MENJAGA TRADISI DARI GENERASI MUDA: PERAN KOMUNITAS REMAJA ADAT DI DESA LEGIAN, BALI
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.10717Keywords:
komunitas remaja adat, pelestarian budaya, generasi muda, pendidikan informal, modernisasiAbstract
This study is motivated by the increasing influence of modernization and globalization, which has the potential to shift local cultural values, particularly among the younger generation in Balinese indigenous communities. The focus of this study is to examine the role of youth customary communities in Legian Village in preserving and maintaining traditions, the strategies employed to address the challenges of modernization, and the factors influencing youth participation in customary communities. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, with informants selected purposively based on their involvement in youth customary communities. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through triangulation. The findings reveal that youth customary communities serve as effective agents of informal education in transmitting cultural values and shaping the character of the younger generation through direct involvement in customary practices. The communities also develop adaptive strategies, such as the use of social media and educational approaches, to maintain the relevance of traditions in the modern era. Youth participation is influenced by interconnected internal and external factors, including cultural awareness, family support, and social environment. This study concludes that youth customary communities play a strategic role as mediators between tradition and modernity in sustaining cultural continuity.
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin kuatnya arus modernisasi dan globalisasi yang berpotensi menggeser nilai-nilai budaya lokal, khususnya di kalangan generasi muda pada masyarakat adat Bali. Fokus penelitian ini adalah mengkaji peran komunitas remaja adat di Desa Legian dalam menjaga dan melestarikan tradisi, strategi yang dilakukan dalam menghadapi tantangan modernisasi, serta faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan generasi muda dalam komunitas adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan dalam komunitas remaja adat. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas remaja adat berperan sebagai agen pendidikan informal yang efektif dalam mentransmisikan nilai budaya dan membentuk karakter generasi muda melalui keterlibatan langsung dalam praktik adat. Komunitas juga mengembangkan strategi adaptif, seperti pemanfaatan media sosial dan pendekatan edukatif, untuk menjaga relevansi tradisi di era modern. Keterlibatan generasi muda dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling berkaitan, termasuk kesadaran budaya, dukungan keluarga, dan lingkungan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas remaja adat memiliki peran strategis sebagai mediator antara tradisi dan modernitas dalam menjaga keberlanjutan budaya.
Downloads
References
Adiputra, D. K., Assayid, W. S., Arini, I., & Nugroho, N. (2025). Generasi muda pelestari kearifan lokal untuk inklusi adat di era modern. Proficio, 6(2), 333–339. https://doi.org/10.36728/jpf.v6i2.4760
Afdhal, A. (2023). An examination of traditional customs in Minangkabau leadership tradition: Continuity and changes in the modern era. Publicus Jurnal Administrasi Publik, 1(2), 119–134. https://doi.org/10.30598/publicusvol1iss2p119-134
Agustin, M., Nurito, N., Wijayanti, I., Rizqiah, N., & Nurpratiwiningsih, L. (2024). Peran pendidikan dalam pelestarian budaya Bali pada penerus muda dan masyarakat lokal. Concept: Journal of Social Humanities and Education, 4(1), 87–95. https://doi.org/10.55606/concept.v4i1.1796
'Ain, F. K., Mufarricah, S. H., Muna, I. I., & Nur, D. M. M. (2025). Menumbuhkan kesadaran budaya generasi muda melalui tradisi Lamporan di Desa Soneyan, Kec Margoyoso, Kab Pati: Tinjauan dalam perspektif pendidikan IPS. Arima Jurnal Sosial Dan Humaniora, 3(2), 272–278. https://doi.org/10.62017/arima.v3i2.6269
Amelia, M. A., Hudi, I., Putri, S. E. D., Angrean, B., Zaky, M., Salsyabila, T. H., Ramadhani, N., & Alfahri, M. (2024). Generasi muda melek budaya: Mengenal dan melestarikan budaya lokal. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 3(2), 45–53. https://doi.org/10.9963/xw0gq497
Andri, K., Arifin, R., & Ahmad, O. (2025). Preservation of local culture through community service programs in Bukit Sangkal Village. Pengabdian Jurnal Abdimas, 3(2), 54–63. https://doi.org/10.70177/abdimas.v2i4.2225
