PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK SMP MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING
DOI:
https://doi.org/10.51878/science.v5i1.4686Keywords:
Berpikir kreatif, Problem Based Learning, pencemaran tanahAbstract
Creative thinking is one of the essential skills that must be possessed by students in the 21st century. However, in practice, many students have difficulty in developing these skills. Therefore, this study aims to improve students' creative thinking skills through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model in the learning process. This study used a one-group pretest-posttest design, which is included in the pre-experimental category. The subjects of the study consisted of 34 seventh grade students at UPT SMPN 18 Gresik who were selected using a purposive sampling technique. The research instruments included a creative thinking test conducted before and after learning, as well as an observation sheet to monitor the implementation of learning. Data were collected through observation and testing, then analyzed using the V Gain test to measure the increase in creative thinking skills based on the results of the pretest and posttest. In addition, descriptive analysis was carried out by calculating the average score from the observation sheet to assess the effectiveness of the application of the learning model. The results showed that the application of the PBL model significantly improved students' creative thinking skills, with a high increase category based on the N-Gam calculation. This finding confirms that the use of the PBL model in learning the sub-material of soil pollution can help junior high school students develop creative thinking skills more effectively.
ABSTRAK
Berpikir kreatif merupakan salah satu keterampilan esensial yang harus dimiliki oleh peserta didik pada abad ke-21. Namun, dalam praktiknya, banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik melalui penerapan model Problem-Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain one-group pretest-posttest, yang tergolong dalam kategori pra-eksperimen. Subjek penelitian terdiri atas 34 peserta didik kelas VII di UPT SMPN 18 Gresik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi tes berpikir kreatif yang dilakukan sebelum dan sesudah pembelajaran, serta lembar observasi untuk memantau pelaksanaan pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi dan pengujian, kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain guna mengukur peningkatan kemampuan berpikir kreatif berdasarkan hasil pretest dan posttest. Selain itu, analisis deskriptif dilakukan dengan menghitung rata-rata skor dari lembar observasi untuk menilai efektivitas penerapan model pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik, dengan kategori peningkatan yang tinggi berdasarkan perhitungan N-Gain. Temuan ini menguatkan bahwa penggunaan model PBL dalam pembelajaran submateri pencemaran tanah dapat membantu peserta didik SMP mengembangkan keterampilan berpikir kreatif secara lebih efektif.
References
Aini, D. (2018). Efektivitas model pembelajaran problem based learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir. Didaktik: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Humaniora, Sains.
Amahorseya, M. Z. F. A., & Mardliyah, S. (2023). Implikasi teori konstruktivisme Vygotsky dalam penerapan model pembelajaran kelompok dengan sudut pengaman di TK Anak Mandiri Surabaya. Jurnal Buah Hati, 10(1), 16-28.
Anwar, A., et al. (2022). Analysis of cocoa (Theobroma cacao L) sustainability status in Bantaeng district. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 9(1), 121–130.
Abdullah, N., et al. (2022). Aplikasi hasil belajar siswa berbasis K13 (studi kasus: SMK N 6 Pontianak). Justin, 10(1). https://doi.org/10.26418/justin.v10i1.45070
Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk Sekolah Dasar/MI. Departemen Pendidikan Nasional.
Hidayani. (2020). Analisis kemampuan berpikir kreatif siswa SMP di Tanjungpinang dalam merespon isu pemcemaran lingkungan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, 4(1), 31.
Husamah. (2014). Pembelajaran bauran (blended learning). Prestasi Pustaka.
Ibda, F. (2015). Perkembangan kognitif: Teori Jean Piaget. Intelektualita, 3(1).
Ilyas, M., & Rosyidah, U. (2023). Implementasi metode project based learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VIII SMP 11 Ma'arif Bangsalsari. FAJAR Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 96-110.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Panduan implementasi program sekolah penggerak. https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/
Masgumelar, N. K., & Mustafa, P. S. (2021). Teori belajar konstruktivisme dan implikasinya dalam pendidikan. GHAITSA: Islamic Education Journal, 2(1), 49–57.
Munandar, S. C. U. (2011). Mengembangkan bakat anak. Gramedia.
Munandar, U. (2004). Pengembangan kreativitas anak berbakat. Rineka Cipta.
Munandar, U. (2012). Mengembangkan kreativitas anak berbakat. Rineka Cipta.
Nafizatunni’am et al. (2024). Pengaruh model problem based learning terhadap keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar biologi siswa. Journal of Classroom Action Research, 5(4), 494-503.
Nainggolan, A. M., & Daeli, A. (2021). Analisis teori perkembangan kognitif Jean Piaget dan implikasinya bagi pembelajaran. Journal of Psychology: Humanlight, 2, 31–47.
Ni’mah, A., & Sukartono. (2022). Upaya guru dalam meningkatkan kreativitas berpikir peserta didik di sekolah dasar. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 6(2), 173–179.
Ningrum, I. P., & Rahmiwati, M. (2022). Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Jurnal Basicedu, 6(5), 8205-8214.
Primayonita, N. K. K., et al. (2020). Model creativity learning meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan tanggung jawab pada mata pelajaran IPA. Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran, 3(2), 211-222.
Rosma, F. (2016). Upaya peningkatan hasil belajar pada materi pencemaran lingkungan melalui model project based learning. Prosiding Seminar Nasional Biotik.
Sabaniah, N.,et al. (2019). Peningkatan Kemampuan Berpikir kreatif melalui lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis creative problem solving. Diklabio: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Biologi, 3(2), 230-239.
Saleh, R., et al. (2022). Efektifkah pembelajaran matematika di kelas IX SMPIT Cahaya Hati pada era new normal? Suska Journal of Mathematics Education, 8(1), 1. https://doi.org/10.24014/sjme.v8i1.17111
Selman, Y. F., & Jaedun, A. (2020). Evaluation of the implementation of 4C skills in Indonesian subject at senior high schools. Jurnal Pendidikan Indonesia, 9(2), 244–257. https://doi.org/10.23887/jpi-undiksha.v9i2.23459
Simanjuntak, N. T. (2024). Efektivitas penerapan scaffolding Vygotsky dalam peningkatan kemampuan kognitif anak SD. Psikopedia, 5(2), 119–132.
Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan RND. Alfabeta.
Sundari, S., & Fauziati, E. (2021). Implikasi teori belajar Bruner dalam model pembelajaran Kurikulum 2013. Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar, 3(2), 128–136. https://doi.org/10.36232/jurnalpendidikandasar.v3i2.1206
Tan, O. S. (2003). Problem-based learning innovation: Using problems to power learning in the 21st century. Cengage Learning.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













