MENAKAR IMPLEMENTASI DESENTRALISASI PENDIDIKAN : KESENJANGAN AKSES, GURU, SARANA DAN MUTU ANTARDAERAH

Authors

  • Latifur Rahmi Program Magister Administrasi Pendidikan, Fakultas Pascasarjana, Universitas Almuslim, Bireun, Aceh, Indonesia
  • Leny Nurdiyaningsih Program Magister Administrasi Pendidikan, Fakultas Pascasarjana, Universitas Almuslim, Bireun, Aceh, Indonesia
  • Ni Nyoman Sekar Sudesmi Program Magister Administrasi Pendidikan, Fakultas Pascasarjana, Universitas Almuslim, Bireun, Aceh, Indonesia
  • Juliana Juliana Program Magister Administrasi Pendidikan, Fakultas Pascasarjana, Universitas Almuslim, Bireun, Aceh, Indonesia
  • Evi Juliyanti Program Magister Administrasi Pendidikan, Fakultas Pascasarjana, Universitas Almuslim, Bireun, Aceh, Indonesia
  • Munawar Munawar Program Magister Administrasi Pendidikan, Fakultas Pascasarjana, Universitas Almuslim, Bireun, Aceh, Indonesia
  • Saiful Bahri Program Magister Administrasi Pendidikan, Fakultas Pascasarjana, Universitas Almuslim, Bireun, Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51878/teaching.v6i4.16345

Keywords:

desentralisasi pendidikan; otonomi daerah; kesenjangan pendidikan; layanan pendidikan; kebijakan pendidikan.

Abstract

Educational decentralization provides greater authority for local governments to manage education services tailored to regional needs and territorial characteristics, yet its execution encounters heterogeneous local capacities. This circumstance directly contributes to disparities in educational service equity across regions in Indonesia. This article aims to analyze the implementation of educational decentralization policies by examining service gaps across access, teaching staff, infrastructure, and educational quality. The research adopts a qualitative policy analysis approach grounded in documentary studies, drawing from statutory regulations, official policy frameworks, government statistics, and reputable journal articles. The findings demonstrate persistent interregional disparities concerning enrollment access, teacher distribution and qualifications, classroom physical conditions, and educational attainment rates. Such discrepancies cannot be interpreted merely as policy failures of decentralization, but rather reflect divergences in fiscal capacity, institutional readiness, geographical topography, and intergovernmental coordination.

ABSTRAK

Desentralisasi pendidikan memberikan ruang yang lebih besar kepada pemerintah daerah dalam mengelola layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik wilayah, tetapi implementasinya berlangsung dalam kondisi kapasitas daerah yang beraneka ragam. Kondisi tersebut berimplikasi langsung pada variasi pemerataan layanan pendidikan antardaerah di Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan desentralisasi pendidikan melalui pemetaan kesenjangan layanan pada aspek akses, guru, sarana, dan mutu pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan analisis kebijakan kualitatif berbasis studi dokumen dengan memanfaatkan sumber data regulasi, dokumen kebijakan, publikasi statistik resmi, serta artikel jurnal bereputasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi layanan pendidikan masih memperlihatkan disparitas antardaerah pada ketersediaan akses, rasio dan kualifikasi guru, kelayakan sarana ruang kelas, hingga angka penyelesaian jenjang pendidikan. Variasi tersebut tidak dapat dipahami semata-mata sebagai kegagalan desentralisasi, melainkan cerminan dari ketimpangan kapasitas fiskal, kelembagaan, letak geografis, serta koordinasi antartingkat pemerintahan.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alimuddin, A., Haliza, S. N., & Alim, M. N. (2025). Desentralisasi pendidikan dan pembiayaan: Peran pemerintah daerah dalam menjamin akses dan kualitas pendidikan. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(2), 112–124. https://doi.org/10.31004/jma.v3i2.1450

Andrea, D. L. (2020). Penyelenggaraan otonomi daerah bidang pendidikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. JIHK, 1(2), 157–165. https://doi.org/10.46924/jihk.v1i2.128

Arief, M. (2021). Manajemen sumber daya manusia dalam meningkatkan mutu pendidikan (studi kasus di SD Insan Amanah Malang). Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 6(1), Article 1. https://doi.org/10.35931/am.v6i1.709

Aulia, A. P., & Andhini. (2025). The dilemma of decentralization in public policy implementation in Indonesia. Indonesian Journal of Public Administration Review, 2(4), Article 13. https://doi.org/10.47134/par.v2i4.4757

Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik pendidikan 2025. Badan Pusat Statistik.

