PENGARUH MODEL EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI PERUBAHAN WUJUD BENDA
DOI:
https://doi.org/10.51878/science.v6i3.14682Keywords:
Experiential Learning, keterampilan pemecahan masalah, pembelajaran IPA, perubahan wujud benda, sekolah dasarAbstract
Science learning in elementary schools needs to provide learning experiences that enable students to understand phenomena directly while developing problem-solving skills. However, teacher-centered instruction may limit students' involvement in observing, analyzing, and solving problems based on real experiences. This condition indicates the need for a learning model that connects concrete experiences with reflection, concept formation, and knowledge application. This study aimed to analyze the effect of the Experiential Learning model on the problem-solving skills of fourth-grade students at SDN Bendotretek I on the topic of changes in states of matter. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a One Group Pretest-Posttest design. The participants were 19 fourth-grade students. Data were collected through problem-solving skill tests and observations of learning activities. The results showed an improvement in students' problem-solving skills after the implementation of the Experiential Learning model. The students' mean score increased from 46.0 in the pretest to 74.7 in the posttest, and the Paired Sample t-test indicated a significant difference between the two measurements. The improvement suggests that concrete experiences, reflection, concept formation, and knowledge application in Experiential Learning can help students understand problems and determine solutions based on their learning experiences. Therefore, the Experiential Learning model can be used as an alternative science learning model to develop elementary students' problem-solving skills, particularly on the topic of changes in states of matter.
ABSTRAK
Pembelajaran IPA di sekolah dasar perlu memberikan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa memahami fenomena secara langsung sekaligus mengembangkan keterampilan pemecahan masalah. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada guru dapat membatasi keterlibatan siswa dalam mengamati, menganalisis, dan menyelesaikan permasalahan berdasarkan pengalaman nyata. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya model pembelajaran yang menghubungkan pengalaman konkret dengan proses refleksi, pembentukan konsep, dan penerapan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Experiential Learning terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa kelas IV SDN Bendotretek I pada materi perubahan wujud benda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 19 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan pemecahan masalah dan observasi aktivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pemecahan masalah setelah penerapan model Experiential Learning. Rata-rata kemampuan siswa meningkat dari 46,0 pada pretest menjadi 74,7 pada posttest, dan hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua hasil pengukuran. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman konkret, refleksi, pembentukan konsep, dan penerapan pengetahuan dalam Experiential Learning dapat membantu siswa memahami permasalahan dan menentukan penyelesaian berdasarkan pengalaman belajar yang diperoleh. Dengan demikian, model Experiential Learning dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran IPA untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah siswa sekolah dasar, khususnya pada materi perubahan wujud benda.
Downloads
References
Amalia, A., Hariandi, A., & Hidayat, A. F. (2026). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah melalui model pembelajaran problem solving dengan metode hands-on learning pada materi pola gambar dan pola bilangan di kelas IV sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(1), 45–55. https://www.journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/41293
Andriyansyah, A., & Ningsih, P. N. (2021). Penerapan model experiential learning pada pembelajaran IPA. El Banar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 4(2), 71–78. https://doi.org/10.54125/elbanar.v4i2.89
Badawi, B., Wijayanti, N., & Elizar, E. (2024). Pengaruh penggunaan model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan alam materi perubahan wujud benda siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Sukamaju tahun pelajaran 2022/2023. Jurnal Griya Cendikia, 9(1), 178–184. https://doi.org/10.47637/griyacendikia.v9i1.1001.
Balaka, M. Y. (2022). Metodologi penelitian kuantitatif (I. Ahmaddien, Ed.; 1st ed.). Widina Bhakti Persada Bandung.
