PENGARUH PENGETAHUAN, USIA, DAN EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN OBAT BEBAS TERBATAS SEBAGAI SWAMEDIKASI DI DESA SAWAH KECAMATAN SALING KABUPATEN EMPAT LAWANG
DOI:
https://doi.org/10.51878/healthy.v5i4.16220Keywords:
ekonomi, obat bebas terbatas, swamedikasi, pengetahuan, usiaAbstract
Self-medication is an effort made by individuals to manage health complaints independently using medications, including over-the-counter and limited over-the-counter medicines. The appropriate use of medications without medical supervision should be supported by adequate knowledge, age-related considerations, and economic conditions to ensure proper medication use. This study aimed to determine the influence of knowledge, age, and economic status on the use of limited over-the-counter medicines for self-medication among the community of Sawah Village, Saling District, Empat Lawang Regency. This study employed a quantitative method with an observational analytical design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 100 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires, while data analysis included univariate, bivariate, and multivariate analyses using multinomial logistic regression. The results showed that knowledge, age, and economic status simultaneously had a statistically significant effect on the use of limited over-the-counter medicines for self-medication (Model Fitting Information, p<0.001). Partially, knowledge had a statistically significant effect on medication use (p=0.038), as did age (p=0.011), whereas economic status had an effect that was not statistically significant (p=0.062). Thus, knowledge and age were variables that had statistically significant partial effects on the use of limited over-the-counter medicines for self-medication. These findings highlight the need to improve public education regarding appropriate medication use to promote safe and rational self-medication practices.
ABSTRAKSwamedikasi merupakan upaya masyarakat dalam menangani keluhan kesehatan secara mandiri dengan menggunakan obat, termasuk obat bebas terbatas. Penggunaan obat secara mandiri perlu didukung oleh pengetahuan, usia, dan kondisi ekonomi yang memadai agar penggunaan obat dilakukan secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, usia, dan ekonomi terhadap penggunaan obat bebas terbatas sebagai swamedikasi pada masyarakat Desa Sawah, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik Multinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pengetahuan, usia, dan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap penggunaan obat bebas terbatas sebagai swamedikasi (Model Fitting Information, p=0,001). Secara parsial, pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap penggunaan obat bebas terbatas (p=0,038), usia berpengaruh signifikan (p=0,011), sedangkan ekonomi berpengaruh tetapi tidak signifikan (p=0,062). Dengan demikian, pengetahuan dan usia merupakan variabel yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap penggunaan obat bebas terbatas sebagai swamedikasi. Hasil penelitian ini mengimplikasikan perlunya peningkatan edukasi mengenai penggunaan obat yang tepat agar masyarakat dapat melakukan swamedikasi secara aman dan rasional.
References
Alfiza, I. S., & Ifandi, S. (2023). Tingkat pengetahuan swamedikasi tentang obat bebas dan obat bebas terbatas pada masyarakat RW 05 Desa Rawaglagah-Danasri Kidul Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap. Estu Utomo Health Science: Jurnal Ilmiah Kesehatan, XVII(2), 40. https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/JEU/article/view/806
Anasari, A., Ningsih, L. R., & Puriani, R. A. (2026). Analisis validitas dan reliabilitas instrumen dalam penelitian bimbingan dan konseling melalui literature review. Edukasi Elita: Jurnal Inovasi Pendidikan, 3(2), 98–115. https://doi.org/10.62383/edukasi.v3i2.2999
Andini, D. P., & Gani, A. (2023). Determinan sosial ekonomi praktik swamedikasi di Indonesia: Analisis data Susenas 2019. MPPKI, 6(7), 1344–1351. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/MPPKI/article/view/3362
Anggraini, A., Lubis, T., Kurniawati, R. D., Mardhiani, Y. D., & Mutiudin, A. I. (2023). Penyuluhan penggunaan golongan obat bebas dan bebas terbatas untuk upaya pengobatan diri sendiri (swamedikasi) dalam menangani penyakit ringan. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(3). https://doi.org/10.24036/abdi.v5i3.467
