HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMA BINA JAYA PALEMBANG
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.16456Keywords:
Kecerdasan Emosional; Pemecahan Masalah; Matematika; Psikologi PendidikanAbstract
Mathematics is a subject characterized by complex problem-solving that requires not only cognitive readiness but also emotional stability in students. The absence of effective emotional regulation when dealing with intricate mathematical tasks frequently induces mathematics anxiety and disrupts logical reasoning processes. This study aims to analyze the relationship between emotional intelligence and mathematical problem-solving ability among students of SMA Bina Jaya Palembang. A quantitative correlational design was employed involving 40 tenth and eleventh-grade students selected through purposive sampling. Data were gathered using an emotional intelligence scale adapted from Goleman's framework and a mathematical problem-solving test based on Polya's stages, both of which satisfied validity and reliability criteria. The collected data were screened for normality and linearity before undergoing statistical hypothesis testing using the Pearson Product Moment correlation. The findings revealed a statistically significant, very strong positive relationship between emotional intelligence and mathematical problem-solving ability (r=0.808; r^2=0.654; p=0.000). These results indicate that emotional intelligence accounts for 65.4% of the variance in students' mathematical problem-solving success. Students demonstrating higher emotional maturity exhibited superior resilience, sustained attention, and perseverance when resolving non-routine mathematical problems. Educational practitioners are encouraged to incorporate affective self-regulation training into classroom mathematics instruction.
ABSTRAK
Matematika merupakan mata pelajaran yang sarat dengan pemecahan masalah kompleks, sehingga membutuhkan tidak hanya kesiapan kognitif melainkan juga kestabilan emosional siswa. Ketiadaan kontrol emosi yang baik saat berhadapan dengan soal yang rumit sering kali memicu kecemasan dan menghambat alur berpikir logis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa SMA Bina Jaya Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yang melibatkan 40 siswa kelas X dan XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kecerdasan emosional model Goleman dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika berbasis tahapan Polya yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya. Data yang terkumpul diuji melalui analisis prasyarat normalitas dan linearitas sebelum dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan pemecahan masalah matematika (r=0,808; r^2=0,654; p=0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 65,4% terhadap variasi keberhasilan pemecahan masalah matematika siswa. Siswa yang memiliki kematangan emosional terbukti lebih tangguh, fokus, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tahapan penyelesaian soal nonrutin. Pihak sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan penguatan regulasi emosi ke dalam strategi pembelajaran matematika di kelas.
Downloads
References
Agustin, S. Y., Cahya, E., & Herman, T. (2023). Analisis kesalahan kemampuan penalaran adaptif dan pemecahan masalah pada siswa SMP. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 7(2), 1295–1308. https://doi.org/10.31004/cendekia.v7i2.2208
Ashcraft, M. H., & Krause, J. A. (2007). Working memory, math performance, and math anxiety. Psychonomic Bulletin & Review, 14(2), 243–248. https://doi.org/10.3758/BF03194059
Astuti, P., & Dini, F. W. (2025). Analisis belajar matematika siswa dalam menyelesaikan soal cerita. At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin, 2(1), 620–627. https://doi.org/10.71282/at-taklim.v2i1.95
Blair, C., & Ku, S. (2022). A hierarchical integrated model of self-regulation. Frontiers in Psychology, 13, Article 725828. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.725828
Cheunge, B., Hadjiilieva, K. C., DeLongis, A., & Ennse, J. (2026). Exploring the impact of social-emotional learning (SEL) on cognitive and emotional development in adolescents: A review of evidence from educational settings. Journal of Teaching and Learning, 2(2), 114–132. https://doi.org/10.71305/jtl.v2i2.101
Choirul, I. K. A. (2024). Pengaruh efikasi diri, kecerdasan emosional, dan motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi barisan dan deret kelas X SMA N 2 Salatiga tahun pelajaran 2023/2024 [Skripsi, Universitas Islam Negeri Walisongo]. Repositori UIN Walisongo.
