PELESTARIAN TRADISI KOKO’O SEBAGAI WARISAN BUDAYA BULAN RAMADHAN MASYARAKAT DESA BILUNGALA DAN TALUMOPATU
DOI:
https://doi.org/10.51878/teaching.v6i3.13572Keywords:
Tradisi Koko’o, Pelestarian Budaya, Gorontalo, Ramadan, Budaya LokalAbstract
ABSTRACT
The Koko'o tradition in Bilungala Village and the Koko tradition in Talumopatu Village constitute part of the cultural heritage of the Gorontalo community that has been preserved despite ongoing social and technological changes. This study aims to analyze the historical development of these traditions, their implementation, the social, cultural, and religious values they embody, and the preservation efforts undertaken by local communities and government institutions. The study employed a qualitative research method with a descriptive approach. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and subsequently analyzed using the stages of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings reveal that the Koko'o and Koko traditions serve not only as a means of awakening community members for the pre-dawn meal (suhoor) during Ramadan but also as important instruments for transmitting the values of mutual cooperation, social solidarity, religious devotion, and Gorontalo cultural identity. Although several technical aspects of the traditions have adapted to contemporary developments, their essential cultural elements remain well preserved through active community participation and institutional support. This study concludes that the sustainability of these traditions depends on the community's ability to integrate cultural preservation with adaptation to social change. These findings contribute to the broader discourse on local cultural preservation by providing a foundation for developing sustainable community-based cultural preservation strategies.
ABSTRAK
Tradisi Koko'o di Desa Bilungala dan tradisi Koko di Desa Talumopatu merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Gorontalo yang masih dipertahankan di tengah perkembangan sosial dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah dan perkembangan tradisi, bentuk pelaksanaan, nilai sosial, budaya, dan religius yang terkandung di dalamnya, serta upaya pelestarian yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Penelitian menggunakan metode qualitative research dengan pendekatan descriptive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-structured, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display), serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Koko'o dan Koko tidak hanya berfungsi sebagai media membangunkan masyarakat untuk sahur selama bulan Ramadan, tetapi juga menjadi sarana pewarisan nilai gotong royong, solidaritas sosial, religiusitas, dan identitas budaya masyarakat Gorontalo. Meskipun mengalami penyesuaian pada aspek teknis pelaksanaan sebagai respons terhadap perkembangan zaman, unsur utama tradisi tetap dipertahankan melalui partisipasi masyarakat dan dukungan berbagai pihak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan tradisi dipengaruhi oleh kemampuan masyarakat mengintegrasikan pelestarian nilai budaya dengan proses adaptasi terhadap perubahan sosial. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian pelestarian budaya lokal sebagai dasar penyusunan strategi pelestarian budaya berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Downloads
References
Achmad, A. R., Natasia, R., & Haliq, A. (2025). Revitalisasi tradisi lisan sebagai upaya pelestarian budaya lokal di era modern. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 211–230. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/26811
Basri, L., Jamlaay, S., Ayuniza, P., Hulihulis, R., & Mambrasar, S. (2025). Pembangunan dan indentitas sosial: Kajian literatur tentang interaksi antara modernisasi dan pelestarian tradisi dalam masyarakat lokal. Papua Journal of Sociology (PJS), 3(1), 56–78. https://ejournal.um-sorong.ac.id/index.php/pjs/article/view/4737
Dewi, A. S., Fitriani, E., & Amelia, L. (2022). Modal sosial tradisi Rewang pada masyarakat Jawa Desa Beringin Talang Muandau Riau. Culture & Society: Journal of Anthropological Research, 4(1), 19–29. https://doi.org/10.24036/csjar.v4i1.102
Dhani, A., Pratama, S. W., Pratiwi, G. K., Wahyudin, M., Sugiantoro, S., & Setyawan, K. G. (2024). Tradisi dan nilai budaya Larung Sesaji di tengah modernisasi: Kajian pelestarian tradisi lokal di Daerah Blitar Jawa Timur. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 6(3), 161–170. https://doi.org/10.33503/maharsi.v6i3.64
Ishami, N., Azura, A., Nurkhasanah, A., Nurjanah, N., Sonia, S., & Miski, C. R. (2025). Menggali nilai-nilai kearifan lokal sebagai identitas budaya Riau. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 7(2), 1–12. https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i2.1618
