HUBUNGAN PERILAKU PHUBBING DENGAN KEBERFUNGSIAN KELUARGA PADA REMAJA YANG TINGGAL SERUMAH
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i4.14859Keywords:
Keberfungsian Keluarga, Perilaku Phubbing, Remaja, SmartphoneAbstract
ABSTRACT
The widespread use of smartphones has given rise to the phenomenon of phubbing within family settings, referring to the behavior of ignoring a person during an interaction by focusing attention on a smartphone. Such behavior is related to communication barriers and closely linked to family functioning, particularly among adolescents who are undergoing social and emotional development. This study aimed to examine the relationship between phubbing behavior and family functioning among adolescents living with their families. A quantitative approach with a correlational design was employed, involving 155 respondents aged 12–22 years who lived with their families, actively used smartphones during interactions with family members, and were selected through purposive sampling. The results showed a negative relationship between phubbing behavior and family functioning (r = -0.389, p < 0,001), indicating that respondents with higher phubbing scores tended to have lower family functioning scores. Descriptive analysis showed that the majority of respondents were in the moderate category for both variables. Analysis of the dimensions revealed that problem acknowledgement had the highest mean per item for phubbing behavior, whereas communication had the lowest mean per item for family functioning. These findings indicate that although adolescents' awareness of the negative effects of phubbing was relatively high, the behavior persisted and was associated with a gradual decline in family functioning, particularly through disruptions in face-to-face communication, while rarely triggering open conflict within the family. Furthermore, the findings suggest that the dangers of phubbing is not determined solely by the quantity of smartphone use but rather by emotional sensitivity in the form of feelings of being ignored within a collectivist cultural context.
ABSTRAK
Tingginya penggunaan smartphone menghadirkan fenomena phubbing dalam lingkungan keluarga, yaitu perilaku mengabaikan lawan bicara dengan memusatkan perhatian pada smartphone. Perilaku tersebut berkaitan dengan hambatan komunikasi dan memiliki keterkaitan erat dengan keberfungsian keluarga, khususnya remaja yang berada pada tahap perkembangan sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku phubbing dengan keberfungsian keluarga pada remaja yang tinggal serumah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 155 responden berusia 12–22 tahun tinggal bersama keluarga, aktif menggunakan smartphone saat berinteraksi dengan anggota keluarga, dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif perilaku phubbing dengan keberfungsian keluarga (r = -0,389; p < 0,001) yang berarti responden dengan skor perilaku phubbing yang lebih tinggi memiliki skor keberfungsian keluarga yang lebih rendah. Analisis deskriptif menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori tingkat sedang untuk kedua variabel. Analisis per dimensi variabel mengungkapkan bahwa dimensi problem acknowledgement pada perilaku phubbing memperoleh rerata tertinggi, sedangkan dimensi communication memperoleh rerata rendah pada keberfungsian keluarga. Bersamaan dengan ditemukannya hubungan negatif antara kedua variabel, temuan tersebut mengindikasikan bahwa kesadaran remaja terhadap dampak phubbing relatif tinggi, namun perilaku tersebut tetap terjadi dan beriringan dengan mengikisnya keberfungsian keluarga secara perlahan melalui terganggunya komunikasi tatap muka, sekaligus minim memicu pertengkaran terbuka di dalam keluarga. Selain itu, temuan ini menegaskan bahwa bahaya phubbing bukan sekadar ditentukan oleh kuantitas penggunaan smartphone, melainkan oleh sensitivitas emosional berupa perasaan diabaikan dalam konteks budaya kolektivisme.
Downloads
References
Ananda, K., Fajriah, F., Sirait, Y. N. Y., & Hidayat, A. F. (2026). Peran orang tua dalam membangun karakter anak di era digital. ICENI (Insan Cita Pendidikan), 3(3), 1–5. https://jurnal.abdimas.unipol.ac.id/index.php/pengabdian-jurnal/article/view/68
APJII. (2026). Jumlah pengguna internet di indonesia. https://survei.apjii.or.id/
Azwar, S. (2012). Penyusunan skala psikologi (Edisi 2). Pustaka Pelajar.
