PENGARUH KONSELING KB MENGGUNAKAN MEDIA ABPK TERHADAP CALON AKSEPTOR KB

Authors

  • Elliza Natania Nawangsari Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Poltekkes Malang
  • Koekoeh Hardjito Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Poltekkes Malang
  • Rahajeng Siti Nur Rahmawati Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Poltekkes Malang
  • Ririn Indriani Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Poltekkes Malang

DOI:

https://doi.org/10.51878/healthy.v5i4.15002

Keywords:

ABPK, Calon Akseptor, Konseling Keluarga Berencana, Pengetahuan

Abstract

Indonesia has one of the world's largest populations, making population growth control through the Family Planning (FP) Program a continuing national priority. According to data from the National Population and Family Planning Board (BKKBN), 57.4% of couples of reproductive age were active FP participants in 2021, while contraceptive use remained predominantly concentrated in non-long-acting methods. The effectiveness of FP services is closely related to the quality of counseling provided to prospective acceptors. Decision-Making Aids (ABPK) serve as a counseling medium that enables clients to understand, compare, and evaluate contraceptive options according to their individual needs and circumstances. This study aimed to examine the effect of ABPK-assisted FP counseling on the knowledge of prospective acceptors among primigravida women. A quantitative study employing a pre-experimental one-group pretest-posttest design was conducted involving 33 respondents. The Wilcoxon Signed Rank Test yielded p = 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference in knowledge before and after the intervention. The proportion of respondents with good knowledge increased from 3.0% before counseling to 90.9% after counseling, representing an improvement of 87.9 percentage points. These findings demonstrate that ABPK-assisted counseling effectively enhances the knowledge of prospective FP acceptors. Therefore, health professionals are encouraged to optimize the use of ABPK to facilitate informed contraceptive decision-making.

ABSTRAK

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang besar sehingga pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui Program Keluarga Berencana (KB) masih menjadi agenda penting pemerintah. Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan bahwa pada tahun 2021 sebanyak 57,4% Pasangan Usia Subur tercatat sebagai peserta KB aktif, dengan penggunaan kontrasepsi yang masih didominasi metode non-Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (non-MKJP). Keberhasilan pelayanan KB tidak terlepas dari kualitas konseling yang diberikan kepada calon akseptor. Salah satu media yang dapat mendukung proses tersebut ialah Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK), yang membantu klien memahami serta membandingkan berbagai alternatif kontrasepsi sesuai kondisi dan kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konseling KB berbantuan ABPK terhadap tingkat pengetahuan calon akseptor pada ibu hamil primigravida. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-experimental one-group pretest-posttest yang melibatkan 33 responden. Hasil analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Proporsi responden dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 3,0% sebelum konseling menjadi 90,9% setelah konseling, atau mengalami kenaikan sebesar 87,9 poin persentase. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan ABPK dalam konseling KB efektif meningkatkan pengetahuan calon akseptor. Oleh sebab itu, penggunaan ABPK perlu dioptimalkan dalam pelayanan KB agar pemilihan metode kontrasepsi dilakukan berdasarkan informasi yang lebih komprehensif.

References

Agustina, E., Albertina, M., & Widiastuti, H. P. (2023). Pengaruh konseling alat bantu pengambilan keputusan dengan booklet terhadap penggunaan KB pada ibu nifas di PMB Ruliyah Emi Sari Dewi, S.ST. Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health), 14(1), 52–59. https://doi.org/10.52299/jks.v14i1.151

Andini, W. S., Karyus, A., Pramudho, K., & Budiati, E. (2023). Determinan penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) oleh akseptor metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13(4), 1209–1232. https://doi.org/10.32583/pskm.v13i4.1284

Anjas Sari, W., & Tri Sumini, G. (2023). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap pentingnya metode KB IUD di Puskesmas Bancar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 1970–1977. https://www.jptam.org/index.php/jptam/article/view/7769

da Silva, R. R., Silva Filho, J. A. da, Lima, E. R. de, Belém, J. M., Pereira, R. da S., & Oliveira, C. A. N. de. (2022). Woman-centered shared decision-making to promote contraceptive counseling: An integrative review. Revista Brasileira de Enfermagem, 75(5). https://doi.org/10.1590/0034-7167-2021-0104

Dwi Putri, V., & Abdurahman. (2022). Penyuluhan keluarga berencana (KB) di PMB Lismarini Kec. Talang Kelapa. Jurnal Peduli Masyarakat, 4(4), 637–642. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM

Gerchow, L., & Squires, A. (2022). Dimensional analysis of shared decision making in contraceptive counseling. Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing, 51(4), 388–401. https://doi.org/10.1016/j.jogn.2022.04.005

