REPRESENTASI KEKERASAN DALAM NOVEL NAMAKU ALAM KARYA LEILA S. CHUDORI: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA JOHAN GALTUNG
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.14610Keywords:
Kekerasan Antargenerasi, Johan Galtung, Namaku Alam, Segitiga Kekerasan, Sosiologi SastraAbstract
ABSTRACT
The experience of violence in Namaku Alam does not end when past political events come to an end; instead, it continues to shape how characters are treated, perceived, and positioned within social life. Leila S. Chudori’s novel (2023) serves as the object of this study to explore how the legacy of violence operates through the interplay of actions, social structures, and cultural constructions. The study draws on Johan Galtung’s Triangle of Violence within the perspective of literary sociology, employing a qualitative-descriptive approach and content analysis. The data, consisting of words, phrases, sentences, dialogues, monologues, and narratives related to violence, were obtained through repeated reading and systematic note-taking, then classified and interpreted according to their contextual occurrence. The findings reveal three interconnected layers of violence. Direct violence appears through arrests, torture, murder, intimidation, insults, and sexual violence; structural violence operates through institutional discrimination, restrictions on rights and mobility, passport revocation, and exclusion; while cultural violence manifests through stigma, labeling, prejudice, bullying, and the normalization of exclusion. Their interconnectedness demonstrates that stigma can reinforce discrimination, discrimination can create space for direct violence, and the overall process sustains intergenerational trauma and injustice.
Pengalaman kekerasan dalam Namaku Alam tidak berakhir ketika peristiwa politik masa lalu selesai, tetapi terus hadir melalui cara tokoh diperlakukan, dinilai, dan ditempatkan dalam kehidupan sosial. Novel Leila S. Chudori (2023) tersebut menjadi objek kajian untuk menelusuri bagaimana warisan kekerasan bekerja melalui hubungan antara tindakan, struktur sosial, dan konstruksi budaya. Penelitian ini berpijak pada teori Segitiga Kekerasan Johan Galtung dalam perspektif sosiologi sastra, dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan teknik content analysis. Data berupa kata, frasa, kalimat, dialog, monolog, serta narasi yang berkaitan dengan kekerasan diperoleh melalui pembacaan berulang dan pencatatan sistematis, kemudian diklasifikasikan serta ditafsirkan berdasarkan konteks kemunculannya. Hasil kajian memperlihatkan tiga lapisan kekerasan yang saling terhubung. Kekerasan langsung muncul melalui penangkapan, penyiksaan, pembunuhan, intimidasi, penghinaan, dan kekerasan seksual; kekerasan struktural berlangsung melalui diskriminasi institusional, pembatasan hak dan mobilitas, pencabutan paspor, serta pengucilan; sedangkan kekerasan kultural beroperasi melalui stigma, pelabelan, prasangka, perundungan, dan normalisasi pengucilan. Keterhubungan ketiganya memperlihatkan bahwa stigma dapat menopang diskriminasi, diskriminasi membuka ruang bagi kekerasan langsung, dan keseluruhan proses tersebut mempertahankan trauma serta ketidakadilan antargenerasi.
Downloads
References
Arthamevia, K. A., Rachmawati, K., & Pauji, D. R. (2026). Pembentukan trauma tokoh utama dalam novel Aku Tak Membenci Hujan: Psikologi sastra. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, 15(1), 72–84.
https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/jurnal_bahasa/article/view/6756
Asri, A., Hajrah, H., Fitriansal, F., & Yunus, A. F. (2026). Resepsi pembaca terhadap representasi kekerasan masyarakat adat Kajang dalam novel Kalihara: Perspektif teori Johan Galtung. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 12(3), 1643–1661. https://e-journal.my.id/onoma/article/view/8900
Atok, T. G., Pitang, R., Beribe, A. Y. J., Wujon, L. F. T., & Liko, L. D. (2026). Kritik kemanusiaan sebagai kekerasan struktural: Rekonstruksi filsafat perdamaian Johan Galtung dalam horizon positive peace. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan, 5(2), 267–286. https://doi.org/10.58192/sidu.v5i2.4578
Chisari, C. (2024). Revisiting structural violence: Galtung’s legacy and power relations. SCIENZA E PACE, 15(2), 1–24. https://air.unimi.it/handle/2434/1186018
Dalimunthe, Z., Dardanila, D., & Riyanto, B. (2025). Analisis studi strukturalisme genetik dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori: Kajian sosiologi sastra. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(4), 4575–4589. https://dmi-journals.org/deiktis/article/view/2434
Juliana, E., & Usmita, F. (2025). Pengalaman proses resosialisasi mantan warga binaan Rumah Tahanan Kelas IIB Siak. Journal of Knowledge and Collaboration, 2(7), 737–742. https://ojs.arbain.co.id/index.php/jkc/article/view/202
Kamalia, R., Kurniati, M., & Isnawati, R. (2026). Konflik identitas dan trauma sejarah dalam bab “Paris, Juni 1988” cerpen Malam Terakhir karya Leila S. Chudori: Tinjauan sosiologi sastra. Multatuli: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), 11–20. https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/Multatuli/article/view/7832
Khasanah, A. D., Nurlina, L., & Suroso, E. (2026). Representasi kekerasan struktural, kultural, dan langsung dalam novel Kereta Semar Lembu karya Zaky Yamani: Analisis perspektif Johan Galtung. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 12(1), 173–186. https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7780
Kurniawan, R. D. (2026). Sosiologi sastra: Representasi realitas sosial dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari. Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia), 16(1), 86–102. https://doi.org/10.31851/pembahsi.v16i1.21381
Lasmana, C., & Sripokangkul, S. (2024). Implementing Galtung’s fivefold path: A framework for peace studies. Journal of Humanities and Social Sciences Mahamakut Buddhist University Isan Campus, 5(3), 1–11.