Ballo, K. D. H., Nalle, F. L., Karsidin, F. S., Lay, A. R., & Wijaya, R. P. C. (2026). Phubbing, dan self-control: peran mediasi fear of missing out pada generasi z di era digital. Liberosis: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 17(2), 581–590. https://cibinstitute.id/index.php/liberosis/article/view/6978
Basit, A. (2026). Pengaruh perilaku phubbing terhadap komunikasi interpersonal mahasiswa bimbingan dan konseling universitas jambi [Bachelor’s Thesis, Universitas Jambi]. https://repository.unja.ac.id/
Budiyan, D. S. A. (2025). Pengaruh komunikasi interpersonal orang tua terhadap intensitas penggunaan gadget remaja usia 12-17 tahun di desa panggangsari kecamatan losari kabupaten cirebon [Bachelor’s thesis, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon]. https://repository.syekhnurjati.ac.id/16418/
Chotpitayasunondh, V., & Douglas, K. M. (2018). Measuring phone snubbing behavior: Development and validation of the generic scale of phubbing (gsp) and the generic scale of being phubbed (gsbp). Computers in Human Behavior, 88, 5–17. https://doi.org/10.1016/j.chb.2018.06.020
Epstein, N. B., Bishop, D. S., & Levin, S. (1978). The mcmaster model of family functioning. Journal of Marriage and Family Counseling, 4(4), 19–31. https://doi.org/10.1111/j.1752-0606.1978.tb00537.x
Fitriana, R. (2025). Phubbing, perilaku sepele yang mengikis keharmonisan hubungan. Radio Republik Indonesia. https://rri.co.id/sabang/berita-lain/1716996/phubbing-perilaku-sepele-yang-mengikis-keharmonisan-hubungan
Hair, J. F., Black, W. c, Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (Eighth edition). Cengage.
Handayani, A. P. & Husnita. (2021). Pengaruh perilaku phubbing terhadap berkurangnya intensitas komunikasi keluarga pada masa pandemi covid-19. Jurnal Komunikatif, 10(2), 167–184. https://doi.org/10.33508/jk.v10i2.3370
Hill, D., Ameenudin, N., Chassiakos, Y. R., Cross, C., Radesky, J., Hutchinson, J., Levine, A., Boyd, R., Mendelson, R., Moreno, M., Swanson, W. S., & Counsil on Communications and Media. (2016). Media use in school-aged children and adolescents. Pediatics, 138(5), 1–6. https://doi.org/10.1542/peds.2016-2592
Iwantona, S., & Budiman, Z. (2025). Pengaruh pendekatan pembelajaran terhadap kecenderungan phubbing pada mahasiswa program studi pai uin ar-raniry. Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 15(3), 566–587. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/mudarrisuna/article/view/31717
Jonathan, V. A., & Loisa, R. (2025). Pergeseran pola komunikasi keluarga di kalangan remaja akibat telepon pintar. Kiwari, 4(1), 10–19. https://doi.org/10.24912/ki.v4i1.33679
Khasanah, A. N., Fitriani, R. L., Permatawati, S., Azizah, S. N., Muslikah, M., & Mahfud, A. (2024). Phubbing sebagai tantangan etika komunikasi: dampaknya terhadap kesejahteraan emosional dalam hubungan personal. Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi, 2(4), 363–372. https://doi.org/10.61132/observasi.v2i4.834
Margaretha, A. A., & Sudarji, S. (2025). Hubungan antara fear of missing out dengan perilaku phubbing pada remaja. Psibernetika, 17(2), 105–115. https://doi.org/10.30813/psibernetika.v17i2.6284
Mariyanti, S., Lunanta, L. P., & Luthfi, A. (2021). Keberfungsian keluarga dan aspek-aspek yang berkontribusi terhadap perilaku kecanduan smartphone remaja di jakarta. Journal Of Psychology Humanlight, 2(1), 15–30. https://doi.org/10.51667/jph.v2i1.556
Maysarah, A., Mulyati, D., & Atika, S. (2023). Gambaran keberfungsian keluarga. Jurnal Ilmu Keperawatan, 11(1), 86–93. https://jurnal.usk.ac.id/JIK/article/view/32994
Nuñez, T. R., Radtke, T., & Eimler, S. C. (2020). A third-person perspective on phubbing: Observing smartphone-induced social exclusion generates negative affect, stress, and derogatory attitudes. Cyberpsychology: Journal of Psychosocial Research on Cyberspace, 14(3). https://doi.org/10.5817/CP2020-3-3
Nurlaila, F., Uttami, K. K., Alia, Z., Achdiani, Y., & Nastia, G. I. P. (2026). Fenomena ‘phubbing’ dan dampaknya terhadap proses manajemen sumber daya keluarga. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora, 4(3), 172–177. https://jurnalistiqomah.org/index.php/arima/article/view/7678
Priyatno, D. (2011). Buku saku analisis statistik data SPSS. Media Pressindo.
