WAJIB BELAJAR 13 TAHUN DAN PENANGANAN ANAK TIDAK SEKOLAH: ANALISIS KEBIJAKAN INTEGRATIF UNTUK PEMERATAAN AKSES PENDIDIKAN DI INDONESIA

Authors

  • Rinny Syahputri Universitas Almuslim, Aceh, Indonesia
  • Rita Afrina Universitas Almuslim, Aceh, Indonesia
  • Hasnawi Hasnawi Universitas Almuslim, Aceh, Indonesia
  • Noevandi Noevandi Universitas Almuslim, Aceh, Indonesia
  • Saiful Bahri Universitas Almuslim, Aceh, Indonesia
  • Munawar Munawar Universitas Almuslim, Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51878/teaching.v6i4.16344

Keywords:

wajib belajar 13 tahun, anak tidak sekolah, analisis kebijakan integratif, pemerataan akses pendidikan

Abstract

The Indonesian government has established the 13-Year Compulsory Education program as a primary national priority within the 2025–2029 RPJMN to expand educational coverage from early childhood education to senior secondary school. However, the implementation of this preventive policy is challenged by the high prevalence of out-of-school children, currently estimated between 2.9 and 3.9 million according to national socioeconomic surveys and ministerial dashboards. This study aims to analyze the structural linkages and integration gaps between the 13-Year Compulsory Education policy and out-of-school children interventions to formulate a coherent educational governance model. Employing a qualitative descriptive approach with document-based policy analysis, the study utilizes Van Meter and Van Horn's policy implementation framework alongside Rawls's theory of distributive justice. The findings reveal that primary constraints stem from low early childhood gross enrollment rates, interregional infrastructure disparities, and administrative fragmentation across ministerial data systems. The study concludes that achieving equitable educational access requires an integrative policy architecture that unifies integrated databases, harmonizes derivative regulations, and consolidates intersectoral institutional coordination.

ABSTRAK

Pemerintah Indonesia menetapkan Wajib Belajar 13 Tahun sebagai program prioritas utama dalam RPJMN 2025–2029 guna memperluas cakupan layanan pendidikan mulai dari jenjang prasekolah hingga menengah atas. Namun, implementasi kebijakan preventif ini masih dibayangi oleh tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang mencapai kisaran 2,9 hingga 3,9 juta anak berdasarkan data Susenas BPS dan pangkalan data kementerian. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan struktural dan celah integrasi antara kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun dan penanganan ATS sebagai dasar perumusan model tata kelola pendidikan yang koheren. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis analisis dokumen kebijakan (document-based policy analysis) yang ditelaah menggunakan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn serta teori keadilan distributif Rawls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama berpangkal pada rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD, disparitas sarana pendidikan antardaerah, serta fragmentasi regulasi dan basis data antara kementerian teknis. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan pemerataan akses pendidikan nasional menuntut kehadiran model kebijakan integratif yang menyatukan sistem data tunggal, harmonisasi regulasi turunan, dan koordinasi kelembagaan lintas sektor secara terpadu.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aldin, M. N., Chairunisa, F., & N, W. N. (2025). Efektivitas kinerja Tim Koordinasi Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah (PPATS) Provinsi Sulawesi Selatan. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(4), 1545–1555. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8002

Anwar, C., Komariyah, L., Aznem, A., Hasbar, H., Payung, L. T., & Kesuma, A. H. (2025). Evaluasi kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia: Pendekatan CIPP dan perspektif keadilan sosial. Journal of Education Research, 6(3), 739–750. https://doi.org/10.37985/jer.v6i3.2576

Ardyati, D. P. I., Andarias, S. H., Gustina, S., & Awatif, I. N. (2026). Ekopedagogi dalam cerita rakyat Wandiundiu sebagai sumber pembelajaran IPA SMP. SCIENCE: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 6(1), 69–78. https://doi.org/10.51878/science.v6i1.8340

