PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN TARI KREASI MOPOTIRLO DI KELAS IX B MTS NEGERI 1 BOLAANG MONGONDOW SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/teaching.v6i2.12416Keywords:
Project Based Learning, Tari Kreasi Mopotirlo, hasil belajarAbstract
Dance learning requires instructional models that actively engage students in the learning process to develop knowledge, skills, and appreciation of local culture. Preliminary observations at MTs Negeri 1 Bolaang Mongondow Selatan indicated that student participation in Mopotirlo Creative Dance learning was still limited because instruction tended to be teacher-centered. This study aimed to describe the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model in Mopotirlo Creative Dance learning, examine students’ learning outcomes, and identify supporting factors and challenges encountered during the learning process. The study employed a descriptive quantitative method supported by qualitative data. The participants were 15 students of Class IX B at MTs Negeri 1 Bolaang Mongondow Selatan. Data were collected through observations, interviews, documentation, knowledge tests, and dance performance assessments. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that PjBL was implemented through six stages: essential questioning, project planning, scheduling, project monitoring, product testing, and evaluation of learning experiences. The students achieved an average score of 79.58, with a learning mastery rate of 80%. Supporting factors included students’ enthusiasm, group collaboration, and teacher guidance, while the main challenges involved memorizing dance movements, synchronizing movements with rhythm and counts, and demonstrating appropriate expressions. The study concludes that Project Based Learning effectively enhances student engagement and supports positive learning outcomes in Mopotirlo Creative Dance learning.
ABSTRAK
Pembelajaran seni tari memerlukan model pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif agar pengetahuan, keterampilan, dan apresiasi budaya dapat berkembang secara optimal. Hasil observasi awal di MTs Negeri 1 Bolaang Mongondow Selatan menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam pembelajaran Tari Kreasi Mopotirlo masih rendah karena proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran Tari Kreasi Mopotirlo, mendeskripsikan hasil belajar siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala yang muncul selama proses pembelajaran. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 15 siswa kelas IX B MTs Negeri 1 Bolaang Mongondow Selatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, tes pengetahuan, dan penilaian praktik tari. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Project Based Learning dilaksanakan melalui enam tahapan, yaitu essential questioning, project planning, scheduling, project monitoring, product testing, dan evaluation of learning experiences. Nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai 79,58 dengan persentase ketuntasan sebesar 80%. Faktor pendukung pembelajaran meliputi antusiasme siswa, kerja sama kelompok, dan pendampingan guru, sedangkan kendala yang ditemukan berupa kesulitan menghafal gerak, menyesuaikan hitungan, dan menampilkan ekspresi tari. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model Project Based Learning mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan mendukung pencapaian hasil belajar yang baik pada pembelajaran Tari Kreasi Mopotirlo.
Downloads
References
Arifin, Z. (2019). Evaluasi pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya.
Azzahra, U., Arsih, F., & Alberida, H. (2023). Pengaruh model pembelajaran project-based learning (PjBL) terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran biologi: Literature review. Biochephy: Journal of Science Education, 3(1), 49–60.
Chaturani, D. S., & Haerani, R. (2024). Project-based learning dalam pembelajaran tari untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP. Ringkang: Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari, 4(3), 442–452. https://ejournal.upi.edu/index.php/RINK_TARI_UPI/article/view/77304
Chen, C. H., & Yang, Y. C. (2019). Revisiting the effects of project-based learning on students' academic achievement: A meta-analysis investigating moderators. Educational Research Review, 26, 71–81. https://doi.org/10.1016/j.edurev.2018.11.001
Faslia, F., Aswat, H., & Aminu, N. (2023). Pelibatan model project-based learning pada pembelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) menuju pelajar Pancasila pada jenjang sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 7(6), 3895–3904. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i6.6623
Guo, P., Saab, N., Post, L. S., & Admiraal, W. (2023). A study of the impact of project-based learning on student learning effects: A meta-analysis study. Frontiers in Psychology, 14, Article 1202728. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1202728
Kokotsaki, D., Menzies, V., & Wiggins, A. (2016). Project-based learning: A review of the literature. Improving Schools, 19(3), 267–277. https://doi.org/10.1177/1365480216659733
Komalasari, K. (2010). Pembelajaran kontekstual: Konsep dan aplikasi. PT Refika Aditama.
Kurniati, F., & Syefriani, S. (2024). Student interest and motivation in learning arts and culture using the project-based learning method at State Senior High School 7 Pekanbaru. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 19(2), 246–256. https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/dewaruci/article/view/6443
Kunandar. (2015). Penilaian autentik: Penilaian hasil belajar siswa berdasarkan Kurikulum 2013. PT RajaGrafindo Persada.
Meli, R. U. (2022). Penanaman karakter cinta tanah air bagi siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler seni tari di SMA. Pijar: Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran, 1(1), 6–11. https://doi.org/10.56393/pijar.v1i1.96
Nafiati, D. A. (2021). Revisi taksonomi Bloom: Kognitif, afektif, dan psikomotorik. Humanika, 21(2), 151–172. https://doi.org/10.21831/hum.v21i2.29252
Nugraha, I. R., Supriadi, U., & Anwar, M. I. (2023). Efektivitas strategi pembelajaran project-based learning dalam meningkatkan kreativitas siswa. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS, 17(1), 39–47.
Putri, N. P. W., Sukendri, N., Wiguna, I. B. A. A., & Andari, I. A. M. Y. (2024). Pengenalan nilai seni Nusantara pada anak usia dini melalui tari kreasi Wonderland. Kumarottama: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 153–162. https://doi.org/10.53977/kumarottama.v3i2.1579
Saputri, O. V. T., Harun, H., & Pamungkas, J. (2023). Analisis koreografi tari Wonderland Indonesia terhadap kemampuan motorik kasar anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 7579–7586. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.4670
Simanjuntak, R., & Handayani, E. (2026). Penerapan model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Kristen di SD Negeri Nanggulan, Maguwoharjo, Sleman, DIY. Theosophia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 2(2), 22–44. https://e-journal.sttiksm.ac.id/index.php/theosophia/article/view/38
Sudjana, N. (2016). Penilaian hasil proses belajar mengajar. PT Remaja Rosdakarya.
Thomas, J. W. (2000). A review of research on project-based learning. Autodesk Foundation.
Ulfah, & Arifudin, O. (2021). Pengaruh aspek kognitif, afektif, dan psikomotor terhadap hasil belajar peserta didik. Jurnal Al-Amar (JAA), 2(1), 1–9.
Wena, M. (2014). Strategi pembelajaran inovatif kontemporer. Bumi Aksara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












