NILAI-NILAI SEJARAH DAN BUDAYA DALAM LANSKAP KAWASAN PADUSAN SEBAGAI WARISAN LOKAL

Authors

  • Indah Amalia Universitas Negeri Surabaya
  • Adinda Putri Fandriya Universitas Negeri Surabaya
  • Suci Aini Salsabila Universitas Negeri Surabaya
  • Mayla Indah Prihar Anggraini Universitas Negeri Surabaya
  • Warodil Aqwalil Auliya Universitas Negeri Surabaya
  • Aisyah Firly Wulan Januari Universitas Negeri Surabaya
  • Sugiantoro Sugiantoro Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.51878/social.v6i2.10749

Keywords:

Lanskap Budaya, Nilai Sejarah, Padusan, Pariwisata Berbasis Budaya

Abstract

Padusan in Pacet District, Mojokerto Regency represents a cultural landscape formed through long-term historical interactions between humans and the environment. This landscape not only reflects its physical characteristics but also embodies symbolic meanings, historical values, and cultural practices preserved within the community’s collective memory. These values are reflected in Grenjengan Waterfall as a cultural space perceived as a sacred water source, the Mbah Melati shrine as a center of spiritual activities, and the Padusan hot spring which demonstrates the continuity of natural resource utilization. These elements illustrate the interconnection of ecological, social, and cultural dimensions that shape local identity. This study employs a qualitative approach. The findings indicate a transformation of the landscape’s function from a sacred and utilitarian space into a tourism destination oriented toward recreational and economic interests, leading to a reduction in its historical and cultural meanings. Nevertheless, the multidimensional historical values remain preserved and hold potential to be developed as a foundation for educational-based tourism that strengthens local identity and cultural sustainability.

ABSTRAK

Padusan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto merupakan lanskap budaya yang terbentuk melalui interaksi historis antara manusia dan lingkungan. Lanskap ini tidak hanya mencerminkan aspek fisik, tetapi juga memuat nilai simbolik, historis, serta praktik budaya dalam memori kolektif masyarakat. Nilai tersebut tercermin pada Air Terjun Grenjengan sebagai ruang kultural yang dimaknai sebagai sumber air sakral, Punden Mbah Melati sebagai pusat aktivitas spiritual, serta pemandian air panas Padusan yang menunjukkan kesinambungan pemanfaatan sumber daya alam. Ketiga elemen tersebut merepresentasikan keterkaitan dimensi ekologis, sosial, dan kultural yang membentuk identitas lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan adanya transformasi fungsi lanskap dari ruang sakral dan utilitarian menjadi destinasi wisata yang berorientasi rekreatif-ekonomi, yang berdampak pada reduksi makna historis dan kultural. Meskipun demikian, nilai sejarah yang bersifat multidimensional masih bertahan dan berpotensi dikembangkan sebagai dasar pariwisata berbasis edukasi yang memperkuat identitas lokal dan keberlanjutan budaya.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhika, I. M., & Putra, I. D. G. A. D. (2020). Reinvigorating cultural landscapes for planning cultural tourism in Bali. GeoJournal of Tourism and Geosites, 33(4), 1462–1469. https://doi.org/10.30892/gtg.334spl03-594

Atharikusuma, D. (2022). Development strategy for Talang Semut areas as a heritage tourism destination in Palembang. Sriwijaya Journal of Environment, 7(3), 156–166. https://doi.org/10.22135/sje.2022.7.3.156-166

Brata, Y. R., & Wijayanti, Y. (2020). Dinamika budaya dan sosial dalam peradaban masyarakat Sunda dilihat dari perspektif sejarah. Jurnal Artefak, 7(1), 1. https://doi.org/10.25157/ja.v7i1.3380

Enda, E. (2020). Konstruksi sosial masyarakat percandian dalam pemeliharaan kearifan lokal. TEMALI: Jurnal Pembangunan Sosial, 3(2), 348–361. https://doi.org/10.15575/jt.v3i2.9496