Asmara, N. Y., Misliza, S., Wahyuningsih, W., Ayunda, Z. Z., Gistituati, N., & Anisah, A. (2025). Analisis dinamika penerapan kebijakan wajib belajar 13 tahun. Cognoscere: Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan, 3(2), 115–128. https://doi.org/10.61292/cognoscere.272

Asmiati, A., Sumardi, L., Ismail, M., & Alqadri, B. (2022). Faktor-faktor penyebab rendahnya minat melanjutkan studi anak pada masyarakat nelayan di Desa Seruni Mumbul Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(2c), 786–793. https://doi.org/10.29303/jipp.v7i2c.645

Ayuningtyas, E., Aslamiah, A., & Novitawati, N. (2026). Kemitraan sekolah dan masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan pada SMAN 1 Karang Intan. ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 6(3), 1921–1930. https://doi.org/10.51878/academia.v6i3.12832

Badan Pusat Statistik. (2025). Survei sosial ekonomi nasional (Susenas) 2025: Data anak tidak sekolah. BPS.

Bantali, A., Gunawan, H., Ritonga, S., Sari, Y., & Al-Amin, A. (2025). Analisis kesejahteraan finansial guru PAUD dalam mendukung transisi pendidikan anak usia dini: Studi pada lembaga PAUD di Binjai Barat. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(6), 2598–2608. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i6.7304

Dunn, W. N. (2003). Public policy analysis: An introduction (3rd ed.). Prentice Hall.

Hayati, M. (2021). Pengembangan program pembelajaran tematik berbasis nilai-nilai keislaman untuk TK/RA. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 457–472. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i1.938

Illiyyina, I., Fitriana, A. R. D., Rosa, N. S., Izzah, A. H. N., & Puteh, F. (2025). Increasing interest to pursue tertiary education among school leavers in Indonesia: A strategic analysis. JIE (Journal of Islamic Education), 10(1), 191–218. https://doi.org/10.52615/jie.v10i1.561

Jayanti, G. D., Setiawan, F., Azhari, R., & Siregar, N. P. (2021). Analisis kebijakan peta jalan pendidikan nasional 2020-2035. Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan, 6(1), 40–48. https://doi.org/10.47435/jpdk.v6i1.618

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2026). Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang pencegahan dan penanganan anak tidak sekolah. Kemendikdasmen.

Khadafi, A., Qomariyah, S., & Fajarwati, D. (2025). Perencanaan wajib belajar 12 tahun. Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika, 2(1), 91–110. https://doi.org/10.62383/katalis.v2i1.1892

Komalasari, D., & Wardhani, N. W. (2024). Implementasi program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) dalam rangka penanggulangan banyaknya anak putus sekolah di Kabupaten Brebes. Jurnal PPKn, 12(1), 12–24. https://doi.org/10.31004/jppkn.v12i1.1205

Krisanti, D. R. J., & Harianto, S. (2024). Socioeconomic gap in education in Surabaya City perspective (Max Weber theory). SIDE: Scientific Development Journal, 1(1), 29–33. https://doi.org/10.31004/side.v1i1.1450

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Naibaho, F. R., Hutauruk, R., Simanungkalit, P. S., & Tambunan, K. E. (2026). Pengaruh kemiskinan dan ketimpangan pendapatan sebagai hambatan dalam pencapaian SDGs di Indonesia. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(3), 1957–1965. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.11638

Nirwana, E. S., Ramadhani, A. P., & Silvia, S. (2025). Problematika pendidikan anak usia dini di Indonesia: Hambatan dan tantangan dalam pengelolaan PAUD. MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 5(1), 140–152. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i1.4906

Pahurrozi, L., Sahri, S., & H.I., R. (2021). Study of the implementation of poverty reduction in Central Lombok Regency, Indonesia. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 113(5), 25–33. https://doi.org/10.18551/rjoas.2021-05.03

Pratiwi, D. H., & Triwiyanto, T. (2025). Peran Dinas Pendidikan dalam reintegrasi anak tidak sekolah di Kota Malang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 35423–35429. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i3.18921

Ramadhan, D., Qatrunnada, A. A., Aprilia, A., & Lukitoaji, B. D. (2025). Pengaruh ketimpangan ekonomi terhadap angka kasus anak putus sekolah di Indonesia. Jurnal Seputar Isu dan Inovasi Pendidikan, 1(1), 99–107. https://doi.org/10.31004/jsiip.v1i1.1205

Rawls, J. (1971). A theory of justice. Harvard University Press.