Awada, S., Diab, B., Khachman, D., Zeidan, R. K., Slim, H., & Zein, S. (2020). Self-medication practices and knowledge among Lebanese population: A cross-sectional study. 1. https://doi.org/10.2991/dsahmj.k.200507.002
Grasiah, J., Ginting, C. N., & Wau, H. (2024). Pengaruh waktu antre poli dan pelayanan empati terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSU Royal Prima Medan. Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic, 4(1), 151. https://ejournal.penerbitjurnal.com/index.php/health/article/view/850
Khoirunnis, A., Teodhora, Djuhariah, Y. S., & Wulandari, A. (2025). Tingkat pengetahuan konsumen di Apotek X Pabuaran Bojonggede, Kabupaten Bogor terhadap perilaku penggunaan antibiotik. Herbal Medicine Journal, 8(2), 119. https://hmj.jurnalsenior.com/index.php/hmj/article/view/158
Kurniasari, S., Fairuz, A., Ramadhani, F., Nurin, A., Studi, P., Fisika, S., Fisika, J., & Gorontalo, U. N. (2021). Tingkat pengetahuan masyarakat Desa Bettet Pamekasan tentang penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi. Jurnal Farmasi Sains dan Terapan, 8(2), 78–84. https://journal.ukwms.ac.id/index.php/JFST/article/view/3232
Ode, W. L., Bunyanis, F., Rustam, R., & Amalia, R. (2024). Gambaran tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku swamedikasi obat bebas terbatas di Apotek Izi Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang tahun 2024. Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia, 4(2). https://doi.org/10.30867/jifs.v4i2.744
Patala, R., & Hudayah, S. (2022). Pengetahuan dan perilaku swamedikasi obat bebas dan bebas terbatas di era pandemi COVID-19 di Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 2(3), 891–898. https://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/347
Perrianty, F., & Riya, R. (2023). Analisis pengaruh faktor sosiodemografi terhadap pemahaman swamedikasi. Pharmacon Journal, 1(1). https://ojs.stikeskeluargabunda.ac.id/index.php/pharmaconjurnal/article/view/239
Poppy Indrianti, A., & Juliansya. (2024). Swamedikasi obat batuk di Kelurahan Karet Tengsin Jakarta Pusat tahun 2023. Jurnal Pelayanan Kefarmasian, 11(2), 9–17. https://jurnal.akfarbhumihusada.ac.id/index.php/BHJ/article/view/110
Probosiwi, N., Ilmi, T., Laili, F. N., Saristiana, Y., & S. N. an D. (2024). Jurnal inovasi farmasi Indonesia. Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia, 6(1), 70–82. https://doi.org/10.30737/jafi.v6i1.6487
Rahman, F. M., Yahya, I., & Agusrawati. (2025). Analisis regresi multivariat profitabilitas Bank Pembangunan Daerah di Indonesia tahun 2023. Arus Jurnal Sains dan Teknologi, 3(2), 191. https://doi.org/10.57250/ajst.v3i2.1648
Rahmatika, A. H., & Martodihardjo, S. (2025). Tingkat pengetahuan pasien dan rasionalitas swamedikasi dalam perspektif Islam di Apotek Merdeka. Journal of Innovative and Creativity, 5(3), 34125–34139. https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajst/article/view/1648
Rahmawati, F. N., Satyahadewi, N., Martha, S., & Kusnandar, D. (2024). Regresi logistik ordinal dengan proportional odds model pada kelengkapan imunisasi dasar balita Kalimantan Barat. Buletin Ilmiah Math, Stat, dan Terapannya (Bimaster), 13(6), 765–774. https://doi.org/10.26418/bbimst.v13i6.87661
Setiawati, R., Prihatini, A. R., & Nirmala, S. (2026). The relationship between age and knowledge level regarding self-medication for coughs among Grade XI students at SMA Negeri 1 Sumberjaya, Majalengka Regency. Jurnal Farmasi Malahayati, 9(2), 691–699. https://doi.org/10.33024/jfm.v9i2.24560
Triono, W., Haliza, P. Y., Sarah, A. S., & Simorangkir, A. M. (2024). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai ujian menggunakan regresi logistik ordinal. Parameter: Jurnal Matematika, Statistika dan Terapannya, 3(2), 135–146. https://doi.org/10.30598/parameterv3i02pp135-146
Tuban, S., Farida, U., Marhenta, Y. B., Admaja, W., & Salsabila, A. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada masyarakat Dusun Krajan Kedungjambe Singgahan Tuban (Factors affecting the level of knowledge in the use of OTC and limited OTC medicines). Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Sciences, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.30587/herclips.v3i01.3072
Utomo, A. P. (2024). Determinan perilaku swamedikasi penduduk Jawa Tengah. Jurnal Ekonomi Kependudukan dan Keluarga, 2(1). https://doi.org/10.7454/jekk.v2i1.1024















