HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan https://www.jurnalp4i.com/index.php/healthy <p><strong>HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan </strong>diterbitkan 4 kali setahun (Januari, April, Juli, Oktober) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Bekerjasama dengan Pusat Studi Ilmu Kesehatan Indonesia (PASKI). Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Kesehatan<br /><strong>e-ISSN : 2827-8070 | p-ISSN : 2827-8240</strong></p> en-US randi.popo@gmail.com (Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd) ardhysmart7@gmail.com (Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd) Fri, 02 Jan 2026 03:02:39 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 HUBUNGAN PREEKLAMSIA DENGAN PERSALINAN PRETERM DAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSI MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN https://www.jurnalp4i.com/index.php/healthy/article/view/9203 <p>This study aims to determine whether there is a relationship between preeclampsia and preterm birth and whether there is a relationship between preeclampsia and low birth weight (LBW) at the PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Hospital. The method used in this study was a retrospective quantitative study, often referred to as ex post facto. The sample was taken using total sampling technique with a total of 428 subjects. The data used was secondary data obtained from patients' electronic medical records. After collecting the data, it was processed and analyzed using SPSS to see the correlation. Fisher's exact hypothesis test was used with a significance level (α = 0.05). Based on this study, a p-???????????????????? value of 0.003 &lt; α = 0.05 was obtained, which means that there is a significant relationship between preeclampsia and preterm birth. The second variable hypothesis test used Fisher's exact test with a significance level (α = 0.05) and obtained a p-value of ???????????????????? 0.005 &lt; α = 0.05, which means that there is a significant relationship between preeclampsia and low birth weight (LBW). Based on this study, it can be concluded that there is a relationship between preeclampsia and preterm birth and low birth weight (LBW) at RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan in 2025. Health workers are expected to be able to improve pregnancy monitoring in mothers with risk factors such as preeclampsia.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan peeklamsia dengan persalinan preterm dan adakah hubungan preeklamsia dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif retrospektif yang sering disebut dengan <em>expost facto</em>. Dimana pengambilan sampel, menggunakan teknik <em>total sampling</em> dengan jumlah 428. Dan data yang digunakan adalah data sekunder, yang diperoleh dari rekam medis elektronik pasien. Setelah mengumpulkan data, kemudian data tersebut diproses dan diolah menggunakan SPSS untuk melihat keterkaitannya. Digunakan uji hipotesis <em>fisher’s</em> <em>exact</em> dengan tingkat kemaknaan (α = 0,05). Berdasarkan penelitian ini diperoleh nilai p-???????????????????? 0.003 &lt; α = 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara preeklamsia dengan persalinan preterm. Dan uji hipotesis variabel kedua menggunakan <em>fisher’s exact</em> dengan tingkat kemaknaan (α = 0,05) dan diperoleh nilai p- ???????????????????? 0.005 &lt; α = 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara preeklamsia dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara preeklamsia dengan persalinan preterm dan berat badan lahir rendah (BBLR) di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Tahun 2025. Tenaga kesehatan diharapkan mampu melakukan peningkatan pemantauan kehamilan pada ibu dengan faktor risiko seperti preeklamsia.</p> <p> </p> Tina Fitriyani, Meilia Rahmawati Kusumaningsih, Is Susiloningtyas Copyright (c) 2026 Tina Fitriyani, Meilia Rahmawati Kusumaningsih, Is Susiloningtyas https://www.jurnalp4i.com/index.php/healthy/article/view/9203 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS SWOT UNTUK PENENTUAN STRATEGI MANAJERIAL DALAM MENERAPKAN PROLANIS DI KLINIK SMC BANYUSARI https://www.jurnalp4i.com/index.php/healthy/article/view/9202 <p>Low participation in the Chronic Disease Management Program (Prolanis) remains a major challenge for primary healthcare facilities, including SMC Banyusari Clinic in Denpasar. Clinic records show that the average monthly attendance rate of Prolanis participants is approximately 21.2%, which is below the minimum target of 50% set by the National Health Insurance Agency (BPJS Kesehatan). This study aims to analyze internal and external factors using a SWOT analysis to determine appropriate managerial strategies for improving the implementation of the Prolanis program at SMC Banyusari Clinic. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews involving six informants, consisting of the clinic head, Prolanis officer, and Prolanis participants. The data were analyzed using the Internal Factors Analysis Summary (IFAS) and External Factors Analysis Summary (EFAS) matrices. The findings indicate that the clinic’s internal strengths outweigh its weaknesses, reflected by an IFAS score of 1.31, while external opportunities exceed existing threats, with an EFAS score of 1.12. These results place the clinic in a stable growth strategic position, enabling program improvement through the optimization of internal resources and the utilization of external opportunities. Recommended managerial strategies include strengthening participant-centered health education, enhancing the role of Prolanis officers, utilizing information technology, and developing collaboration with local communities and village authorities. Implementing these strategies is expected to sustainably increase Prolanis participant attendance at SMC Banyusari Clinic.