Rohani, R., Akbariah, E., Maisyaroh, M., & Novaria, E. (2026). Potensi dan tantangan program Sekolah Rakyat dalam konteks pencapaian SDGs pendidikan di Indonesia. ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 6(1), 30–38. https://doi.org/10.51878/academia.v6i1.8965

Sakti, E. S., & Rahaju, T. (2025). Implementasi program outreach penanganan anak tidak sekolah melalui pendidikan kesetaraan di Kecamatan Semampir Kota Surabaya. Dinamika Administrasi: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen, 2(1), 142–147. https://doi.org/10.31004/dina.v2i1.1450

Saputra, B. P., Suryani, E. I., & Yonawati. (2025). Implementasi kebijakan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dalam meningkatkan akses pendidikan. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(2), 1467–1476. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1264

Sari, I. W. (2025). Government policy strategies of Bandar Lampung City in reducing school dropout rates. Jurnal Kebijakan Publik, 16(3), Article 251. https://doi.org/10.31258/jkp.v16i3.8877

Sari, W. P., Lesmi, K., Muluk, R. K. A., & Khotimah, I. (2026). Penerapan pembelajaran unplugged coding dalam meningkatkan problem solving pada anak usia dini. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(1), 261–275. https://doi.org/10.51878/learning.v6i1.8907

Sitanggang, D. A., & Jasmina, T. (2023). Pengaruh Bantuan Operasional Sekolah terhadap pemenuhan akses pendidikan menengah di Indonesia. Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik, 8(4), 307–320. https://doi.org/10.33105/itrev.v8i4.656

Sulistyo, F. D., & Tanesab, J. P. (2026). Tantangan dan potensi keberhasilan implementasi kebijakan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial di jenjang sekolah dasar. Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, 19(1), 45–58. https://doi.org/10.24832/jpkp.v19i1.1349

Supriyanto, A. (2022). Pendidikan inklusif di Indonesia: Antara kebijakan dan realitas. Jurnal Ilmu Pendidikan, 29(1), 112–125. https://doi.org/10.17977/um048v29i1p112-125

Sutisna, A., Azizah, D. N., & Rachmawati, I. (2025). Implementasi kebijakan tentang angka putus sekolah pada Kota Sukabumi. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 8(1), 70–77. https://doi.org/10.38035/rrj.v8i1.1835

Syahrul, & Wardana, A. (2018). Analisis kebijakan pendidikan untuk anak jalanan di Kota Yogyakarta. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 5(2), 173–184. https://doi.org/10.21831/hsjpi.v5i2.14502

Van Meter, D. S., & Van Horn, C. E. (1975). The policy implementation process: A conceptual framework. Administration & Society, 6(4), 445–488. https://doi.org/10.1177/009539977500600404

Yanto, Y., & Hamdi, M. (2025). Integration of Dapodik data, EMIS data, and Dukcapil data in supporting synchronization of school participation figures (APS) Muaro Jambi Regency Government. Jurnal Prajaiswara, 5(3), 88–99. https://doi.org/10.55351/prajaiswara.v5i3.141

Downloads

Published

2026-10-20

How to Cite

Syahputri, R., Afrina, R., Hasnawi, H., Noevandi, N., Bahri, S., & Munawar, M. (2026). WAJIB BELAJAR 13 TAHUN DAN PENANGANAN ANAK TIDAK SEKOLAH: ANALISIS KEBIJAKAN INTEGRATIF UNTUK PEMERATAAN AKSES PENDIDIKAN DI INDONESIA. TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 6(4), 3568–3577. https://doi.org/10.51878/teaching.v6i4.16344

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.