Ismail, Y. I., Ibrahim, R., Tanipu, F., & Bumulo, S. (2023). Pergeseran nilai budaya Motiayo pada masyarakat petani di Desa Biluhu Tengah Kabupaten Gorontalo. Sosiologi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 1(1), 1–9. https://ejurnal.fis.ung.ac.id/index.php/sjppm/article/view/1
Januardi, A., Superman, S., & Nur, S. (2024). Integrasi nilai-nilai tradisi masyarakat Sambas dalam pembelajaran sejarah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 4(2), 794–805. https://doi.org/10.53299/jppi.v4i2.604
Usmaedi, Lansiwi, M. A., Studyanto, A. B., Gymnastiar, I. A., & Amin, F. (2024). Cultural heritage preservation through community engagement: A new paradigm for social sustainability. Indonesian Journal of Studies on Humanities, Social Sciences and Education, 1(2), 50–59. https://doi.org/10.54783/cv5q0011
Laubaha, S. A., Otaya, L. G., Yasin, Z., Hula, I. R. N., Hairuddin, H., & Adam, M. Z. (2024). Pengembangan bahan ajar Mah?ratul Kal?m berbasis kearifan lokal Provinsi Gorontalo. Al Mi'yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 7(1), 459–480. https://jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-miyar/article/view/3340
Li, X., Abbas, J., Dongling, W., Baig, N. U. A., & Zhang, R. (2022). From cultural tourism to social entrepreneurship: Role of social value creation for environmental sustainability. Frontiers in Psychology, 13, 925768. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.925768
Lukita, C., Lutfiani, N., Salam, R., Pangilinan, G. A., Rafika, A. S., & Ahsanitaqwim, R. (2024). Technology integration in cultural heritage preservation: Enhancing community engagement and effectiveness. In 2024 3rd International Conference on Creative Communication and Innovative Technology (ICCIT) (pp. 1–6). IEEE. https://ieeexplore.ieee.org/abstract/document/10701088
Luthfianda, A., & Sufriadi, D. (2024). Peran pemuda dalam melestarikan adat istiadat. CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.62710/79mg9609
Murtadlo, A., & Anshori, M. (2025). Normativitas dan historisitas: Membangun pemahaman masyarakat dalam budaya ritual keagamaan di bulan Ramadan. Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 8(2), 304–321. https://e-journal.uac.ac.id/index.php/almada/article/view/7091
Nurjanah, N., & Srihilmawati, R. (2025). Revitalisasi bahasa, sastra, dan budaya Sunda melalui learningsundanese.com sebagai media digital pelestarian kearifan lokal. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 83–91. https://doi.org/10.51878/learning.v5i1.4436
Ohi, R. (2025). Pembelajaran musik tradisional Gorontalo: Studi tentang teknik dasar Polopalo dan implikasinya terhadap perkembangan kognitif pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tilong Kabila. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 15(2), 189–195. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JBSP/article/view/34194
Rahayu, I., Friantary, H., & Andra, V. (2022). Analisis bentuk, makna dan fungsi tradisi Tedak Siten dalam masyarakat Jawa di Dusun Purwodadi Desa Ciptodadi Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. JPI: Jurnal Pustaka Indonesia, 2(3), 35–50. https://siducat.org/index.php/jpi/article/view/418
Rokhman, B. I., & Haswanto, N. (2024). Perancangan website kuliner Pecel Madiun sebagai media pelestarian warisan budaya tak benda Indonesia: Design of the Culinary Pecel Madiun Website as a Media for Preserving Intangible Cultural Heritage of Indonesia. MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science, 4(1), 212–223. https://doi.org/10.57152/malcom.v4i1.1055
Rusnan, R. (2022). Peran pemerintah daerah Bone Bolango dalam melestarikan bahasa Bolango. Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian, 2(2), 461–482. https://ejurnal.pps.ung.ac.id/index.php/dikmas/article/view/1292
Sari, I. P. (2025). Megengan dan Malamang: Studi perbandingan tradisi penyambutan Ramadan dalam perspektif fungsionalisme. Jurnal Studi Islam dan Sosial, 8(1). https://doi.org/10.61941/iklila.v8i1.345
Skublewska-Paszkowska, M., Milosz, M., Powroznik, P., & Lukasik, E. (2022). 3D technologies for intangible cultural heritage preservation—Literature review for selected databases. Heritage Science, 10(1), Article 3. https://www.nature.com/articles/s40494-021-00633-x
Swari, N. P. A. P., Mirayanti, N. K., Swandewi, N. P. A., & Widnyana, I. W. (2023). Peran generasi muda dalam mempertahankan seni dan budaya bangsa. Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar (PILAR), 3, 132–136. https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/pilar/article/view/6120
Lahabu, E. J., Wantu, S. M., Cuga, C., & Mahmud, R. (2024). Penanaman nilai-nilai Pancasila melalui kearifan lokal pembuatan Upiya Karanji sebagai sumber belajar PPKn di SMPN 6 SATAP Pulubala Kabupaten Gorontalo. Jambura Journal Civic Education, 4(1), 375–395. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jacedu/article/view/25475
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













