PERFORMATIF BAHASA RITUAL CUCURANGI TOGO LASALIMU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS BUDAYA LOKAL

Authors

  • Harun Harun Universitas Muhammadiyah Malang
  • Hari Windu Asrini Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.11741

Keywords:

Bahasa Ritual, Tindak Tutur Performatif, Budaya Lokal

Abstract

This research is motivated by the increasingly eroded existence of local ritual languages ​​due to the currents of globalization and modernization of community communication patterns. The focus of the problem in this research is directed at a descriptive analysis of the form and performative function of speech acts in the Cucurangi Togo rite of the Lasalimu community, Buton Regency, and its formulation as a contextual teaching resource. Using a qualitative approach with a linguistic ethnography design, the important stages in this research are carried out systematically through participatory observation of the sacred stone object of Wacukamboy, in-depth interviews with nine key informants, textual transcription, pragmatic classification, and anthropolinguistic interpretation. The research findings reveal that this five-year oral tradition is dominated by declarative and imperative utterances that have multidimensional performative functions. The locutionary, illocutionary, and perlocutionary structures contained therein do not merely convey verbal information, but embody spiritual-social actions in the form of collective salvation prayers, rituals asking for forgiveness (somba waopu), and strengthening integrative cohesion (may topoose-ose). The main conclusion confirms that the ritual language of Cucurangi Togo is highly valid and effective when integrated as a local wisdom-based Indonesian language instructional medium in schools. This traditional instrument is highly relevant for supporting pragmatics materials, cultural description texts, and strengthening the pillars of religious character education in students on an ongoing basis.

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin terkikisnya eksistensi bahasa ritual lokal akibat arus globalisasi dan modernisasi pola komunikasi masyarakat. Fokus masalah dalam riset ini diarahkan pada analisis deskriptif mengenai bentuk dan fungsi performatif tindak tutur dalam ritus Cucurangi Togo masyarakat Lasalimu, Kabupaten Buton, serta formulasinya sebagai sumber ajar kontekstual. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi linguistik, tahapan penting dalam penelitian ini dijalankan secara sistematis melalui observasi partisipatif pada objek batu keramat Wacukamboy, wawancara mendalam bersama sembilan informan kunci, transkripsi tekstual, klasifikasi pragmatik, hingga interpretasi antropolinguistik. Temuan riset menyingkapkan bahwa tradisi lisan lima tahunan ini didominasi oleh tuturan deklaratif dan imperatif yang memiliki fungsi performatif multidimensional. Struktur lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang terkandung di dalamnya tidak sekadar menyampaikan informasi verbal, melainkan mengejawantahkan tindakan spiritual-sosial berupa doa keselamatan kolektif, ritual permohonan ampun (somba waopu), serta penguatan kohesi integratif (may topoose-ose). Simpulan utama menegaskan bahwa bahasa ritual Cucurangi Togo sangat valid dan efektif diintegrasikan sebagai media instruksional Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal di sekolah. Perangkat tradisi ini sangat relevan untuk menyokong materi pragmatik, teks deskripsi budaya, serta penguatan pilar pendidikan karakter religiusitas peserta didik secara berkelanjutan.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adam, M. R., Kusumadewi, A., & Naqiyah, N. (2026). Meningkatkan interaksi sosial melalui kegiatan budaya rutinan Yasin–Tahlil. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(1), 175–184. https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9383

Aini, A., Rahmat, A., Asih, N. S. F., & Anwar, M. (2024). Keterkaitan bahasa dan budaya dalam buku Kangen Indonesia karya Hisanori Kato. Jurnal Onoma: Pendidikan Bahasa dan Sastra, 10(3), 3332–3339. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i3.3935

Alfarisy, F. (2021). Kebijakan pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia dalam perspektif pembentukan warga dunia dengan kompetensi antarbudaya. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 6(3), 303–313. https://doi.org/10.29303/jipp.v6i3.207

Brahmandika, P. G. (2026). Balinese ritual language filologis, linguistik, dan antropologis. Neliti. https://repository.qrisetindonesia.com/publications/669770/balinese-ritual-language-filologis-linguistik-dan-antropologis

Chaer, H., Jafar, S., Intiana, S. R. H., R., J. R. P., & Setiawan, I. (2024). Pengajaran bahasa berdasarkan teori aktivitas budaya Engeström: Integrasi konteks budaya dalam pembelajaran bahasa. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan, 10(2), 235–254. https://doi.org/10.29408/jhm.v10i2.25562

Dapubeang, A. R. A. P., & Nahak, K. B. (2025). Pemertahanan bahasa Tetun pada komunitas pengungsi eks Timor Timur di Desa Oebelo Kabupaten Kupang. Jurnal Onoma: Pendidikan Bahasa dan Sastra, 11(1), 662–672. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i1.4846

Dasih, I. G. A. R. P., & Indraswari, I. G. A. D. P. P. (2022). Komunikasi ritual dalam harmonisasi perilaku beragama. Widya Duta: Jurnal Ilmiah Ilmu Agama dan Ilmu Sosial Budaya, 17(2). https://doi.org/10.25078/wd.v17i2.1905

Hadiati, D. N., Nursafitri, R., Al-Dhamari, G. A. N., & Selvarajan, S. (2026). Ethnolinguistic encoding of cosmology and social hierarchy in Sundanese life-cycle ritual discourse. Journal of Language, Literature, and Educational Research, 3(1), 21–33. https://doi.org/10.37251/jolle.v3i1.2831

Hakim, M., Hidayat, W., & Jusrianto, J. (2025). Language, identity, and survival: An ethnographic study on the revitalization of the Limola language in South Sulawesi. Frontiers in Sociology, 10, 1686828–1686828. https://doi.org/10.3389/fsoc.2025.1686828

