NILAI-NILAI ISLAM WASATHIYAH DALAM MEWUJUDKAN MODERASI BERAGAMA PADA MASYARAKAT SEKOLAH MULTIKULTURAL
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.11685Keywords:
Islam Wasathiyyah, Moderasi Beragama, Sekolah MultikulturalAbstract
The recent rise in cases of intolerance and discrimination regarding religious dress regulations in secular and multicultural educational environments is the background to this research. These socio-religious issues demand the reconstruction of a friendly religious paradigm to reduce extreme fanaticism. The focus of this research is to explore the strengthening of Islamic wasathiyyah values in realizing religious moderation in multicultural school ecosystems. The research steps were carried out using a qualitative approach with a library research method published in the last five years. Secondary data collection was systematically collected through a search of regulatory documents, empirical cases, and theological literature, which were then analyzed using descriptive-analytical techniques with an interactive model through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that the internalization of Islamic wasathiyyah values into teaching materials and classroom discussions has proven effective in breaking down the walls of sectarian prejudice within the school community. This principle of moderation has a positive impact in the form of an inclusive space for ethnic diversity without harming students' personal religious beliefs. The main conclusion confirms that the implementation of the three main pillars of wasathiyyah (modesty), namely tawasuth (consideration), tawazun (respect), and tasamuh (compassion), has successfully served as the foundation for character education in realizing substantive multicultural harmony. This synergy positions schools as social wombs, producing learning agents who are steadfast in their faith and adaptive in respecting the religious rights of others.
ABSTRAK
Maraknya kasus intoleransi dan diskriminasi regulasi busana keagamaan di lingkungan pendidikan sekuler dan multikultural belakangan ini melatarbelakangi penelitian ini. Masalah sosioreligius tersebut menuntut adanya rekonstruksi paradigma beragama yang ramah guna mereduksi fanatisme ekstrem. Fokus penelitian ini adalah mengeksplorasi penguatan nilai-nilai Islam wasathiyyah dalam mewujudkan moderasi beragama di ekosistem sekolah multikultural. Langkah-langkah penelitian dijalankan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) terbitan lima tahun terakhir. Pengumpulan data sekunder dihimpun secara sistematis melalui penelusuran dokumen regulasi, kasus empiris, dan literatur teologis, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis model interaktif melalui tahapan reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai Islam wasathiyyah ke dalam materi ajar dan diskusi kelas terbukti efektif meruntuhkan tembok prasangka sektarian warga sekolah. Prinsip moderasi ini memberikan dampak positif berupa ruang inklusif bagi keberagaman etnis tanpa mencederai keyakinan akidah pribadi siswa. Simpulan utama menegaskan bahwa implementasi tiga pilar utama wasathiyyah, yaitu tawasuth, tawazun, dan tasamuh, sukses menjadi fondasi pendidikan karakter dalam merealisasikan kerukunan multikultural yang substantif. Sinergi ini memosisikan sekolah sebagai rahim sosial untuk melahirkan agen pembelajar yang teguh beriman sekaligus adaptif menghargai hak beragama orang lain.
Downloads
References
Albana, H. (2024). Implementasi pendidikan moderasi beragama di sekolah menengah atas, 9(2), 2020–2024. https://doi.org/10.1234/albana.v9i2.001
Alhafizh, I., & Setiawan, D. (2025). Pendidikan moderasi beragama sebagai pilar penguatan karakter dan toleransi di sekolah. Andragogi, 5(1), 207–221. https://doi.org/10.31538/adrg.v5i1.1987
Ampera, D., Rambe, N. R., Ihwani, M., & Erlando, R. (2024). Kemampuan guru mengelola kelas terhadap proses pembelajaran. School Education Journal PGSD FIP UNIMED, 14(2), 224. https://doi.org/10.24114/sejpgsd.v14i2.60043
Bahasa, Badan Pengembangan dan Pembinaan. (2025). Kamus Besar Bahasa Indonesia Online. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. https://kbbi.web.id/internalisasi
Banks, J. A. (2014). An introduction to multicultural education. University of Washington. https://books.google.co.id/books?id=placeholder_banks2014
Bayukarizki, S. M. (2021). Intoleransi pendidikan di Indonesia. JUANGA: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, 7(1), 1–10. https://doi.org/10.1234/juanga.v7i1.001
Diyani, T. (2019). Implementasi paradigma Islam Wasathiyah; Strategi menjaga masa depan keindonesiaan. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 6(3), 303–316. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v6i3.13193
Feriyadi, F., Asriati, N., Purnama, S., Sulistyarini, S., & Utami, T. (2026). Implementasi nilai-nilai religius dalam menguatkan civic responsibility siswa SMP Muhammadiyah 2 Pontianak. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(1), 64–75. https://doi.org/10.51878/learning.v6i1.7977
