ANALISIS MENDALAM KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH RELASI DAN FUNGSI BERBASIS DISCOVERY LEARNING: STUDI KUALITATIF DI SMP
DOI:
https://doi.org/10.51878/science.v5i4.11334Keywords:
Analisis Kesalahan, Relasi Dan Fungsi, Discovery Learning, Pembelajaran MatematikaAbstract
This study aims to analyze in-depth the types of student errors and their causal factors in solving relation and function problems using the discovery learning model. This study was conducted in 2025 using a qualitative descriptive approach. The subjects were eighth-grade students of SMP PGRI 8 Malang, with four students selected purposively based on error variations. The research instruments were essay tests and unstructured interviews. The results showed that student errors included conceptual errors, principle errors, and operational errors. Conceptual errors were the dominant errors caused by a weak understanding of relation and function representations. Principle errors occurred due to inaccuracies in using solution procedures, while operational errors were related to the accuracy of symbol use and calculations. These findings indicate that even though discovery learning has been implemented, students still experience difficulties without adequate scaffolding.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam jenis kesalahan siswa dan faktor penyebabnya dalam menyelesaikan soal relasi dan fungsi melalui model discovery learning. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2025 dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP PGRI 8 Malang, dengan empat siswa dipilih secara purposif berdasarkan variasi kesalahan. Instrumen penelitian berupa tes uraian dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan siswa meliputi kesalahan konsep, kesalahan prinsip, dan kesalahan operasi. Kesalahan konsep merupakan kesalahan dominan yang disebabkan oleh lemahnya pemahaman terhadap representasi relasi dan fungsi. Kesalahan prinsip terjadi akibat ketidaktepatan dalam menggunakan prosedur penyelesaian, sedangkan kesalahan operasi berkaitan dengan ketelitian dalam penggunaan simbol dan perhitungan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun discovery learning telah diterapkan, siswa masih mengalami kesulitan jika tidak didukung oleh scaffolding yang memadai.
Downloads
References
Agniya, A., Wicaksono, S. L., Setiani, H., Utami, F. P., Zahro, A. N. M., Naryatmojo, D. L., & Wagiran, W. (2023). Analysis and reconstruction of diagnostic assessment of negotiating text materials in Indonesian language teaching modules class X SMA/SMK. International Journal of Research in Education, 3(2), 138–148. https://doi.org/10.26877/ijre.v3i2.15183
Anugrahana, A. (2021). Analisis kemampuan pemahaman kognitif dan kesulitan belajar matematika konsep “logika” dengan model pembelajaran daring. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 11(1), 37–46. https://doi.org/10.24246/j.js.2021.v11.i1.p37-46
Arifin, S. A. N. (2021). Analisis jawaban mahasiswa dalam menyelesaikan soal pembuktian geometri berdasarkan teori Newman. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 3(4), 1395–1408. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i4.564
Cahirati, P. E. P., Makur, A. P., & Fedi, S. (2020). Analisis kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran matematika yang menggunakan pendekatan PMRI. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(2), 227–238. https://doi.org/10.31004/mosharafa.v9i2.606
Dewi, A. S., Tayeb, T., Suharti, S., & Yuliany, N. (2023). Analisis kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal aljabar berdasarkan kriteria Watson di kelas VII. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 5(6), 2285–2299. https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i6.5593
Hastuti, M. P. T. A., & Setyaningrum, W. (2023). Analisis kemampuan number sense siswa SMP dalam meyeleasikan soal numerasi model AKM berbasis penalaran. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 12(2), 2363. https://doi.org/10.24127/ajpm.v12i2.7065
Juryatina, J., Haris, A., Uyun, N., & Ekahidayatullah, M. (2025). Evaluasi praktik asesmen diagnostik IPA untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa sekolah dasar. JUPEIS: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 4(3), 547–555. https://doi.org/10.57218/jupeis.vol4.iss3.1722
Khatimah, H., & Asdarina, O. (2020). Diagnosis kesalahan siswa dalam memahami materi faktorisasi bentuk aljabar pada siswa kelas VIII. MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA, 2(1), 40. https://doi.org/10.33365/jm.v2i1.464