Bila, S. S., Fitriani, A. D., & Buhori, A. (2024). Pengaruh model experiential learning pada hasil belajar IPA siswa kelas V sekolah dasar. Pedadidaktika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 11(3), 503–512. https://doi.org/10.17509/pedadidaktika.v11i3.77087
Fahreza, M. A., Heryanto, A., & Sunedi. (2024). Analisis pemahaman konsep IPA materi perubahan wujud benda kelas V SD Negeri 160 Palembang. Jurnal Perseda: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7(1), 50–62. https://doi.org/10.37150/perseda.v7i1.2178
Haifa, N. M., Nabilla, I., Rahmatika, V., Hidayatullah, R., & Harmonedi. (2025). Identifikasi variabel penelitian, jenis sumber data dalam penelitian pendidikan. Dinamika Pembelajaran: Jurnal Pendidikan dan Bahasa, 2(2), 256–270. https://doi.org/10.62383/dilan.v2i2.156
Hajjah, M., Munawaroh, F., Wulandari, A. Y. R., & Hidayati, Y. (2022). Implementasi model experiential learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Natural Science Education Research, 5(1), 79–88. https://doi.org/10.21107/nser.v5i1.4371
Hananto, B. A., & Melini, E. (2023). Mengukur tingkat pemahaman pelatihan desain karakter dengan quasi-experiment one group pretest-posttest. Jurnal Titik Imaji, 6(3), 91–97. https://journal.ubm.ac.id/index.php/titik-imaji/article/view/5024
Handayani, S. W., & Marsudi, M. S. (2022). Penerapan model pembelajaran experiential learning pada mata pelajaran otomatisasi tata kelola sarana dan prasarana kelas XI SMK Negeri 1 Pangkalanbaru. Jurnal Islamic Media Studies, 2(1), 1–24. https://doi.org/10.32923/medio.v2i1.2490
Ischak, W. I., Badjuka, B. Y., & Zulfiayu. (2019). Modul riset keperawatan (1st ed.). Riset Keperawatan.
Kartikasari, H. L., & Murni, A. W. (2025). Pengaruh model experiential learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran IPA berbasis isu lingkungan. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI, 12(3), 77–87. https://doi.org/10.69896/modeling.v12i3.294
Kolb, D. A. (2015). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Pearson Education.
Laili, A. N., Heryanto, D., & Saputri, A. E. (2026). Efektivitas model pembelajaran guided discovery learning berbantuan PhET simulation untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa fase B sekolah dasar: Studi pre-eksperimen pada materi perubahan wujud zat di kelas IV sekolah dasar tahun pelajaran 2024/2025. Didaktika: Jurnal Pemikiran Pendidikan, 32(1), 51–60. https://doi.org/10.30587/didaktika.v32i1.10507
Ngkunda, H. A. G., Makahinda, T., & Tulandi, D. A. (2023). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis model experiential learning dengan pendekatan konstruktivisme di SMA Negeri 2 Tondano. Charm Sains: Jurnal Pendidikan Fisika, 4(3), 142–153. https://doi.org/10.53682/charmsains.v4i3.277
Nitatalia, D., Septiana, I., & Susilowati. (2024). Penerapan model pembelajaran experiential learning dalam pembelajaran menulis teks cerpen. Teks: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(1), 64–78. https://doi.org/10.26877/teks.v9i1.436.
Palennari, M., Lasmi, & Rachmawaty. (2021). Keterampilan pemecahan masalah peserta didik: Studi kasus di SMA Negeri 1 Wonomulyo. Diklabio: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi, 5(2), 208–216. https://doi.org/10.33369/diklabio.5.2.208-21
Safitri, A. Y. (2024). Pengaruh model problem based learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas III MIN 2 Metro Pusat (Skripsi sarjana, Institut Agama Islam Negeri Metro). UIN Jurai Siwo Lampung Digital Repository. https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/9525/
Syahroni, M. I. (2022). Prosedur penelitian kuantitatif. eJurnal Al Musthafa, 2(3), 43–56. https://doi.org/10.62552/ejam.v2i3.50
Zamroni, A. D. K., Sirait, E., Sarjono, M. T., Handayani, P. T., Safitri, S. N., & Marini, A. (2023). Analisis hubungan antara penerapan metode experiential learning dalam pembelajaran dengan hasil belajar IPS siswa. Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora, 3(1), 45–56. https://bajangjournal.com/index.php/JPDSH/article/view/6791
Zayrin, A. A., Nupus, H., Maizia, K. K., Marsela, S., Hidayatullah, R., & Harmonedi. (2025). Analisis instrumen penelitian pendidikan (uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian). QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, 3(2), 780–790. https://doi.org/10.61104/jq.v3i2.1070
Zulfa, F., Salahudin, A., & Mahmud, M. R. (2025). Peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan model experiential learning pada mata pelajaran IPA di kelas V MI. PENDAS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 365–378. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/26727
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