Halil, N. I., Arafah, B., Saputra, I. G. P. E., Hasyim, R. S., Sarmadan, Takwa, T., & Karma, R. (2024). Preservation of Tolaki Mekongga language through Merdeka curriculum-based local subject teaching modules. Journal of Language Teaching and Research, 15(3), 960–971. https://doi.org/10.17507/jltr.1503.30

Hilman, A., Burhanuddin, B., & Saharudin, S. (2020). Wujud kebudayaan dalam tradisi Suna Ro Ndoso: Kajian etnolinguistik. Basastra, 9(3), 255–255. https://doi.org/10.24114/bss.v9i3.21445

Kusumastuti, E., Indriyanto, I., & Widjajantie, K. (2020). Pola interaksi simbolik dan pewarisan kesenian Jaran Kepang Semarangan berbasis AGIL di era disrupsi. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 35(3), 337–343. https://doi.org/10.31001/mudra.v35i3.883

Marhamah, M., Cyntia, C., Wulandari, F., Sarita, R., & Alfitri, A. (2024). Analisis kebutuhan buku teks mata pelajaran bahasa Inggris terintegritas budaya Melayu Riau kelas X SMA Pekanbaru. Jurnal Onoma: Pendidikan Bahasa dan Sastra, 10(1), 667–679. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i1.3292

Maryono, M. (2022). Ekspresi pragmatik Bedhaya Sukma Raras sebagai reaktualisasi holistisitas kehidupan mikrokosmos-makrokosmos manusia. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 37(4), 339–351. https://doi.org/10.31001/mudra.v37i4.1884

Nasri, U. (2024). Sasak language in rituals and traditions: An anthropological analysis of communication in the Lombok community. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 19(2), 89–99. https://doi.org/10.14710/sabda.19.2.89-99

Rahma, N., Jumadi, J., & Sumilih, D. A. (2026). Penanaman nilai budaya Mappatabe’ di pondok pesantren. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(1), 202–215. https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9391

Ridwan, M., Toisuta, H., Sulaeman, S., & Salam, N. (2020). The Abda’u ritual: Ethnographic communication study of Tulehu society in the Moluccas, Indonesia. International Journal of Criminology and Sociology, 9, 709–722. https://doi.org/10.6000/1929-4409.2020.09.67

Rizqulloh, N. A., & Suherman, M. (2025). Komunikasi ritual dalam upacara adat Sunda. Bandung Conference Series: Communication Management, 5(1), 255–264. https://doi.org/10.29313/bcscm.v5i1.17048

Saihu, S. (2021). Harmoni Hindu-Muslim di Bali melalui kearifan lokal: Studi di Kabupaten Jembrana. Harmoni, 19(1), 7–27. https://doi.org/10.32488/harmoni.v19i1.376

Salman, A., Irana, T. P., & Suri, N. (2025). Bahasa dan nilai budaya dalam tradisi Peusijuek pada masyarakat Aceh kajian antropolinguistik. Metahumaniora, 15(2), 129–138. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v15i2.59682

Sari, N. S., Yozani, R. E., & Elmustian. (2025). Makna simbolik ritual pengobatan Tetomeh di Desa Sintong Kabupaten Rokan Hilir. JKOMDIS: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Sosial, 5(2), 385–393. https://doi.org/10.47233/jkomdis.v5i2.2881

Seli, S. (2021). Mantra tolak bala komunitas Dayak Kalimantan Barat: Kajian semiotik Riffaterre. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 172–172. https://doi.org/10.31315/jik.v19i2.4326

Siga, W. D., Waruwu, D., Fransiska, F., & Joshua, M. (2025). Symbolic modification and declining community participation in cultural traditions: A study of the Ngarot ritual in Tugu Village, Indramayu, West Java. FOCUS, 6(1), 81–94. https://doi.org/10.26593/focus.v6i1.9400

Sumitri, N. W. (2023). Sistem formula dan nilai pendidikan dalam wacana ritual pertanian masyarakat suku Rongga di Mangagrai Timur, Nusa Tenggara Timur. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni, 11(2), 278–293. https://doi.org/10.59672/stilistika.v11i2.2793

Takwa, Arafah, B., Hasyim, M., Akhmar, A. M., & Taqdir. (2026). Linguistic units and cultural meanings in the ritual speech of Mowindahako among the Tolaki Mekongga ethnic group. Journal of Language Teaching and Research, 17(2), 665–676. https://doi.org/10.17507/jltr.1702.29

Wulan, D. A. (2024). Perwujudan nilai sosial dan pelestarian budaya dalam ritual bersih desa Tlogomas Malang: Tinjauan antropolinguistik. DIGLOSIA: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(4), 673–682. https://doi.org/10.30872/diglosia.v7i4.1067

Yani, J., Hadi, S., Roziah, R., & Liswati, K. N. (2023). Diaknostik pragmatik tindak tutur akses wacana produk iklan bedak di televisi. Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual, 8(4), 852–852. https://doi.org/10.28926/briliant.v8i4.1649

Yani, Z., Wajdi, M. B. N., Siregar, I., Anwar, S., Rohim, R., Rosadi, M., & Rusnandar, N. (2025). Symbiosis of tradition and modernity: Preserving and integrating character values from the Satu Sura Saka Sunda ritual. Cogent Education, 12(1). https://doi.org/10.1080/2331186x.2025.2588502

Downloads

Published

2026-06-18

How to Cite

Harun, H., & Asrini, H. W. (2026). PERFORMATIF BAHASA RITUAL CUCURANGI TOGO LASALIMU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS BUDAYA LOKAL. EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran , 6(3), 1838–1847. https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.11741

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.