IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM DIMENSI BERNALAR KRITIS MELALUI PROYEK PADA KURIKULUM MERDEKA
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.4859Keywords:
Implementasi, Pendidikan Agama Islam, Bernalar Kritis, Kurikulum MerdekaAbstract
This study investigates in depth the implementation of Islamic Religious Education (PAI) learning that is oriented towards developing students' critical reasoning dimensions through the implementation of projects within the Merdeka Curriculum framework. This qualitative case study focuses on two junior high school educational institutions, namely SMP Negeri 1 Teras and SMP Negeri 2 Teras, with the main objective of exploring how students can successfully face future educational challenges by honing their critical reasoning skills. Achieving this educational idealism requires close synergy and cooperation between teachers as facilitators, parents as supporters in the home environment, and students as active subjects of learning. In the context of PAI, fundamental values ??such as monotheism, aqidah, and morals are the main foundations integrated into learning to encourage students to reason critically without neglecting the essence of religious teachings. A qualitative approach through the case study method was chosen to understand how these values ??can be applied in real terms in students' daily lives, both in the school environment and in their social interactions. Data collection was carried out comprehensively through participatory observation, in-depth interviews, and analysis of related documentation. To ensure the validity of the data, triangulation techniques of methods and sources were applied, followed by data analysis which included data reduction stages, systematic data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that efforts to highlight students' critical reasoning skills through projects in Islamic Religious Education learning are highly dependent on the pedagogical and substantive readiness of teachers, the availability of adequate support for facilities and infrastructure, constructive cooperation with parents, and a commitment to ensure that project implementation does not deviate from the essence of religious values.
ABSTRAK
Penelitian ini secara mendalam menginvestigasi implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berorientasi pada pengembangan dimensi bernalar kritis siswa melalui penerapan proyek dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Studi kasus kualitatif ini difokuskan pada dua institusi pendidikan menengah pertama, yaitu SMP Negeri 1 Teras dan SMP Negeri 2 Teras, dengan tujuan utama untuk mengeksplorasi bagaimana siswa dapat berhasil menghadapi tantangan pendidikan di masa mendatang dengan mengasah kemampuan bernalar kritis mereka. Pencapaian idealisme pendidikan ini memerlukan sinergi dan kerjasama yang erat antara guru sebagai fasilitator, orang tua sebagai pendukung di lingkungan rumah, dan siswa sebagai subjek aktif pembelajaran. Dalam konteks PAI, nilai-nilai fundamental seperti tauhid, akidah, dan akhlak menjadi landasan utama yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran untuk mendorong siswa bernalar kritis tanpa mengesampingkan esensi ajaran agama. Pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus dipilih untuk memahami bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diaplikasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa, baik di lingkungan sekolah maupun dalam interaksi sosial mereka. Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi terkait. Untuk menjamin keabsahan data, teknik triangulasi metode dan sumber diterapkan, diikuti dengan analisis data yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data secara sistematis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa upaya menonjolkan kemampuan bernalar kritis siswa melalui proyek dalam pembelajaran PAI sangat bergantung pada kesiapan guru secara pedagogis dan substantif, ketersediaan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, kerjasama konstruktif dengan orang tua, serta komitmen untuk tetap menjaga agar implementasi proyek tidak menyimpang dari esensi nilai-nilai keagamaan.
References
Akhyar, M., et al. (2023). Peningkatan kualitas Pendidikan Agama Islam melalui pengintegrasian Kurikulum Merdeka di SMAN 12 X 11 Kayutanam Kabupaten Padang Pariaman. Al-Fatih: Jurnal Pendidikan Dan Keislaman, 6(2), 147–164.
Amineh, R. J., & Asl, H. D. (2015). Review of constructivism and social constructivism. Journal of Social Sciences, Literature and Languages, 1(1), 9–16.
Bustomi et al. (2024). Pemikiran konstruktivisme dalam teori pendidikan kognitif Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 7(4), 16376–16383.
Firmansyah, M. I. (2019). Pendidikan Agama Islam: Pengertian, tujuan, dasar dan fungsi. Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim, 17(2), 79–90.
Fitri, S. F. N. (2021). Problematika kualitas pendidikan di Indonesia. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Indonesia, 1(4), 151–160. https://doi.org/10.52436/1.jpti.26
Frimayanti, A. I. (2017). Implementasi pendidikan nilai dalam Pendidikan Agama Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 227–243.
