togo Lasalimu dalam pembelajaran bahasa Indonesia berbasis budaya lokal. EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 6(3), 1838–1847. https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.11741

Kurniawaty, I., Afidah, N. N., & Faiz, A. (2022). Kesantunan berbahasa sebagai aktualisasi nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa. EDUKATIF: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(2), 2156–2163. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i2.2422

Lureng, S. W., Lemba, V., & Lawet, P. W. (2023). Makna tuturan Koda Geto dalam ritual perkawinan masyarakat Lamawalang Kabupaten Flores Timur. Social Science Academic, 1(2), 131–140. https://doi.org/10.37680/ssa.v1i2.3468

Mailani, O., Nuraeni, I., Syakila, S. A., & Lazuardi, J. (2022). Bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan manusia. Kampret Journal, 1(2), 1–10. https://doi.org/10.35335/kampret.v1i2.8

Mamatova, A., Eshankulova, A., Abdunazarova, Z., Atadjanova, S., Ziyavitdinova, G., Sharofov, S., Djumayeva, D., Axmedjanova, F., & Mamaraimova, Z. (2025). The influence of language on environmental advocacy for aquatic conservation in multicultural coastal societies. International Journal of Aquatic Research and Environmental Studies, 5(2), 757–768. https://doi.org/10.70102/ijares/v5i2/5-2-66

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Niman, E. M., Tapung, M. M., Ntelok, Z. R. E., & Darong, H. C. (2023). Kearifan lokal dan upaya pelestarian lingkungan air: Studi etnografi masyarakat adat Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 13(1), 1–16. https://doi.org/10.17510/paradigma.v13i1.1160

Pande, R. (2023). Bahasa dan budaya (bahasa dan komunikasi). Intelek Manifes Media.

Pateda, M. (1986). Semantik leksikal. Nusa Indah.

Prawiyogi, A. G. (2025). Bahasa dan sastra Indonesia: Buku referensi untuk guru dan siswa SD. Indonesia Emas Group.

Purmasari, I., Angkasa, M. B. B., & Hermoyo, R. P. (2026). Analisis sosiolinguistik variasi bahasa dan sistem sapaan dalam interaksi sosial santri. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(1), 445–456. https://doi.org/10.51878/learning.v6i1.9354

Sinaga, D. A., Sihite, E., Sitanggang, F. R., Febriana, I., Sinaga, L., Lumbantoruan, S. D., & Silalahi, W. D. C. (2025). Dampak penggunaan bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia pada anak usia dini. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(7), 89–98. https://doi.org/10.5281/zenodo.socius.v2i7.1220

Subhani, A., Hadi, M. S., Agustina, S., Murdi, L., & Haerudin, H. (2024). Eksplorasi nilai-nilai edukasi konservasi mata air pada tradisi Ngalun Aik di Lombok Timur. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan, 10(2), 297–312. https://doi.org/10.29408/jhm.v10i2.25803

Sumarto, S. (2018). Budaya, pemahaman dan penerapannya: "Aspek sistem religi, bahasa, pengetahuan, sosial, kesenian dan teknologi". Jurnal Literasiologi, 1(2), 16–29. https://doi.org/10.47783/literasiologi.v1i2.49

Tarigan, E. R. (2025). Analisis makna tuturan dalam upacara Ngelegi Besi Mersik (tumbuk lada) dalam masyarakat Karo di Desa Namo Serit Kabupaten Deli Serdang kajian: Semantik. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(2), 159–165. https://doi.org/10.61722/jipm.v3i2.812

Yani, J., Hadi, S., Roziah, R., & Liswati, K. N. (2023). Diagnostik pragmatik tindak tutur akses wacana produk iklan bedak di televisi. Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual, 8(4), 852–861. https://doi.org/10.28926/briliant.v8i4.1649

Yotolembah, A. N. I. G., Ruslan, H., Ulinsa, S. P., Halifah, N., Harisah, S., Martutik, M. P., & Marfuah, J. (2023). Bahasa Indonesia dalam karangan ilmiah: Kaidah, analisis kesalahan, dan solusi praktis. Kaizen Media Publishing.

Downloads

Published

2026-09-09

How to Cite

Lein, E. E., Keban, S. K. K., & Wissang, I. O. (2026). ANALISIS MAKNA KONTEKSTUAL DALAM TUTURAN ADAT RITUAL BELO HOWEK, DESA LEWOKLUOK, KECAMATAN DEMON PAGONG, KABUPATEN FLORES TIMUR. TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 6(3), 3067–3077. https://doi.org/10.51878/teaching.v6i3.15385

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)