MAKNA SIMBOLIK TARI MANDAU KALIMANTAN TENGAH: KAJIAN ETNOKOREOLOGI DAN INTERNALISASI NILAI KARAKTER PADA SISWA
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.11890Keywords:
Tari Mandau, Makna Simbolik, Properti Tari, Pendidikan Karakter, Etnokoreologi, Budaya DayakAbstract
ABSTRACT
Mandau Dance is one of the traditional arts of the Dayak community in Central Kalimantan that embodies symbolic meanings and local wisdom, making it a potential medium for strengthening character education amid the modernization that influences younger generations. This study aims to describe the symbolic meanings of the movements and properties used in Mandau Dance and to explain the process of internalizing character values among students through cultural arts learning in schools. The study employed an ethnokoreological approach with a descriptive qualitative method to understand the relationship between dance art and the cultural life of the supporting community. The research stages included data collection through observation of Mandau Dance performances, interviews with students, and documentation, followed by data analysis through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the movements of Mandau Dance symbolize courage, heroism, respect for ancestors, unity, and the spirituality of the Dayak people. The dance properties, including the mandau (traditional sword), shield, and traditional costume, carry symbolic meanings related to cultural identity, protection, and the characteristics of the Dayak community. The internalization of character values was carried out through cultural arts learning by instilling discipline, responsibility, cooperation, courage, and appreciation for local culture through dance practice and understanding the meanings of movements and cultural symbols. Therefore, Mandau Dance functions not only as a cultural heritage but also as an effective medium for character education that helps students develop positive attitudes and behaviors, appreciate regional culture, and apply these values in their daily lives.
ABSTRAK
Tari Mandau merupakan salah satu kesenian tradisional masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang mengandung nilai simbolik dan kearifan lokal yang berpotensi menjadi sarana penguatan pendidikan karakter di tengah arus modernisasi yang memengaruhi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik gerakan dan properti dalam Tari Mandau serta menjelaskan proses internalisasi nilai karakter siswa melalui pembelajaran seni budaya di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan etnokoreologi dengan metode deskriptif kualitatif untuk memahami keterkaitan antara seni tari dan kehidupan budaya masyarakat pendukungnya. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data melalui observasi pertunjukan Tari Mandau, wawancara dengan siswa, dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan Tari Mandau merepresentasikan nilai keberanian, semangat kepahlawanan, penghormatan terhadap leluhur, persatuan, dan spiritualitas masyarakat Dayak. Properti tari berupa mandau, tameng, dan kostum adat memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan identitas budaya, perlindungan, dan karakter masyarakat Dayak. Internalisasi nilai karakter dilakukan melalui pembelajaran seni budaya dengan menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, keberanian, dan kecintaan terhadap budaya lokal melalui praktik tari serta pemahaman makna gerak dan simbol budaya. Dengan demikian, Tari Mandau tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang efektif dalam membentuk sikap dan perilaku siswa agar lebih menghargai budaya daerah serta mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Downloads
References
Akbar, N., Sagala, M. D., & Djau, N. S. (2024). Interaksi Simbolik dalam Penyajian Musik Iringan Tari Rampak Rebana di Sanggar Andari Pontianak. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 8(2). https://doi.org/10.22219/satwika.v8i2.33930
Dekapriyo, F. D., Ismunandar, I., & Satrianingsih, A. R. O. (2023). Fungsi Tari Besogak dalam upacara adat Tentobus Dayak Pesaguan di Kecamatan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 12(2). https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/62866
Dewi, N. R. S. (2022). Konsep simbol kebudayaan: Sejarah manusia beragama dan berbudaya. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 2(1), 1–15. https://doi.org/10.22373/arj.v2i1.12070
Dika Cristy, F. I., & Rahayu, E. W. (2021). Makna simbolis Tari Luyung Karya Tejo Sulistyo sebagai pembentukan identitas budaya Kabupaten Klaten. APRON: Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan, 9(2). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/apron/article/view/42479
Faradilla, L., Lestari, D. J., & Septiyan, D. D. (2023). Struktur dan Makna Gerak Tari Kreasi Bandrong Ing Cilegon di Sanggar Duta Seni KS. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 30727–30741. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/11972