Ginting, A. K., Iskandar, M., Humaida, S., & Alfaura. (2022). Pengaruh edukasi modul ABPK KB tentang metode tingkat pengetahuan WUS. Jurnal Kebidanan KESTRA (JKK), 5(1). https://doi.org/10.35451/jkk.v5i1.1347

Hu, D., Tang, Y., & Pei, K. (2023). Strategies for improving postpartum contraception compared with routine maternal care: A systematic review and meta-analysis. International Journal of Public Health, 68, 1–9. https://doi.org/10.3389/ijph.2023.1605564

Iqbal, W., Fazri, A. N., & Gusti, A. (2022). Efektifitas media booklet dan brosur terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pasangan usia subur tentang program keluarga berencana. Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal), 9(1), 15–22. https://doi.org/10.33653/jkp.v9i1.776

Jones, A., Allison, B. A., & Perry, M. (2022). Effectiveness of contraceptive decision aids in adolescents and young adults: A systematic review. Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology, 35(1), 7–17. https://doi.org/10.1016/j.jpag.2021.08.005

Khoiriyah, F., Gultom, R. F. B., Nainggolan, W. E., & Hidayati, Y. (2023). Efektivitas penggunaan alat bantu pengambilan keputusan terhadap pengetahuan wanita pasangan usia subur dalam pemilihan kontrasepsi intra uterine device. Midwifery: Jurnal Kebidanan dan Sains, 1(2), 60–64. https://ejournal.ypayb.or.id/index.php/midwifery/article/view/10

Lestari, M. W., Musliah, M., & Yuliastuti, S. (2021). Perbedaan konseling KB menggunakan alat bantu pengambilan keputusan (ABPK) dan strategi konseling berimbang keluarga berencana (SKB-KB) terhadap cakupan akseptor KB. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia, 5(1), 11–15. https://doi.org/10.32536/jrki.v5i1.155

Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781316941355

Muaya, T. M., Sampe, S., & Kumayas, N. (2021). Efektivitas program keluarga berencana Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dalam menekan laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Minahasa. Jurnal Governance, 3(1), 1–12. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/governance/article/view/47446

Nuryana, D., Cahyani, R. A., Rahayu, S., Romadlona, N. A., Liyanto, E., Daisy, L., Hartiti, W., Ratnawati, M. E., Utomo, B., & Magnani, R. J. (2023). Unmet need for family planning in Indonesia and its associated factors. Makara Journal of Health Research, 27(1), 25–35. https://doi.org/10.7454/msk.v27i1.1403

Nurhaviva, A. (2023). Pengaruh pemberian edukasi melalui buku saku kontrasepsi terhadap tingkat pengetahuan ibu primipara di Puskesmas Kaleke Kabupaten Sigi [Artikel ilmiah, Universitas Kusuma Husada Surakarta]. https://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/5538/1/Artikel%20Nurhaviva.pdf

Rika, A. (2023). Pemberian konseling pada ibu nifas hari ke-29–42 menggunakan ABPK di PMB Ernita Kota Pekanbaru tahun 2022. Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal), 2(1), 1–6. https://doi.org/10.25311/jkt/Vol2.Iss1.308

Saraswati, D. D., Atika, A., & Purwanti, D. (2021). Efektivitas konseling kontrasepsi dengan alat bantu pengambilan keputusan (ABPK) terhadap pengetahuan mengenai metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, 3(3), 235–242. https://doi.org/10.20473/imhsj.v3i3.2019.235-242

Tarigan, E. F., Br. Pinem, S., Andriani, A., Lahagu, M. J., & Devi, N. (2022). Efektivitas aroma terapi lavender untuk mengurangi kecemasan saat pemasangan IUD pada akseptor KB IUD. Indonesian Health Issue, 1(1), 98–105. https://doi.org/10.47134/inhis.v1i1.17

Wulandari, S. (2023). Efektivitas konseling kontrasepsi dengan alat bantu pengambilan keputusan (ABPK) terhadap pengetahuan dan sikap metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Warungkiara Sukabumi tahun 2021. Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 2(8), 856–863. https://doi.org/10.53801/oajjhs.v2i8.173

Downloads

Published

2026-08-19

How to Cite

Nawangsari, E. N., Hardjito, K., Rahmawati, R. S. N., & Indriani, R. (2026). PENGARUH KONSELING KB MENGGUNAKAN MEDIA ABPK TERHADAP CALON AKSEPTOR KB. HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 5(4), 829–837. https://doi.org/10.51878/healthy.v5i4.15002

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)