https://so06.tci-thaijo.org/index.php/jhsmbuisc/article/view/274840
Liu, X. (2026). A feminist interpretation of women’s intergenerational trauma in the context of political violence. Journal of Humanities and Cultural Studies, 1(2), 28–31. https://doi.org/10.54097/qamtg044
Maheswara, A., Ahira, N. A., Lubis, S. A., Zulyanti, K., & Elmustian, E. (2025). Kajian sosiologi sastra Ian Watt untuk menganalisis representasi kritik sosial dalam antologi puisi Selamat Malam Kawan karya Muhaimin Nurrizqy. Jurnal Basataka (JBT), 8(2), 1664–1672. https://doi.org/10.36277/basataka.v8i2.1151
Muttaqin, A. A. S. (2025). Kekerasan dalam novel Damar Kambang karya Muna Masyari: Perspektif Johan Galtung. Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 2(1), 663–678. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/108
ONYEASHIE, J. E., & CHUKU, C. (2026). Generations of trauma: The intergenerational transmission of memory in African narratives of conflict: A review of selected novels. International Journal of African Language and Media Studies, 6(2), 33–44. https://africanjournalseriesportal.com/index.php/ijalms/article/view/51
Pulungan, A. A., De Komar, R., & Nalurita, B. A. Y. (2025). Dari ingatan menjadi dendam: Pewarisan trauma konflik Aceh dalam novel Arafat Nur. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(4), 5624–5636. https://dmi-journals.org/deiktis/article/view/2294
Putri, A. D. W., & Pitoyo, A. (2026). Aspek struktural dan kekerasan dalam novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna: Kajian sosiologi sastra perspektif Johan Galtung. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 11(3), 1644–1652. https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/2795
Rahmadi, M. A., Nasution, H., Mawar, L., & Sihombing, N. (2025). Manifestasi trauma kolektif dalam narasi sosial masyarakat Lebanon: Suatu sintesis kualitatif 1975–2024. Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 3(2), 176–200. https://doi.org/10.55606/termometer.v3i2.4936
Rialdi, N. Q., Pahlevi, S. R. G., Alifia, N., & Kusmawati, A. (2025). Anak dalam lingkaran kekerasan: Analisis psikologi sosial dan budaya. Wathan: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(3), 470–484. https://doi.org/10.71153/wathan.v2i3.369
Sabila, R., Nuryanto, T., & Widianti, N. (2025). Kekerasan terhadap tokoh perempuan dalam novel Lebih Putih Dariku karya Dido Michielsen. Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak, 7(2), 291–308.
https://journal1.uinssc.ac.id/index.php/equalita/article/view/17187
Septriani, H., & Gantrisia, K. (2026). Memori kolektif dan trauma sejarah dalam novel Der Vorleser karya Bernhard Schlink. Puitika, 22(1), 1–9. https://doi.org/10.25077/puitika.v22i1.861
Sofyaningrun, R., & Rofiudin, A. (2026). Jejak luka dalam relasi sosial manusia dalam novel Cantik Itu Luka berdasarkan perspektif sosiologi sastra. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 11(2), 624–636. https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/2116
Yustika, N., Ramdhon, A., & Zunariyah, S. (2026). Transformasi identitas: Studi fenomenologi penyintas perempuan eks-tahanan politik 1965 di Surakarta. Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 10(2), 366–383. https://jurnal.unpad.ac.id/sosioglobal/article/view/70092
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