Hehanussa, A., Saefullah, K., & Hadian, M. S. D. (2023). Tradisi pasawari: Sebuah pedoman pengembangan ethno-ecotourism di kali ama negeri hualoy, pulau seram, maluku. Panggung, 33(3). https://doi.org/10.26742/panggung.v33i3.2748

Hindersah, H., Agustina, I. H., & Chofyan, I. (2021). The spiritual path of pilgrimage tourism for sustainable development: Case-Desa Astana-Cirebon, Indonesia. International Journal of Sustainable Development and Planning, 16(4), 751–758. https://doi.org/10.18280/ijsdp.160415

Indratno, I., Widayati, N., Fardani, I., Pamungkas, M. R., & Kuntoro, S. H. (2021). Genius loci of Adat Karuhun Urang (AKUR) Cigugur community’s settlement. MIMBAR: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 37(2). https://doi.org/10.29313/mimbar.v37i2.8728

Jannah, D. R. N., & Atmojo, I. R. W. (2022). Pemanfaatan tradisi padusan dan kungkum di Boyolali dalam mengembangkan materi ajar ilmu pengetahuan alam di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(2), 2673–2680. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i2.2202

Liburd, J. J., Menke, B., & Tomej, K. (2023). Activating socio-cultural values for sustainable tourism development in natural protected areas. Journal of Sustainable Tourism, 32(6), 1182–1200. https://doi.org/10.1080/09669582.2023.2211245

Lukman, A., Syofiadisna, P., Adhityatama, S., Harriyadi, H., Mahardian, D. E., & Trisnawati, E. (2021). Alternatif model pemanfaatan berkelanjutan tinggalan budaya bawah air di Indonesia. Berkala Arkeologi, 41(2), 251–270. https://doi.org/10.30883/jba.v41i2.735

Magfirah, N. K., & Muhaimin, M. (2023). Local wisdom based tourism branding efforts on the site of Orang Kayo Hitam Jambi. Jurnal Komunikasi, 17(1), 25–37. https://doi.org/10.21107/ilkom.v17i1.15574

Marlina, M., Sumarmi, S., Astina, I. K., & Utomo, D. H. (2022). Traditional value of using cave water for sustainable ecotourism in Wakatobi regency, Indonesia. GeoJournal of Tourism and Geosites, 41(2), 621–627. https://doi.org/10.30892/gtg.41237-871

Nawangsari, E. R., & Rahmatin, L. S. (2022). Tantangan dan peluang pariwisata berbasis masyarakat di era new normal. Masyarakat Indonesia, 47(1), 91–104. https://doi.org/10.14203/jmi.v47i1.944

Niman, E. M., Tapung, M. M., Ntelok, Z. R. E., & Darong, H. C. (2023). Kearifan lokal dan upaya pelestarian lingkungan air: Studi etnografi masyarakat adat manggarai, flores, nusa tenggara timur. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 13(1), 1–16. https://doi.org/10.17510/paradigma.v13i1.1160

Pramartha, I. N. B. (2022). Representasi nilai kearifan lokal pada peninggalan sejarah di bali serta potensinya sebagai sumber pembelajaran sejarah. ULUL ALBAB: Jurnal Studi Islam, 10(2), 223. https://doi.org/10.24127/hj.v10i2.5587

Pratiwi, R., & Ruspianda, R. (2023). Tantangan sumberdaya manusia dalam pariwisata berkelanjutan (Studi kasus: Objek wisata pemandian air panas Desa Sungai Pinang). Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK), 2, 132–144. https://doi.org/10.36441/snpk.vol2.2023.110

Primaditya, K. T. (2022). Modernisasi kota: Saluran air bersih perpipaan di jawa masa kolonial. Lembaran Sejarah, 17(2), 171. https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.73174

Rahmat, K. D. (2021). Pelestarian cagar budaya melalui pemanfaatan pariwisata berkelanjutan. Jurnal Pariwisata Terapan, 5(1), 26. https://doi.org/10.22146/jpt.58505

Ridhoi, R., Restanti, N. A. D., & Sayono, J. (2022). Identifying historical and indigenous potency of Padusan village Mojokerto as a humanities and social sciences laboratory. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 7–17. https://doi.org/10.2991/978-2-494069-63-3_2

