https://www.jurnalp4i.com/index.php/healthy/issue/feed HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2026-03-15T05:58:30+00:00 Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd randi.popo@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan </strong>diterbitkan 4 kali setahun (Januari, April, Juli, Oktober) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Bekerjasama dengan Pusat Studi Ilmu Kesehatan Indonesia (PASKI). Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Kesehatan<br /><strong>e-ISSN : 2827-8070 | p-ISSN : 2827-8240</strong></p> https://www.jurnalp4i.com/index.php/healthy/article/view/9549 ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR BERDASARKAN GRAFIK BARBER JOHNSON DI RUMAH SAKIT RAJAWALI CITRA YOGYAKARTA 2026-02-24T01:52:31+00:00 Yuli Fitriyah yulifitriyah@poltekkes-bsi.ac.id Meita Rahma Aulyana yulifitriyah@poltekkes-bsi.ac.id Emilia Vivi Arsita yulifitriyah@poltekkes-bsi.ac.id <p>Bed utilization efficiency is an important indicator in assessing inpatient service performance in hospitals. This study aimed to analyze the efficiency of bed utilization at Rajawali Citra Hospital Yogyakarta in 2024 using the Barber Johnson graph and to identify the factors contributing to inefficiency. This research employed a qualitative method with a case study approach. The research subjects included daily inpatient census officers, medical record reporting officers, and the head of the medical record unit. The data analyzed were derived from the 2024 inpatient daily census recapitulation, calculated using the indicators of BOR, AvLOS, TOI, and BTO, and then plotted into the Barber Johnson graph. The results showed that during quarters I–IV of 2024, the BOR, AvLOS, and BTO values had not reached the ideal standards, while TOI was within the ideal range. The intersection point of the four indicators was located outside the efficient zone, indicating that bed utilization was not yet efficient. The main contributing factors were related to human resources and facility limitations, including irregular physician visit schedules, the absence of certain medical specialists, and incomplete supporting facilities.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Efisiensi penggunaan tempat tidur merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kinerja pelayanan rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan tempat tidur di RS Rajawali Citra Yogyakarta tahun 2024 berdasarkan grafik Barber Johnson serta mengidentifikasi faktor penyebab ketidakefisienannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari petugas sensus harian rawat inap, petugas rekam medis bagian pelaporan, dan kepala rekam medis. Data yang dianalisis berasal dari rekapitulasi sensus harian rawat inap tahun 2024, kemudian dihitung menggunakan indikator BOR, AvLOS, TOI, dan BTO serta diplot ke dalam grafik Barber Johnson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada triwulan I–IV tahun 2024, nilai BOR, AvLOS, dan BTO belum mencapai standar ideal, sedangkan TOI telah berada dalam rentang ideal. Titik pertemuan keempat indikator berada di luar daerah efisien sehingga penggunaan tempat tidur dinyatakan belum efisien. Faktor penyebab utama ketidakefisienan berasal dari aspek man dan materials, yaitu ketidakpastian jadwal visit dokter, keterbatasan dokter spesialis, serta belum optimalnya fasilitas penunjang pelayanan.</p> 2026-02-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Yuli Fitriyah, Meita Rahma Aulyana, Emilia Vivi Arsita https://www.jurnalp4i.com/index.php/healthy/article/view/9581 STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF KEPUASAN PASIEN DI UNIT PENDAFTARAN BERDASARKAN ASPEK SERVQUAL DI PUSKESMAS DEPOK I 2026-02-24T01:53:03+00:00 Hery Setiyawan herysetiyawan@poltekkes-bsi.ac.id Regita Urbanantika regita@poltekkes-bsi.ac.id Rian Anggri Saputriani riananggisaputriyani@gmail.com <p>The outpatient registration sector plays a strategic role as the primary gateway to healthcare services at the primary healthcare level. Based on preliminary observations of digital reviews (Google Maps) at Puskesmas Depok I, issues were identified regarding low staff hospitality and inefficiencies in waiting durations. These problems indicate a quality deficit that directly impacts the perception of service user satisfaction. To mitigate these issues, this study applies the Service Quality (SERVQUAL) model as an evaluative instrument, encompassing the dimensions of tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The primary objective of this study is to explore the service profile and measure the degree of patient satisfaction as a parameter for formulating quality improvement policies. This study employs a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The research sample consists of 100 outpatient subjects selected through a probability sampling technique using the Slovin formula. Data collection was conducted via a structured questionnaire adopting the SERVQUAL framework to ensure the validity of the service quality measurement. Data analysis reveals that the reliability dimension provides the highest satisfaction contribution at 72.9%. This is followed by the empathy dimension at 71.3%, assurance at 71.15%, and responsiveness at 70%. Conversely, the tangible dimension recorded the lowest satisfaction level at 63.65%. In general, the quality of registration services is at an adequate level; however, there is an urgent need to revitalize physical facilities and supporting infrastructure to minimize the gap between patient expectations and service reality.