HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE PADA SISWA SMA DAN MAN DI KECAMATAN KAJUARA KABUPATEN BONE

Authors

  • Andi Ishmah Karimah Amal Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Rahadi Arie Hartoko Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Andi Sitti Rahma Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Halimah Sa’diyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Abd. Rahim Yunus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.51878/healthy.v5i4.14635

Keywords:

gastroesophageal reflux disease, tingkat stres, pola makan

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a condition in which stomach acid frequently refluxes into the esophagus, causing symptoms such as heartburn and nausea. GERD is common among adolescents and may impair concentration, learning performance, and memory. Stress levels and dietary habits are considered important factors associated with GERD. This study aimed to determine the relationship between stress levels and dietary habits and the occurrence of Gastroesophageal Reflux Disease among senior high school students in Kajuara District, Bone Regency. This quantitative study employed a cross-sectional design with a purposive sampling technique involving 273 respondents. Data were collected using the Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), a dietary habits questionnaire, and the GERD-Q questionnaire. The results showed a significant association between moderate stress levels and GERD (34.9%; p=0.002). Significant associations were also found between meal frequency (p<0.001), types of food consumed (p<0.001), and GERD. Multiple logistic regression analysis indicated that consumption of irritating foods was the most dominant factor associated with GERD (OR=4.041; 95% CI: 2.294–7.120). In conclusion, stress levels and dietary habits, including meal frequency and food types, were significantly associated with the occurrence of Gastroesophageal Reflux Disease among senior high school students in Kajuara District, Bone Regency.

ABSTRAK

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi ketika asam lambung sering naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan gejala yang mengganggu, seperti sensasi terbakar di dada (heartburn) dan mual. Kondisi ini banyak terjadi pada remaja serta dapat menurunkan konsentrasi belajar dan memengaruhi daya ingat. Tingkat stres dan pola makan merupakan faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian GERD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan pola makan dengan kejadian Gastroesophageal Reflux Disease pada siswa SMA dan MAN di Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik purposive sampling pada 273 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), kuesioner pola makan, dan GERD-Q. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami kemungkinan GERD dengan tingkat stres sedang (34,9%) (p=0,002). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi makan (p<0,001) dan jenis makanan (p<0,001) dengan kejadian GERD. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa jenis makanan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian GERD (OR=4,041; IK95%: 2,294–7,120). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres serta pola makan, yang meliputi frekuensi makan dan jenis makanan, dengan kejadian Gastroesophageal Reflux Disease pada siswa SMA dan MAN di Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.

References

Ajjah, B. F. F., Mamfaluti, T., & Putra, T. R. I. (2020). Hubungan pola makan dengan terjadinya gastroesophageal reflux disease (GERD). Journal of Nutrition College, 9(3), 169–179. https://doi.org/10.14710/jnc.v9i3.27465

Apriyani, L., L., M. W., & Puspitasari, I. (2021). Hubungan pola makan dengan gastritis pada remaja masa new normal di SMA Negeri 1 Muaragembong. JKM: Jurnal Keperawatan Merdeka, 1(1), 74–80. https://doi.org/10.36086/jkm.v1i1.986

Ardinata, A., Agustriani, F., Nirwana, N., Hernanda, R., & Susanto, A. (2023). The effect of giving the five-finger hypnosis technique on reducing pain intensity in gastroesophageal reflux disease (GERD) patients at the Health Center Adi Luhur Mesuji. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(S1), 323–326. https://jurnalaisyah.com/index.php/jika/article/view/1375

Ardhan, F. R., Budyono, C., & Cholidah, R. (2022). Hubungan pola makan dengan kejadian gastroesophageal reflux disease pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Unram Medical Journal, 11(1), 806–811. https://doi.org/10.29303/jku.v11i1.4311

Awadalla, N. J. (2019). Personal, academic and stress correlates of gastroesophageal reflux disease among college students in southwestern Saudi Arabia: A cross-sectional study. Annals of Medicine and Surgery, 47, 61–65. https://doi.org/10.1016/j.amsu.2019.10.009

Bayantari, N. M., Indonesiani, S. H., & Apsari, P. I. B. (2022). Regulasi diri dalam belajar dan hubungannya dengan stres akademik pada mahasiswa tingkat pertama Fakultas Kedokteran. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, 6(3), 609–618. https://doi.org/10.23887/jipp.v6i3.51175

