KOLABORASI MEDIA SOSIAL DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN DESA WISATA STUDI KASUS DESA WISATA NGLANGGERAN KAPANEWON PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5730Keywords:
Media Sosial, Kolaborasi Digital, Keberhasilan Desa WisataAbstract
Nglanggeran Tourist Village is one of the most successful tourist villages in Gunungkidul Regency, Yogyakarta Special Region (DIY), having received various national and international awards. Its success is not solely based on the uniqueness of its natural and cultural potential, but also on effective communication and promotional strategies, including the use of social media. This study aims to analyze the forms of social media collaboration carried out by the Nglanggeran Tourist Village management, tourism actors, the community, private sector, and external parties in enhancing visibility and tourist visits. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. The results of the study conclude that collaboration in the form of social media content, as well as digital literacy training, are key to strengthening Nglanggeran's brand image as a community-based tourist village. Social media also accelerates the dissemination of information and reinforces cross-platform promotional networks.
ABSTRAK
Desa Wisata Nglanggeran merupakan salah satu desa wisata sukses di Kabupaten Gunungkidul DIY, yang memperoleh berbagai macam penghargaan, baik tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilannya tidak hanya bertumpu pada keunikan potensi alam dan budaya lokal, tetapi juga pada strategi komunikasi dan promosi yang efektif, termasuk pemanfaatan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kolaborasi media sosial yang dilaksanakan oleh pengelola Desa Wisata Nglanggeran, pelaku pariwisata, Masyarakat, swasta dan pihak eksternal dalam meningkatkan visibilitas dan kunjungan wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kolaborasi dalam bentuk konten media sosial, serta pelatihan literasi digital menjadi kunci dalam memperkuat brand image Nglanggeran sebagai desa wisata berbasis komunitas. Media sosial juga mempercepat proses penyebaran informasi dan memperkuat jejaring promosi lintas platform.
Downloads
References
Abdullah, S., et al. (2014). Public tourism infrastructure: Challenges in the development and maintenance activities. SHS Web of Conferences, 12, 01096. https://doi.org/10.1051/shsconf/20141201096
Destanto, K. (2022). Prospects and strategies for developing sustainable city tourism in the Sultan Siak tourism destination at Pekanbaru City in the adaptation of new habits. Jurnal Pariwisata Pesona, 7(1), 139. https://doi.org/10.26905/jpp.v7i1.7308
Junaenah, I. (2022). Melokalkan hak asasi manusia melalui kepariwisataan inklusif: Landasan pembaharuan peraturan daerah Provinsi Jawa Barat tentang penyelenggaraan kepariwisataan. Jurnal Legislasi Indonesia, 19(3), 320. https://doi.org/10.54629/jli.v19i3.928
Kelvin, K., et al. (2022). Kolaborasi model penta helix dalam mewujudkan smart village Pondok Ranji. J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan), 7(November), 1–15. https://doi.org/10.33701/j-3p.v7i2.2587
Krisnawati, I. (2021). Program pengembangan desa wisata sebagai wujud kebijakan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi pasca covid dan implementasinya (sebuah studi literatur). Transparansi: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi, 4(2), 211–221. https://doi.org/10.31334/transparansi.v4i2.1974
Larisu, Z., & Aslim, L. O. (2024). Analisis kemitraan berbasis pentahelix dalam komunikasi publik pada forum pendampingan, komunikasi dan. Journal Publicuho, 7(4), 2161–2177.
Masitah. (2019). Pengembangan desa wisata oleh pemerintah Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 6(3), 45.
Moreta, A., & Harirah, Z. (2023). Collaborative governance dalam pengembangan desa wisata Nagari Tuo Pariangan pada tahun 2021-2022. Journal of Social and Policy Issues, 106. https://doi.org/10.58835/jspi.v3i3.180
Murtomo, B. A., et al. (2017). Mapping of urban texture on interest heritage buildings in Semarang. MODUL, 16(2), 110. https://doi.org/10.14710/mdl.16.2.2016.110-115
Muttaqin, I., et al. (2018). Perencanaan bumi perkemahan Alun-Alun Suryakencana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Jurnal Arsitektur Lansekap, 4(1), 28. https://doi.org/10.24843/jal.2018.v04.i01.p04
Nashir. (2023). Kolaborasi pentahelix untuk mendorong pemberdayaan UMKM di Desa Pabean Udik. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat, 61–71.
Persada, H. E., & Aji, K. B. (2021). Examining social capital-formed resilience strategy in the tourist destination during the pandemic of COVID-19: A case of Nglanggeran Tourism Village, Indonesia. Asean Journal on Hospitality and Tourism, 19(3), 264. https://doi.org/10.5614/ajht.2021.19.3.07
Pugra, I. W., et al. (2021). Kolaborasi pentahelix untuk pengembangan Desa Timpag menuju desa wisata berbasis green tourism. Bhakti Persada, 7(2), 111–120. https://doi.org/10.31940/bp.v7i2.111-120
Rainanto, B. H., et al. (2023). Strategy for sustainable tourism village development case study of Kampung Lahang, Indonesia. Journal of Tourism and Economic, 6(2), 122. https://doi.org/10.36594/jtec/e6v6n28a9
Susilawati, C. (2023). Identification and efectiveness of halal tourism laws in Indonesia. Journal of Islamic Economic Laws, 6(2), 110. https://doi.org/10.23917/jisel.v6i2.22597
Sutrisno, S. (2022). Sinergi pentahelix melalui media online dalam mewujudkan kampus bersih narkoba Kota Bandung. Linimasa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 114–132. https://www.journal.unpas.ac.id/index.php/linimasa/article/view/4918
Trishananto, Y., et al. (2024). Formulating policies for halal tourism in Indonesia based on Islamic law. Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam Dan Kemanusiaan, 24(1), 47. https://doi.org/10.18326/ijtihad.v24i1.47-70
Utami, I. J. (2023). Pengembangan pariwisata berbasis budaya berdasarkan UU No. 10 Tahun 2009 di Provinsi Banten. Prosiding Seminar Nasional Komunikasi Administrasi Negara Dan Hukum, 1(1), 301. https://doi.org/10.30656/senaskah.v1i1.242
Waluya, B., et al. (2021). Kajian nilai-nilai saba budaya baduy sebagai modal sosial untuk menjaga lingkungan dari ancaman kerusakan akibat pariwisata. SOSIETAS, 11(2), 191. https://doi.org/10.17509/sosietas.v11i2.41617
Zulfiyanda, Z., et al. (2025). Legal certainty for halal tourism in the implementation of Islamic sharia in Aceh Province. Jurnal Akta, 12(2), 364. https://doi.org/10.30659/akta.v12i2.44857
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