Puspitawati, H., Defina, D., Musthofa, M., Naina, S., Cahayani, O. I., Rahmah, Y. N., Maulina, T., & Habsari, A. W. (2021). Peran gender orang tua-remaja dalam fungsi keluarga dan kesejahteraan subjektif remaja. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 14(3), 255–269. https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.3.255
Rahman, A. S. N. (2021). Hubungan antara keberfungsian keluarga terhadap perilaku phubbing pada mahasiswa [Bachelor’s Thesis, Universitas Islam Riau]. https://repository.uir.ac.id/id/eprint/9589
Safira, V., & Wijayani, Q. N. (2023). Digital perenting: studi kasus dampak smartphone terhadap kualitas komunikasi keluarga. Jurnal Sosial dan Humaniora, 1(2), 314–319. https://doi.org/10.62017/arima.v1i2.609
Salsabila, M. D., Sartika, D. D., Randi, R., & Hendarso, Y. (2024). Relasi sosial pada pelaku phone snubbing (phubbing) mahasiswa universitas sriwijaya di kota palembang. Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 7(1), 236–251. https://doi.org/10.37329/ganaya.v7i1.2195
Salsabila, W. R., Putri, S. K. M., Budi, H. M. W. S., Haqiqi, M. A. A., Abdillah, D., Saputra, A. B. A., & Havizh, E. Z. (2025). Perbandingan nilai etika dan moral dalam budaya timur dan barat: kajian literatur. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(12C), 164–182. https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13527
Santrok, J. W. (2012). Perkembangan masa hidup (Edisi ke-12, Jilid1). Erlangga.
Sari, R. P. (2025). Pengguna internet ri 2025 tembus 229,4 juta, gen z mendominasi. Cloud Computing Indonesia. http://www.cloudcomputing.id/berita/pengguna-internet-ri-2025-229-4-juta
Sari, S. P., & Priyadi, S. (2025). Sunyi di tengah keramaian: makna pengalaman phubbing bagi mahasiswa dalam interaksi dengan teman sebaya. Wacana Psikokultural, 3(1), 1–20. https://doi.org/10.24246/jwp.v3i1.18026
Sidaria. (2024). Penggunaan smartphone tinggi tingkatkan perilaku phubbing di kalangan remaja. Antara News Sumbar. https://sumbar.antaranews.com/berita/613029/penggunaan-smartphone-tinggi-tingkatkan-perilaku-phubbing-di-kalangan-remaja
Silmi, A., & Novita, E. (2022). Dampak psikologis perilaku phubbing dalam berinteraksi sosial pada mahasiswa. Jouska: Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(1), 25–32. https://doi.org/10.31289/jsa.v1i1.1096
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r&d. Alfabeta.
Syam, H., Aliya, A., Putalo, A., & Matondang, A. U. (2025). Konseling keluarga dalam perspektif budaya indonesia. Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia, 2(3), 172–178. https://doi.org/10.62383/aktivisme.v2i3.1037
Zaiddan, M. A., & Suriadi, A. (2026). Analisis dampak penggunaan smartphone pada perkembangan remaja di kelurahan sunggal. Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora, 9(4), 1–20. https://humaniora.ojs.co.id/index.php/jpih/article/view/14
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ghifani Rahma Ardian, Ellyana Ilsan Eka Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.