Fitriyah, L., Suryani, S., & Febriyanto, D. (2022). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. GERAM (Gerakan Aktif Menulis), 10(2). https://journal.uir.ac.id/index.php/geram/article/view/10582
Goloa, A. P. J. R., Setiawati, R., & Nursilah. (2023). Increasing student cooperation through the Snowball Throwing method in learning materials supporting elements of dance for class X MIPA 4 SMA Negeri 2 Depok in 2023. Jurnal Pendidikan Tari, 4(1). https://doi.org/10.21009/JPT.414
Hartiwisidi, N., Damayanti, E., Musdalifah, M., Rahman, U., Suarga, S., & Shabir, M. (2022). Penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Mandar Metabe' dan Mepuang di SDN 001 Campalagian. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(2), 174–188. https://doi.org/10.21831/jpka.v13i2.48473
Hidayat, M. (2021). Analisis simbolik struktural burung enggang pada masyarakat Dayak. Jurnal Ilmu Budaya, 18(1), 52–65. https://doi.org/10.31849/jib.v18i1.7849
Istiandini, W., Tindarika, R., & Sulissusiawan, A. (2022). Makna simbol properti gong pada Tari Tradisional Ngeruai Kenemiak Dayak Kantu. Jurnal Seni Tari, 11(2), 179–187. https://doi.org/10.15294/jst.v11i2.61644
Kapoyos, R. J., Suharto, S., & Syakir, S. (2022). Bia Music: Traditional Music Heritage and Preserving Tradition Across Generations. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 22(2). https://doi.org/10.15294/harmonia.v22i2.37619
Koentjaraningrat. 1984. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Kusnadi, K. (2023). Exploring character education through Batik Pekalongan local wisdom: An innovative approach to character learning. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 20(2), 223–235. https://doi.org/10.21831/jc.v20i2.57000
Kustedja, E. V. B., & Zaafir, K. M. (2024). Transformasi Tari Piring: Dari ekspresi religius ke komoditas ekonomi. FOCUS, 5(1), 67–78. https://doi.org/10.26593/focus.v5i1.8028
Lastaria, L., Ramdhani, M. T., & Purtina, A. (2022). Simbol budaya masyarakat Dayak Ngaju di Museum Balanga Palangka Raya. Jurnal Hadratul Madaniyah, 9(2), 139–148. https://doi.org/10.33084/jhm.v9i2.4486
Lickona, T. (2013). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Nabilatunnisa, S. A., & Salsabilah, A. (2022). Kesenian sebagai cermin identitas budaya. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra, 2(4), 21–26. https://doi.org/10.69957/tanda.v2i04.1793
Nafianti, A. I. (2018). Simbol dan makna Tari Kartika Puspa karya R. Nugraha Soediredja (Skripsi Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia). UPI Repository. https://repository.upi.edu/38797/
Narawati, T. (2013). Etnokoreologi: Pengkajian tari etnis & kegunaannya dalam Pendidikan seni. In International Conference on Languages and Arts (pp. 70-74).
Nuraeni, L., Mariah, Y. S., & Sunaryo, A. (2022). Pertunjukan kesenian Ebeg. Ringkang: Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari, 2(1). https://doi.org/10.17509/ringkang.v2i1.37889
Pramesti, R. V., Budiman, A., & Taryana, T. (2025). The representation of human inner conflict in the Topeng Tarung dance. Journal of Dance and Dance Education Studies, 5(1). https://ejournal.upi.edu/index.php/JDDES/article/view/82152
Rosala, D., Masunah, J., Narawati, T., Karyono, T., & Sunaryo, A. (2021). Internalisasi nilai Tri-Silas melalui pembelajaran tari anak berbasis budaya lokal. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1973–1986. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1087
Rosiana, F., & Arsih, U. (2021). Makna simbolik Tari Topeng Tumenggung Gaya Slangit Cirebon. Jurnal Seni Tari, 10(1), 1–14. https://journal.unnes.ac.id/sju/jst/article/view/46463
Sari, I., & Hapsari, A. P. (2025). Makna simbolik Tari Kecak yang terkandung pada pola lantai yang berbentuk lingkaran. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2). https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/30244
Sofyan, A. M., Narawati, T., & Sunaryo, A. (2023). Kajian etnokoreologi Tari Anomsari di Studio Tari Indra Bandung. Ringkang: Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari, 3(3). https://doi.org/10.17509/ringkang.v3i03.37886
Sriyadi, Hartanto, Syahrial, & Hapsari, I. (2025). Gender symbolism in sampur and samparan of Surakarta-style Javanese dance costume design. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 9(1), 71–88. https://doi.org/10.24114/gondang.v9i1.64720
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sunaryo. 2020. Koreografi: Pengetahuan Dasar Penciptaan Tari. Yogyakarta: Media Kreativa.
Suwahyu, I. (2025). Pendidikan karakter sebagai fondasi utama pembentukan generasi berintegritas. TELADAN: Jurnal Pendidikan Umum dan Karakter, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.66053/jpuk.v1i1.99
Yusup, U. M. (2022). Studi pendekatan interaksi sosial dalam pembelajaran seni tari di SMP Tunas Unggul Bandung. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(6), 5694–5699. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/9177
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









