PENGUATAN BUDAYA RELIGIUS SISWA MELALUI PROGRAM PEMBIASAAN KEAGAMAAN DI SMPN 1 PRINGGASELA

Authors

  • Nawawi Hakim Institut Agama Islam Nurul Hakim
  • Nurul Mukhlisin Asyrafuddin Institut Agama Islam Nurul Hakim
  • Haeruman Rusandi Institut Agama Islam Nurul Hakim
  • Sahrizal Fahlawi Institut Agama Islam Nurul Hakim
  • Bq Raudatul Jannah Institut Agama Islam Nurul Hakim

DOI:

https://doi.org/10.51878/educator.v5i4.15681

Keywords:

Budaya Religius, Kepala Sekolah, Pembiasaan Keagamaan, Pendidikan Karakter, SDG 4

Abstract

Strengthening religious culture in public schools requires leadership that can integrate religious values into the collective habits of the school community rather than limiting them to classroom instruction. This study aims to describe practices for strengthening religious culture at SMPN 1 Pringgasela, analyze the supporting and inhibiting factors in their implementation, and formulate a religious habituation ecosystem framework as a conceptual contribution to the development of character education in public schools. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation from May to July 2024, involving 15 informants consisting of the school principal, Islamic Religious Education teachers, and students selected purposively. The data were analyzed interactively through data reduction, data display, conclusion drawing, and verification through member checking. The findings show that religious culture was developed through Smile, Greet, and Salutation or 3S, morning faith and piety activities, congregational Dhuhr and Dhuha prayers, Gema Haji or the Qur’an Recitation and Morning Dhuha Prayer Movement, almsgiving, classroom arrangements, and Ramadan pesantren activities. The implementation of these programs indicates the development of moral habits, discipline in worship, respectful social interaction, and student engagement in religious activities. Program sustainability was supported by parental involvement, adequate facilities, and a conducive school environment, while the main challenges included variations in students’ religious knowledge, uneven family support, and insufficiently controlled gadget use. The main contribution of this study is the religious habituation ecosystem framework, which integrates school leadership, religious routines, teacher role modeling, supporting facilities, family partnerships, and digital literacy as interconnected elements in strengthening religious culture in public schools. This framework broadens the understanding that religious character development is a process influenced by the interconnectedness of school culture, family, and the digital environment, while remaining relevant to character education aligned with SDG 4.7.

ABSTRAK

Penguatan budaya religius di sekolah negeri memerlukan kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam kebiasaan kolektif warga sekolah, bukan hanya menjadikannya sebagai materi pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik penguatan budaya religius di SMPN 1 Pringgasela, menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta merumuskan kerangka ekosistem pembiasaan religius sebagai kontribusi konseptual bagi pengembangan pendidikan karakter di sekolah negeri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2024 dengan melibatkan 15 informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa yang dipilih secara purposif. Data dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi melalui member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religius dikembangkan melalui Senyum, Sapa, dan Salam atau 3S, Imtaq pagi, salat Zuhur dan Dhuha berjamaah, Gema Haji yakni Gerakan Mengaji dan Salat Dhuha Pagi, infaq dan shodaqoh, pengaturan kelas, serta pesantren Ramadhan. Pelaksanaan program-program tersebut menunjukkan perkembangan kebiasaan akhlak, kedisiplinan ibadah, kesantunan dalam interaksi sosial, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan keagamaan. Keberlangsungan program didukung oleh keterlibatan orang tua, ketersediaan sarana, dan lingkungan sekolah yang kondusif, sedangkan hambatannya meliputi variasi pengetahuan agama siswa, dukungan keluarga yang tidak merata, serta penggunaan gadget yang kurang terkendali. Kontribusi utama penelitian ini adalah kerangka ekosistem pembiasaan religius yang mengintegrasikan kepemimpinan sekolah, rutinitas keagamaan, keteladanan guru, fasilitas pendukung, kemitraan keluarga, dan literasi digital sebagai unsur yang saling berkaitan dalam penguatan budaya religius di sekolah negeri. Kerangka ini memperluas pemahaman bahwa pembentukan karakter religius merupakan proses yang dipengaruhi oleh keterhubungan antara budaya sekolah, keluarga, dan lingkungan digital serta relevan dengan pendidikan karakter yang selaras dengan SDG 4.7.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ashari, M. K., Faizin, M., & Shiddiq, J. (2023). Religious digital literacy of students in Indonesia and Malaysia. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 18(1), 189–210. https://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/tadris/article/view/8794