Hidayah, A. R., & Hanifiyah, F. (2022). Implementasi Program BTA (Baca Tulis Al Quran) dalam meningkatkan kemampuan membaca Al Quran santri. FAJAR Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 109–125.
Jailani, M. (2022). Implementasi Higher Order Thinking berbasis neurosain: Implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam, 8(2), 226–247.
Jedinasrul. (2022). Kontribusi penerapan pembelajaran berbasis proyek dan pelaksanaan unit produksi terhadap minat kewirausahaan siswa pada Sekolah Menengah Kejuruan [Tesis S2, Universitas Negeri Padang]. Universitas Negeri Padang.
Josi, J. S., & Patankar, P. S. (2016). Use of constructivist pedagogy in science education. Aayushi International Interdisciplinary Research Journal (AIIRJ).
Kamaruddin, I., et al. (2023). Penerapan model pembelajaran berbasis proyek dalam pendidikan: Tinjauan literatur. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 6(4), 2742–2747. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp
Kamila, A. (2023). Pentingnya Pendidikan Agama Islam dan pendidikan moral dalam membina karakter anak sekolah dasar. Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 2(5), 321–338.
Kemendikbud. (2022). Peraturan Pemerintah tentang dimensi, elemen, dan sub-elemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek BSKAP RI.
Kemendikbudristek. (2024). Peta sebaran pelaksanaan IKM.
Khairunnisa, A. A., et al. (2024). Studi implementasi projek penguatan Profil Pelajar Pancasila: Meningkatkan berpikir kritis di sekolah dasar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 10(1), 242–250.
Khasanah, V. A., & Muthali’in, A. (2023). Penguatan dimensi bernalar kritis melalui kegiatan proyek dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran, 11(2), 172–180. https://doi.org/10.24269/dpp.v11i2.7100
Masgumelar, N. K., & Mustafa, P. S. (2021). Teori belajar konstruktivisme dan implikasinya dalam pendidikan. GHAITSA: Islamic Education Journal, 2(1), 49–57. https://siducat.org/index.php/ghaitsa/article/view/188
Nur, M. H., & Zamroni. (2023). Keterampilan berpikir kritis dalam Pendidikan Agama Islam: Pendekatan berbasis pengembangan masyarakat. MAKTABAH BORNEO, Jurnal Pengembangan Belajar Dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, 2(2), 1–18. https://jurnal.maktabahborneo.id/index.php/mb/article/view/34/23
Nurulita, D., et al. (2023). Kesiapan guru Pendidikan Agama Islam dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Mujalasat, 1(2), 211–222.
Pransiska, S. (2024). Implementasi model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan implikasinya terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik SMAN 1 Rejang Lebong [Tesis S2, IAIN Curup]. IAIN Curup.
Rahim, A., & Setiawan, A. (2019). Implementasi nilai-nilai karakter Islam berbasis pembiasaan siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Batu. SYAMIL: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education), 7(1), 49–70.
Rahmani, N. A., et al. (2023). Relevansi filsafat konstruktivisme dalam meningkatkan pendidikan siswa di era digital. Jurnal Genta Mulia, 15(1), 36–47.
Sari, M. K. (2022). Manajemen pendidikan dalam Merdeka Belajar.
Setiawan, S. A. (2024). Tantangan guru PAI mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 3(1), 49–64.
Shabir, M., et al. (2023). Pendidikan Agama Islam di sekolah umum. Indonesian Journal of Intellectual Publication, 3(1), 58–64. https://doi.org/10.51577/ijipublication.v3i1.384
Suhariyanti, M. (2021). Pengaruh persepsi dan motivasi belajar pada pembelajaran daring terhadap hasil belajar siswa pada masa pandemi Covid-19 di Kecamatan Mlati, Sleman, Yogyakarta [Tesis S2, Universitas Negeri Yogyakarta]. Universitas Negeri Yogyakarta.
Susilowati, E. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam pembentukan karakter siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Al-Miskawaih, 1(1), 115–132. https://doi.org/10.56425/al-miskawaih.v1i1.79
Sutisna, R., et al. (2022). Penerapan heutagogy learning dalam program MBKM di PTKIS. Al-Afkar, 5(3), 41–58. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v5i3.383
Ushoghiroh, A. (2020). Implementasi pendidikan karakter spiritual berbasis alam di SMK Alam Kecamatan Pujon Kabupaten Malang [Tesis S2, Universitas Islam Malang]. Universitas Islam Malang.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