Damayanti, E., Prasetyowati, D., & Murtianto, Y. H. (2024). Profil kecerdasan emosional siswa saat belajar matematika pada masa pandemi Covid-19. Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 5(5), 361–368. https://doi.org/10.26877/imajiner.v5i5.16594
Deswita, D., Jayadin, J., & Nurhadyati, N. (2026). Pengaruh kemampuan mengelola emosi terhadap hasil belajar peserta didik pada materi asam-basa kelas XI MAS At-Taqwa Beru. Science: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 6(4), 3414–3423. https://doi.org/10.51878/science.v6i4.14066
Egbule, E. E. (2026). Emotional intelligence as predictor of secondary school students’ achievement in mathematics in Imo State, Nigeria. Research Journal of Humanities and Social Sciences, 5(2), 1–11. https://doi.org/10.58924/rjhss.v5.iss2.p1
Fahrudin, F. A., Sa’dijah, C., Hidayanto, E., & Susanto, H. (2024). Student’s reversible thinking processes: An analysis based on adversity quotient type climbers. Qualitative Research in Education, 13(1), 19–42. https://doi.org/10.17583/qre.11964
Gkintoni, E., Dimakos, I. C., & Nikolaou, G. (2025). Cognitive insights from emotional intelligence: A systematic review of EI models in educational achievement. Emerging Science Journal, 8, 262–297. https://doi.org/10.28991/esj-2024-sied1-016
Goleman, D. (2005). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ (Edisi ke-10). Bantam Books.
Harviana, R., Partono, P., & Alarifin, D. H. (2023). Pengaruh kecerdasan emosional terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X semester ganjil SMAN 2 Sekampung T.P 2016/2017. Jurnal Firnas, 4(1), 1–9. https://doi.org/10.24127/firnas.v4i1.4421
Hendriani, M., & Gusteti, M. U. (2021). Validitas LKPD elektronik berbasis masalah terintegrasi nilai karakter percaya diri untuk keterampilan pemecahan masalah matematika SD di era digital. Jurnal Basicedu, 5(4), 2430–2439. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i4.1243
Mufidah, M. (2021). Perkembangan karakter siswa dalam pembelajaran matematika di kelas rendah sekolah dasar. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3), 1133–1146. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i3.1652
Polya, G. (1945). How to solve it: A new aspect of mathematical method. Princeton University Press.
Pramizha, A., & Aini, I. N. (2023). Deskripsi kecerdasan emosional matematis peserta didik kelas XI dalam pembelajaran matematika. EMTEKA: Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1), 1–13. https://doi.org/10.24127/emteka.v4i1.3264
Rahmadani, S. M., & Prasetyo, K. H. (2026). Hubungan kecemasan matematika dengan hasil belajar siswa berbasis Quizizz. Science: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 6(2), 920–929. https://doi.org/10.51878/science.v6i2.10037
Rofiqoh, N., Rokhmaniyah, R., & Ngatman, N. (2021). Pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan memecahkan masalah matematika siswa kelas IV SDN se-Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2020/2021. Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 9(3), 120–128. https://doi.org/10.20961/jkc.v9i3.52855
Sari, R. K. S. (2023). Upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMK dengan pembelajaran berbasis masalah berbantuan GeoGebra. Eksponen, 13(1), 25–36. https://doi.org/10.47637/eksponen.v13i1.682
Simanjuntak, H. E., Nurhayani, U., Zainal, A., Ramdhansyah, R., & Thohiri, R. (2026). Pengaruh komitmen tugas dan kecerdasan menghadapi kesulitan terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi laporan keuangan di SMKN 6 Medan. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(4), 3217–3224. https://doi.org/10.51878/social.v6i4.15879
Siregar, Y. P., Simamora, E., & Rajagukguk, W. (2022). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan kontekstual menggunakan hypercontent untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan disposisi matematis siswa. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 6(2), 2048–2063. https://doi.org/10.31004/cendekia.v6i2.1437
Subida, M., Venegas, J. D., Nillo, R. A., Amor, D., & Salvo, K. E. (2026). Puzzle pieces of survival: Correlating executive function and resilience in students with high adverse childhood experiences. Journal of Behavioral Health and Psychology, 15(2), Article 114. https://doi.org/10.33425/2832-4579/26114
Tanreso, N. F., Irmawati, I., Musliha, M., Aldasafitri, J., Ain, N., Yusuf, M., & Hijra, H. (2025). Analisis literatur: Peran metakognisi dalam pemecahan masalah matematika siswa. Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika, 10(3), 1287–1295. https://doi.org/10.30659/pedagogy.v10i3.6992
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rahmat Hidayat, Rina Oktaviana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.















