CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia <p><strong>CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11567">Terakreditasi Sinta 5 </a></strong>diterbitkan 4 kali setahun (Januari, April, Juli dan Oktober) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. <br /><strong>e-ISSN : 2774-4183 | p-ISSN : 2774-8030</strong></p> en-US ardhysmart7@gmail.com (Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd) jurnalp4i@gmail.com (Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd) Fri, 02 Jan 2026 02:58:02 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 AAA lorem ipsum lorem ipsum https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9230 <p>lorem ipsum lorem ipsum</p> adminp4i adminp4i Copyright (c) https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/9230 Mon, 02 Feb 2026 00:00:00 +0000 MODERASI KEBIJAKSANAAN DALAM HUBUNGAN IDENTITAS DIGITAL DAN PERBANDINGAN SOSIAL PADA GENERASI Z PENGGUNA LINKEDIN https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8256 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Digital identity is a self-representation built through online activities and has become a crucial aspect for Generation Z, who grew up amidst technological advancements. One widely used platform is LinkedIn, which functions not only to expand professional networks but also as a means of building self-image. However, exposure to other people's profiles on LinkedIn, which tend to be perceived as better and more attractive than one's own self-image, can trigger social comparison, potentially reducing an individual's psychological well-being. This study aims to examine the relationship between digital identity and social comparison among Generation Z LinkedIn users, as well as the moderating role of wisdom in this relationship. This study used a quantitative method, with 404 Generation Z LinkedIn employee participants aged 18–25 years old. The instruments used included the Digital Identity Scale to measure digital identity, the IOWA Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) to measure social comparison, and the Brief Self-Assessed Wisdom Scale (BSAWS) to measure wisdom. Data analysis was conducted using correlation tests and multiple linear regression. The results showed that digital identity had a positive and significant effect on social comparison (? = 0.711, p &lt; 0.001). Meanwhile, wisdom did not significantly moderate the relationship (p = 0.608). Additional findings showed significant differences in wisdom based on age and employment status, but not by gender.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Digital<em> identity</em> (identitas digital) merupakan representasi diri yang dibangun melalui aktivitas daring dan menjadi aspek penting bagi Generasi Z yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi. Salah satu platform yang banyak digunakan adalah LinkedIn, yang difungsikan bukan hanya untuk memperluas jaringan kerja profesional tetapi juga sebagai sarana pembentukan citra diri. Namun, paparan terhadap profil orang lain di media sosial LinkedIn, yang cenderung dianggap lebih baik dan menarik dibandingkan dengan citra diri sendiri, dapat memicu <em>social comparison</em> (perbandingan sosial) yang berpotensi menurunkan kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara identitas digital dan perbandingan sosial pada Generasi Z pengguna LinkedIn, serta menguji peran moderasi wisdom (kebijaksanaan) dalam hubungan tersebut. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dengan responden 404 partisipan karyawan Generasi Z pengguna LinkedIn, berusia 18–25 tahun. Instrumen yang digunakan meliputi <em>Digital Identity Scale</em> untuk mengukur identitas digital, IOWA <em>Netherlands Comparison Orientation Measure</em> (INCOM) untuk mengukur perbandingan sosial, serta <em>Brief Self-Assessed Wisdom Scale</em> (BSAWS) untuk mengukur kebijaksanaan. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap perbandingan sosial (? = 0.711, p &lt; 0.001). Sementara itu, kebijaksanaan tidak memoderasi hubungan tersebut secara signifikan (p = 0.608). Temuan tambahan menunjukkan perbedaan kebijaksanaan yang signifikan berdasarkan usia dan status pekerjaan, namun tidak berdasarkan jenis kelamin.</p> Riana Sahrani, Cherry Delfina Setiawan, Callista Chandra, Ivania Rachel Harto, Raisya Anaya Putri Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8256 Fri, 02 Jan 2026 00:00:00 +0000 SENSITIVITY OF CRU AND ERA5 PRECIPITATION DATASETS TO ENSO FORCINGS FOR INDONESIAN CLIMATE DURING 1970-2024 https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8193 <p>Observational precipitation datasets for countries around the globe as part of climate parameters are available in time-series acquired from ground-based and satellite-based monitoring stations. This study reports two datasets for rainfall variability in Indonesia during 1970–2024 provided by Climatic Research Unit (CRU) University of East Anglia, UK for the ground-based data and ERA5, the fifth version of European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) for the satellite-based measurements. The main aim of the study was to examine sensitivity of both datasets to climatic ENSO forcings, determining how strong El Niño and La Niña events influenced Indonesian rainfall variability. The methods in this study included accessing reliable sites for collecting and processing Indonesian precipitation datasets of different techniques and sea surface temperature data during observations. The results and corresponding discussions are summarised as follows. While El Niño and La Niña events indicate asymmetric behaviours, the ENSO forcings affect the precipitation datasets derived from two measurement techniques. Firstly, the datasets from CRU and ERA5 are coincident with years of extreme ENSO events. Secondly, despite the apparent difference in magnitude between observed rainfall intensities, the CRU and ERA5 datasets are found to be self-consistent in describing natural phenomena. Thirdly, with a higher resolution ERA5 datasets are more sensitive to the ENSO forcings than CRU datasets when applied to climatic conditions in Indonesia.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Data observasi presipitasi sebagai bagian dari parameter iklim untuk wilayah teritorial se dunia dapat diperoleh dari stasiun monitor di darat dan di udara. Studi ini melaporkan dua jenis data presipitasi di Indonesia antara 1970–2024 yang disediakan oleh Climatic Research Unit (CRU), University of East Anglia, UK untuk stasiun monitor di darat dan ERA5, generasi kelima dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) untuk pengukuran satelit. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan sensitivitas kedua jenis data presipitasi terhadap pengaruh ENSO dengan cara menentukan seberapa kuat El Niño dan La Niña memengaruhi variabilitas intensitas curah hujan di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengakses laman yang kredibel untuk pengumpulan dan pemrosesan data presipitasi di Indonesia dan temperatur muka laut selama observasi berlangsung. Hasil-hasil penelitian dan pembahasan terkait adalah sebagai berikut. El Niño and La Niña menunjukkan sifat asimetrik, dimana kedua fenomena alam tersebut berpengaruh terhadap data presipitasi di Indonesia yang diperoleh dari dua teknik pengukuran. Pertama, data presipitasi CRU dan ERA5 sesuai dengan tahun-tahun kejadian ENSO ekstrem. Kedua, meskipun terdapat perbedaan signifikan antara intensitas curah hujan yang dilaporkan oleh CRU dan ERA5, data presipitasi CRU dan ERA5 bersifat <em>self-consistent </em>dalam mendeskripsikan fenomena alam. Ketiga, dengan tingkat resolusi yang lebih tinggi data presipitasi ERA5 terbukti lebih sensitif terhadap pengaruh ENSO ekstrem daripada data presipitasi CRU untuk kondisi iklim di Indonesia.</p> Tjipto Prastowo Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8193 Mon, 05 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERAN WEARABLE DEVICES DALAM PEMANTAUAN TANDA VITAL IBU HAMIL UNTUK DETEKSI DINI KOMPLIKASI KEHAMILAN : SYSTEMATIC REVIEW https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8419 <p>This study aims to analyze the implementation of the Integrated Recording and Reporting System of Community Health Centers (SP2TP) at the Batanghari District Health Office, with particular emphasis on data management and system integration. The availability of accurate, timely, and integrated data is a fundamental requirement for supporting evidence-based decision-making in the health sector. However, preliminary findings indicate that SP2TP reporting at the district level remains largely manual, despite the adoption of digital applications such as E-Puskesmas at the primary healthcare level. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and document review. Data analysis followed an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that manual reporting mechanisms lead to delays, data inconsistencies, duplicated workloads, and limited utilization of health data for timely program evaluation. The absence of a centralized database and limited system interoperability between Community Health Centers and the District Health Office further exacerbate data fragmentation. To address these challenges, this study proposes an integrated SP2TP reporting model supported by a centralized database, real-time dashboards, automated data validation, and integration with E-Puskesmas. The implementation of this model is expected to significantly improve reporting efficiency and data quality.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) di Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, khususnya terkait pengelolaan data dan tingkat integrasi sistem informasi kesehatan. Ketersediaan data yang akurat, tepat waktu, dan terintegrasi merupakan prasyarat utama dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti di sektor kesehatan. Namun, temuan awal menunjukkan bahwa pelaporan SP2TP di tingkat Dinas Kesehatan masih dilakukan secara manual, meskipun Puskesmas telah menggunakan aplikasi digital seperti E-Puskesmas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pelaporan manual menyebabkan keterlambatan pelaporan, inkonsistensi data, duplikasi pekerjaan, serta keterbatasan pemanfaatan data untuk evaluasi program secara tepat waktu. Ketiadaan basis data terpusat dan rendahnya interoperabilitas sistem antara Puskesmas dan Dinas Kesehatan memperparah fragmentasi data. Sebagai solusi, penelitian ini mengusulkan model pelaporan SP2TP terintegrasi berbasis basis data terpusat, dashboard real time, validasi data otomatis, serta integrasi dengan E-Puskesmas. Implementasi model ini berpotensi meningkatkan efisiensi waktu pelaporan dan kualitas data secara signifikan.</p> Diyas Windarena, Dwi Ardani Rochmaniah, Anita Dewi Anggraini Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8419 Tue, 06 Jan 2026 00:00:00 +0000 INTEGRASI SISTEM INFORMASI KESEHATAN DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BATANGHARI PROVINSI JAMBI TAHUN 2025 https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8222 <p>The utilization of electronic-based technology (e-government) is a key strategy for promoting effective, transparent, and accountable governance, including in the health sector. The implementation of the Electronic-Based Government System (SPBE) and health information systems plays a crucial role in producing accurate and timely data to support decision-making. This study aims to analyze challenges in the collection and management of the Integrated Recording and Reporting System of Primary Health Centers (SP2TP) at the Batanghari District Health Office, which is still conducted manually, and to formulate a more effective reporting model. A qualitative approach was employed through in-depth interviews, observations, and document reviews involving 14 informants. The findings identified five main themes: health information systems, SP2TP utilization, data integration, challenges, and solutions. Key problems included the absence of a centralized database, limited infrastructure, and insufficient human resources with information technology competencies. SWOT analysis revealed strengths in the utilization of the E-Puskesmas application and national policy support, while major constraints involved fragmented applications and budget limitations. Improvement strategies include short-term solutions using basic cloud platforms and long-term development of an integrated web- and cloud-based reporting system to enhance data integration and governance performance.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pemanfaatan teknologi berbasis elektronik (<em>e-government</em>) menjadi strategi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel, termasuk di sektor kesehatan. Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan sistem informasi kesehatan berperan krusial dalam menyediakan data yang akurat dan tepat waktu sebagai dasar pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan pengumpulan dan pengelolaan data Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) di Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari yang masih dilakukan secara manual, serta merumuskan model pelaporan yang lebih efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap 14 informan. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu sistem informasi kesehatan, pemanfaatan SP2TP, integrasi data, tantangan, dan solusi. Permasalahan utama meliputi ketiadaan basis data terpusat, keterbatasan infrastruktur, dan minimnya sumber daya manusia berkompetensi teknologi informasi. Analisis SWOT menunjukkan adanya potensi dari pemanfaatan E-Puskesmas dan dukungan kebijakan nasional, namun masih terkendala fragmentasi aplikasi dan keterbatasan anggaran. Strategi perbaikan mencakup solusi jangka pendek berbasis cloud sederhana serta pengembangan sistem pelaporan terintegrasi berbasis web dan cloud dalam jangka panjang.</p> Marlindawati Marlindawati, P.A. Kodrat Pramudho, Sari Yuli Andarini Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8222 Tue, 06 Jan 2026 00:00:00 +0000 TRANSFORMASI DIGITAL DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN: PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI PADA UMKM https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8260 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting the national economy; however, many still encounter challenges related to inefficient and insufficiently transparent financial management practices. The acceleration of digital transformation has encouraged MSMEs to adopt information technology–based accounting systems as a means of improving the quality of financial reporting and ensuring business sustainability. Nevertheless, limitations in digital literacy, human resources, and access to technology have resulted in suboptimal utilization of digital accounting systems among MSMEs. This study aims to analyze the implementation of digital accounting information systems in MSMEs by examining the benefits gained as well as the challenges encountered during the adoption process. The research employs a systematic literature review of relevant scholarly journal articles, using a narrative synthesis approach to identify key patterns related to digital-based financial management in MSMEs. The findings indicate that the adoption of digital accounting systems contributes to greater efficiency in transaction recording, improved accuracy of financial statements, and enhanced financial transparency, which collectively support more effective business decision-making. However, implementation remains constrained by limited technological understanding, initial investment costs, and insufficient training. This study concludes that digital accounting systems hold significant potential for improving the quality of financial management in MSMEs, yet successful implementation requires continuous training, structured assistance, and more equitable access to technology.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><br />Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian nasional, namun masih dihadapkan pada permasalahan pengelolaan keuangan yang belum efisien dan kurang transparan. Perkembangan transformasi digital mendorong UMKM untuk mengadopsi sistem akuntansi berbasis teknologi informasi sebagai upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan dan keberlanjutan usaha. Kendati demikian, keterbatasan literasi digital, sumber daya manusia, serta akses teknologi menyebabkan pemanfaatan sistem akuntansi digital belum optimal di kalangan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem informasi akuntansi digital pada UMKM dengan menelaah manfaat yang dihasilkan serta hambatan yang dihadapi dalam proses implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap artikel jurnal ilmiah yang relevan, dengan pendekatan sintesis naratif untuk mengidentifikasi pola temuan utama terkait pengelolaan keuangan UMKM berbasis digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan sistem akuntansi digital berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi pencatatan transaksi, akurasi laporan keuangan, serta transparansi informasi keuangan yang mendukung pengambilan keputusan usaha secara lebih tepat. Namun demikian, implementasi sistem tersebut masih menghadapi kendala berupa rendahnya pemahaman teknologi, biaya investasi awal, dan keterbatasan pelatihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem akuntansi digital memiliki potensi signifikan dalam memperbaiki kualitas pengelolaan keuangan UMKM, tetapi keberhasilan penerapannya memerlukan dukungan pelatihan berkelanjutan, pendampingan, serta pemerataan akses teknologi.