Roliyanti, R., Riyanto, K. B., & Febriyanto, F. (2026). Model tata kelola strategis destinasi multi-fungsi. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 10(1), 185–195. https://doi.org/10.37329/jpah.v10i1.5164

Septiani, A. I., & Muslimah, H. (2025). Tinjauan implikasi pusat pertumbuhan terhadap penggunaan air bersih. Jurnal Tataloka, 27(3), 221–235. https://doi.org/10.14710/tataloka.27.3.221-235

Subhani, A., Hadi, M. S., Agustina, S., Murdi, L., & Haerudin, H. (2024). Eksplorasi nilai-nilai edukasi konservasi mata air pada tradisi ngalun aik di Lombok Timur. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan, 10(2), 297–312. https://doi.org/10.29408/jhm.v10i2.25803

Swara, N. N. A. A. V., Wulandari, N. L. A. A., & Kawiana, I. G. P. (2022). Nilai kearifan lokal nyepi segara sebagai modal sosial pembangunan berkelanjutan daerah pesisir Nusa Penida. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 6(4), 213–225. https://doi.org/10.37329/jpah.v6i4.1604

Syarifah, L., Irawan, A. B., & Santoso, D. H. (2021). Pemanfaatan air panas bumi untuk terapi penyakit kulit di Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI, 3(1). https://doi.org/10.31315/psb.v3i1.6239

Triatmadja, R., Legono, D., Wignyosukarto, B., Nurrochmad, F., & Sunjoto, S. (2020). Sustaining water-related heritage infrastructures as part of an integrated water resource management program. Journal of the Civil Engineering Forum, 6(1), 115. https://doi.org/10.22146/jcef.51511

Vipriyanti, N. U., Rustiarini, N. W., Andayani, M. E., & Sedana, G. (2024). The cultural landscape heritage sustainable strategy: Integration of agricultural and tourism in Bali. Research Square. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-5125960/v1

Vitrianto, P. N. (2023). Local wisdom and tourism development in Kampung Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta. International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events, 7(1), 46–60. https://doi.org/10.31940/ijaste.v7i1.46-60

Wahyudi, D. Y., Wijaya, D. N., Pratama, A. Y., Laili, V. S. A., & Mufti, M. A. (2026). Rebranding wisata sejarah Padusan melalui peta digital berbasis virtual reality. Jurnal Karinov, 9(1).

Wirawan, P. E., & Rosalina, P. D. (2024). Enhancing cultural heritage tourism through a spiritual knowledge: The implementation of Tri Hita Karana in Taro Village Gianyar Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 14(1), 215. https://doi.org/10.24843/jkb.2024.v14.i01.p10

Witariadi, N. M., Kusmiyarti, T. B., Adhika, I. M., & Sujana, I. N. (2023). Menggali potensi desa untuk mewujudkan destinasi wisata religi. Buletin Udayana Mengabdi, 22(4), 189. https://doi.org/10.24843/bum.2023.v22.i04.p03

Yulianti, D. R., Trahutami, S. I., & Wiyatasari, R. (2021). The meaning of water in Javanese padusan and Japanese misogi-harai rituals. E3S Web of Conferences, 317, 02023. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202131702023

Zuhria, A., Rahmayanti, O. D., Nadzar, H., Febrianti, R. E., Rahmawati, S. L., Arifin, Z. A. A., Virgiawan, D. B., & Setyawan, K. G. (2025). Partisipasi masyarakat di sekitar Pura Gunung Kawi Sebatu dalam pelestarian dan identitas masyarakat Bali. MAHARSI, 7(2), 76–96. https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i2.1628

Downloads

Published

2026-05-16

How to Cite

Amalia, I., Fandriya, A. P., Salsabila, S. A., Anggraini, M. I. P., Auliya, W. A., Januari, A. F. W., & Sugiantoro, S. (2026). NILAI-NILAI SEJARAH DAN BUDAYA DALAM LANSKAP KAWASAN PADUSAN SEBAGAI WARISAN LOKAL . SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 811–820. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.10749

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.