PENGARUH METODE GASING BERBASIS PERMAINAN ORAY-ORAYAN TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN SISWA KELAS III SD
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.12137Keywords:
Metode GASING, Permainan Oray-orayan, Pemahaman Konsep, Penjumlahan dan PenguranganAbstract
A primary challenge in elementary mathematics education remains the deficient mastery of basic addition and subtraction concepts among young learners. This study was designed to investigate the efficacy of the GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) method combined with the traditional Oray-orayan game in enhancing students' conceptual understanding. Utilizing a quantitative approach, the research adopted a quasi-experimental design with a nonequivalent control group configuration. A cohort of 54 third-grade elementary students participated, partitioned into an experimental class (28 students) and a control class (26 students). Evaluation data were gathered via validated and reliable pretest and posttest instruments comprising 8 essay items, followed by analysis using descriptive statistics, independent sample t-tests, and N-Gain metrics. The empirical findings demonstrated that the experimental group's mean score rose substantially from 43.43 to 83.25, outperforming the control group, which only advanced from 41.38 to 69.69. Additionally, the experimental cohort achieved an N-Gain score of 71.36% (high classification), whereas the control cohort recorded 48.14% (moderate classification). The independent sample t-test yielded a significance value of 0.000 (< 0.05). Consequently, it can be inferred that the GASING framework coupled with the Oray-orayan game exerts a highly favorable and significant influence on fostering elementary school students' conceptual comprehension of addition and subtraction operations.
ABSTRAK
Tantangan utama dalam pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar hingga saat ini adalah lemahnya penguasaan siswa terhadap konsep dasar penjumlahan serta pengurangan. Penelitian ini dirancang untuk menguji efektivitas implementasi metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang diintegrasikan dengan permainan tradisional Oray-orayan dalam mendongkrak pemahaman konseptual tersebut. Menggunakan pendekatan kuantitatif, riset ini menerapkan metode eksperimen semu (quasi-experiment) lewat rancangan nonequivalent control group design. Sebanyak 54 peserta didik kelas III sekolah dasar dilibatkan sebagai subjek, yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen (28 siswa) dan kelompok kontrol (26 siswa). Instrumen pengumpulan data berupa instrumen tes (pretest dan posttest) yang terdiri atas 8 butir soal uraian berkategori valid dan reliabel. Teknik analisis data yang diaplikasikan meliputi statistik deskriptif, uji independent sample t-test, serta perhitungan skor N-Gain. Temuan empiris mengonfirmasi adanya lonjakan rerata nilai pada kelompok eksperimen dari 43,43 menjadi 83,25, melebihi capaian kelompok kontrol yang hanya bergerak dari 41,38 ke 69,69. Lebih lanjut, perolehan N-Gain kelompok eksperimen menyentuh angka 71,36% (kategori tinggi), berbanding terbalik dengan kelompok kontrol yang hanya mencapai 48,14% (kategori sedang). Hasil uji t-test sampel independen menghasilkan angka signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode GASING berbasis permainan Oray-orayan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep operasi hitung penjumlahan dan pengurangan siswa di sekolah dasar.
Downloads
References
Abdullah, A. S. (2017). Ethnomathematics in perspective of Sundanese culture. Journal on Mathematics Education, 8(1), 1–16. https://doi.org/10.22342/jme.8.1.3877.1-15
Arnidha, Y., Mardicko, A., & Kurniasari, I. (2022). Mengenal geometri bangun datar melalui metode demonstrasi permainan tradisional engklek. Jurnal e-DuMath, 8(1), 15–20. https://doi.org/10.52657/je.v8i1.1642
Budiman, A., & Karyati, D. (2021). Membentuk karakter kreatif: Bergerak melalui stimulus permainan tradisional. Jurnal PGSD: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 14(1), 1–11. https://doi.org/10.33369/jpgsd.14.1.1-11
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
D’Ambrosio, U. (1985). Ethnomathematics and its place in the history and pedagogy of mathematics. For the Learning of Mathematics, 5(1), 44–48.
Faujiah, S. (2022). Analisis pemahaman konsep perkalian pada pembelajaran matematika peserta didik kelas IV sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(3), 829–840. https://doi.org/10.31949/jcp.v8i3.2588
Gerdes, P. (1994). Reflection on ethnomathematics. For the Learning of Mathematics, 14(2), 19–21.
Irawan, A., Rahayu, W., & Nuzulah, R. (2023). Penggunaan unsur etnomatematika permainan tradisional Sunda sebagai media pembelajaran matematika. JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 8(1), 46–56. https://doi.org/10.26594/jmpm.v8i1.2481
Matulessy, A., Ismawati, I., & Muhid, A. (2022). Efektivitas permainan tradisional congklak untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa: Literature review. Aksioma, 13(1). https://doi.org/10.26877/aks.v13i1.8834
Muhtadi, D., Sukirwan, S., Warsito, W., & Prahmana, R. C. I. (2017). Sundanese ethnomathematics: Mathematical activities in estimating, measuring, and making patterns. Journal on Mathematics Education, 8(2), 185–198. https://doi.org/10.22342/jme.8.2.4055.185-198
Nurmalinda, E. (2021). The meaning of tri tangtu value in Sundanese traditional game “Oray-orayan.” Jomantara: Indonesian Journal of Art and Culture, 1(1), 14–26. https://doi.org/10.23969/jijac.v1i1.3451
Prastyo, H. (2020). Kemampuan matematika siswa Indonesia berdasarkan TIMSS. Jurnal Padegogik, 3(2), 111–117. https://doi.org/10.35974/jpd.v3i2.2367
Rizkiyani, F., & Sari, D. Y. (2022). Pengenalan budaya Sunda pada anak usia dini: Sebuah narrative review. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 19(1), 32–45. https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v19i1.18292
Sabaria, R. (2020). Cingciripit: Permainan anak-anak Sunda dalam pembelajaran tari. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 4(1), 69–78. https://doi.org/10.24114/gondang.v4i1.18039
Sari, D. K., Dwipurra, P. H., Rizky, S. N., & Masrifah, L. D. (2022). Pendampingan permainan tradisional dalam mengurangi penggunaan gadget pada anak pra sekolah di PAUD Cahaya Hati Kota Kediri. Journal of Community Engagement in Health, 5(1), 51–63. https://doi.org/10.30994/jceh.v5i1.339
Siagian, M. D. (2016). Model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan pendekatan konstruktivisme untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematik. MES: Journal of Mathematics Education and Science, 2(1), 58–67. https://doi.org/10.30743/mes.v2i1.117
Sirate, F. S. (2012). Implementasi etnomatematika dalam pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan sekolah dasar. Lentera Pendidikan, 15(1), 41–54. https://doi.org/10.24252/lp.2012v15n1a4
Sujadi, A., & Kholidah, I. R. (2018). Analisis pemahaman konsep matematika siswa kelas V dalam menyelesaikan soal di SD Negeri Gunturan Pandak Bantul Tahun Ajaran 2016/2017. Trihayu, 4(3), 428–431.
Sulastri, A. (2016). Penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(1), 156–170. https://doi.org/10.17509/jpgsd.v1i1.9068
Unaenah, E., & Sumantri, M. S. (2019). Analisis pemahaman konsep matematis siswa kelas 5 sekolah dasar pada materi pecahan. Jurnal Basicedu, 3(1), 106–111. https://doi.org/10.31004/basicedu.v3i1.78
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














