DINAMIKA PERAN TOKOH NON-STRUKTUR DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN PEMBANGUNAN DIDESA UMAMANU
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v5i2.6197Keywords:
Tokoh Non-struktural, Pengambilan Keputusan, Pembangunan desa, Dualisme kekuasaan, Kearifan lokalAbstract
This study discusses the role of non-structural figures in decision-making and development of Umamanu village, Lewa Tidahu District, East Sumba Regency. Traditional figures, religious figures, and community leaders have great influence in village government. Their existence is the main guide in decision-making and development. The purpose of the study is to analyze the role of non-structural figures in the decision-making and development process by looking at how they interact and collaborate with the government and the real impact of their role on community participation and sustainable development. This study uses a qualitative descriptive method, with a field study approach focusing on deliberation activities, interactions between non-structural figures and the village government and the community. With data collection techniques using observation, interviews, documentation. The results of this study indicate that there is a dualism of power between the formal government structure and non-structural figures, where the cultural legitimacy of non-structural figures is the key to the success or failure of the Umamanu village development program. The community listens more to the direction of non-structural figures because of strong emotional, cultural, and historical ties.
ABSTRAK
Penelitian ini membahas peran tokoh non-struktural dalam pengambilan keputusan dan pembangunan desa Umamanu, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur. Tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat memiliki pengaruh besar di dalam pemerintahan desa. Keberadaan mereka menjadi petunjuk utama dalam pengambilan keputusan, dan pembangunan. Tujuan penelitian yaitu menganalisis bagaimana peran tokoh non-struktural dalam proses pengambilan keputusan dan pembangunan dengan melihat cara mereka berinteraksi, dan berkolaborasi dengan pemerintah serta dampak nyata peran mereka terhadap partisipasi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan yang bersifat studi lapangan dengan fokus pada kegiatan musyawara, interaksi antara tokoh non-struktural dan pemerintah desa serta masyarakat. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya dualisme kekuasaan antara struktur pemerintah formal dan tokoh non-struktur, dimana lagitimasi budaya yang di miliki tokoh non-struktur menjadi kunci keberhasilan atau kegagalan program pembangunan desa Umamanu. Masyarakat lebih mendengarkan arahan tokoh non-struktural karena ikatan emocional, kultural, dan historis yang kuat.
Downloads
References
Anggraeni, F. D., & Hidayat, R. (2020). Penguatan identitas sebagai strategi bertahan warga adat Sunda Wiwitan. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 2(2), 75. https://doi.org/10.52483/ijsed.v2i2.27
Ardiyasa, G. G., & Rahayu, E. (2022). Implementasi kebijakan smart kampung di Kabupaten Banyuwangi. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 8(4), 712. https://doi.org/10.25157/moderat.v8i4.2863
Arifin, M. Z. (2018). Pengelolaan anggaran pembangunan desa di Desa Bungin Tinggi, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Jurnal Thengkyang, 1(1), 1–21.
Arsjad, M. F. (2018). Peranan aparat desa dalam pelaksanaan administrasi pemerintahan desa di Desa Karyamukti Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo. Gorontalo Journal of Public Administration Studies, 1(1)1, 16–32.
Diwangga, D. G. (2021). Pengembangan potensi desa oleh pemerintah desa di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. E-Jurnal Inskripsi. http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/862
Hamdan, H., et al. (2023). Partisipasi tokoh masyarakat dalam pembangunan di Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi Negara, 1.
Hamzah, M. A., & Ariana, A. (2024). Kinerja pemerintahan desa (studi terhadap pembangunan infrastruktur jalan di Desa Turu Cinnae). Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 9(4), 291. https://doi.org/10.36982/jpg.v9i4.4445
Hidayatulloh, M. F., & Yani, M. T. (2021). Peran tokoh masyarakat dalam pembangunan desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 10.
Hutasoit, A., et al. (2024). Peran kepemimpinan lokal dalam pengambilan keputusan di Desa Marindal 1. Innovative: Journal of Social Science Research, 4.
Kartina, M., & Idrus, I. I. (2023). Peran pemimpin nonformal dalam pelaksanaan pembangunan di Desa Kayuangin, Kecamatan Malunda, Sulawei Barat. Jurnal Ekonomi Dan Riset Pembangunan, 1.
Lanur, V. S. C., & Martini, E. (2015). Pengembangan desa wisata Wae Rebo berdasarkan kearifan lokal. Jurnal PLANESA, 6(2).
Mubyarto. (1991). Kajian sosial ekonomi desa-desa perbatasan di Kalimantan Timur. Aditya Media.
Pujiningsih, S. (2019). The village development in village autonomy context based on community empowerment (the implementation of Act Number 6 of 2014 concerning villages). Syariah: Jurnal Hukum Dan Pemikiran, 19(2), 131. https://doi.org/10.18592/sjhp.v19i2.3121
Rijal, M. S., et al. (2021). Akuntabilitas, transparansi, partisipasi masyarakat dan pengelolaan alokasi dana desa untuk meningkatkan good village governace. E-Jurnal Akuntansi, 31(12), 3301. https://doi.org/10.24843/eja.2021.v31.i12.p20
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2001). Perilaku organisasi: Organizational behavior. Salemba Empat.
Rohaedi, E., et al. (2019). Mekanisme pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Palar | Pakuan Law Review, 5(2). https://doi.org/10.33751/palar.v5i2.1192
Soekanto, S., & Sulistyowati, B. (2006). Sosiologi suatu pengantar. Rajawali Pers.
Soetomo. (2011). Pembangunan masyarakat: Merangkai sebuah kerangka. Pustaka Pelajar.
Suparmini, S., et al. (2015). Pelestarian lingkungan masyarakat Baduy berbasis kearifan lokal. Jurnal Penelitian Humaniora, 18(1). https://doi.org/10.21831/hum.v18i1.3180
Titaley, E., & Watloly, A. (2021). The cultural values of the island’s indigenous people. Sosiohumaniora, 23(3), 313. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v23i3.28235
Wignjosoebroto, S. (2002). Hukum: Paradigma, metode, dan dinamika masalahnya. Elsam: HuMa.
Yusuf, M., & Effendi, G. N. (2020). Ekstensi pemangku adat dalam pengambilan keputusan desa di Kerinci. Tanah Pilih, 1.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