</p> Hardini Ariningrum, Repa Anty Dwi Lisa, Septi Kurniawati, Silva Nadia Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8260 Wed, 07 Jan 2026 00:00:00 +0000 TREN DAN PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN SEKTOR TEKSTIL DAN GARMEN BEI SEBELUM, KETIKA, DAN SESUDAH COVID-19 https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8364 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>The textile and garment industry is one of the manufacturing sectors most severely affected by the global economic crisis caused by the Covid 19 pandemic, as reflected in a significant decline in financial performance. This study aims to analyze the comparative financial performance of textile and garment subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange before, during, and after the Covid 19 pandemic. Financial performance is measured using Working Capital to Total Assets (WCTA), Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), and Operating Profit Margin (OPM). This study employs a quantitative descriptive comparative approach using secondary data in the form of companies annual financial statements for the 2018 to 2023 period. The results indicate that the Covid 19 pandemic had a significant impact on the decline in liquidity, asset efficiency, and profitability, as evidenced by decreases in WCTA and TATO and an increase in DER during the pandemic period, while OPM showed fluctuations reflecting instability in operating profit. In the post pandemic period, several companies began to show signs of performance improvement, although the recovery was not evenly distributed across the subsector. Overall, this study confirms that the impact of the pandemic on the financial performance of textile and garment companies is heterogeneous and strongly influenced by firms ability to manage capital structure and adapt to changing market conditions.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Industri tekstil dan garmen merupakan salah satu sektor manufaktur yang paling terdampak oleh krisis ekonomi global akibat pandemi Covid 19, yang tercermin dari penurunan kinerja keuangan secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja keuangan perusahaan subsektor tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum, selama, dan setelah pandemi Covid 19. Kinerja keuangan diukur menggunakan rasio <em>Working Capital to Total Assets</em> (WCTA), <em>Debt to Equity Ratio</em> (DER), <em>Total Asset Turnover</em> (TATO), dan <em>Operating Profit Margin</em> (OPM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan periode 2018 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi Covid 19 berdampak signifikan terhadap penurunan likuiditas, efisiensi aset, dan profitabilitas perusahaan, yang ditandai oleh penurunan WCTA dan TATO serta peningkatan DER selama periode pandemi, sementara OPM menunjukkan fluktuasi yang mencerminkan ketidakstabilan laba operasional. Pasca pandemi, sebagian perusahaan mulai menunjukkan perbaikan kinerja, namun pemulihan belum merata di seluruh subsektor. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa dampak pandemi terhadap kinerja keuangan perusahaan tekstil dan garmen bersifat heterogen dan sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam mengelola struktur modal serta beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar.</p> Suwirto K. Pegu, Selvi Selvi, Lanto Miriatin Amali Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8364 Wed, 07 Jan 2026 00:00:00 +0000 KULINER SEBAGAI WARISAN BUDAYA: STUDI KASUS PELESTARIAN MAKANAN TRADISIONAL WINGKO BABAT DI ERA GENERASI MILENIAL https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8019 <p>This study examines the preservation of Wingko Babat, a traditional Indonesian culinary product, as a form of local cultural heritage amid social changes and shifting consumption patterns among the millennial generation. Wingko Babat functions not only as a food product but also as a representation of cultural identity, collective memory, and local values within the Babat community of Lamongan Regency. This research employs a qualitative approach with a case study design to explore cultural meanings, millennial perceptions, and preservation strategies implemented by local producers, community groups, and local government. Data were collected through field observations, in-depth interviews with Wingko Babat producers, millennial consumers, and sub-district officials, as well as documentation of production and promotional activities. The findings indicate that the millennial generation plays a strategic role in preserving Wingko Babat through packaging innovation, product diversification, the use of social media, and digital marketing strategies based on cultural storytelling. However, preservation efforts continue to face challenges, including weak producer regeneration, limited digital literacy, and competition from modern culinary products. This study highlights the importance of adaptive and collaborative approaches in sustaining traditional culinary heritage as part of Indonesia’s intangible cultural heritage in the digital era.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji upaya pelestarian makanan tradisional Wingko Babat sebagai warisan budaya lokal di tengah dinamika sosial dan perubahan pola konsumsi generasi milenial. Wingko Babat tidak hanya berfungsi sebagai produk pangan, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya, memori kolektif, dan nilai-nilai lokal masyarakat Babat, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menggali makna kultural, persepsi generasi milenial, serta strategi pelestarian yang dilakukan oleh pelaku usaha, komunitas lokal, dan pemerintah setempat. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan produsen Wingko Babat, generasi milenial, dan aparatur kecamatan, serta dokumentasi aktivitas produksi dan promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi milenial memiliki peran strategis dalam pelestarian Wingko Babat melalui inovasi kemasan, pengembangan varian rasa, pemanfaatan media sosial, dan strategi pemasaran digital berbasis storytelling budaya. Meskipun demikian, pelestarian masih menghadapi tantangan berupa lemahnya regenerasi produsen, keterbatasan literasi digital, dan persaingan dengan produk kuliner modern. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan adaptif dan kolaboratif dalam menjaga keberlanjutan kuliner tradisional sebagai bagian dari warisan budaya takbenda di era digital.</p> Madani Waskita Putra Nagari Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8019 Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERAN MAKANAN TRADISIONAL DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS BUDAYA: SUATU TINJAUAN SISTEMATIS https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8195 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Traditional food is an important part of Indonesian society and culture, reflecting social and cultural values as well as cultural identity. However, modernization and lifestyle changes, including the increasing consumption of fast food, have led to a decline in societal interest in traditional food, despite its symbolic significance for national cultural identity. This study aims to examine the role of traditional food in the formation of cultural identity. The study employed a systematic review method following the PRISMA 2020 model. Data were collected through the Google Scholar database using the keywords “traditional food” and “cultural identity.” Of the 30 articles identified, only six met the inclusion criteria for analysis. The data were analyzed using thematic analysis. The findings indicate that traditional food plays an important role as a symbol of cultural identity and as a means of preserving national values in the era of globalization. The findings of this study are expected to contribute information, references, and evaluative insights regarding the role of traditional food in the development of local cultural studies.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Makanan tradisional merupakan bagian penting dari kehidupan dan budaya masyarakat Indonesia yang mencerminkan nilai serta identitas sosial-budaya. Namun, modernisasi dan perubahan gaya hidup, termasuk meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, menyebabkan menurunnya minat masyarakat terhadap makanan tradisional, meskipun makanan tersebut memiliki makna simbolis bagi jati diri budaya bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran makanan tradisional dalam pembentukan identitas budaya. Metode yang digunakan yaitu metode <em>systematic review </em>dengan model PRISMA 2020. Data dikumpulkan melalui <em>database</em> Google Scholar. Pencarian data menggunakan kata kunci “makanan tradisional” dan “identitas budaya”. Dari 30 artikel yang ditemukan hanya 6 artikel yang memenuhi kriteria ke tahap analisis. Kemudian, data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan tradisional memiliki peranan penting sebagai simbol identitas budaya serta sarana dalam melestarikan nilai-nilai bangsa di tengah era globalisasi saat ini. Temuan hasil ini diharapkan dapat memberikan informasi, referensi, dan evaluasi mengenai peran makanan tradisional bagi pengembangan kajian budaya lokal.</p> Audrey Felicia Lie, Jessica Elena Susanto, Merryn Oktavia Sutarman, Sevilla Simon, Sri Tiatri Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8195 Tue, 13 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMPROMOSIKAN KULINER NUSANTARA https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8192 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Indonesian cuisine not only reflects the diversity of flavors but is also an integral part of Indonesia's cultural identity, which continues to face challenges in the era of globalization. This article aims to examine the role of social media in promoting Indonesian cuisine through a literature review approach, analyzing various scientific publications from the past ten years. The research began with keyword identification, followed by literature search and selection, and finally, analysis of findings from relevant sources. The study results show that digital platforms such as Instagram, TikTok, and YouTube play a strategic role in increasing the visibility and attractiveness of local cuisine, especially among young people. Social media has been proven to contribute to the empowerment of MSMEs, enhance cultural literacy, and strengthen local identity. Besides being a promotional medium, social media also serves as a cultural advocacy tool that actively encourages community participation, especially among young people, in the preservation of traditional cuisine. Nevertheless, challenges such as content polarization, disinformation, and consistency of cultural narratives are issue that need to be anticipated. This study emphasizes the importance of authentic, visually-oriented content marketing strategies aligned with digital trends to sustainably strengthenthe presence of Indonesian cuisine.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kuliner Nusantara tidak hanya mencerminkan keberagaman rasa, tetapi juga merupakan bagian integral dari identitas budaya Indonesia yang terus menghadapi tantangan di era globalisasi. Artikel ini bertujuan untuk menelaah peran media sosial dalam mempromosikan kuliner Nusantara melalui pendekatan tinjauan pustaka terhadap berbagai literatur ilmiah selama sepuluh tahun terakhir. Penelitian ini diawali dengan identifikasi kata kunci, dilanjutkan dengan pencarian dan seleksi literatur, hingga analisis temuan dari berbagai sumber yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube memainkan peran strategis dalam meningkatkan visibilitas dan daya tarik kuliner lokal, terutama di kalangan generasi muda. Media sosial terbukti berkontribusi terhadap pemberdayaan UMKM, peningkatan literasi budaya, serta penguatan identitas lokal. Selain sebagai media promosi, media sosial juga berfungsi sebagai alat advokasi budaya yang mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pelestarian kuliner tradisional. Meskipun demikian, tantangan seperti polarisasi konten, disinformasi, dan konsistensi narasi budaya menjadi isu yang perlu diantisipasi. Kajian ini menegaskan pentingnya strategi pemasaran berbasis konten autentik dan visual yang selaras dengan tren digital untuk memperkuat eksistensi kuliner Nusantara secara berkelanjutan.</p> Amanda Diva Vebiyan, Joan Andriona, Hani Rahmawati Johan, Gavriella Ceacilia Christie Ratu Edo, Miranda Bellany, Sri Tiatri Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8192 Tue, 13 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERAN CYBERLOAFING TERHADAP DIGITAL WELL- BEING PADA KARYAWAN GENERASI Z https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8864 <p>The rapid development of digital technology has brought significant changes to the workplace, especially for Generation Z employees. Despite the benefits, the high intensity of digital technology use has the potential to cause psychological stress that can affect employees' digital well-being. One way employees cope with this is through cyberloafing, the use of the internet at work for personal purposes. This study aims to determine the relationship between cyberloafing and digital well-being among Generation Z employees. This study used a non-experimental quantitative method with a correlational approach. The study participants consisted of 213 active Generation Z employees with at least one year of work experience who cyberloafed for a maximum duration of 75 minutes per day. The measurement instruments used were the Cyberloafing Scale and the Digital Well-being Scale, adapted into Indonesian. The results showed a significant positive relationship between cyberloafing and digital well-being (r = 0.286; p &lt; 0.001). Therefore, it can be said that cyberloafing, when done within reasonable limits, can serve as a coping mechanism to reduce work stress arising from the high intensity of digital technology use in the workplace. However, excessive cyberloafing can negatively impact physical health and work productivity. Therefore, it is important for organizations to create a work environment with a balanced use of digital technology.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa perubahan signifikan dalam dunia kerja, terutama bagi karyawan Generasi Z. Terlepas dari manfaat yang bisa didapatkan, tingginya intensitas penggunaan teknologi digital berpotensi menimbulkan tekanan psikologis yang dapat memengaruhi tingkat digital well-being karyawan. Salah satu cara yang dilakukan karyawan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan cyberloafing, penggunaan internet di tempat kerja untuk kepentingan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cyberloafing dan digital well-being pada karyawan Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan korelasional. Partisipan penelitian ini terdiri dari 213 karyawan Generasi Z yang aktif bekerja dengan pengalaman bekerja minimal selama 1 tahun, serta melakukan cyberloafing dengan durasi maksimal 75 menit per hari. Alat ukur yang digunakan adalah Cyberloafing Scale dan Digital Well-being Scale yang telah diadaptasi ke Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara cyberloafing dan digital well-being (r = 0,286; p &lt; 0,001). Maka dapat dikatakan bahwa cyberloafing yang dilakukan dalam batas wajar dapat berfungsi sebagai mekanisme coping untuk mengurangi stres kerja yang muncul akibat tingginya intensitas penggunaan teknologi digital di lingkungan kerja. Namun, cyberloafing yang dilakukan secara berlebihan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan produktivitas kerja. Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk menciptakan lingkungan kerja dengan penggunaan teknologi digital yang seimbang.</p> Margaretha Sabda Djaja, Zamralita Zamralita, Ismoro Reza Prima Putra Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8864 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 IDENTITAS SOSIAL ANGGOTA KOMUNITAS MAHASISWA MUSLIM PATANI THAILAND https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8873 <p>Muslim Patani students studying in Indonesia face challenges as foreign students and a minority group, especially in forming their identity in a new environment. This study aims to understand how social identity is formed, maintained, and interpreted by members of the Muslim Patani student community through their experiences in the community. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method to explore the subjective experiences of community members. Subjects were selected using purposive sampling, and data were collected through in-depth interviews. Data analysis was conducted using thematic analysis techniques to identify patterns of meaning that emerged from the participants' experiences. The results show that the Patani Muslim student community plays an important role as a safe social space and that social identity is formed through active involvement in the community, such as participation in decision-making, joint activities, and opportunities to express one's potential. In addition, social identity is maintained through consistent social, cultural, and religious practices, as well as discussions about the conditions of the Patani community in their home country.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Mahasiswa Muslim Patani yang menempuh pendidikan di Indonesia menghadapi tantangn sebagai mahasiswa rantau dan kelompok minoritas terutama dalam pembentukan identitas diri di lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana identitas sosial terbentuk, dipertahankan, dan dimaknai oleh anggota komunitas mahasiswa Muslim Patani melalui pengalaman mereka dalam komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif para anggota komunitas. Pemilihan subjek menggunakan <em>purposive sampling</em> dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola makna yang muncul dari pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas mahasiswa Muslim Patani berperan penting sebagai ruang sosial yang aman dan identitas sosial terbentuk melalui keterlibatan aktif dalam komunitas, seperti partisipasi dalam pengambilan keputusan, kegiatan bersama, serta kesempatan mengekspresikan potensi diri. Selain itu, identitas sosial dipertahankan melalui praktik sosial, budaya, dan keagamaan yang dijalankan secara konsisten, serta diskusi mengenai kondisi masyarakat Patani di negara asal.