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya tingkat partisipasi peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) menjadi permasalahan yang dihadapi oleh berbagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk Klinik SMC Banyusari di Kota Denpasar. Data klinik menunjukkan bahwa rata-rata kehadiran peserta Prolanis hanya sekitar 21,2% per bulan, masih berada di bawah target minimal BPJS Kesehatan sebesar 50%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal melalui analisis SWOT guna menentukan strategi manajerial yang tepat dalam meningkatkan pelaksanaan Program Prolanis di Klinik SMC Banyusari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap enam informan yang terdiri dari kepala klinik, petugas Prolanis, dan peserta Prolanis. Data dianalisis menggunakan matriks Internal Factors Analysis Summary (IFAS) dan External Factors Analysis Summary (EFAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klinik SMC Banyusari memiliki kekuatan internal yang lebih dominan dibandingkan kelemahannya, dengan skor IFAS sebesar 1,31, serta peluang eksternal yang lebih besar dibandingkan ancaman, dengan skor EFAS sebesar 1,12. Klinik berada pada posisi strategi pertumbuhan stabil yang memungkinkan penguatan program melalui optimalisasi sumber daya internal dan pemanfaatan peluang eksternal. Strategi manajerial yang direkomendasikan meliputi penguatan edukasi berbasis peserta, optimalisasi peran petugas Prolanis, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengembangan jejaring dengan masyarakat dan pemerintah desa. Dengan penerapan strategi tersebut, diharapkan partisipasi peserta Prolanis di Klinik SMC Banyusari dapat meningkat secara berkelanjutan</p> Ayu Saraswati Apsari, Rian Andriani, Rinawati Rinawati Copyright (c) 2026 Ayu Saraswati Apsari, Rian Andriani, Rinawati Rinawati https://www.jurnalp4i.com/index.php/healthy/article/view/9202 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN INTEGRASI LAYANAN PRIMER TERHADAP PENINGKATAN AKSES LAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS CIWANDAN https://www.jurnalp4i.com/index.php/healthy/article/view/9204 <p>The Primary Service Integration Policy is an effort to coordinate the integration of primary health services into a single, comprehensive unit that aims to improve access to health services in the community, especially promotive and preventive services, especially at the UPTD Ciwandan Health Center, Cilegon City. This study aims to analyze the implementation process of the Primary Service Integration policy towards improving access to health services at the UPTD Ciwandan Health Center, Cilegon City in 2024. The focus of this study is to identify challenges, obstacles, and opportunities for improvement in the process of increasing access to services.This study uses a mixed-methods approach through questionnaires and in-depth interviews, combining quantitative analysis of Primary Care Integration service data. Quantitative data were analyzed descriptively, while qualitative data were analyzed thematically. The research sample consisted of 99 respondents consisting of policy makers, policy implementers, and policy recipients. The collected data will be analyzed using descriptive statistics to describe the pattern of integrated services, while thematic analysis will be applied to interviews to uncover problems that occurred during the implementation of Primary Care Integration services regarding access to health services. 99 respondents knew about the Integration of Primary Services implemented at the UPTD Ciwandan Health Center, the majority of respondents (93.93%) assessed that the Integration of Primary Services was running well, the highest result was in ease of service (46.46%), while ease of access to services (21.21%). The implementation of the Primary Service Integration (ILP) health service policy has been carried out well by the UPTD Ciwandan Health Center throughout 2024 and has provided results in its implementation such as ease of service and ease of access to services, which of course in the implementation process has obstacles and several shortcomings that need to be corrected.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong><br />Kebijakan Integrasi Layanan Primer adalah suatu upaya untuk koordinasi penyatuan pelayanan kesehatan primer menjadi satu kesatuan secara menyeluruh yang bertujuan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan dimasyarakat khususnya promotif dan preventif khususnya di UPTD Puskesmas Ciwandan Kota Cilegon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses implementasi kebijakan Integrasi Layanan Primer terhadap peningkatan akses layanan Kesehatan di UPTD Puskesmas Ciwandan Kota Cilegon Tahun 2024. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi tantangan, hambatan, serta peluang perbaikan dalam proses peningkatan akses layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan campuran (mixed-methods) melalui kuisioner dan wawancara mendalam, dengan menggabungkan analisis kuantitatif dari data pelayanan Integrasi Layanan Primer. Pada data kuantitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Sampel penelitian ada 99 responden terdiri dari pemberi kebijakan, pelaksana kebijakan dan penerima kebijakan. Data yang dikumpulkan akan dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan pola pelayanan teritegrasi, sedangkan analisis tematik akan diterapkan pada wawancara untuk mengungkap masalah yang terjadi selama pelaksanaan pelayanan Integrasi Layanan Primer terhadap akses pelayanan Kesehatan. Sebanyak 99 responden memgetahui tentang Integrasi Layanan Primer yang di implementasikan di UPTD Puskesmas Ciwandan, mayoritas reponden (93,93 %) menilai Integrasi Layanan Primer sudah berjalan baik, hasil tertinggi pada kemudahan layanan (46,46%), sedangkan kemudahan akses layanan (21,21%). Implementasi kebijakan pelayanan kesehatan Integarasi Layanan Primer (ILP) telah dilaksanakan dengan baik oleh UPTD Puskesmas Ciwandan sepanjang tahun 2024 dan memberikan hasil pada penerapannya seperti kemudahan layanan juga kemudahan akses layanan, yang tentunya dalam pada proses penerapan memiliki hambatan dan beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki..</p> <p> </p> Arief Dharma Hartana, Subuh Subuh, Ratih Purnamasari Copyright (c) 2026 Arief Dharma Hartana, Subuh Subuh, Ratih Purnamasari https://www.jurnalp4i.com/index.php/healthy/article/view/9204 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0000