MENAKAR IMPLEMENTASI DESENTRALISASI PENDIDIKAN : KESENJANGAN AKSES, GURU, SARANA DAN MUTU ANTARDAERAH
DOI:
https://doi.org/10.51878/teaching.v6i4.16345Keywords:
desentralisasi pendidikan; otonomi daerah; kesenjangan pendidikan; layanan pendidikan; kebijakan pendidikan.Abstract
Educational decentralization provides greater authority for local governments to manage education services tailored to regional needs and territorial characteristics, yet its execution encounters heterogeneous local capacities. This circumstance directly contributes to disparities in educational service equity across regions in Indonesia. This article aims to analyze the implementation of educational decentralization policies by examining service gaps across access, teaching staff, infrastructure, and educational quality. The research adopts a qualitative policy analysis approach grounded in documentary studies, drawing from statutory regulations, official policy frameworks, government statistics, and reputable journal articles. The findings demonstrate persistent interregional disparities concerning enrollment access, teacher distribution and qualifications, classroom physical conditions, and educational attainment rates. Such discrepancies cannot be interpreted merely as policy failures of decentralization, but rather reflect divergences in fiscal capacity, institutional readiness, geographical topography, and intergovernmental coordination.
ABSTRAK
Desentralisasi pendidikan memberikan ruang yang lebih besar kepada pemerintah daerah dalam mengelola layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik wilayah, tetapi implementasinya berlangsung dalam kondisi kapasitas daerah yang beraneka ragam. Kondisi tersebut berimplikasi langsung pada variasi pemerataan layanan pendidikan antardaerah di Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan desentralisasi pendidikan melalui pemetaan kesenjangan layanan pada aspek akses, guru, sarana, dan mutu pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan analisis kebijakan kualitatif berbasis studi dokumen dengan memanfaatkan sumber data regulasi, dokumen kebijakan, publikasi statistik resmi, serta artikel jurnal bereputasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi layanan pendidikan masih memperlihatkan disparitas antardaerah pada ketersediaan akses, rasio dan kualifikasi guru, kelayakan sarana ruang kelas, hingga angka penyelesaian jenjang pendidikan. Variasi tersebut tidak dapat dipahami semata-mata sebagai kegagalan desentralisasi, melainkan cerminan dari ketimpangan kapasitas fiskal, kelembagaan, letak geografis, serta koordinasi antartingkat pemerintahan.
Downloads
References
Alimuddin, A., Haliza, S. N., & Alim, M. N. (2025). Desentralisasi pendidikan dan pembiayaan: Peran pemerintah daerah dalam menjamin akses dan kualitas pendidikan. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(2), 112–124. https://doi.org/10.31004/jma.v3i2.1450
Andrea, D. L. (2020). Penyelenggaraan otonomi daerah bidang pendidikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. JIHK, 1(2), 157–165. https://doi.org/10.46924/jihk.v1i2.128
Arief, M. (2021). Manajemen sumber daya manusia dalam meningkatkan mutu pendidikan (studi kasus di SD Insan Amanah Malang). Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 6(1), Article 1. https://doi.org/10.35931/am.v6i1.709
Aulia, A. P., & Andhini. (2025). The dilemma of decentralization in public policy implementation in Indonesia. Indonesian Journal of Public Administration Review, 2(4), Article 13. https://doi.org/10.47134/par.v2i4.4757
Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik pendidikan 2025. Badan Pusat Statistik.
Bao, B., & Suardi, S. (2025). Decentralization and democracy: Evaluating the performance of regional autonomy in improving public welfare. MSJ: Majority Science Journal, 3(4), 20–32. https://doi.org/10.61942/msj.v3i4.476
Habibani, R. A., Asnil, A., Frinaldi, A., & Putri, N. E. (2025). Pengaruh belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Pariaman. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1905–1914. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7823
Hestiana, S. D., Diva, F. W., Haryanti, M., Yantoro, & Setiyadi, B. (2023). Efektivitas desentralisasi pendidikan dalam meningkatkan profesionalisme guru di SDN 34/I Teratai. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(8), 5624–5629. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i8.2612
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Rapor Pendidikan Indonesia 2025. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Lobubun, M., Raharusun, Y. A., & Anwar, I. (2022). Inkonsistensi peraturan perundang-undangan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4(2), 294–322. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i2.294-322
Maharani, K., Effendi, M. M., & Nurjaman, A. (2020). Analisis tingkat ketercapaian Angka Partisipasi Sekolah di Papua (studi kasus di Kabupaten Merauke). Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, 7(2), 85–96. https://doi.org/10.22219/jkpp.v7i2.12046
Pemerintah Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78.
Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244.
Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 87.
Pemerintah Republik Indonesia. (2022a). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 14.
Pemerintah Republik Indonesia. (2022b). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 4.
Pratama, A. L., Chairunnisa, F., & Rasdiyanti, A. (2025). Kompetensi pegawai Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memfasilitasi produk hukum daerah. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(4), 1387–1397. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8001
Purwaningsih, D., & Asriati, N. (2024). Pengelolaan keuangan pendidikan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas sumber daya. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 4(4), 1723–1732. https://doi.org/10.53299/jppi.v4i4.757
Rifa’i, A., & Moddilani, G. (2021). Analisis dampak pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan terhadap PDB per kapita: Spending more or spending better. Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik, 6(3), 211–226. https://doi.org/10.33105/itrev.v6i3.370
Rohman, A., & Widowati, A. (2024). Political policy education budget government of Yogyakarta, Indonesia. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 43(1), 176–185. https://doi.org/10.21831/cp.v43i1.56111
Sakdiyah, H. (2025). Efektivitas otonomi daerah dalam mewujudkan tujuan negara: Tinjauan kritis desentralisasi di Indonesia. Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 3(1), 1–11. https://doi.org/10.62238/jupsi.v3i1.191
Samhaji, S., & Anggara, F. D. (2025). Analisis implementasi kebijakan pemerataan akses pendidikan pada daerah tertinggal Indonesia. Journal of Governance and Policy Innovation, 5(2), 99–112. https://doi.org/10.51577/jgpi.v5i2.839
Saprianto, R., Simbolon, T. R., & Hukom, A. (2023). Implikasi otonomi daerah pada pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan di Indonesia. JEPP: Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Pariwisata, 3(2), 68–84. https://doi.org/10.31004/jepp.v3i2.1450
Sembiring, T. B., Surbakti, D. L. B., Daulay, F. K., Silalahi, A. E. C., Nasution, D. P., & Simanjuntak, G. R. (2025). Kewenangan pemerintah kabupaten/kota dalam pengelolaan pendidikan: Studi implementasi di daerah otonom. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 5(2), 11622–11631. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1845
Sofiani, N., Frinaldi, A., Magriasti, L., & Wahyuni, Y. S. (2024). Kebijakan desentralisasi pendidikan serta implementasi dalam pendidikan di Indonesia. Menara Ilmu, 18(1), 45–56. https://doi.org/10.31869/mi.v18i1.5120
Solihin, L. (2020). Darurat literasi membaca di kelas awal. Masyarakat Indonesia, 46(1), 34–48. https://doi.org/10.14203/jmi.v46i1.914
Srisaparmi, S., Frinaldi, A., Magriasti, L., & Naldi, H. (2025). Problematika dan tantangan desentralisasi di Indonesia: Kajian literature review pasca reformasi. Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP), 7(2), 213–220. https://doi.org/10.24036/jmiap.v7i2.1223
Sui-Ni, N. (2023). Peran pemerintah pusat dan daerah dalam menyediakan pendidikan dasar bermutu untuk mewujudkan Visi Indonesia 2045. arXiv. https://doi.org/10.48550/arxiv.2302.12837
Sumpena, S., Nurhamidah, S., & Hilman, C. (2022). Kebijakan desentralisasi pendidikan dan implementasinya dalam pendidikan di Indonesia. Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP), 2(2), 41–51. https://doi.org/10.54371/jiepp.v2i2.222
Suwardi, S. (2021). STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) inovasi dalam pembelajaran vokasi era Merdeka Belajar abad 21. PAEDAGOGY: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 1(1), 40–48. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v1i1.337
Widiyono, A., & Millati, I. (2021). Peran teknologi pendidikan dalam perspektif Merdeka Belajar di era 4.0. Journal of Education and Teaching (JET), 2(1), 1–9. https://doi.org/10.51454/jet.v2i1.63
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