</p> Aqim Laila, Dienita Dwi Rahmawati, Muhammad Alaudin Candra Pratama, Suraida Haya, Siti Hikmah Anas Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8873 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PELATIHAN HARDSKILL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. MANAJEMEN ASISTEN INDONESIA https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8893 <p>Improving the quality of human resources is a vital element for service companies to maintain optimal performance and service standards. This study aims to analyze in-depth the effect of hard skills training on employee performance at PT. Manajemen Asisten Indonesia, responding to the urgent need for improved technical competency. Using a quantitative descriptive approach, the study involved all employee training participants as a sample through a saturated sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through a series of statistical tests, including validity, reliability, normality, Product Moment correlation, and simple linear regression. The analysis findings revealed a fairly strong positive relationship between hard skills training and employee performance, indicated by a correlation coefficient of 0.507. Furthermore, hard skills training was shown to contribute 25.7% to the variation in employee performance, with the results of the model significance test confirming a significant effect (p = 0.002). The main conclusion of this study is that relevant and targeted hard skills training has a significant impact on improving employee work effectiveness. Therefore, companies are advised to continuously align technical training materials with dynamic operational needs to achieve sustainable productivity.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan elemen vital bagi perusahaan jasa untuk mempertahankan standar kinerja dan layanan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh pelatihan hardskill terhadap kinerja karyawan di PT. Manajemen Asisten Indonesia, merespons kebutuhan mendesak akan kompetensi teknis yang lebih baik. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian melibatkan seluruh karyawan peserta pelatihan sebagai sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis melalui serangkaian uji statistik, termasuk validitas, reliabilitas, normalitas, korelasi Product Moment, serta regresi linier sederhana. Temuan analisis mengungkapkan adanya hubungan positif yang cukup kuat antara pelatihan hardskill dan kinerja karyawan, ditandai dengan koefisien korelasi sebesar 0,507. Lebih lanjut, pelatihan hardskill terbukti memberikan kontribusi sebesar 25,7% terhadap variasi kinerja karyawan, dengan hasil uji signifikansi model yang mengonfirmasi pengaruh nyata (p = 0,002). Kesimpulan utama dari studi ini adalah bahwa pelatihan hardskill yang relevan dan terarah memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan efektivitas kerja karyawan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk terus menyelaraskan materi pelatihan teknis dengan dinamika kebutuhan operasional guna mencapai produktivitas yang berkelanjutan.</p> <p> </p> Cheryen Ckristina Sitorus, Menik Tetha Agustina Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8893 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 SKRINING KESEHATAN MENTAL PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA UBU RAYA KABUPATEN SUMBA BARAT https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8862 <p>Housewives are a group vulnerable to mental health disorders due to the dual burden of domestic work and economic pressures. However, empirical data on this condition in rural areas is limited. This study aimed to conduct mental health screening among housewives in Ubu Raya Village, West Sumba Regency. Using a quantitative approach with a descriptive survey design, the study involved 384 respondents, who were assessed using the WHO Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20). Key findings indicated a high prevalence rate, with 77.9% of respondents indicating mental health problems, with depressive symptoms being the most predominant clinical manifestation (96.9%). Factor analysis indicated that financial stress due to low income (below Rp1,000,000) was the primary determinant of these disorders. Furthermore, the highest psychological vulnerability was found among middle-aged (41-60 years old), mothers with dual roles (farmers/employees), and those who were single or divorced. This study concluded that economic instability and the complexity of domestic roles were strongly correlated with high rates of mental disorders in this population, necessitating integrated psychosocial interventions.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Ibu rumah tangga merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental akibat beban ganda domestik dan himpitan ekonomi, namun data empiris mengenai kondisi ini di wilayah pedesaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan mental pada ibu rumah tangga di Desa Ubu Raya, Kabupaten Sumba Barat. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif, penelitian melibatkan 384 responden yang diukur menggunakan instrumen <em>Self-Reporting Questionnaire</em> (SRQ-20) dari WHO. Temuan utama menunjukkan angka prevalensi yang tinggi, di mana 77,9% responden terindikasi memiliki masalah kesehatan mental, dengan gejala depresi sebagai manifestasi klinis yang paling dominan (96,9%). Analisis faktor menunjukkan bahwa stres finansial akibat pendapatan rendah (di bawah Rp1.000.000) menjadi determinan utama gangguan tersebut. Selain itu, kerentanan psikologis tertinggi ditemukan pada kelompok usia paruh baya (41-60 tahun), ibu dengan peran ganda (petani/pegawai), serta mereka yang berstatus belum menikah atau bercerai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakstabilan ekonomi dan kompleksitas peran domestik berkorelasi kuat dengan tingginya gangguan mental pada populasi ini, sehingga diperlukan intervensi psikososial yang terintegrasi.</p> <p> </p> Dwi Wahyuni Ina Kadiwano, Dian Lestari Anakaka, Theodora Takalapeta Yendris Krisno Syamruth Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8862 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 PEMANFAATAN DATA OPERASIONAL HARIAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS DATA DI PT DELTA JAYA MAS https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8882 <p>Digital transformation is driving the manufacturing industry to optimize the use of operational data as a foundation for accurate and responsive decision-making. This study aims to analyze the effectiveness of daily operational data utilization in managerial processes at the Mandrel Division of PT Delta Jaya Mas, while also evaluating the challenges faced. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through interviews, observations, and documentation studies. The research findings reveal that operational data has become a vital instrument in production monitoring, quality control, and strategic planning. However, the current hybrid recording system—combining manual forms and the AppSheet digital platform—often leads to inefficiencies such as input errors, data latency, and reliance on manual validation. Variations in human resource competencies and the lack of holistic system integration also impact the consistency of data quality. The study's conclusions confirm that although the Mandrel Division is on the transition path toward Data-Driven Decision Making (DDDM), data quality optimization and digital system integration are essential to improve the accuracy of managerial decisions. These findings contribute to the academic literature on operational management and provide practical recommendations for companies to strengthen data governance.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Transformasi digital mendorong industri manufaktur untuk mengoptimalkan penggunaan data operasional sebagai fondasi pengambilan keputusan yang akurat dan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan data operasional harian dalam proses manajerial di Divisi Mandrel PT Delta Jaya Mas, sekaligus mengevaluasi tantangan yang dihadapi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa data operasional telah menjadi instrumen vital dalam pemantauan produksi, pengendalian mutu, dan perencanaan strategis. Namun, sistem pencatatan yang masih bersifat hibrida—memadukan formulir manual dan platform digital <em>AppSheet</em>—kerap memicu inefisiensi berupa kesalahan input, latensi data, dan ketergantungan pada validasi manual. Variasi kompetensi sumber daya manusia dan belum terintegrasinya sistem secara holistik turut memengaruhi konsistensi kualitas data. Simpulan studi ini menegaskan bahwa meskipun Divisi Mandrel telah berada pada jalur transisi menuju <em>Data-Driven Decision Making</em> (DDDM), optimalisasi kualitas data dan integrasi sistem digital mutlak diperlukan untuk meningkatkan akurasi keputusan manajerial. Temuan ini berkontribusi secara akademis dalam memperkaya literatur manajemen operasional dan memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan untuk memperkuat tata kelola data.</p> Enjel One Nainggolan, Refiana Dwi Maghfiroh Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8882 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 SELF-EFFICACY AND SOCIAL LOAFING BEHAVIOR AMONG MEMBERS OF EDUCATIONAL COMMUNITIES IN KUPANG CITY https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8872 <p>The phenomenon of social loafing, or the tendency to reduce individual contributions to group assignments, poses a real challenge to the effectiveness of non-formal educational communities. This study aims to analyze the relationship between self-efficacy and social loafing behavior among members of educational communities in Kupang City. Using a quantitative approach with a correlational design, the study involved 148 active participants from 17 educational communities selected through incidental sampling. Data were collected using an online questionnaire that included the Self-Efficacy Scale and the Social Loafing Scale, and then analyzed using the Spearman's rho statistical test. The findings showed a significant correlation between the two variables, with the majority of respondents at moderate levels for both aspects. Data analysis indicates that self-efficacy serves as a crucial internal factor; individuals with high self-efficacy tend to have greater engagement and lower levels of social loafing. In addition to psychological factors, external dynamics such as clear role allocation and supportive leadership also influence member participation. It is concluded that strengthening self-efficacy through structured community activities and providing feedback is essential to minimize passive behavior and increase collective organizational productivity.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Fenomena <em>social loafing</em> atau kecenderungan mengurangi kontribusi individu dalam tugas kelompok menjadi tantangan nyata bagi efektivitas komunitas pendidikan nonformal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara <em>self-efficacy</em> dan perilaku <em>social loafing</em> pada anggota komunitas pendidikan di Kota Kupang. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, studi ini melibatkan 148 partisipan aktif dari 17 komunitas pendidikan yang dipilih melalui teknik <em>incidental sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner daring yang mencakup Skala <em>Self-Efficacy</em> dan Skala <em>Social Loafing</em>, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik <em>Spearman’s rho</em>. Temuan penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara kedua variabel, di mana mayoritas responden berada pada tingkat sedang untuk kedua aspek tersebut. Analisis data mengindikasikan bahwa <em>self-efficacy</em> berfungsi sebagai faktor internal krusial; individu dengan keyakinan diri yang tinggi cenderung memiliki keterlibatan yang lebih besar dan tingkat <em>social loafing</em> yang lebih rendah. Selain faktor psikologis, dinamika eksternal seperti kejelasan pembagian peran dan kepemimpinan yang suportif turut memengaruhi partisipasi anggota. Disimpulkan bahwa penguatan <em>self-efficacy</em> melalui aktivitas komunitas yang terstruktur dan pemberian umpan balik sangat diperlukan untuk meminimalkan perilaku pasif serta meningkatkan produktivitas kolektif organisasi.</p> Ester Melani Jeni Ratu, Mernon Yerlinda Carlista Mage, Theodora Takalapeta Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8872 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PERAN CORE-TAX DALAM TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN DAN TRANSPARANSI PT DELTA JAYA MAS https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8883 <p>Digital transformation in tax administration is now a strategic necessity for the manufacturing sector to improve the efficiency and accountability of data management. This study aims to analyze the role of the Core-Tax Administration System implementation in supporting digital transformation at PT Delta Jaya Mas, with a primary focus on improving tax compliance and transparency during the transition from a manual system. This study employed a qualitative method through a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations of the reporting process, and document analysis, then processed using the Miles and Huberman interactive analysis model. The research findings indicate that the implementation of Core-Tax significantly improved operational effectiveness through automated data validation, digital archiving, and reporting efficiency, minimizing the risk of duplication and administrative errors. Furthermore, the system strengthened internal transparency through real-time data access and reduced the risk of regulatory non-compliance. Despite challenges with human resource adaptation during the initial stages, it was concluded that Core-Tax contributed significantly to strengthening the company's tax governance to be more modern, accurate, and structured.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Transformasi digital dalam administrasi perpajakan kini menjadi kebutuhan strategis bagi sektor manufaktur guna meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran implementasi <em>Core-Tax Administration System</em> dalam mendukung transformasi digital di PT Delta Jaya Mas, dengan fokus utama pada peningkatan kepatuhan dan transparansi perpajakan selama masa transisi dari sistem manual. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan lewat wawancara mendalam, observasi proses pelaporan, dan analisis dokumen, kemudian diolah menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan <em>Core-Tax</em> secara signifikan meningkatkan efektivitas operasional melalui validasi data otomatis, pengarsipan digital, dan efisiensi pelaporan yang meminimalkan risiko duplikasi serta kesalahan administrasi. Selain itu, sistem ini memperkuat transparansi internal melalui akses data <em>real-time</em> dan menurunkan risiko ketidakpatuhan regulasi. Meskipun terdapat tantangan adaptasi sumber daya manusia pada tahap awal, disimpulkan bahwa <em>Core-Tax</em> berkontribusi vital dalam memperkuat tata kelola perpajakan perusahaan yang lebih modern, akurat, dan terstruktur.</p> Febyan Cahya Alfi Syahrin, Refiana Dwi Maghfiroh Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8883 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR DENSITAS LINIER BENANG DENGAN KENDALI MIKROKONTROLLER ARDUINO & SISTEM TRACKING LOT https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8879 <p>This study aims to design and develop a yarn linear density measurement device based on an Arduino Uno microcontroller integrated with an online database recording system (Google Sheet). Conventional measurement of yarn linear density is still carried out manually using a standard reeling device, which requires a relatively long time and is prone to recording errors. Therefore, this research offers an automated and digitized testing solution. The research method includes the mechanical and electronic design of the measuring device, validation of measurement results against a calibrated standard instrument, and the development of a database system and Android application for recording test results. The tests were conducted on three types of yarns (Ne? 19, Ne? 23, and Ne? 31) with ten repetitions each. The two-way ANOVA results indicated no significant differences between the prototype and the standard instrument (F(1,9) = 0.305; p = 0.594), among the tested yarn types (F(2,18) = 2.061; p = 0.156), and in their interaction (F(2,18) = 1.870; p = 0.183), confirming that the prototype is statistically valid. The database-based tracking system also demonstrated a 100% data transmission success rate with a response time of less than two seconds. This study successfully integrates physical measurement and laboratory digitalization, resulting in a prototype of an IoT-based yarn linear density testing system that can be implemented in modern textile testing laboratories, supporting the transformation toward Textile Industry 4.0.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan alat ukur densitas linear benang berbasis mikrokontroler Arduino Uno yang terintegrasi dengan sistem pencatatan hasil uji berbasis database daring (Google Sheet). Pengukuran densitas linear benang secara konvensional masih dilakukan secara manual menggunakan alat reeling standar yang membutuhkan waktu relatif lama dan rentan terhadap kesalahan pencatatan. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan solusi berbasis otomasi dan digitalisasi pengujian. Metode pelaksanaan meliputi tahap perancangan mekanik dan elektronik alat ukur, pengujian dan validasi hasil alat terhadap alat standar terkalibrasi, serta pengembangan sistem database dan aplikasi Android untuk pencatatan hasil pengujian. Pengujian dilakukan pada tiga jenis benang (Ne? 19, Ne? 23, dan Ne? 31) dengan sepuluh kali pengulangan masing-masing. Hasil analisis ANOVA dua arah menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara alat rancangan dan alat standar (F(1,9) = 0,305; p = 0,594), maupun antarjenis benang yang diuji (F(2,18) = 2,061; p = 0,156), serta tidak ada interaksi signifikan antara keduanya (F(2,18) = 1,870; p = 0,183), sehingga alat dapat dikatakan valid. Sistem tracking berbasis database juga menunjukkan tingkat keberhasilan pengiriman data mencapai 100% dengan waktu respon kurang dari dua detik. Penelitian ini berhasil mewujudkan integrasi antara sistem pengukuran fisik dan digitalisasi laboratorium tekstil, serta menjadi prototipe awal sistem pengujian densitas linear berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat diimplementasikan di laboratorium pengujian tekstil modern dan mendukung transformasi menuju industri tekstil 4.0.</p> <p> </p> Galuh Yuli Astrini, Andrian Wijayono, Valentina Sri Pertiwi Rumiyati, Mohadi Mohadi, Usaid Syawahidul Chaq, Hendri Pujianto, Ernestia Cheisya Adeawardani Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8879 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PENGELOLAAN PERSEDIAAN BARANG UNTUK MENINGKATKAN KETEPATAN PENGADAAN PADA PT. INDOBISMAR https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8890 <p>Effective inventory management is a vital element in maintaining operational stability and liquidity for distribution companies in the digital economy. This research is motivated by the urgency of improving warehouse governance at PT Indobismar Surabaya, which faces significant challenges such as mismatched stock data between the Accurate system and physical conditions, errors in serial number recording, and the accumulation of slow-moving goods. This study aims to analyze the root causes of these problems to improve procurement accuracy. Using descriptive qualitative methods, data collection was conducted through participant observation, semi-structured interviews with warehouse staff, and documentation. The research findings indicate that inefficiencies are caused by the dominance of manual procedures in stocktaking, weak verification of incoming goods, and a lack of data-driven planning. As a strategic solution, this study recommends strengthening internal controls through standardization of procedures, optimization of information system features to reduce manual intervention, and the application of quantitative methods such as Economic Order Quantity (EOQ) and FSN (Fast, Slow, Non-moving) classification analysis. Implementation of these measures is expected to improve inventory data accuracy, minimize financial losses due to stock discrepancies, and ensure sustainable procurement efficiency.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong><br />Efektivitas pengelolaan persediaan merupakan elemen vital dalam menjaga stabilitas operasional dan likuiditas perusahaan distribusi di era ekonomi digital. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi perbaikan tata kelola gudang di PT Indobismar Surabaya, yang menghadapi kendala signifikan berupa ketidaksesuaian data stok antara sistem Accurate dan kondisi fisik, kesalahan pencatatan <em>serial number</em>, serta penumpukan barang <em>slow moving</em>. Studi ini bertujuan menganalisis akar permasalahan tersebut untuk meningkatkan ketepatan pengadaan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan staf gudang, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa inefisiensi disebabkan oleh dominasi prosedur manual dalam <em>stock opname</em>, lemahnya verifikasi barang masuk, serta kurangnya perencanaan berbasis data. Sebagai solusi strategis, penelitian ini merekomendasikan penguatan pengendalian internal melalui standardisasi prosedur, optimalisasi fitur sistem informasi untuk mengurangi intervensi manual, serta penerapan metode kuantitatif seperti Economic Order Quantity (EOQ) dan analisis klasifikasi FSN (Fast, Slow, Non-moving). Implementasi langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi data persediaan, meminimalkan kerugian finansial akibat selisih stok, serta menjamin efisiensi pengadaan barang secara berkelanjutan.</p> Gita Aurellia Karunia Wana, Mei Retno Adiwati Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8890 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN CHALLENGE STRESS DAN HINDRANCE STRESS TERHADAP PRESENTEEISM PADA KARYAWAN GENERASI Z https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8863 <p>The phenomenon of presenteeism, the behavior of continuing to work despite less than optimal physical or psychological condition, poses a significant challenge to the well-being of Generation Z employees, known for their adaptability but vulnerability to stress. This study focuses on analyzing the relationship between two dimensions of work stress—challenge stress (growth-inducing stress) and hindrance stress (inhibiting stress), and levels of presenteeism using Cavanaugh's theoretical framework. Using a quantitative approach using survey methods, data were collected from 209 Generation Z employees in Indonesia using the Challenge and Hindrance-related Self-Reported Stress Scale (C-HSS) and the Job Stress-Related Presenteeism Scale (JSRPS). Statistical analysis revealed the crucial finding that challenge stress significantly negatively correlated with presenteeism, meaning constructive work challenges actually decreased the likelihood of unproductive attendance, while hindrance stress demonstrated a significant positive relationship that triggered this behavior. Additional findings highlighted variations in levels of presenteeism across departments, with divisions with high administrative burdens, such as Accounting, showing the highest levels. This study concludes that effective stress management should focus on increasing meaningful work challenges and minimizing bureaucratic barriers to optimize the productivity and mental health of young workers.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Fenomena <em>presenteeism</em>, yakni perilaku tetap bekerja meski dalam kondisi fisik atau psikologis yang kurang prima, menjadi tantangan signifikan bagi kesejahteraan karyawan Generasi Z yang dikenal adaptif namun rentan terhadap tekanan. Penelitian ini berfokus pada analisis hubungan antara dua dimensi stres kerja, yaitu <em>challenge stress</em> (stres pemicu pertumbuhan) dan <em>hindrance stress</em> (stres penghambat), terhadap tingkat <em>presenteeism</em> dengan menggunakan kerangka teori Cavanaugh. Melalui pendekatan kuantitatif dengan metode survei, data dihimpun dari 209 karyawan Generasi Z di Indonesia menggunakan instrumen <em>Challenge and Hindrance-related Self-Reported Stress Scale</em> (C-HSS) dan <em>Job Stress-Related Presenteeism Scale</em> (JSRPS). Analisis statistik mengungkapkan temuan krusial bahwa <em>challenge stress</em> berkorelasi negatif secara signifikan dengan <em>presenteeism</em>, yang berarti tantangan kerja konstruktif justru menurunkan kecenderungan hadir tanpa produktivitas, sedangkan <em>hindrance stress</em> menunjukkan hubungan positif signifikan yang memicu perilaku tersebut. Temuan tambahan menyoroti variasi tingkat <em>presenteeism</em> antar departemen, di mana divisi dengan beban administrasi tinggi seperti Akuntansi menunjukkan tingkat tertinggi. Studi ini menyimpulkan bahwa manajemen stres yang efektif harus berfokus pada peningkatan tantangan kerja yang bermakna dan meminimalkan hambatan birokrasi untuk mengoptimalkan produktivitas serta kesehatan mental tenaga kerja muda.</p> Ignacia Callista, Zamralita Zamralita, Ismoro Reza Prima Putra Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8863 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS NEGOSIASI HARGA DAN KELANGKAAN SUKU CADANG DALAM ADMINISTRASI SERVIS DI PT INDO BISMAR https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8886 <p>Laptop service administration at PT Indo Bismar faces major challenges in the form of high price negotiations by customers and limited availability of spare parts, especially for older generation laptops that are no longer produced by the manufacturer. These conditions impact the administrative process and service delays. This study aims to analyze price negotiation patterns and strategies for handling spare parts shortages in laptop service administration at PT Indo Bismar. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through semi-structured interviews with two key informants: the service admin and the service head. Interviews were conducted directly using research question guidelines. The data obtained were analyzed using thematic analysis to identify key themes related to price negotiations, spare parts shortages, and their impact on service administration. The results show that approximately 40-60% of customers negotiate prices, especially for repairs of key components such as motherboards. Substandard price negotiations are handled through coordination with managers in accordance with company Standard Operating Procedure (SOP). To address spare parts shortages, PT Indo Bismar relies on local Surabaya suppliers with a fast ordering system and the use of spare parts cannibalized from other units with limited warranties. This study concludes that the implementation of dynamic price lists and selective stock provision of key spare parts such as Solid State Drives (SSD) and Random Access Memory (RAM) can improve administrative efficiency and service quality.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Administrasi servis laptop di PT Indo Bismar menghadapi permasalahan utama berupa tingginya negosiasi harga oleh pelanggan serta keterbatasan ketersediaan suku cadang, khususnya pada laptop generasi lama yang sudah tidak lagi diproduksi oleh pabrikan. Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan proses administrasi dan pelayanan servis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola negosiasi harga dan strategi penanganan kelangkaan suku cadang dalam administrasi servis laptop di PT Indo Bismar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap dua informan utama yaitu admin servis dan kepala servis. Wawancara dilakukan secara langsung menggunakan pedoman pertanyaan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema utama terkait negosiasi harga, kelangkaan suku cadang, serta dampaknya terhadap administrasi servis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 40-60% pelanggan melakukan negosiasi harga, terutama pada perbaikan komponen utama seperti <em>motherboard</em>. Negosiasi harga di bawah standar ditangani melalui koordinasi dengan manajer sesuai standar operasional prosedur (SOP) perusahaan. Dalam mengatasi kelangkaan suku cadang, PT Indo Bismar mengandalkan <em>supplier</em> lokal Surabaya dengan sistem pemesanan cepat serta penggunaan suku cadang hasil kanibalisasi unit lain dengan garansi terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan daftar harga dinamis dan penyediaan stok selektif suku cadang utama seperti <em>Solid State Drive</em> (SSD) dan <em>Random</em> <em>Access Memory </em>(RAM) dapat meningkatkan efisiensi administrasi dan kualitas layanan servis.</p> <p> </p> Ikfina Salsa Nabila, Mei Retno Adiwati Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8886 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DI KANTOR LURAH 26 ILIR PALEMBANG https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8874 <p>The problem of suboptimal employee performance at the 26 Ilir Village Office in Palembang, characterized by service inefficiencies and administrative errors, is often rooted in barriers in the interpersonal communication process. This study aims to analyze in depth the role of interpersonal communication in improving employee performance using Joseph A. DeVito's theoretical framework, which includes the elements of communicator, message, channel, feedback, context, interference, and effect. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. The results indicate that interpersonal communication plays a crucial role, not only as a means of transmitting information but also as a key catalyst in building coordination, motivation, and work commitment. Effective communication is supported by an open leadership style, a family-like work culture, and intense face-to-face interactions, although obstacles such as differences in perception and technical glitches remain. It is concluded that the implementation of adaptive and collaborative interpersonal communication can minimize these barriers, thereby significantly improving employee discipline and the quality of public services in the village.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong><br />Permasalahan kinerja pegawai yang belum optimal di Kantor Lurah 26 Ilir Palembang, yang ditandai dengan inefisiensi pelayanan dan kesalahan administrasi, sering kali berakar pada hambatan dalam proses komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran komunikasi interpersonal dalam meningkatkan kinerja pegawai dengan menggunakan kerangka teori Joseph A. DeVito yang meliputi elemen komunikator, pesan, saluran, umpan balik, konteks, gangguan, dan efek. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan lewat wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal memegang peranan krusial, tidak hanya sebagai sarana transmisi informasi, tetapi juga sebagai katalisator utama dalam membangun koordinasi, motivasi, dan komitmen kerja. Efektivitas komunikasi didukung oleh gaya kepemimpinan yang terbuka, budaya kerja kekeluargaan, dan intensitas interaksi tatap muka, meskipun masih terdapat kendala berupa perbedaan persepsi dan gangguan teknis. Disimpulkan bahwa implementasi komunikasi interpersonal yang adaptif dan kolaboratif mampu meminimalisir hambatan tersebut, sehingga secara signifikan meningkatkan kedisiplinan pegawai serta kualitas pelayanan publik di lingkungan kelurahan.</p> <p> </p> Jailani Jailani, Masayu Adiah, Tony Mirza Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8874 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 STUDI INTERPRETATIF FENOMENOLOGI: PENERAPAN POLA ASUH ORANG TUA DI DAERAH RURAL PADA ERA DIGITAL https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/7697 <p>The massive development of digital technology has disrupted parenting patterns in rural areas that traditionally uphold family values, triggering a gap in interactions between parents and children. This study aims to explore in-depth the phenomenological experiences of parents in Ndetundora I Village, Ende Regency, as they navigate the dynamics of parenting in the digital era. Adopting a qualitative method with an Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) approach, the study involved in-depth interviews with four parents of adolescent children to understand their subjective interpretations. The study findings revealed an ambivalent perception of devices; although recognized as vital instruments for distance education and communication, devices are also perceived as triggers for the degradation of family interactions and the weakening of parental authority due to children's broader access to information. Parents respond to these challenges through strategies that oscillate between firm discipline and persuasive approaches. It is concluded that rural parenting practices in the digital era are a complex manifestation of parental affection and protective expectations, demanding an adaptive balance between strict control and emotional support to safeguard children's futures.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan masif teknologi digital telah menciptakan disrupsi pada pola pengasuhan di wilayah rural yang secara tradisional memegang teguh nilai kekeluargaan, memicu kesenjangan interaksi antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman fenomenologis orang tua di Desa Ndetundora I, Kabupaten Ende, dalam menghadapi dinamika pengasuhan di era digital. Mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan <em>Interpretative Phenomenological Analysis</em> (IPA), penelitian ini melibatkan wawancara mendalam terhadap empat orang tua yang memiliki anak usia remaja untuk memahami pemaknaan subjektif mereka. Temuan studi menyingkap adanya ambivalensi persepsi terhadap gawai; meskipun diakui sebagai instrumen vital untuk pendidikan dan komunikasi jarak jauh, gawai sekaligus dianggap sebagai pemicu degradasi interaksi keluarga dan pelemahan otoritas orang tua akibat akses informasi anak yang lebih luas. Orang tua merespons tantangan ini melalui strategi yang berosilasi antara penegakan disiplin tegas dan pendekatan persuasif. Disimpulkan bahwa praktik pengasuhan di daerah rural pada era digital merupakan manifestasi kompleks dari kasih sayang dan harapan protektif orang tua, yang menuntut keseimbangan adaptif antara kontrol ketat dan pendampingan emosional demi menjaga masa depan anak.