PENGGUNAAN RUMAH BERMAIN (RUBER) DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI SOSIAL DAN BAHASA ANAK DI KB-TK YAA-KARIM KOTA BIMA

Authors

  • Putri Rizkiaadni Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Muhammadiyah Bima
  • Retnoningsih Retnoningsih Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Muhammadiyah Bima
  • Febriansyah Febriansyah Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Muhammadiyah Bima

DOI:

https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5368

Keywords:

Peran Bermain, Kemampuan Sosial, Anak Usia Dini

Abstract

This study aims to examine the use of Playhouse (RUBER) in developing children's social and language competencies at KB-TK Yaa-Karim, Bima City. Using a descriptive qualitative approach, this study focuses on an in-depth understanding of children's play activities and their contribution to social and language development. Data were collected through observation, interviews, and documentation, with primary data sources in the form of teachers and students, and secondary data from school supporting documents. The research instruments include observation guidelines, interview guidelines, and documentation studies. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, as well as credibility testing using source and time triangulation. The results of the study showed that RUBER was effective in improving children's social interaction skills, empathy, cooperation, and language skills. Role-playing and traditional games such as snakes and clogs were proven to encourage children to be more confident, creative, and able to solve problems critically. The main conclusion of this study is that the integration of RUBER in learning can be an effective strategy to support the overall social and language development of early childhood.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan Rumah Bermain (RUBER) dalam pengembangan kompetensi sosial dan bahasa anak di KB-TK Yaa-Karim Kota Bima. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini berfokus pada pemahaman mendalam terhadap aktivitas bermain anak dan kontribusinya terhadap perkembangan sosial dan bahasa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan sumber data primer berupa guru dan siswa, serta data sekunder dari dokumen pendukung sekolah. Instrumen penelitian meliputi pedoman observasi, pedoman wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta pengujian kredibilitas menggunakan triangulasi sumber dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RUBER efektif meningkatkan kemampuan interaksi sosial, empati, kerjasama, serta keterampilan berbahasa anak. Permainan peran dan permainan tradisional seperti ular-ularan dan bakiak terbukti mendorong anak untuk lebih percaya diri, kreatif, serta mampu memecahkan masalah secara kritis. Simpulan utama penelitian ini adalah bahwa integrasi RUBER dalam pembelajaran dapat menjadi strategi efektif untuk mendukung perkembangan sosial dan bahasa anak usia dini secara menyeluruh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhani, D. N. (2014). Peningkatan keterampilan sosial anak melalui permainan tradisional ular-ularan. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 1(2), 137–146.

Agusniatih, A. (2019). Keterampilan sosial anak usia dini: Teori dan metode pengembangan. Edu Publisher.

Amelia, A. (2022). Peran orang tua dalam mengoptimalkan perkembangan sosial anak usia 5-6 tahun. Jurnal Pendidikan Anak, 11(2), 171–180.

Ardini, P. (2018). Bermain dan permainan anak usia dini (sebuah kajian teori dan praktik). Adjie Media Nusantara.

Aulina, C. N. (2015). Pengaruh bermain peran terhadap kemampuan sosial anak usia dini. PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan, 4(1), 59–69.

Aziz, A. (2017). Implementasi inovasi pada model-model pendidikan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak (TPA) Serama Kementerian Kesehatan RI. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 11(2), 201–214.

Dewi, A. R. (2020). Perilaku sosial emosional anak usia dini. Jurnal Golden Age, 4(1), 181–190.

Dini, J. (2023). Peran permainan tradisional dalam meningkatkan sosial emosional anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4).

Drupadi, R. D. (2021). Peran orang tua dalam proses penyesuaian diri anak usia dini terhadap kegiatan pembelajaran di rumah. Pedagogi: Jurnal Anak Usia Dini Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 149–160.

Fauziddin, M. (2016). Peningkatan kemampuan kerja sama melalui kegiatan kerja kelompok pada anak kelompok A TK Kartika Salo Kabupaten Kampar. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 29–45.

Hayati, S. N. (2021). Bermain dan permainan anak usia dini. Generasi Emas, 4(1), 52–64.

Istiadaningsih, D. A. (2021). Peran orang tua dalam mensukseskan pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 di kelas III sekolah dasar. Journal of Elementary School (JOES), 4(1), 22–30.

Istianti, T. (2018). Pengembangan keterampilan sosial untuk membentuk prilaku sosial anak usia dini. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1).

Karisa, N. N. (2022). Peran orang tua dalam menanamkan rasa percaya diri pada anak usia dini melalui metode bercakap-cakap di masa pendemi Covid 19 (Studi kasus Desa Sukaraja Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu) [Skripsi, UIN Fatmawati Sukarno].

Laely, K. (2017). Pengaruh permainan bakiak terhadap peningkatan kecerdasan motorik kasar anak usia dini. URECOL, 251–258.

Lestari, P. I. (2018). Bermain dan permainan anak usia dini di tempat penitipan anak. Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK).

Lubis, M. Y. (2019). Mengembangkan sosial emosional anak usia dini melalui bermain. Generasi Emas, 2(1), 47–58.

Makarau, N. I. (2022). Peran orang tua dalam mendampingi kegiatan bermain gawai pada anak. Jurnal Golden Age, 6(1), 32–40.

Maria, I. (2018). Perkembangan aspek sosial-emosional dan kegiatan pembelajaran yang sesuai untuk anak usia 4-6 tahun. Institut Pesantren K.H. Abdul Chalim Mojokerto.

Mulyana, Y. (2019). Permainan tradisional. Salam Insan Mulia.

Mulyaningsih, N. N. (2023). Etnofisika dalam seri permainan tradisional. Syiah Kuala University Press.

Musfiroh, T. (2012). Teori dan konsep bermain (PAUD4201). Universitas Terbuka.

Nurarifiati, F. (2023). Meningkatkan keterampilan sosial anak kelompok B melalui metode bermain peran. Journal of Classroom Action Research, 5(2), 156–160.

Perdani, P. A. (2014). Peningkatan keterampilan sosial anak melalui permainan tradisional. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 8(1), 129–136.

Pratiwi, W. (2017). Konsep bermain pada anak usia dini. Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 106–117.

Pujiati, D. (2015). Peningkatan keterampilan sosial melalui metode bermain peran. Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(1).

Putro, K. Z. (2016). Mengembangkan kreativitas anak melalui bermain. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 16(1), 19–27.

Rachmawati, Y. (2014). Metode pengembangan sosial emosional. Universitas Terbuka.

Rahmadianti, N. (2020). Pemahaman orang tua mengenai urgensi bermain dalam meningkatkan perkembangan sosial anak usia dini. Early Childhood: Jurnal Pendidikan, 4(1), 57–64.

Santosa, P. (2015). Metodologi penelitian sastra: Paradigma, proposal, pelaporan, dan penerapan.

Setyaningsih, D. (2022). Meningkatkan kemampuan bekerjasama anak usia 5-6 tahun melalui permainan bakiak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6).

Siska, Y. (2011). Penerapan metode bermain peran (role playing) dalam meningkatkan keterampilan sosial dan keterampilan berbicara anak usia dini. Jurnal Edukasi, 1(1), 31–37.

Downloads

Published

2025-06-13

How to Cite

Rizkiaadni, P., Retnoningsih, R., & Febriansyah , F. . (2025). PENGGUNAAN RUMAH BERMAIN (RUBER) DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI SOSIAL DAN BAHASA ANAK DI KB-TK YAA-KARIM KOTA BIMA. SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 397-406. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5368

Issue

Section

Articles