Faizah, I., Miftahussurur, M., & Has, E. M. (2023). Penerapan teknologi kesehatan pada gaya hidup dan tingkat stres pasien gastroesophageal reflux disease. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 2284–2292. https://doi.org/10.31539/joting.v5i2.6921

Faradilah, A., Syakir, D., & Akbar, A. (2020). Gambaran status gizi dan asupan remaja pesantren tahfidz. Alami Journal (Alauddin Islamic Medical Journal), 2(2), 26–32. https://doi.org/10.24252/alami.v2i2.13202

Faridah, I., Afiyanti, Y., & Fatonah, S. (2022). Pengaruh application mobile mindfulness (MM) terhadap tingkat stres pada mahasiswa di Tangerang Raya. Nusantara Hasana Journal, 1(8), 91–95. https://www.nusantarahasanajournal.com/index.php/nhj/article/view/220

Mile, M. A., Suranata, F. M., & Rantiasa, I. M. (2020). Gambaran stres dan pola makan pada penderita gastroesophageal reflux disease (GERD) di wilayah kerja Puskesmas Ranomut Manado. Jurnal Kesehatan Amanah, 4(1), 13–19. https://doi.org/10.57214/jka.v4i1.78

Rahma, A. S. (2019). Tingkat pengetahuan dan kebiasaan sarapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter UIN Alauddin Makassar tahun 2017. Alami Journal (Alauddin Islamic Medical Journal), 3(2), 13–21. https://doi.org/10.24252/alami.v3i2.9795

Rahmawati, M. N., Rohaedi, S., & Sumartini, S. (2019). Tingkat stres dan indikator stres pada remaja yang melakukan pernikahan dini. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, 5(1), 25–33. https://doi.org/10.17509/jpki.v5i1.11180

Ramadhani, A. H., & Hendrati, L. Y. (2019). Hubungan jenis kelamin dengan tingkat stres pada remaja siswa SMA di Kota Kediri tahun 2017. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, Edisi Khusus, 177–181. https://doi.org/10.30651/jkm.v4i2.2433

Rizkiana, N., & Tanuwijaya, R. R. (2021). Hubungan kebiasaan makan dan faktor stres dengan kejadian gastritis di Puskesmas Larangan Utara Kota Tangerang. Jurnal Dunia Gizi, 4(1), 30–35. https://doi.org/10.33085/jdg.v4i1.4966

Sakti, P. T., & Mustika, S. (2022). Analisis faktor risiko gastro-esophageal reflux disease di era pandemi COVID-19 pada mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 9(3), 164–170. https://doi.org/10.7454/jpdi.v9i3.793

Suminah, S., & Ciputri, L. (2023). Analisa hubungan stres dan pencetus peningkatan asam lambung. Usada Nusantara: Jurnal Kesehatan Tradisional, 1(2), 224–228. https://doi.org/10.47861/usd.v1i2.384

Syadiyah, E. M., Dewi, N. P. P. S., Adwitiya, K. C., Putra, G. U. D., & Noviana, A. C. (2022). Hubungan tingkat stres dalam menghadapi pandemi COVID-19 dengan angka kejadian GERD di Puskesmas Pandan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada bulan September tahun 2021. CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal, 3(1), 6–10. https://comphi.sinergis.org/comphi/article/view/64

Tandarto, K., Tenggara, R., Chriestya, F., & Steffanus, M. (2020). Correlation between quality of life and gastroesophageal reflux disease: Korelasi antara kualitas hidup dan penyakit refluks gastroesofagus. Majalah Kedokteran Bandung, 52(2), 81–86. https://doi.org/10.15395/mkb.v52n2.2003

Tarigan, R. C., & Pratomo, B. (2019). Analisis faktor risiko gastroesofageal refluks di RSUD Saiful Anwar Malang. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 6(2), 78–81. https://doi.org/10.7454/jpdi.v6i2.306

Wickramasinghe, N., Thuraisingham, A., Jayalath, A., Wickramasinghe, D., Samarasekara, N., Yazaki, E., & Devanarayana, N. M. (2023). The association between symptoms of gastroesophageal reflux disease and perceived stress: A countrywide study of Sri Lanka. PLoS ONE, 18(11), e0294135. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0294135

Downloads

Published

2026-08-23

How to Cite

Amal, A. I. K., Hartoko, R. A., Rahma, A. S., Sa’diyah, H., & Yunus, A. R. (2026). HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE PADA SISWA SMA DAN MAN DI KECAMATAN KAJUARA KABUPATEN BONE. HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 5(4), 887–896. https://doi.org/10.51878/healthy.v5i4.14635

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.