</p> <p> </p> Lionesius Piter Tay Huttu, Theodora Takalapeta, R. Pasifikus Ch. Wijaya Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/7697 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 STRATEGI PROGRAM ELDERLY SCHOOL OF ‘AISYIYAH (ESA) AISYIYAH SURAKARTA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN SOSIOEMOSIONAL LANSIA https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8870 <p>The aging population in Indonesia has triggered an urgent need for community-based elderly services that focus not only on physical health but also on psychological well-being. This study aims to explore the program strategies of the Elderly School of ‘Aisyiyah (ESA) Surakarta in meeting the socioemotional needs of the elderly and to analyze implementation challenges through the lens of Socioemotional Selectivity Theory (SST). This research employed a qualitative method with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with program managers and intensive observation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results indicate that ESA applies a flexible curriculum strategy integrated into four main pillars: Religion, Psychology, Health, and Arts and Sports. This strategy effectively facilitates the transition of elderly motivation from knowledge-related goals to emotion-related goals. This success is empirically validated through the phenomenon of color psychology, where a shift in participants' artwork preferences occurred from the spectrum of excitement (red-yellow) to the spectrum of tranquility (green-blue). However, program implementation faces internal challenges such as physical degradation, situational depression, and post-power syndrome resistance. This study concludes that a personalized approach adaptive to the elderly's perceived remaining time is the key to achieving inner peace and husnul khotimah.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penuaan populasi di Indonesia memicu urgensi layanan lansia berbasis komunitas yang tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi program Elderly School of ‘Aisyiyah (ESA) Surakarta dalam memenuhi kebutuhan sosioemosional lansia serta membedah tantangan implementasinya melalui lensa Socioemotional Selectivity Theory (SST). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap pengelola program dan diobservasi secara intensif, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESA menerapkan strategi kurikulum fleksibel yang terintegrasi dalam empat pilar utama: Agama, Psikologi, Kesehatan, serta Seni dan Olahraga. Strategi ini terbukti efektif memfasilitasi transisi motivasi lansia dari tujuan berbasis pengetahuan (<em>knowledge-related goals</em>) menuju tujuan berbasis emosi (<em>emotion-related goals</em>). Keberhasilan ini tervalidasi secara empiris melalui fenomena psikologi warna, di mana terjadi pergeseran preferensi karya seni peserta dari spektrum gairah (merah-kuning) menuju spektrum ketenangan (hijau-biru). Meskipun demikian, implementasi program menghadapi tantangan internal berupa degradasi fisik, depresi situasional, dan resistensi post-power syndrome. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan personalisasi yang adaptif terhadap sisa waktu hidup lansia adalah kunci utama dalam mewujudkan ketenangan batin dan husnul khotimah.</p> Mahasri Shobahiya, Fauzan Addinul Jihad Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8870 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERANCANGAN SISTEM SMARTHOME DENGAN KONSEP IOT BERBASIS ESP32 DI PERUMAHAN CITRALAND MANADO https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8875 <p>The advancement of Internet of Things (IoT) technology has spurred the development of smart home systems that enhance security, comfort, and energy efficiency in residential environments. This study aims to design and develop a smart home prototype based on the ESP32 microcontroller, implemented within the context of Citraland Manado housing. The system integrates multiple sensors, including PIR for motion detection, DHT22 for temperature and humidity monitoring, and MQ-2 for hazardous gas detection, with actuators such as relays, solenoid locks, and buzzers. Data communication between devices and users is facilitated via the MQTT protocol using the HiveMQ Cloud broker, while the user interface is developed as a web-based Progressive Web App (PWA) accessible in real time from both mobile and desktop devices. The research employs a Research and Development (R&amp;D) methodology with an iterative system development approach. Testing results demonstrate that all components function as designed, data communication remains stable with latency under one second, and the PWA interface is responsive and user-friendly. Nevertheless, the system still faces limitations regarding push notifications and long-term data storage. Overall, this prototype proves to be a viable, affordable, and self-reliant smart home solution with potential for further development and real-world implementation.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) mendorong hadirnya sistem smarthome yang mampu meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi energi di lingkungan perumahan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan prototipe sistem smarthome berbasis mikrokontroler ESP32 yang diimplementasikan dalam konteks Perumahan Citraland Manado. Sistem ini mengintegrasikan berbagai sensor, seperti PIR untuk deteksi gerakan, DHT22 untuk pemantauan suhu dan kelembapan, serta MQ-2 untuk deteksi gas berbahaya, dengan aktuator seperti relay, solenoid lock, dan buzzer. Komunikasi data antara perangkat dan pengguna dilakukan melalui protokol MQTT dengan broker HiveMQ Cloud, sedangkan antarmuka pengguna dibangun sebagai Progressive Web App (PWA) berbasis web yang dapat diakses secara real-time dari perangkat mobile maupun desktop. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&amp;D) dengan pendekatan pengembangan sistem secara iteratif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh komponen berfungsi sesuai rancangan, komunikasi data berjalan stabil dengan latensi di bawah 1 detik, dan antarmuka PWA responsif serta mudah digunakan. Meski demikian, sistem masih memiliki keterbatasan dalam hal notifikasi push dan penyimpanan data jangka panjang. Secara keseluruhan, prototipe ini terbukti layak sebagai solusi smarthome yang terjangkau, mandiri, dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk implementasi skala nyata.</p> <p> </p> Marcelino Michel Fredrik Mamengko, Janne Deivy Ticoh, I Gede Budi Mahendra Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8875 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 IDEOLOGI DALAM MAJALAH ANAK DIGITAL https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8306 <p>Digital children's magazines have now transformed into strategic socialization agents that not only entertain but also instill certain values ??and ideologies to shape children's social cognition and character. This study aims to deconstruct the ideological content of Bobo Digital magazine, focusing on identifying the ideas constructed, the mechanisms of representation, and the discursive strategies used to influence readers. Using a critical qualitative paradigm through Teun A. Van Dijk's Critical Discourse Analysis model, this study examines textual and visual data from the fiction and nonfiction sections throughout the 2020 edition. The findings indicate that the magazine consistently champions the ideology of multiculturalism, environmental conservation, health awareness (COVID-19), and social ethics. Operationally, this ideology is manifested through techniques of representation of reality and misrepresentation (such as marginalizing negative behavior) to assert moral boundaries. Discursive strategies are systematically implemented through macrostructure (thematic), superstructure (schematic), and microstructure (semantic, syntactic, stylistic, and rhetorical). It is concluded that Bobo Digital acts as a subtle instrument of hegemony that directs children's thinking patterns to align with the norms and expectations of the adult world.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Majalah anak digital kini bertransformasi menjadi agen sosialisasi strategis yang tidak sekadar menghibur, tetapi juga menanamkan nilai dan ideologi tertentu guna membentuk kognisi sosial serta karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi muatan ideologis dalam majalah <em>Bobo Digital</em>, dengan fokus pada identifikasi gagasan yang dibangun, mekanisme representasi, serta strategi diskursif yang digunakan untuk memengaruhi pembaca. Menggunakan paradigma kualitatif kritis melalui pisau bedah Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk , penelitian ini mengkaji data tekstual dan visual dari rubrik fiksi serta nonfiksi sepanjang edisi tahun 2020. Temuan menunjukkan bahwa majalah ini secara konsisten memperjuangkan ideologi multikulturalisme, pelestarian lingkungan, kesadaran kesehatan (Covid-19), serta etika sosial. Secara operasional, ideologi tersebut dimanifestasikan melalui teknik representasi realitas dan misrepresentasi (seperti marginalisasi perilaku negatif) untuk menegaskan batasan moral. Strategi pewacanaan diterapkan secara sistematis melalui elemen makrostruktur (tematik), superstruktur (skematik), dan mikrostruktur (semantik, sintaksis, stilistik, retoris). Disimpulkan bahwa <em>Bobo Digital</em> berperan sebagai instrumen hegemoni halus yang mengarahkan pola pikir anak agar selaras dengan norma dan ekspektasi dunia orang dewasa.</p> <p> </p> Muhammad Shohiburrida Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8306 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 APPLICATION OF SWOT ANALYSIS FOR FORMULATING PRODUCTION QUALITY IMPROVEMENT STRATEGY AT PT DELTA JAYA MAS https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8884 <p>This research is motivated by the urgency of addressing the high product defect rate at PT Delta Jaya Mas, which is weakening its competitiveness in the global hose industry. The primary objective of this study is to formulate a comprehensive strategy for improving production quality by mapping the company's internal and external factors. Using qualitative descriptive methods, data were obtained from participant observation, in-depth interviews, and documentation, which were then analyzed using the IFAS, EFAS, and TOWS matrices. The analysis revealed that despite the company's strong business reputation and raw material certification, operational performance was still hampered by a reactive machine maintenance system and supply fluctuations. As a solution, this study recommends an aggressive strategy focused on export market expansion and product customization. Operationally, the company is encouraged to transform its maintenance system into a preventive one, as well as diversify its suppliers and train its workforce across functions. These strategic steps are crucial for minimizing product damage, addressing price pressures from imported products, and ensuring the long-term sustainability of production quality.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penanganan tingginya tingkat cacat produk di PT Delta Jaya Mas yang melemahkan daya saing di tengah kompetisi industri selang global. Tujuan utama studi ini adalah merumuskan strategi komprehensif untuk peningkatan kualitas produksi dengan memetakan faktor internal dan eksternal perusahaan. Melalui metode deskriptif kualitatif, data diperoleh dari observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan matriks IFAS, EFAS, serta TOWS. Hasil analisis mengungkapkan bahwa meskipun perusahaan memiliki fondasi kuat dalam reputasi bisnis dan sertifikasi bahan baku, kinerja operasional masih terhambat oleh penerapan sistem pemeliharaan mesin yang bersifat reaktif dan fluktuasi pasokan. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan strategi agresif yang berfokus pada ekspansi pasar ekspor dan kustomisasi produk. Secara operasional, perusahaan didorong untuk mentransformasi sistem pemeliharaan menjadi preventif, serta melakukan diversifikasi pemasok dan pelatihan tenaga kerja lintas fungsi. Langkah-langkah strategis ini krusial untuk meminimalkan kerusakan produk, menghadapi tekanan harga dari produk impor, serta menjamin keberlanjutan kualitas produksi jangka panjang.</p> <p> </p> Nando Janitra Prasojo, Refiana Dwi Maghfiroh Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8884 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU IMPULSIVE BUYING SECARA ONLINE PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSITAS NUSA CENDANA https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8869 <p>This study aims to determine the relationship between self-control and online impulsive buying behavior among students of the Psychology Study Program at Nusa Cendana University. This research employed a quantitative approach using a correlational method. The sample consisted of 234 active psychology students from Nusa Cendana University, selected through purposive sampling. Data were collected using an online questionnaire that included two scales: the Self-Control Scale adapted from Averill and the Impulsive Buying Scale adapted from Coley and Burgess. Data were analyzed using SPSS version 26.0 through the Kolmogorov-Smirnov normality test, linearity test, and Pearson Product Moment correlation test. The results showed that the data were normally distributed (Asymp. Sig. = 0,200) and revealed a significant negative relationship between self-control and online impulsive buying behavior (r = -0.631; p &lt; 0.05). This indicates that the higher a person’s level of self-control, the lower their tendency to engage in impulsive online purchases. These findings suggest that self-control plays an important role in reducing consumptive behavior among students, particularly in the context of online shopping, which is often influenced by digital trends and marketing temptations.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan perilaku <em>impulsive buying</em> secara <em>online</em> pada mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Nusa Cendana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 234 mahasiswa aktif Program Studi Psikologi Universitas Nusa Cendana yang dipilih dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan dua skala, yaitu skala kontrol diri yang diadaptasi dari Averill dan skala <em>impulsive buying</em> dari Coley dan Burgess. Analisis data dilakukan menggunakan program <em>SPSS</em> versi 26.0 dengan uji normalitas <em>Kolmogorov-Smirnov</em>, uji linearitas, dan uji korelasi <em>Pearson Product Moment</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (<em>Asymp. Sig</em>. = 0,200) dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku <em>impulsive buying</em> secara <em>online</em> pada mahasiswa psikologi Universitas Nusa Cendana (r = -0,631; p &lt; 0,05). Artinya, semakin tinggi tingkat kontrol diri seseorang, semakin rendah kecenderungannya untuk melakukan pembelian secara impulsif.Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan mengendalikan diri berperan penting dalam menekan perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa, terutama dalam konteks belanja daring yang sarat dengan godaan promosi dan tren digital.</p> <p> </p> Sherryn Trienanda Riwu, Pius Weraman, Rizky Pradita Manafe, Mariana Dinah Charlota Lerik Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8869 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 REPRESENTASI KEBUDAYAAN KAWASAN PERBUKITAN DI DESA WOLOAN DALAM ARSITEKTUR RUMAH ADAT WALEWANGKO https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8877 <p>Indonesian vernacular architecture, particularly the Walewangko Traditional House in Woloan Village, North Sulawesi, is a concrete manifestation of the close relationship between community culture and the hilly environment. This study aims to analyze cultural representation and ecological adaptation in Walewangko architecture amidst the challenges of modernization. Using a case study method with a qualitative descriptive approach, data were collected through field observations, in-depth interviews, and literature review to examine the form, function, and symbolic meaning of the building. The research findings indicate that the stilt structure, the orientation of the building's mass, and the use of local wood materials represent the Minahasan people's adaptive response to the local contoured topography and humid climate. Spatially, elements such as the lesar, sekey, pores, and double staircases convey profound philosophies regarding social hierarchy, openness, and the value of mapalus solidarity. However, the pressures of globalization have triggered a transformation in function from a communal ritual center to a more pragmatic private residence, characterized by the substitution of modern materials and the reduction of symbolic ornamentation. It is concluded that despite experiencing physical and functional shifts, the Walewangko Traditional House remains a vital symbol of cultural identity and local wisdom, which is now preserved through the integration of traditional values ??into wooden house industry practices and the ongoing socio-economic dynamics of the Woloan Village community.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Arsitektur vernakular Indonesia, khususnya Rumah Adat Walewangko di Desa Woloan, Sulawesi Utara, merupakan manifestasi nyata hubungan erat antara kebudayaan masyarakat dan lingkungan perbukitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya dan adaptasi ekologis pada arsitektur Walewangko di tengah tantangan arus modernisasi. Menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi literatur guna membedah aspek bentuk, fungsi, serta makna simbolik bangunan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa struktur panggung, orientasi massa bangunan, dan penggunaan material kayu lokal merupakan respons adaptif masyarakat Minahasa terhadap topografi berkontur dan iklim lembap setempat. Secara spasial, elemen-elemen seperti <em>lesar</em>, <em>sekey</em>, <em>pores</em>, dan tangga ganda mengandung filosofi mendalam mengenai hierarki sosial, keterbukaan, serta nilai solidaritas <em>mapalus</em>. Namun, desakan globalisasi telah memicu transformasi fungsi dari pusat ritual komunal menjadi hunian privat yang lebih pragmatis, ditandai dengan substitusi material modern dan reduksi ornamen simbolik. Disimpulkan bahwa meskipun mengalami pergeseran fisik dan fungsional, Rumah Adat Walewangko tetap bertahan sebagai simbol identitas kultural dan kearifan lokal yang vital, yang kini dilestarikan melalui integrasi nilai tradisional dalam praktik industri rumah kayu serta dinamika sosial-ekonomi masyarakat Desa Woloan yang berkelanjutan.