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Sektor pendaftaran rawat jalan memegang peranan strategis sebagai pintu utama pelayanan kesehatan di level fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Berdasarkan observasi awal pada ulasan digital (Google Maps) di Puskesmas Depok I, teridentifikasi isu terkait rendahnya hospitalitas petugas serta inefisiensi durasi tunggu. Problematika tersebut mengindikasikan adanya defisit kualitas yang berimplikasi langsung terhadap persepsi kepuasan pengguna layanan. Guna memitigasi hal tersebut, penelitian ini menerapkan model Service Quality (SERVQUAL) sebagai instrumen evaluasi yang mencakup dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Tujuan utama kajian ini adalah mengeksplorasi profil layanan serta mengukur derajat kepuasan pasien sebagai parameter dalam formulasi kebijakan perbaikan mutu pelayanan. Studi ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 100 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik probability sampling melalui perhitungan rumus Slovin. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur yang mengadopsi kerangka kerja SERVQUAL untuk menjamin validitas pengukuran kualitas jasa. Analisis data mengungkapkan bahwa dimensi reliability memberikan kontribusi kepuasan tertinggi sebesar 72,9%. Selanjutnya, dimensi empathy mencatatkan angka 71,3%, diikuti oleh assurance (71,15%) dan responsiveness (70%). Sebaliknya, dimensi tangible menjadi indikator dengan capaian kepuasan paling rendah, yakni 63,65%. Secara umum, kualitas pelayanan pendaftaran berada pada taraf yang memadai, namun terdapat urgensi untuk melakukan revitalisasi pada aspek sarana fisik dan infrastruktur penunjang guna meminimalisir gap antara harapan pasien dan realitas layanan.</p> 2026-02-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Hery Setiyawan, Regita Urbanantika, Rian Anggri Saputriani https://www.jurnalp4i.com/index.php/healthy/article/view/9879 GAMBARAN PENGETAHUAN GIZI, ASUPAN ZAT GIZI, STATUS GIZI, RIWAYAT ANEMIA DAN PENYAKIT INFEKSI PADA IBU HAMIL DI DESA CINTARAJA KABUPATEN TASIKMALAYA 2026-03-15T05:58:30+00:00 Irma Nuraeni irma.nuraeni@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.id Edri Indah Yuliza Nur irma.nuraeni@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.id Intan Wandira Arum Kasih irma.nuraeni@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.id Alfiani Nurul Isra irma.nuraeni@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.id Alia Fitriani irma.nuraeni@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.id Hasna Kamila irma.nuraeni@dosen.poltekkestasikmalaya.ac.id <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Pregnant women are a group with increased nutritional requirements and are therefore vulnerable to various nutritional problems when these needs are not adequately fulfilled. This study aimed to describe nutritional knowledge, the adequacy of nutrient intake, nutritional status, and the history of anemia and infectious diseases among pregnant women. The study employed a descriptive quantitative design conducted in 2025 in Cintaraja Village, Singaparna District, Tasikmalaya Regency, involving 40 pregnant women as respondents. Data were collected through interviews using structured questionnaires to assess nutritional knowledge as well as the history of anemia and infectious diseases, a 1×24-hour food recall method to identify energy intake and macro- and micronutrient consumption, and Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) measurements to assess nutritional status. The findings indicate that although the average nutritional knowledge score of pregnant women was high (90.7 ± 5.9), most respondents had not achieved adequate intake of energy as well as macro- and micronutrients. The majority of pregnant women (95%) had normal nutritional status; however, 30% had a history of anemia, 60% did not consume iron tablets or multiple micronutrient supplements as recommended, and 17.5% reported a history of infectious diseases. These findings indicate a gap between nutritional knowledge and the actual practices of meeting nutritional requirements during pregnancy. Therefore, strengthening nutrition education accompanied by monitoring of supplement consumption and guidance on dietary practices is needed to support maternal health during pregnancy.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Ibu hamil merupakan kelompok yang memiliki kebutuhan zat gizi lebih tinggi sehingga rentan mengalami berbagai masalah gizi apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pengetahuan gizi, tingkat kecukupan asupan zat gizi, kondisi status gizi, serta riwayat anemia dan penyakit infeksi yang dialami oleh ibu hamil. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan pada tahun 2025 di Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya dengan melibatkan 40 ibu hamil sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur untuk menilai pengetahuan gizi serta riwayat anemia dan penyakit infeksi, metode <em>food recall</em> 1×24 jam untuk mengidentifikasi asupan energi serta zat gizi makro dan mikro, serta pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk menilai status gizi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun rata-rata skor pengetahuan gizi ibu hamil termasuk tinggi (90,7 ± 5,9), sebagian besar responden masih belum mencapai kecukupan asupan energi maupun zat gizi makro dan mikro yang memadai. Mayoritas ibu hamil (95%) memiliki status gizi normal, tetapi masih ditemukan 30% responden dengan riwayat anemia, 60% yang tidak mengonsumsi tablet tambah darah atau <em>multiple micronutrient supplement</em> sesuai anjuran, serta 17,5% dengan riwayat penyakit infeksi. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat pengetahuan gizi dan praktik pemenuhan kebutuhan zat gizi selama kehamilan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi gizi yang disertai dengan pemantauan konsumsi suplemen serta pendampingan perilaku konsumsi pangan guna mendukung kesehatan ibu selama masa kehamilan.</p> 2026-03-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Irma Nuraeni, Edri Indah Yuliza Nur, Intan Wandira Arum Kasih, Alfiani Nurul Isra, Alia Fitriani, Hasna Kamila