ANALISIS ASESMEN DIAGNOSTIK PADA KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS II SD NEGERI 230 PALEMBANG
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v6i4.13086Keywords:
Asesmen Diagnostik Non-Kognitif, Kemampuan Membaca, Siswa Sekolah DasarAbstract
Non-cognitive diagnostic assessment plays a crucial role in mapping students' psychological readiness and learning environment during the early literacy stage. A holistic understanding of these affective factors provides the foundation for teachers to design differentiated and adaptive reading instruction. This study aims to determine the results of a non-cognitive diagnostic assessment of the reading ability of second-grade students at SD Negeri 230 Palembang. This study employed a qualitative descriptive method involving 25 students as research subjects. Data collection techniques were conducted through structured observation, in-depth interviews, questionnaires, and documentation. Data were analyzed inductively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that students' reading abilities varied across fluent, moderately fluent, and struggling categories. Students' reading proficiency is significantly influenced by non-cognitive factors, including reading interest, learning motivation, self-confidence, emotional stability, parental support, and preschool educational background. Based on the questionnaire analysis, the overall non-cognitive condition of the students achieved an average percentage of 61.33%, categorized as moderate to high. Thus, conducting non-cognitive diagnostic assessments is essential for detecting students' internal and external strengths and barriers to guide pedagogical interventions in elementary school reading instruction.
ABSTRAK
Asesmen diagnostik non-kognitif memegang peranan krusial dalam memetakan kesiapan psikologis dan lingkungan belajar siswa pada fase literasi awal membaca permulaan. Pemahaman holistik terhadap faktor afektif ini menjadi dasar utama bagi guru dalam merancang pembelajaran membaca yang terdiferensiasi dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil asesmen diagnostik non-kognitif terhadap kemampuan membaca siswa kelas II SD Negeri 230 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam, angket kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa masih bervariasi antara kategori lancar, cukup lancar, dan terbata-bata. Kemampuan membaca siswa sangat dipengaruhi oleh faktor non-kognitif, meliputi minat membaca, motivasi belajar, kepercayaan diri, kematangan emosional, dukungan orang tua, serta latar belakang pendidikan prasekolah. Berdasarkan analisis angket, kondisi non-kognitif siswa secara keseluruhan memperoleh persentase rata-rata sebesar 61,33% (kategori cukup/tinggi). Dengan demikian, pelaksanaan asesmen diagnostik non-kognitif sangat esensial untuk mendeteksi potensi dan hambatan internal-eksternal siswa sebagai landasan intervensi pembelajaran membaca di sekolah dasar.
Downloads
References
Anugrahana, A., Fadhila, N., & Prasetyo, B. (2025). Identifikasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas rendah sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 9(1), 142–153. https://doi.org/10.31004/basicedu.v9i1.8901
Arnez, N., & Nurfazira, N. (2025). Analisis kesulitan membaca pada siswa kelas IV SD IT Ridhotullah. Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial, 6(1), 797–803. https://doi.org/10.59652/jkps.v6i1.214
Astri, A. H. A., & Amalia, D. N. (2024). Analisis faktor-faktor kesulitan membaca pada siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 8(1), 83–90. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.6789
Azis, A. C. K., & Lubis, S. K. (2023). Asesmen diagnostik sebagai penilaian pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Pena Anda: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 1(2), 20–29. https://doi.org/10.33830/penaanda.v1i2.6202
Cantika, T., Junaidi, I. A., & Ayu, I. R. (2024). Obstacle of learning reading in second-grade elementary school students. EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar, 8(1), 1–8. https://doi.org/10.26740/eds.v8n1.p1-8
Dewi, S. P., Santoso, L. M., Ermayanti, E., & Santri, D. J. (2023). Peningkatan keterampilan guru IPA di Kabupaten OKU-Selatan melalui pendampingan pembuatan instrumen asesmen diagnostik. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 4(2), 153–166. https://doi.org/10.29408/ab.v4i2.24089
Fadhillah, D., & Novianti, E. (2021). Kesulitan membaca permulaan siswa kelas II SDIT Baidhaul Ahkam. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1), 1–10. https://doi.org/10.31000/lgrm.v10i1.4074
Febrianto, S. D., Nurmawati, F., & Mariyani, A. (2026). Analisis kesulitan menyimak siswa kelas II dalam pembelajaran berbasis video cerita pendek. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(3), 2546–2558. https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.12847