</p> Maria Runtuwene, Asni Amaliah Nuchri, Claudia Talita Dariwu Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8877 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS KANAL PENCAIRAN JAMINAN HARI TUA (JHT) BPJS KETENAGAKERJAAN TERHADAP KEMUDAHAN AKSES PESERTA DI KANTOR CABANG SURABAYA KARIMUNJAWA https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8889 <p>The increasing number of BPJS Ketenagakerjaan (Social Security Agency) participants demands innovative, efficient and accessible Old Age Security (JHT) disbursement services. However, implementation in the field still faces challenges in digital literacy and system stability. This study aims to analyze the effectiveness of three main JHT disbursement channels: the Jamsostek Mobile (JMO) application, the Lapak Asik website, and in-person customer service (Customer Service) in facilitating participant access at the Surabaya Karimunjawa Branch Office. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews and observations of purposively selected informants, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The study findings revealed that the Lapak Asik website proved most effective in expediting the administrative process for tech-savvy participants, while the JMO application offered the highest access flexibility, although it still faced challenges with data verification. Conversely, in-person service remains a crucial pillar for ensuring inclusive services for elderly participants or those experiencing digital barriers. The main conclusion of this study confirms that the integration of these three channels creates a complementary service ecosystem, but requires strengthening digital infrastructure and mentoring strategies to achieve optimal public service effectiveness for all participant segments.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Peningkatan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan menuntut adanya inovasi layanan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) yang efisien dan mudah diakses, namun implementasi di lapangan masih dihadapkan pada kendala literasi digital dan stabilitas sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tiga kanal utama pencairan JHT aplikasi Jamsostek Mobile (JMO), situs web Lapak Asik, dan layanan tatap muka (<em>Customer Service</em>) dalam memfasilitasi akses peserta di Kantor Cabang Surabaya Karimunjawa. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap informan yang dipilih secara <em>purposive</em>, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa situs web Lapak Asik terbukti paling efektif dalam mempercepat proses administrasi bagi peserta yang melek teknologi, sedangkan aplikasi JMO menawarkan fleksibilitas akses tertinggi meski masih terkendala isu verifikasi data. Di sisi lain, layanan tatap muka tetap menjadi pilar krusial untuk menjamin inklusivitas layanan bagi peserta lansia atau mereka yang mengalami hambatan digital. Simpulan utama studi ini menegaskan bahwa integrasi ketiga kanal tersebut menciptakan ekosistem pelayanan yang saling melengkapi, namun memerlukan penguatan infrastruktur digital dan strategi pendampingan guna mencapai efektivitas layanan publik yang optimal bagi seluruh segmen peserta.</p> Nia Hanifah Satuhu, Nuruni Ika Kusuma Wardhani Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8889 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERBANDINGAN PEMBERIAN PAKAN KOMERSIAL DAN LIMBAH ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE DUMBO CLARIAS GERIEPHINUS https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8866 <p>The cultivation of African catfish (Clarias gariepinus) plays a strategic role in the national freshwater fisheries sector, but is often hampered by the high cost of artificial feed, which impacts profitability. This study aims to analyze the comparative effectiveness of commercial feed and organic waste utilization on the growth rate of African catfish raised using a semi-RAS (Recirculating Aquaculture System). Through an experimental approach conducted at the Mappaodang Armed Forces in Makassar, this study observed the average weight increase of fish in two different feed treatment groups. The research findings indicate that commercial feed has a significantly greater impact on growth than organic waste feed, with the average weight of fish in the commercial feed treatment increasing from 13.3 grams to 288 grams, while the average weight of fish in the organic waste treatment only increased from 18.3 grams to 163.3 grams. It was concluded that although commercial feed is superior in stimulating growth due to its complete and easily digestible nutritional composition, organic waste still has potential as an economical and environmentally friendly feed alternative, provided that further processing such as fermentation or nutrient reformulation is required to support optimal cultivation productivity.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) memegang peranan strategis dalam sektor perikanan air tawar nasional, namun sering kali dihadapkan pada kendala tingginya biaya pakan buatan yang mempengaruhi profitabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas antara pemberian pakan komersial dan pemanfaatan limbah organik terhadap laju pertumbuhan ikan lele dumbo yang dipelihara menggunakan sistem semi-RAS (Recirculating Aquaculture System). Melalui pendekatan eksperimental yang dilaksanakan di Armed Mappaodang Makassar, studi ini mengamati parameter peningkatan bobot rata-rata ikan pada dua kelompok perlakuan pakan yang berbeda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pakan komersial memberikan dampak pertumbuhan yang jauh lebih signifikan dibandingkan pakan limbah organik, di mana bobot rata-rata ikan pada perlakuan pakan komersial melonjak dari 13,3 gram menjadi 288 gram, sedangkan pada perlakuan limbah organik hanya meningkat dari 18,3 gram menjadi 163,3 gram. Disimpulkan bahwa meskipun pakan komersial lebih unggul dalam memacu pertumbuhan karena komposisi nutrisi yang lengkap dan mudah dicerna, limbah organik tetap memiliki potensi sebagai alternatif pakan yang ekonomis dan ramah lingkungan, dengan catatan memerlukan pengolahan lebih lanjut seperti fermentasi atau reformulasi nutrisi agar dapat mendukung produktivitas budidaya secara optimal.</p> <p> </p> Norma Y Sirley, Andi Nur Samsi, Irnayanti Bahar Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8866 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 KESIAPAN INTERNAL PERUSAHAAN DALAM TRANSFORMASI DIGITAL MELALUI IMPLEMENTASI ERP: STUDI KASUS PT DELTA JAYA MAS BERBASIS KERANGKA TOE https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8880 <p>Digital transformation in the industrial landscape demands increased data accuracy and operational efficiency, prompting PT Delta Jaya Mas to implement an Enterprise Resource Planning (ERP) system. This study aims to analyze the company's internal readiness for ERP implementation by reviewing the challenges and benefits arising from the Technology-Organization-Environment (TOE) framework. Using qualitative descriptive methods, data was collected through in-depth interviews and four months of field observations with relevant divisions. The analysis reveals that the company's readiness still faces multidimensional challenges, including technological infrastructure and network stability constraints, organizational barriers such as lack of inter-divisional communication and resistance to adaptation due to age, and environmental challenges related to reliance on vendor responses. Nevertheless, the system has proven to provide significant benefits in the form of data centralization on a single platform, increased information transparency, and minimized human error and data duplication. It is concluded that despite facing technical and adaptation challenges, ERP implementation has had a positive impact on work effectiveness, with the company targeting full system optimization by 2026 through continuous infrastructure improvements.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Transformasi digital dalam lanskap industri menuntut peningkatan akurasi data dan efisiensi operasional, yang mendorong PT Delta Jaya Mas untuk mengimplementasikan sistem <em>Enterprise Resource Planning</em> (ERP). Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesiapan internal perusahaan dalam penerapan ERP dengan meninjau tantangan dan manfaat yang muncul melalui pendekatan kerangka <em>Technology-Organization-Environment</em> (TOE). Melalui metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan lewat wawancara mendalam dan observasi lapangan selama empat bulan terhadap divisi-divisi terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesiapan perusahaan masih menghadapi tantangan multidimensi, meliputi kendala infrastruktur teknologi dan stabilitas jaringan, hambatan organisasional berupa kurangnya komunikasi antar-divisi serta resistensi adaptasi akibat faktor usia, hingga tantangan lingkungan terkait ketergantungan pada respon vendor. Meskipun demikian, sistem ini terbukti memberikan manfaat signifikan berupa sentralisasi data dalam satu <em>platform</em>, peningkatan transparansi informasi, serta minimalisasi <em>human error</em> dan duplikasi data. Disimpulkan bahwa walau menghadapi kendala teknis dan adaptasi, implementasi ERP telah memberikan dampak positif pada efektivitas kerja, di mana perusahaan menargetkan optimalisasi sistem sepenuhnya pada tahun 2026 melalui perbaikan infrastruktur berkelanjutan.</p> <p> </p> Nadia Eka Darmayanti, Refiana Dwi Maghfiroh Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8880 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN SOCIAL COMPARISON DENGAN KEBAHAGIAAN PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8090 <p>This research is motivated by the increasing use of social media among adolescents, which triggers a tendency to compare themselves with others (social comparison) and potentially impacts their mental health. This study focuses on analyzing how the intensity of social comparison affects adolescents' levels of happiness. This study aims to investigate the relationship between social comparison and levels of happiness among adolescents who actively use social media in the Special Region of Yogyakarta. This study used a quantitative approach with a correlational design, involving 231 participants aged 12–22 years selected through purposive sampling. Data were collected using two instruments: the Social Comparison Scale and the Happiness Scale, which were then analyzed through assumption tests (normality and linearity) and correlation tests. The results showed a significant negative correlation between social comparison and happiness (r = -0.542; p &lt; 0.05). This indicates that the higher the level of social comparison, the lower the level of happiness among adolescents. Overall, social comparison negatively contributes to the happiness of adolescent social media users, so preventive measures such as digital literacy education and the development of coping strategies are needed to improve their psychological well-being.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan penggunaan media sosial di kalangan remaja yang memicu kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain (<em>social comparison</em>) dan berpotensi berdampak pada kesehatan mental mereka. Penelitian ini berfokus pada analisis bagaimana intensitas <em>social comparison</em> memengaruhi derajat kebahagiaan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara <em>social comparison</em> dan tingkat kebahagiaan pada remaja yang aktif menggunakan media sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 231 partisipan berusia 12–22 tahun yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen, yakni Skala <em>Social Comparison</em> dan Skala Kebahagiaan, yang kemudian dianalisis melalui uji asumsi (normalitas dan linearitas) serta uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara <em>social comparison</em> dan kebahagiaan (r = -0,542; p &lt; 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat <em>social comparison</em>, semakin rendah tingkat kebahagiaan remaja. Secara keseluruhan, <em>social comparison</em> berkontribusi negatif terhadap kebahagiaan remaja pengguna media sosial, sehingga diperlukan langkah preventif seperti pendidikan literasi digital dan pengembangan strategi koping (<em>coping strategy</em>) untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka.</p> <p> </p> Mauliana Mauliana, Ratna Yunita Setiyani Subardjo Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8090 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP MORAL KERJA ANGGOTA KEPOLISIAN DAERAH X https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8892 <p>Technological development and increasing demands for professionalism require police organizations to have adaptive human resources with high work morale, which is influenced by organizational climate. This study aims to examine the relationship between organizational climate and work morale among members of X Regional Police. A quantitative correlational design was employed involving 152 police personnel holding the rank of Bripda with 0–3 years of service, selected through purposive sampling. Data were collected using organizational climate and work morale scales and analyzed using Pearson correlation. The results show that organizational climate has a positive and significant effect on work morale ( ), with a contribution of 28.6%. This study concludes that a supportive organizational climate characterized by leadership support, effective communication, and organizational fairness plays an important role in enhancing police officers’ work morale and supporting professionalism within the police institution.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi dan tuntutan profesionalisme menuntut organisasi kepolisian memiliki sumber daya manusia yang adaptif dan bermoral kerja tinggi, yang salah satunya dipengaruhi oleh iklim organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dan moral kerja pada anggota Kepolisian Daerah X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 152 personel berpangkat Bripda dengan masa dinas 0–3 tahun yang dipilih melalui <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan skala iklim organisasi dan skala moral kerja, kemudian dianalisis dengan korelasi <em>product</em> momen dari Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap moral kerja ( ) dengan kontribusi sebesar 28,6%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa iklim organisasi yang kondusif, ditandai dengan dukungan pimpinan, komunikasi yang efektif, dan keadilan organisasi, berperan penting dalam meningkatkan moral kerja anggota kepolisian serta mendukung kinerja dan profesionalisme Polri.</p> Nourindra Hafiz Adityawan, Dewi Handayani Harahap, Ayu Gigih Rizqia Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8892 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI MAKNA SAKRAMEN EKARISTI DALAM KEHIDUPAN KELUARGA KATOLIK DI STASI SANTO TARSISIUS NAMO PULI PAROKI SANTO YOSEF DELITUA https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8868 <p>The sacrament of the Eucharist holds a central position in the Catholic faith as a source of spiritual strength and a means of union with Christ. However, the reality on the ground often reveals a gap between theological understanding and the practical experience of the congregation in their daily lives. This study aims to explore in depth the implementation of the meaning of the Eucharist in the lives of Catholic families at the Santo Tarsisius Namo Puli Station, Santo Yosef Delitua Parish, amidst the challenges of modernization. The method used was descriptive qualitative, with data collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies of families at the station. The research findings indicate that the congregation has a strong liturgical understanding, reflected in their discipline and reverence during the celebration of the Eucharist. Concretely, these spiritual values ??are deeply ingrained and transformed into social piety, such as increased solidarity, empathy, and selfless acts of charity in the surrounding community. The Eucharist has also proven to be effective as a glue for social cohesion, uniting the congregation without barriers of status, and serves as a foundation for families instilling the moral values ??of honesty and a spirit of service. The main conclusion emphasizes that for this community, the Eucharist is not just a ritual, but the heart of spiritual life, empowering families to remain resilient, harmonious, and faithful in living out their faith amidst the dynamics of the times.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Sakramen Ekaristi menempati posisi sentral dalam iman Katolik sebagai sumber kekuatan spiritual dan sarana persatuan dengan Kristus, namun realitas di lapangan kerap menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman teologis dan penghayatan praktis umat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam implementasi makna Ekaristi dalam kehidupan keluarga Katolik di Stasi Santo Tarsisius Namo Puli, Paroki Santo Yosef Delitua, di tengah tantangan arus modernisasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap keluarga-keluarga di stasi tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa umat memiliki penghayatan liturgis yang tinggi, yang tercermin dari kedisiplinan dan kekhusyukan saat perayaan Ekaristi. Secara konkret, nilai spiritual ini tertanam kuat dan bertransformasi menjadi kesalehan sosial, seperti meningkatnya solidaritas, empati, serta tindakan amal kasih tanpa pamrih di lingkungan sekitar. Ekaristi juga terbukti berfungsi efektif sebagai perekat kohesi sosial yang menyatukan umat tanpa sekat status, serta menjadi fondasi bagi keluarga dalam menanamkan nilai moral kejujuran dan semangat pelayanan. Simpulan utama menegaskan bahwa bagi komunitas ini, Ekaristi bukan sekadar ritual, melainkan jantung kehidupan rohani yang memberdayakan keluarga untuk tetap tangguh, harmonis, dan setia menghidupi iman di tengah dinamika zaman.