Ali, P. P., & Marzuki, I. (2023). Penguatan karakter religius siswa melalui pembiasaan di UPT SD Negeri 119 Gresik. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(1), 40–45. https://doi.org/10.51169/ideguru.v9i1.735

Brockwell, A. J., Mochizuki, Y., & Sprague, T. (2024). Designing indicators and assessment tools for SDG Target 4.7: A critique of the current approach and a proposal for an ‘Inside-Out’ strategy. Compare: A Journal of Comparative and International Education, 54(5), 731–749. https://doi.org/10.1080/03057925.2022.2129957.

Delviany, V., Risnawati, R., Rizqa, M., Sabrina, R., & Satrial, A. (2024). The relationship between disciplinary behavior and religious habits on the religious character of students in high school. International Journal of Multidisciplinary Research of Higher Education, 7(1), 44–55. https://ijmurhica.ppj.unp.ac.id/index.php/ijmurhica/article/view/202

Febriyanti, B. K., & Supriyadi. (2023). Fostering religious character in elementary school students: Insights from religious habituation activities. Indonesian Journal of Islamic Studies, 11(3). https://doi.org/10.21070/ijis.v11i3.1678

Hardiansyah, F., Budiyono, F., & Wahdian, A. (2021). Penerapan nilai-nilai ketuhanan melalui pembiasaan di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(6), 6318–6329. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i6.1762

Hidayah, I. N., Kurniawaty, I., & Parhan, M. (2025). Reinforcing school culture based on habituation in improving religious character. At Turots: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2). https://jurnal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/88704

Kurniawati, R., Amalia, A. R., & Khaleda N, I. (2022). Implementasi penguatan pendidikan karakter (PPK) melalui budaya kelas di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(5), 8304–8313. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3719

Nurizah, A. K., & Amrullah, M. (2024). Religious character formation through Islamic habituation in primary education. Indonesian Journal of Islamic Studies, 12(4). https://doi.org/10.21070/ijis.v12i4.1741

Solihah, A. M., Sugara, U., Fathoni, A., & Saptono, B. (2024). Teacher’s role: Implementation of religious character education through the habituation method in elementary school. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 8(3), 402–412. https://doi.org/10.23887/jisd.v8i3.63426

Sulastri, S., Syahril, S., Adi, N., & Ermita, E. (2022). Penguatan pendidikan karakter melalui profil pelajar Pancasila bagi guru di sekolah dasar. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 7(3), 583–590. https://doi.org/10.29210/30032075000

Sumida, S. (2024). Exploring SDG 4.7’s monitoring framework: ESD and GCED in the case of Japan. Globalisation, Societies and Education, 22(5), 773–789. https://doi.org/10.1080/14767724.2022.2155934

United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 Agenda for Sustainable Development. United Nations. https://sdgs.un.org/2030agenda

Wati, A., & Amrullah, M. (2022). Habituation of students’ religious character in Al-Islam and Kemuhammadiyahan learning at Muhammadiyah 1 Sedati Elementary School. Journal of Islamic and Muhammadiyah Studies, 3. https://doi.org/10.21070/jims.v3i0.1562

Wulandari, F., Munir, M., & Ma’ruf, M. (2025). Religious habituation through Qur’an learning classes in shaping students’ religious character at SMP Hasan Munadi Beji Pasuruan. KUTTAB, 9(2). https://doi.org/10.30736/ktb.v9i2.2563

Yudi, N., & Maryam, S. (2023). Pengaruh kompetensi literasi digital siswa terhadap efektivitas pendidikan karakter Islami di sekolah menengah kejuruan. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(2). https://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/65200

Downloads

Published

2025-12-11

How to Cite

Hakim, N., Mukhlisin Asyrafuddin, N., Rusandi, H., Fahlawi, S., & Raudatul Jannah, B. (2025). PENGUATAN BUDAYA RELIGIUS SISWA MELALUI PROGRAM PEMBIASAAN KEAGAMAAN DI SMPN 1 PRINGGASELA. EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik Dan Kependidikan, 5(4), 528–541. https://doi.org/10.51878/educator.v5i4.15681

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.