Kusmaryono, I., Aminudin, M., Ubaidah, N., & Chamalah, E. (2024). The bridging understanding of language and mathematical symbols between teachers and students: An effort to increase mathematical literacy. Infinity Journal, 13(1), 251–270. https://doi.org/10.22460/infinity.v13i1.p251-270
Mahayukti, G. A., & Juniantari, M. (2020). Analisis kesalahan siswa dalam mengerjakan soal pada materi trigonometri ditinjau dari strategi kuis. Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual, 5(4), 687. https://doi.org/10.28926/briliant.v5i4.523
Ningsari, I. S., Zainuddin, A., & Setyarsih, W. (2021). Kajian literatur instrumen isomorfik sebagai asesmen pembelajaran fisika. ORBITA: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Fisika, 7(1), 54. https://doi.org/10.31764/orbita.v7i1.4407
Nurrahmawati, N., Sa’dijah, C., Sudirman, S., & Muksar, M. (2021). Assessing students’ errors in mathematical translation: From symbolic to verbal and graphic representations. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), 10(1), 115. https://doi.org/10.11591/ijere.v10i1.20819
Pakpahan, T. R., Hernawati, D., & Ardiansyah, R. (2020). Analysis of students’ misconceptions on the nervous system materials using the four-tier diagnostic test. BIOEDUSCIENCE, 4(1), 27–36. https://doi.org/10.29405/j.bes/4127-364844
Pathak, D. S. (2025). Bridging the gap: Understanding students’ struggles with algebraic and graphical representations of functions. International Journal of Education Science, 2(2), 104–117. https://doi.org/10.46328/ijofes.5572
Perkasa, A. T., Listyono, L., & Setyawati, S. M. (2020). Integrasi metode FAR (Focus, Action, and Reflection) dalam rencana pelaksanaan pembelajaran ditinjau dari perspektif Islam. Jurnal BIOEDUIN: Program Studi Pendidikan Biologi, 10(1), 1–9. https://doi.org/10.15575/bioeduin.v10i1.8138
Que, B. J., Kusnadi, I. H., Silalahi, R. M. P., Rahman, A. A., & Kurniawan, A. (2022). The effect of deep dialogue/critical thinking model on students’ conceptual understanding ability. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 3(3), 422–431. https://doi.org/10.46843/jiecr.v3i3.130
Rahadi, I. N., Darwan, D., & Handoko, H. (2020). The use of learning media motion graphics towards students mathematical understanding. ITEJ (Information Technology Engineering Journals), 5(2), 97–104. https://doi.org/10.24235/itej.v5i2.45
Rahmawati, A. N. L., Sa’dijah, C., & Sudirman, S. (2025). Exploring high school students’ mathematical representation abilities: Translation from verbal to symbolic using higher-order thinking skills. TEM Journal, 2442–2453. https://doi.org/10.18421/tem143-48
Setiawan, H., Supriatno, B., & Anggraeni, S. (2022). Analisis praktikal dan pengembangan desain kegiatan laboratorium (DKL) cara kerja enzim katalase bagi kelas XII SMA. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 4(4), 5392–5403. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i4.3224
Suhendra, S., Nindiasari, H., Yuhana, Y., & Mutaqin, A. (2025). Systematic literature review: Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika berdasarkan kriteria Whatson. Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika, 10(3), 1234–1252. https://doi.org/10.30605/pedagogy.v10i3.6961
Supriani, Y., Sholahudin, U., & Giyanti, G. (2022). Korelasi antara konjektur dan justifikasi matematis terhadap kemandirian belajar. Jurnal Basicedu, 6(5), 8560–8571. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3792
Sutisna, E., & Pujiastuti, H. (2023). Systematic literature review: Adversity quotient pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan tahapan Polya. JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika), 7(1), 192. https://doi.org/10.33603/jnpm.v7i1.8052
Syaifuddin, M., Darmayanti, R., & Rizki, N. (2022). Development of a two-tier multiple-choice (TTMC) diagnostic test for geometry materials to identify misconceptions of middle school students. Jurnal Silogisme: Kajian Ilmu Matematika Dan Pembelajarannya, 7(2). https://doi.org/10.24269/silogisme.v7i2.5456
Taqwim, M. A., Sunarno, W., & Ramli, M. (2022). Remediation using SSCS model for reducing misconceptions about work and energy. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 8(2), 210–223. https://doi.org/10.21831/jipi.v8i2.49343
Udil, P. A., Senia, M. E., & Lasam, Y. (2021). Analisis kesalahan siswa SD dalam menyelesaikan soal cerita operasi hitung bilangan cacah berdasarkan prosedur Newman. Jurnal Pendidikan Matematika (Jupitek), 4(1), 36–46. https://doi.org/10.30598/jupitekvol4iss1pp36-46
Wuryanti, I. L., & Sutama, S. (2022). Analisis pemahaman konsep matematika siswa sekolah dasar ditinjau dari kesalahan dalam mengerjakan soal. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 11(4), 3586. https://doi.org/10.24127/ajpm.v11i4.6120
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