</p> <p> </p> Putri Damiana Br Tarigan, Tri Chandra Fajariyanto Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8868 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 QUALITY CONTROL SEBAGAI SISTEM PREVENTIF ANALISIS AKAR PENYEBAB DEFECT PRODUK PADA PT DELTA JAYA MAS https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8881 <p>PT Delta Jaya Mas is facing difficulties in maintaining the quality of its hose products, after discovering a number of defective items that disrupted the smooth production process. The most visible problems include bubbles (65%), kinks or bends (28%), and barbells (7%). This study aims to identify the root causes of these problems using a fishbone diagram and design appropriate improvement strategies. The analysis revealed that the causes of the defects stem from six key elements. Human factors are influenced by a lack of operator accuracy and training; machine factors are caused by a lack of regular maintenance; material factors are caused by varying raw material quality; method factors are caused by unclear work procedures; measurement factors arise from infrequently calibrated equipment; and environmental factors are affected by unstable temperature and humidity. As solutions, this study recommends improvements through intensive employee training programs, the implementation of routine machine maintenance schedules, strict supervision of raw material suppliers, and improvements to operational standards and work environment conditions. Implementation of these measures is expected to significantly reduce the rate of defects and improve the quality of the company's products.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>PT Delta Jaya Mas menghadapi kesulitan dalam mempertahankan mutu produk selang, setelah ditemukan sejumlah barang yang mengalami kerusakan (cacat) yang mengganggu kelancaran proses produksi. Masalah yang paling terlihat mencakup cacat gelembung (65%), kink atau tekukan (28%), dan barbel (7%). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber utama dari permasalahan ini dengan menggunakan teknik diagram tulang ikan (fishbone diagram) serta merancang strategi perbaikan yang sesuai. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa penyebab kerusakan berasal dari enam elemen kunci. Faktor manusia dipengaruhi oleh minimnya ketelitian dan pelatihan bagi operator, faktor mesin disebabkan oleh kurangnya perawatan secara berkala, faktor material disebabkan oleh kualitas bahan baku yang variatif faktor metode terdapat karena prosedur kerja yang tidak terlalu jelas faktor pengukuran muncul akibat alat yang tidak sering dikalibrasi, sementara faktor lingkungan terpengaruh oleh suhu dan kelembapan yang tidak stabil. Sebagai langkah solutif, penelitian ini merekomendasikan perbaikan melalui program pelatihan intensif untuk karyawan, penerapan jadwal perawatan mesin yang rutin, pengawasan ketat terhadap pemasok bahan baku, dan perbaikan standar operasional serta kondisi lingkungan kerja. Implementasi langkah-langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi tingkat kerusakan dan meningkatkan kualitas produk perusahaan.</p> <p> </p> Randy Daiva Rahman, Refiana Dwi Maghfiroh Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8881 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN DAN PEMETAAN KESESUAIAN LAHAN KOMODITAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI KECAMATAN KWANDANG https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/7920 <p>Kwandang District in North Gorontalo Regency is projected as a strategic agricultural area, but optimizing food crop productivity remains hampered by challenges in determining commodity priorities and land suitability. This study aims to identify superior commodities and evaluate the level of agricultural land suitability through an integration of regional economic analysis and spatial evaluation. The research method applies Location Quotient (LQ) analysis to determine the comparative advantages of rice and corn, as well as Geographic Information System (GIS) analysis using an overlay technique between actual land use and the Spatial Pattern Plan of North Gorontalo Regency for 2011–2031. The analysis results indicate that lowland rice is a basic commodity with an LQ value &gt; 1, supported by a land suitability level of 59% for spatial patterns, thus contributing significantly to the local economic structure. Conversely, corn is identified as a non-basic commodity with an LQ value &lt; 1 and a land suitability level of only 54%, indicating limited biophysical and spatial support. It is concluded that lowland rice deserves to be designated as a top priority for regional agribusiness development due to its economic advantages and stronger ecological support compared to corn. Therefore, these findings can serve as a scientific basis for the formulation of adaptive and sustainable agricultural policies.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kecamatan Kwandang di Kabupaten Gorontalo Utara diproyeksikan sebagai kawasan strategis pertanian, namun optimalisasi produktivitas tanaman pangan masih terkendala oleh tantangan dalam penentuan prioritas komoditas dan kesesuaian lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas unggulan serta mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan pertanian melalui integrasi analisis ekonomi wilayah dan evaluasi spasial. Metode penelitian menerapkan analisis <em>Location Quotient</em> (LQ) untuk menentukan keunggulan komparatif komoditas padi dan jagung, serta analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui teknik tumpang susun (<em>overlay</em>) antara penggunaan lahan aktual dengan rencana Pola Ruang RTRW Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2011–2031. Hasil analisis menunjukkan bahwa padi sawah merupakan komoditas basis dengan nilai LQ &gt; 1 yang didukung oleh tingkat kesesuaian lahan terhadap pola ruang sebesar 59%, sehingga memiliki kontribusi signifikan terhadap struktur ekonomi lokal. Sebaliknya, jagung teridentifikasi sebagai komoditas non-basis dengan nilai LQ &lt; 1 dan tingkat kesesuaian lahan hanya mencapai 54%, yang mengindikasikan adanya keterbatasan dukungan biofisik dan spasial. Disimpulkan bahwa padi sawah layak ditetapkan sebagai prioritas utama pengembangan agribisnis daerah karena memiliki keunggulan ekonomi dan dukungan ekologis yang lebih kuat dibandingkan jagung, sehingga temuan ini dapat menjadi landasan ilmiah bagi perumusan kebijakan pertanian yang adaptif dan berkelanjutan.</p> <p> </p> Ratih Ikawaty R Hatu, Muhammad Anugrah Rahman, Mohamad Ridho Ferdiyanto Thalib Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/7920 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG KONSUMSI MAKANAN TRADISIONAL SEBAGAI BENTUK UPAYA BELA NEGARA https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8867 <p>National defence is not limited to physical efforts but can also be strengthened through economic and cultural contributions, including the consumption of traditional food. Traditional dishes play a dual function: supporting the MSME sector and preserving cultural heritage. MSMEs account for 99% of business activities and contribute 60% to the national GDP. However, in the era of globalization, the consumption of traditional food has declined as people increasingly prefer non-traditional options influenced by trends, quality, and pricing. This situation shows the need for strategies that can maintain public interest in traditional cuisine. Using a qualitative approach with convenience sampling, this study explores Indonesians’ perceptions of traditional food. The interview results indicate that participants still consume traditional dishes in their daily lives, partly because these foods convey a sense of warmth and familiarity. All participants agreed that eating traditional food represents an act of national defence and a tangible expression of patriotism, a perspective that should be more widely understood by the public. Nonetheless, significant challenges remain, particularly in promoting traditional food to younger generations due to limited creative marketing and insufficient innovation. Therefore, more inventive efforts and broader support are needed to ensure traditional food remains appealing and relevant to society.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Bela negara tidak hanya berbentuk fisik melainkan juga melalui kontribusi ekonomi dan budaya yang diwujudkan melalui konsumsi makanan tradisional. Makanan tradisional memiliki peran ganda, yaitu sebagai penopang ekonomi UMKM dan melestarikan budaya bangsa. Data menunjukan bahwa UMKM mewakili 99% kegiatan bisnis dan berkontribusi 60% terhadap PDB, namun pada era globalisasi konsumsi makanan tradisional menurun. Masyarakat lebih memilih makanan non-tradisional yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tren, kualitas, dan harga. Maka dari itu diperlukan strategi agar makanan tradisional tetap diminati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan <em>convenience sampling</em> untuk mengetahui persepsi masyarakat Indonesia mengenai makanan tradisional. Hasil wawancara menunjukan bahwa partisipan masih mengonsumsi makanan tradisional sebagai makanan sehari-hari dengan beberapa alasan, salah satunya adalah dikarenakan rasa kehangatan yang diberikan dari makanan tradisional tersebut. Dengan mengkonsumsi hidangan tradisional, semua partisipan setuju bahwa hal tersebut merupakan salah satu cara untuk membela negara sekaligus bentuk nyata cinta tanah air. Cara ini perlu diketahui oleh masyarakat luas. Namun, terdapat tantangan utama dalam mengenalkan makanan tradisional, khususnya kepada generasi muda, seperti kurangnya promosi kreatif dan terbatasnya inovasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya baru yang lebih kreatif serta dukungan dari berbagai pihak agar makanan tradisional semakin diminati oleh masyarakat luas.</p> <p> </p> Runi Michiko, Yoanita Maria Putri Sekar Gading, Rahel Sibuea, Jacqualyne Gavrilla Kumayas, Theresa Nadine Wijaya, Agoes Dariyo Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8867 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8272 <p>Students often face various academic and non-academic demands that have the potential to trigger stress and reduce their subjective well-being or life satisfaction. Although emotional intelligence theoretically plays an important role in managing psychological stress, specific research on its dynamics in Psychology students at Aisyiyah University Yogyakarta still needs to be explored further. This study aims to empirically examine the relationship between emotional intelligence and subjective well-being in active students in their third, fifth, and seventh semesters. Using a quantitative approach with a correlational design, the study involved 112 respondents selected through cluster random sampling. Data were collected using an online questionnaire based on Goleman's emotional intelligence dimensions and Diener's well-being aspects, then analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. The analysis showed a correlation coefficient (r) of 0.964 with a significance level of 0.000, indicating a very strong and significant positive relationship between the two variables. These findings conclude that the greater a student's ability to recognize and manage their emotions, the higher their perceived level of subjective well-being. Therefore, integrating emotional intelligence development into the academic environment is highly recommended to support student mental health.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Mahasiswa kerap menghadapi berbagai tuntutan akademik dan nonakademik yang berpotensi memicu stres serta menurunkan <em>subjective well-being</em> atau kepuasan hidup mereka. Meskipun kecerdasan emosi secara teoritis berperan penting dalam mengelola tekanan psikologis, penelitian spesifik mengenai dinamikanya pada mahasiswa Psikologi Universitas Aisyiyah Yogyakarta masih perlu digali lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara kecerdasan emosi dengan <em>subjective well-being</em> pada mahasiswa aktif semester 3, 5, dan 7. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, penelitian melibatkan 112 responden yang dipilih melalui teknik <em>cluster random sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring berbasis dimensi kecerdasan emosi Goleman dan aspek kesejahteraan Diener, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi <em>Pearson Product Moment</em>. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,964 dengan signifikansi 0,000, yang mengindikasikan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara kedua variabel. Temuan ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan mahasiswa dalam mengenali dan mengelola emosinya, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan subjektif yang dirasakan. Oleh karena itu, integrasi pengembangan kecerdasan emosi dalam lingkungan akademik sangat direkomendasikan untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa.</p> <p> </p> Sabrina Bukhori, Mustaqim Setyo Ariyanto Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8272 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PENERAPAN PURCHASING DALAM MENDUKUNG KINERJA OPERASIONAL (STUDI KASUS PT INDO BISMAR ) https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8885 <p>Purchasing strategy plays a crucial role in maintaining the stability of a company's operational performance through effective procurement and supplier relationship management. This study aims to analyze the implementation of purchasing strategy at PT Indo Bismar, with a primary focus on requirements planning, Purchase Order (PO) procedures, internal coordination, and supplier management. This study employed a qualitative descriptive method, where data were obtained through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies, then analyzed using a data reduction and presentation model. The results revealed that although the purchasing strategy at PT Indo Bismar has contributed to meeting operational needs, its implementation has not been fully optimized. Key obstacles identified include delays in supplier deliveries, discrepancies in inventory data between physical warehouse and administrative records, and a lack of systematic integration in inter-divisional coordination. These findings confirm that the effectiveness of the current strategy is still limited by weaknesses in information management and performance evaluation. It is concluded that improving information system integration and strengthening cross-functional coordination are essential to ensure data accuracy and timely procurement to support the company's sustainable operational performance.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Strategi purchasing memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas kinerja operasional perusahaan melalui pengelolaan pengadaan dan hubungan pemasok yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi purchasing pada PT Indo Bismar, dengan fokus utama pada perencanaan kebutuhan, prosedur Purchase Order (PO), koordinasi internal, serta manajemen pemasok. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model reduksi dan penyajian data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa meskipun strategi purchasing di PT Indo Bismar telah berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan operasional, implementasinya belum sepenuhnya optimal. Kendala utama yang teridentifikasi meliputi keterlambatan pengiriman pemasok, ketidaksesuaian data stok antara fisik gudang dan catatan administrasi, serta kurangnya integrasi sistematis dalam koordinasi antar divisi. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas strategi saat ini masih dibatasi oleh kelemahan dalam pengelolaan informasi dan evaluasi kinerja. Disimpulkan bahwa peningkatan integrasi sistem informasi dan penguatan koordinasi lintas fungsi sangat diperlukan guna menjamin akurasi data dan ketepatan waktu pengadaan demi mendukung kinerja operasional perusahaan secara berkelanjutan.</p> <p> </p> Silviana Fatimatuzzahro, Mei Retno Adiwati Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8885 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 OPTIMASI SUHU PADA PROSES SEAM SEALING UNTUK MENINGKATKAN KINERJA TAHAN AIR PADA JAKET WATERPROOF https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8865 <p>The <em>seam sealing</em> process is a crucial stage in the production of waterproof garments, serving to close stitch holes and prevent water penetration. However, the quality of the <em>seam seal</em> highly depends on process parameters such as temperature, pressure, and machine speed. This study investigates the effect of sealing temperature variation on the waterproof performance of <em>seam seal</em>s using two different adhesive tapes. Two fabric samples were tested: Sample A (polyurethane–polyester blended tape) and Sample B (pure polyester tape). The tests were conducted following the AATCC 127:2022 standard using a Hydrostatic Pressure Tester with water at 21 ± 2°C and a pressure increase rate of 60 mbar/min; the hydrostatic head value (mmH?O) was recorded when the first three water droplets appeared on the dry side of the fabric. In addition to the supplier’s recommended temperature (480°C), sealing temperatures ranging from 230°C to 500°C were applied to determine the optimal temperature. The results showed that Sample A maintained stable waterproof performance across a wider temperature range (260–470°C), achieving the highest value of 9812.71 mmH?O at 470°C. In contrast, Sample B reached its peak value of 5710.41 mmH?O at 410°C and exhibited greater sensitivity to temperature changes. These findings indicate that the tape composition (presence of polyurethane) and the precise selection of sealing temperature are key factors in achieving optimal waterproof seam quality. Further research is recommended to optimize process parameters (temperature, pressure, and contact time) and to evaluate long-term durability for waterproof garment manufacturing applications.