Damayanti, K., & Yuwanti, S. (2022). Mesatua, budaya Bali yang perlu dilestarikan. Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata, 18(3), 210–220. https://doi.org/10.56910/gemawisata.v18i3.241
Darwil, K., Ramli, F., & Nawaz, F. (2026). Melestarikan budaya lokal di tengah arus globalisasi digital. Journal of Community Development and Empowerment, 2(1), 11–15. https://doi.org/10.70716/jocdem.v2i1.374
Hidayat, S., Bachtiar, B. M., & Ardian, R. (2024). Memperkuat identitas nasional melalui generasi muda dalam melestarikan budaya lokal di Sanggar Astagiri Kabupaten Kuningan. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(2), 120–130. https://doi.org/10.36085/jupank.v5i2.9257
Kariodimedjo, D. W., Rotua, B. C., & Jordi, M. J. (2022). Pelindungan dan pemajuan pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya tradisional Indonesia: Penggunaan tenun endek Bali oleh Christian Dior. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 10(1), 1–15. https://doi.org/10.29303/ius.v10i1.1002
Mahendra, I. G. A., & Yasa, I. N. M. (2023). Transformasi budaya lokal di era digital: Studi pada generasi muda Bali. Jurnal Komunikasi, 15(2), 201–213. https://doi.org/10.24912/jk.v15i2.18945
Pantrinang, E. E., Kaur, T. K., Tista, M. L., & Arini, N. N. (2025). Digiculture: Peran generasi muda dalam pelestarian seni dan budaya Bali di era digital. Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar, 5(1), 25–33. https://doi.org/10.24843/pilar.2025.v05.i01.p25
Pradnyani, N. L. P., & Suryadi, A. (2022). Peran komunitas adat dalam pelestarian budaya lokal di Bali. Jurnal Ilmu Sosial, 18(1), 75–86. https://doi.org/10.14710/jis.18.1.2022
Rahmi, A., Prastowo, A. N. B., Biwono, D. C. C., & Puspitasari, R. (2021). Kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian budaya Indonesia di masa pandemi. De Cive Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 1(11). https://doi.org/10.56393/decive.v1i11.303
Rusli, P. F., & Mega. (2023). Transformasi nilai-nilai kebudayaan dalam era digital: Analisis pengaruh media sosial terhadap budaya masyarakat Indonesia. Tanda, 3(4), 1–6. https://doi.org/10.69957/tanda.v3i04.1883
RWZ, B. P. A. W. (2021). Preservasi budaya Osing melalui internalisasi budaya berbasis sekolah adat sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Journal of Education and Teaching Learning (JETL), 3(2), 44–59. https://doi.org/10.51178/jetl.v3i2.214
Suandi, I. N., & Mudana, I. W. (2020). Upaya pelestarian bahasa dan budaya Bali melalui pengembangan kamus seni tari Bali. Jurnal Komunikasi Hukum, 6(1), 112–124. https://doi.org/10.23887/jkh.v6i1.24659
Suardana, I. W., & Dewi, N. L. P. (2020). Kearifan lokal masyarakat Bali dalam menghadapi globalisasi. Jurnal Socius, 9(1), 15–24. https://doi.org/10.24036/scs.v9i1.109
Sudarwati, S., Andari, N., & Dewi, N. S. K. (2023). Pemertahanan budaya lokal melalui pemberdayaan kelompok seni di Desa Jenisgelaran Jombang. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 1–17. https://doi.org/10.33086/snpm.v3i1.1226
Sugianto, M. A. (2024). Kebijakan pemajuan dan pelestarian budaya di Indonesia. Jurnal Analis Kebijakan, 8(1), 33–45. https://doi.org/10.37145/heyq6467
Wahyuni, N., Canta, D. S., Setyaningsih, E., & Hermawansyah, A. (2025). Sosialisasi gerakan melestarikan budaya lokal terhadap generasi Z dan Alpha dalam menjaga bahasa daerah dan makanan tradisional. MAJU Indonesian Journal of Community Empowerment, 2(6), 934–939. https://doi.org/10.62335/maju.v2i6.1921
Wijaya, I. M. A., & Sudarsana, I. K. (2021). Pendidikan berbasis budaya dalam membentuk karakter generasi muda Bali. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 155–166. https://doi.org/10.24832/jpnk.v6i2.1872
Wiryatami, N. K. D., Wahyuni, N. K. S., & Ruma, N. W. S. M. (2025). Ajeg Bali di era globalisasi: Pelestarian seni dan budaya melalui partisipasi aktif generasi muda dengan memanfaatkan teknologi digital. Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar, 5(1), 10–18. https://doi.org/10.24843/pilar.2025.v05.i01.p10
Wisnawa, I. M. B. (2025). Pola makan berkelanjutan: Persepsi dan hambatan pada generasi muda di Bali dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Jurnal Gastronomi Indonesia, 13(1), 55–66. https://doi.org/10.52352/jgi.v13i1.1377
Zuhria, A., Rahmayanti, O. D., Nadzar, H., Febrianti, R. E., Rahmawati, S. L., Arifin, Z. A. A., & Virgiawan, D. B. (2024). Partisipasi masyarakat di sekitar Pura Gunung Kawi Sebatu dalam pelestarian dan identitas masyarakat Bali. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 7(2), 76–96. https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i2.1628