Gunawan, Z., & Sa’adah, H. (2026). Meningkatkan kemampuan membaca melalui aplikasi digital bagi disabilitas intelektual ringan di MI. EDUTECH: Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi, 6(2), 669–679. https://doi.org/10.51878/edutech.v6i2.10090
Hidayat, M. H. S., Handayani, D. E., & Ardiyanto, A. (2026). Identifikasi membaca permulaan di kelas 1 SDN Pandeanlamper 05 Semarang. TEACHING: Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 6(3), 1940–1949. https://doi.org/10.51878/teaching.v6i3.12249
Irvansyah, D., Wahyudi, A. N., & Darumoyo, K. (2023). Implementasi kurikulum merdeka belajar pada pembelajaran PJOK. Jurnal Porkes, 6(2), 322–342. https://doi.org/10.29408/porkes.v6i2.17213
Kurniati, L., & Kusumawati, R. (2023). Analisis kesiapan guru SMP di Demak dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(6), 2683–2692. https://doi.org/10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i6.5031
Laila, A. F., Zahara, A. A., Riwana, A., & Rustam, R. (2024). Asesmen diagnostik kognitif dalam pembelajaran menulis surat pribadi di SMP. EDUKATIF: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(4), 3210–3219. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i4.7091
Lestari, E. (2025). Analisis implementasi asesmen diagnostik kognitif dan non-kognitif dalam pembelajaran berdiferensiasi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 115–128. https://doi.org/10.30659/pendas.10.2.115-128
Martallata, R., Nurbudiyani, I., & Noor, A. F. (2026). Digitalisasi pengembangan huma gantung dan pemanfaatan equalizer dalam asesmen awal kesiapan belajar siswa SMKN-2 Kasongan. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(1), 248–260. https://doi.org/10.51878/learning.v6i1.8719
Mukhibin, A., Rusyid, H. K., Lutfi, A., Mardliyah, S., Dahlan, J. A., & Jupri, A. (2024). Pelatihan penyusunan asesmen diagnostik dalam Kurikulum Merdeka bagi guru di MTs dan MA Sekolah Cinta Ilmu. Jurnal Surya Masyarakat, 6(2), 241–250. https://doi.org/10.26714/jsm.6.2.2024.241-250
Ningrum, H. P. N. P., & Widiansyah, A. (2025). Analisis kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II SDN Bekasi Jaya 01. Educational Journal of Bhayangkara, 5(1), 8–12. https://doi.org/10.31599/nvt9dp19
Pristiwanti, D., Badariah, B., Hidayat, S., & Dewi, R. S. (2022). Pengertian pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(6), 1349–1358. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i6.9498
Rachmawati, A., & Lestariningrum, A. (2022). Penerapan model pembelajaran inovatif melalui asesmen diagnostik dalam menguatkan literasi anak kelas 1 di SDN Banjaran 5. Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran), 7, 891–898. https://proceeding.unpkediri.ac.id/index.php/semdikjar/article/view/3120
Rohman, Y. A., Rahman, R., & Damayanti, V. S. (2022). Analisis kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas satu di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(3), 5388–5396. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2946
Sakina, M., Octavia, S., Pusvita, D., Ihsani, A. N., & Mustika, D. (2026). Analisis kemampuan membaca permulaan siswa kelas I sekolah dasar di SDN 002 Kuntu. Jurnal Ilmiah Nusantara, 3(2), 54–64. https://doi.org/10.61722/jinu.v3i2.8316
Saptama, N. G., & Munisah, E. (2025). Faktor internal penghambat membaca permulaan siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri 4 Tanjung Aman tahun pelajaran 2024/2025. Griya Cendikia, 10(2), 763–780. https://doi.org/10.47637/griyacendikia.v10i2.2052
Sugiyono. (2023). Metodologi penelitian pendidikan: Kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sumarni, S., & Isdaryanti, R. (2025). Asesmen diagnostik dalam pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. CJPE: Cokroaminoto Journal of Primary Education, 8(1), 1115–1125. https://doi.org/10.30605/cjpe.v8i1.3412
Supriyadi, S., Lia, R. M., Rusilowati, A., Isnaeni, W., Susilaningsih, E., & Suraji, S. (2022). Penyusunan instrumen asesmen diagnostik untuk persiapan Kurikulum Merdeka. Journal of Community Empowerment, 2(2), 67–73. https://doi.org/10.15294/jce.v2i2.61886
Wahyuni, S., & Hafid, A. (2024). Analisis kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SD Negeri 16 Cellu. Global Journal Education Science and Technology, 1(1), 10–23. https://doi.org/10.59652/gjest.v1i1.45
Watu, M. F., Sayangan, Y. V., Lawe, Y. U., Ngurah, D. M., & Laksana, D. N. L. (2024). Penerapan asesmen diagnostik non kognitif pada aspek kesiapan dan gaya belajar siswa SD. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 11(2), 615–625. https://doi.org/10.38048/jipcb.v11i2.2891
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