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Proses <em>seam seal</em>ing merupakan tahap penting dalam pembuatan pakaian tahan air (waterproof jacket) yang berfungsi menutup celah jahitan agar tidak tembus air. Namun, kualitas hasil <em>seam seal</em> sangat bergantung pada pengaturan parameter proses seperti suhu, tekanan, dan kecepatan mesin. Penelitian ini menelaah pengaruh variasi suhu penyegelan terhadap kekedapan air sambungan jahitan (<em>seam seal</em>) pada dua jenis sampel kain menggunakan pita perekat tape berbeda. Dua sampel yang diuji adalah: Sampel A (tape campuran poliuretan–poliester) dan Sampel B (tape poliester murni). Pengujian dilakukan berdasarkan standar AATCC 127:2022 dengan Hydrostatic Pressure Test pada kondisi air 21 ± 2°C dan laju peningkatan tekanan 60 mbar/menit; nilai hydrostatic head (mmH?O) dicatat ketika muncul tiga tetes pertama pada sisi kering kain. Selain pengujian pada suhu rekomendasi supplier (480°C), dilakukan variasi suhu dari 230°C sampai 500°C untuk menentukan suhu optimal. Hasil menunjukkan bahwa Sampel A mempertahankan kekedapan air yang stabil pada rentang luas (260–470°C) dengan nilai tertinggi 9812,71 mmH?O pada 470°C, sedangkan Sampel B menunjukkan nilai puncak 5710,41 mmH?O pada 410°C dan performa yang lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Temuan ini mengindikasikan bahwa komposisi tape (keberadaan poliuretan) dan penentuan suhu penyegelan yang tepat merupakan faktor kunci dalam menghasilkan <em>seam seal</em> yang kedap air. Rekomendasi pengembangan meliputi optimasi parameter proses (suhu, tekanan, waktu kontak) dan uji ketahanan jangka panjang untuk aplikasi manufaktur pakaian tahan air.</p> <p> </p> Wilda Murti, Andhi Sukma Hanafi, Kamelia Yogi Noviana Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8865 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERAN ADMINISTRASI PURCHASING DALAM EFISIENSI PENGELOLAAN KEUANGAN PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PT INDO BISMAR SURABAYA) https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8887 <p>Purchasing administration plays a vital role in ensuring procurement effectiveness and financial management efficiency. However, reliance on manual systems often leads to data inaccuracies and barriers to information access. This study aims to analyze the contribution of purchasing administration to financial efficiency through a case study of PT Indo Bismar Surabaya, which still implements a manual system and is transitioning to digital. Using descriptive qualitative methods, data collection was conducted through participant observation, in-depth interviews, and documentation of stock recapitulation, Purchase Order (PO) management, profit and loss statement preparation, and archiving activities. The research findings indicate that routinely organized administrative governance significantly improves cost transparency and purchasing budget control. Although manual systems still dominate, initial efforts to digitize documents have proven to accelerate information access and reduce the need for archive space. It is concluded that optimizing purchasing administration is a key element in financial efficiency, and therefore recommends a transition to an integrated digital system to maximize the accuracy, speed, and accountability of future procurement processes.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Administrasi pembelian memegang peranan vital dalam menjamin efektivitas pengadaan dan efisiensi pengelolaan keuangan, namun ketergantungan pada sistem manual sering kali memicu ketidakakuratan data dan hambatan akses informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi administrasi purchasing terhadap efisiensi keuangan melalui studi kasus pada PT Indo Bismar Surabaya yang masih menerapkan sistem manual dan transisi digital. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap aktivitas rekapitulasi stok, pengelolaan Purchase Order (PO), penyusunan laporan laba rugi, serta pengarsipan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tata kelola administrasi yang terorganisir secara rutin mampu meningkatkan transparansi biaya dan pengendalian anggaran pembelian secara signifikan. Meskipun sistem manual masih mendominasi, upaya awal digitalisasi dokumen terbukti mempercepat akses informasi dan mereduksi kebutuhan ruang arsip. Disimpulkan bahwa optimalisasi administrasi purchasing adalah elemen kunci dalam efisiensi keuangan, sehingga direkomendasikan transisi menuju sistem digital terintegrasi guna memaksimalkan akurasi, kecepatan, dan akuntabilitas proses pengadaan di masa depan.</p> <p> </p> Yulia Dwi Nanda, Mei Retno Adiwati Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8887 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 MAKNA SIMBOLIK ELEMEN ARSITEKTUR GEREJA : KAJIAN VISUAL PADA GEREJA GMIM SION TOMOHON https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8878 <p>The GMIM Sion Church in Tomohon, a national cultural heritage site with neo-classical architecture, holds not only historical value but also a rich visual richness that shapes the identity of the sacred space. This research is motivated by the urgency of examining the visual elements of this historic church, which have not been systematically studied as constructs of symbolic meaning from an architectural perspective. Aiming to uncover the interaction between physical form and spiritual experience, this research employs a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth visual observation, architectural documentation, and interviews, then analyzed using a semiotic approach and existential space theory. Key findings indicate that visual elements such as the bell tower, symmetrical facade, tall window openings, and the integration of the local symbol of the manguni bird function beyond mere aesthetic ornamentation; these elements serve as signifiers that construct a sacred atmosphere and guide the congregation's spiritual orientation. It is concluded that the visual characteristics of the GMIM Sion Tomohon Church are a crucial symbolic communication medium for strengthening the cultural identity and theological experience of the community. Therefore, preservation efforts must include a deep understanding of the symbolic values ??inherent in the physical structure.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Gereja GMIM Sion Tomohon, sebagai cagar budaya nasional berarsitektur neo-klasik, tidak hanya menyimpan nilai historis tetapi juga kekayaan visual yang membentuk identitas ruang sakral. Penelitian ini didasari oleh urgensi untuk menelaah elemen visual gereja bersejarah yang selama ini belum banyak dikaji secara sistematis sebagai konstruksi makna simbolik dalam perspektif arsitektur. Bertujuan mengungkap interaksi antara bentuk fisik dan pengalaman spiritual, penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi visual mendalam, dokumentasi arsitektural, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan semiotika dan teori ruang eksistensial. Temuan utama menunjukkan bahwa elemen visual seperti menara lonceng, fasad simetris, bukaan jendela tinggi, serta integrasi simbol lokal burung manguni, berfungsi lebih dari sekadar ornamen estetis; elemen-elemen tersebut hadir sebagai penanda (<em>signifier</em>) yang membangun atmosfer kesakralan dan mengarahkan orientasi spiritual jemaat. Disimpulkan bahwa karakteristik visual Gereja GMIM Sion Tomohon merupakan medium komunikasi simbolik yang krusial dalam memperkuat identitas kultural dan pengalaman teologis masyarakat, sehingga upaya pelestariannya harus mencakup pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai simbolik yang melekat pada fisik bangunannya.</p> <p> </p> Stephanie Jill Najoan, Maria Runtuwene, Claudia Talita Dariwu Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8878 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS TRANSFORMASI DIGITAL TERHADAP EFEKTIVITAS DAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI DIVISI PERPAJAKAN PT INDO BISMAR https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8888 <p>Digital transformation has become a strategic necessity for organisations in improving effectiveness and performance quality, including in the field of tax administration. PT Indo Bismar, a company engaged in trade and tax services, has implemented various digital systems to support the acceleration of tax administration and reporting processes. This study aims to analyse the impact of digital transformation on the effectiveness and job satisfaction of employees in the Tax Division of PT Indo Bismar. The research method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with two employees who are directly involved in the use of digital taxation systems. The data was analysed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of digital systems has a positive impact on accelerating the tax input and reporting processes, reducing the risk of administrative errors, facilitating work coordination, and increasing access to tax data. In addition, digital transformation also contributes to increased employee job satisfaction through easier task completion, lighter workloads, and greater comfort at work. However, there are still some technical obstacles related to system stability and the technology adaptation process. This study concludes that digital transformation plays an important role in increasing the effectiveness and job satisfaction of employees in the Tax Division of PT Indo Bismar.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Transformasi digital telah menjadi kebutuhan strategis bagi organisasi dalam meningkatkan efektivitas dan kualitas kinerja, termasuk dalam bidang administrasi perpajakan. PT Indo Bismar sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa perpajakan telah menerapkan berbagai sistem digital guna mendukung percepatan proses administrasi dan pelaporan pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transformasi digital terhadap efektivitas dan kepuasan kerja pegawai Divisi Perpajakan PT Indo Bismar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada dua orang pegawai yang terlibat langsung dalam pengguanaan sistem perpajakan digital. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem digital memberikan dampak positif terhadap percepatan proses penginputan dan pelaporan pajak, penurunan risiko kesalahan administratif, kemudahan koordinasi kerja, serta peningkatan akses terhadap data perpajakan. Selain itu, transformasi digital juga berkontribusi terhadap meningkatnya kepuasan kerja pegawai melalui kemudahan penyelesaian tugas, beban kerja yang lebih ringan, dan kenyamanan dalam bekerja. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala teknis terkait kestabilan sistem dan proses adaptasi teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital berperan penting dalam meningkatkan efektivitas dan kepuasan kerja pegawai Divisi Perpajakan PT Indo Bismar.</p> Vira Risma Ayu Wulandari, Mei Retno Adiwati Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8888 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERAN BPJS DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM JKK DAN JKM BAGI PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI DI BPJS KARIMUNJAWA https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8891 <p>The high risk of workplace accidents in the construction services sector requires adaptive and sustainable social protection for workers. The Work Accident Insurance (JKK) and Death Insurance (JKM) programmes organised by BPJS Ketenagakerja - an play an important role in providing protection for project workers who have risky job characteristics. This study aims to examine the role of BPJS Ketenagakerjaan in implementing the JKK and JKM programmes at construction service companies in BPJS Ketenagakerjaan Karimunjawa Surabaya, with a focus on collaboration patterns, socialisation strategies, and implementation barriers at the operational level. The study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews with ten informants consisting of BPJS Ketenagakerjaan officers and construction service project managers, then analysed thematically. The results of the study indicate that the implementation of the JKK and JKM programmes has generally been quite effective, particularly through inter-agency cooperation and integrated socialisation strategies. However, there are still obstacles in the form of low understanding among companies, delays in registering project workers, and administrative barriers in the claims process. The study concludes that strengthening inter-agency synergy, effective policy communication, and service innovation are key factors in improving the protection of workers in the construction services sector.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Risiko kecelakaan kerja yang tinggi pada sektor jasa konstruksi menuntut adanya perlindungan sosial ketenagakerjaan yang adaptif dan berkelanjutan. Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan berperan penting dalam memberikan perlindungan bagi pekerja proyek yang memiliki karakteristik kerja berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran BPJS Ketenagakerjaan dalam pelaksanaan program JKK dan JKM pada perusahaan jasa konstruksi di BPJS Ketenagakerjaan Karimunjawa Surabaya, dengan menitikberatkan pada pola kolaborasi, strategi sosialisasi, serta hambatan implementasi di tingkat operasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan yang terdiri atas petugas BPJS Ketenagakerjaan dan pengelola proyek jasa konstruksi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program JKK dan JKM secara umum telah berjalan cukup efektif, terutama melalui kerja sama lintas lembaga dan strategi sosialisasi terpadu. Namun, masih terdapat kendala berupa rendahnya pemahaman perusahaan, keterlambatan pendaftaran pekerja proyek, serta hambatan administratif dalam proses klaim. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penguatan sinergi antarlembaga, komunikasi kebijakan yang efektif, dan inovasi layanan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan perlindungan pekerja sektor jasa konstruksi.</p> Wafiula Mumtaz, Nuruni Ika Kusuma Wardhani Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8891 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000 OVERVIEW; HUBUNGAN ANTARA ADVERSE CHILDHOOD EXPERIENCE, REGULASI EMOSI DAN NON-SUICIDAL SELF-INJURY https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8871 <p>Adverse Childhood Experiences (ACEs) are traumatic events during childhood that have long-term impacts on mental health, often hindering emotional maturity and triggering maladaptive coping mechanisms such as Non-Suicidal Self-Injury (NSSI). This study aims to analyze the complex relationship between ACEs, emotion regulation, and NSSI, with a particular focus on the role of emotion regulation as a mediator linking traumatic experiences to self-injurious behavior. Using a narrative literature review, this study synthesized data from relevant scientific articles published between 2015 and 2025 through systematic searches of academic databases such as PubMed and ScienceDirect. Key findings demonstrate consistent evidence that exposure to ACEs is strongly correlated with emotion dysregulation, which subsequently significantly increases the risk of self-injurious behavior without suicidal intent. This study confirms that the inability to manage emotions adaptively is a key mechanistic pathway linking childhood trauma to NSSI behavior. It is concluded that psychological interventions focused on strengthening emotion regulation skills are crucial for mitigating the detrimental impact of ACEs and preventing NSSI behaviors in vulnerable individuals, particularly adolescents.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Adverse Childhood Experience (ACE) merupakan peristiwa traumatis masa kanak-kanak yang berdampak jangka panjang pada kesehatan mental, sering kali menghambat kematangan emosional dan memicu mekanisme koping maladaptif seperti <em>Non-Suicidal Self-Injury</em> (NSSI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kompleks antara ACE, regulasi emosi, dan NSSI, dengan fokus khusus pada peran regulasi emosi sebagai variabel mediator yang menghubungkan pengalaman traumatis dengan perilaku melukai diri. Menggunakan metode tinjauan literatur naratif (<em>narrative literature review</em>), penelitian ini menyintesis data dari artikel ilmiah relevan yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025 melalui penelusuran sistematis pada basis data akademik seperti PubMed dan ScienceDirect. Temuan utama menunjukkan konsistensi bukti bahwa paparan ACE berkorelasi kuat dengan disregulasi emosi, yang selanjutnya meningkatkan risiko perilaku melukai diri sendiri tanpa intensi bunuh diri secara signifikan. Studi ini menegaskan bahwa ketidakmampuan mengelola emosi secara adaptif menjadi jalur mekanistik utama yang menghubungkan trauma masa kecil dengan perilaku NSSI. Disimpulkan bahwa intervensi psikologis yang berfokus pada penguatan keterampilan regulasi emosi sangat krusial untuk memitigasi dampak buruk ACE dan mencegah perilaku NSSI pada individu yang rentan, khususnya populasi remaja.</p> <p> </p> Veronika F. Usfal, Rizky Pradita Manafe, Theodora Takalapeta Copyright (c) 2026 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan https://www.jurnalp4i.com/index.php/cendekia/article/view/8871 Tue, 20 Jan 2026 00:00:00 +0000