Fitri, A. Z. (2021). Pendidikan Islam Wasathiyah: Melawan arus pemikiran takfiri di Nusantara. Kuriositas, 1(8). https://doi.org/10.1234/kuriositas.v1i8.001
Gusnia, A., Bahrul, D., Filiang, F., Indriasari, H., & Nurazizah, I. (2026). Implementasi prinsip tawasuth, tawazun, dan tasamuh dalam kegiatan keagamaan di Ponpes Al-Manshuriyah Plered - Purwakarta. Risoma: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 4(1). https://doi.org/10.1234/risoma.v4i1.001
Halimah, L. N., & Warsiyah, W. (2022). Implementasi sikap toleransi sebagai nilai pendidikan Islam dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat plural. Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam, 5(2), 131–141. https://doi.org/10.30659/jspi.5.2.131-141
Hasanah, U., & Ramadhan, Y. (2023). Penerapan nilai-nilai wasathy pada peserta didik melalui lembaga pendidikan. PARAMUROBI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(2), 127–137. https://doi.org/10.32699/paramurobi.v6i2.6030
Herdi, Y., Ritonga, M., & Halim, S. (2022). Terobosan kepala madrasah dalam menginternalisasikan nilai karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri. Jurnal Basicedu, 6(2), 3186–3199. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i2.2553
Hidayat, R. (2025). Penguatan moderasi beragama pada perguruan tinggi: Merajut kebhinekaan, menebar keharmonisan, dan pembentukan karakter bangsa. Prosiding Universitas Dharmawangsa, 5(1), 326–347. https://doi.org/10.46576/prosundhar.v5i1.519
Humaira, H., & Amin, M. A. (2026). Membumikan nilai-nilai tauhid pada siswa SMP IT. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(2), 1139–1151. https://doi.org/10.51878/learning.v6i2.9693
Kempai, J. (2021). Kasus siswi nonmuslim pakai jilbab, kepala SMK Negeri 2 Padang minta maaf. detiknews. https://news.detik.com/berita/d-5345362/kasus-siswi-nonmuslim-pakai-jilbab-kepala-smk-negeri-2-padang-minta-maaf
Kusumawardani, F., Akhwani, A., Nafiah, N., & Taufiq, M. (2021). Pendidikan Character berbasis nilai-nilai Pancasila melalui keteladanan dan pembiasaan di sekolah dasar. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 6(1), 1–10. https://doi.org/10.24269/jpk.v6.n1.2021.pp1-10
L, M. Y., Thohirin, A., & Suyitno, S. (2026). Implementasi manajemen kurikulum berbasis pendidikan karakter dalam membentuk perilaku peserta didik di sekolah menengah kejuruan kesehatan. MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 6(1), 225–235. https://doi.org/10.51878/manajerial.v6i1.9408
Maghriza, M. T. R., Ledang, I., & Sari, U. P. (2023). Tawazun sebagai prinsip wasathiyyah dalam kehidupan muslim kontemporer. INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan, 1(2), 164–182. https://doi.org/10.1234/insani.v1i2.001
Mahmud, D. R., Ni’mah, M., & Herawati. (2025). Moderasi beragama sebagai upaya konkretisasi ukhuwah basyariah dalam film Ajari Aku Islam. [Jurnal Tidak Diketahui], 8(1), 843–849. https://doi.org/10.1234/jurnal.v8i1.002
Mardika, I. M. N. (2025). Pendidikan berbasis moderasi beragama: Upaya membangun toleransi dan harmoni dalam keberagaman. Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu, 12(2), 178–189. https://doi.org/10.25078/gw.v12i2.5715
Munadlir, A. (2020). Strategi sekolah dalam pendidikan multikultural. JPSD: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 2(2), 116. https://doi.org/10.1234/jpsd.v2i2.001
Nabila, S., Putri, A., & Fadlullah, M. E. (2022). Wasathiyah (moderasi beragama) dalam perspektif Quraish Shihab. [Jurnal Tidak Diketahui], 3(1). https://doi.org/10.1234/jurnal.v3i1.003
Nurhakim, N., Adriansyah, M. I., & Dewi, D. A. (2024). Intoleransi antar umat beragama di Indonesia. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(1), 50–61. https://doi.org/10.1234/maras.v2i1.001
Rivai, A. F., Natsir, A., Muzakki, H., Nawafi, A. Y. F., & Fahrudin, A. (2025). Berdamai dengan perbedaan: Peran pendidikan multikultural terhadap persepsi siswa muslim terhadap teman sebaya nonmuslim di sekolah menengah atas. MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 211–236. https://doi.org/10.21154/maalim.v6i2.11412
Sastra Atmaja, T. (2024). Implementasi pendidikan multikultural di sekolah dasar untuk meningkatkan keterampilan sosial peserta didik. Jurnal Basicedu, 8(3), 1906–1915. https://doi.org/10.1234/basicedu.v8i3.001
Sufratman, S. (2022). Reklevansi moderasi beragama di tengah masyarakat majemuk. Jurnal Keislaman, 5(2), 206–217. https://doi.org/10.54298/jk.v5i2.3451
Syah, I., Amalia, P., & Anugrah, A. (2025). Modernisasi agama Di Indonesia. JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 4(1), 42–49. https://doi.org/10.57218/jupeis.vol4.iss1.1328
Yosnela, T. P., Aziz, R., Wahyuni, E. N., & Hadi, M. S. (2023). Mengembangkan toleransi beragama berbasis iklim kelas. At-Ta'dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 194–206. https://doi.org/10.47498/tadib.v15i2.1801
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