Bao, B., & Suardi, S. (2025). Decentralization and democracy: Evaluating the performance of regional autonomy in improving public welfare. MSJ: Majority Science Journal, 3(4), 20–32. https://doi.org/10.61942/msj.v3i4.476

Habibani, R. A., Asnil, A., Frinaldi, A., & Putri, N. E. (2025). Pengaruh belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Pariaman. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1905–1914. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7823

Hestiana, S. D., Diva, F. W., Haryanti, M., Yantoro, & Setiyadi, B. (2023). Efektivitas desentralisasi pendidikan dalam meningkatkan profesionalisme guru di SDN 34/I Teratai. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(8), 5624–5629. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i8.2612

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Rapor Pendidikan Indonesia 2025. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Lobubun, M., Raharusun, Y. A., & Anwar, I. (2022). Inkonsistensi peraturan perundang-undangan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4(2), 294–322. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i2.294-322

Maharani, K., Effendi, M. M., & Nurjaman, A. (2020). Analisis tingkat ketercapaian Angka Partisipasi Sekolah di Papua (studi kasus di Kabupaten Merauke). Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, 7(2), 85–96. https://doi.org/10.22219/jkpp.v7i2.12046

Pemerintah Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78.

Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244.

Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 87.

Pemerintah Republik Indonesia. (2022a). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 14.

Pemerintah Republik Indonesia. (2022b). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 4.

Pratama, A. L., Chairunnisa, F., & Rasdiyanti, A. (2025). Kompetensi pegawai Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memfasilitasi produk hukum daerah. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(4), 1387–1397. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8001

Purwaningsih, D., & Asriati, N. (2024). Pengelolaan keuangan pendidikan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas sumber daya. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 4(4), 1723–1732. https://doi.org/10.53299/jppi.v4i4.757

Rifa’i, A., & Moddilani, G. (2021). Analisis dampak pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan terhadap PDB per kapita: Spending more or spending better. Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik, 6(3), 211–226. https://doi.org/10.33105/itrev.v6i3.370

Rohman, A., & Widowati, A. (2024). Political policy education budget government of Yogyakarta, Indonesia. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 43(1), 176–185. https://doi.org/10.21831/cp.v43i1.56111

Sakdiyah, H. (2025). Efektivitas otonomi daerah dalam mewujudkan tujuan negara: Tinjauan kritis desentralisasi di Indonesia. Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 3(1), 1–11. https://doi.org/10.62238/jupsi.v3i1.191

Samhaji, S., & Anggara, F. D. (2025). Analisis implementasi kebijakan pemerataan akses pendidikan pada daerah tertinggal Indonesia. Journal of Governance and Policy Innovation, 5(2), 99–112. https://doi.org/10.51577/jgpi.v5i2.839

Saprianto, R., Simbolon, T. R., & Hukom, A. (2023). Implikasi otonomi daerah pada pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan di Indonesia. JEPP: Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Pariwisata, 3(2), 68–84. https://doi.org/10.31004/jepp.v3i2.1450

Sembiring, T. B., Surbakti, D. L. B., Daulay, F. K., Silalahi, A. E. C., Nasution, D. P., & Simanjuntak, G. R. (2025). Kewenangan pemerintah kabupaten/kota dalam pengelolaan pendidikan: Studi implementasi di daerah otonom. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 5(2), 11622–11631. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1845

Sofiani, N., Frinaldi, A., Magriasti, L., & Wahyuni, Y. S. (2024). Kebijakan desentralisasi pendidikan serta implementasi dalam pendidikan di Indonesia. Menara Ilmu, 18(1), 45–56. https://doi.org/10.31869/mi.v18i1.5120

Solihin, L. (2020). Darurat literasi membaca di kelas awal. Masyarakat Indonesia, 46(1), 34–48. https://doi.org/10.14203/jmi.v46i1.914

Srisaparmi, S., Frinaldi, A., Magriasti, L., & Naldi, H. (2025). Problematika dan tantangan desentralisasi di Indonesia: Kajian literature review pasca reformasi. Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP), 7(2), 213–220. https://doi.org/10.24036/jmiap.v7i2.1223

Sui-Ni, N. (2023). Peran pemerintah pusat dan daerah dalam menyediakan pendidikan dasar bermutu untuk mewujudkan Visi Indonesia 2045. arXiv. https://doi.org/10.48550/arxiv.2302.12837

Sumpena, S., Nurhamidah, S., & Hilman, C. (2022). Kebijakan desentralisasi pendidikan dan implementasinya dalam pendidikan di Indonesia. Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP), 2(2), 41–51. https://doi.org/10.54371/jiepp.v2i2.222

Suwardi, S. (2021). STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) inovasi dalam pembelajaran vokasi era Merdeka Belajar abad 21. PAEDAGOGY: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 1(1), 40–48. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v1i1.337

Widiyono, A., & Millati, I. (2021). Peran teknologi pendidikan dalam perspektif Merdeka Belajar di era 4.0. Journal of Education and Teaching (JET), 2(1), 1–9. https://doi.org/10.51454/jet.v2i1.63

Downloads

Published

2026-10-20

How to Cite

Rahmi, L., Nurdiyaningsih, L., Sudesmi, N. N. S., Juliana, J., Juliyanti, E., Munawar, M., & Bahri, S. (2026). MENAKAR IMPLEMENTASI DESENTRALISASI PENDIDIKAN : KESENJANGAN AKSES, GURU, SARANA DAN MUTU ANTARDAERAH. TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 6(4), 3557–3567. https://doi.org/10.51878/teaching.v6i4.16345

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.