https://www.jurnalp4i.com/index.php/educator/issue/feedEDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan2026-01-11T03:38:05+00:00Randi Pratama Murtikusuma, M.Pdrandi.popo@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan</strong> diterbitkan 4 kali setahun (Maret, Juni, September, dan Desember) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan<strong><br />e-ISSN : 2807-8659 | p-ISSN : 2807-8829</strong></p>https://www.jurnalp4i.com/index.php/educator/article/view/9017PENERAPAN TEKNOLOGI DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN DIRI GURU ANAK USIA DINI2026-01-11T03:38:05+00:00Jimi Hariantojimiharianto@stkipalitb.ac.idAmanda Ajeng Safitrijimiharianto@stkipalitb.ac.idEva Alfadilajimiharianto@stkipalitb.ac.id<p>Early Childhood Education (ECE) teachers must continually adapt their roles to support children's character development and meet evolving educational needs. Beyond educating, teachers act as facilitators and innovators, which requires ongoing professional development. This study examines how technology supports early childhood teachers' self-development, identifies factors that influence its implementation, and analyzes its impact on professional growth. The research uses a library research method, collecting and analyzing relevant books, journal articles, and research reports. Findings show that Information and Communication Technology (ICT) is central to ECE teachers' professional development. Digital infrastructure, including internet access, hardware, software, and online platforms, allows teachers to access resources, collaborate, and design innovative lessons. Effective ICT use not only engages students with digital materials but also encourages teachers to innovate and adapt their methods to current educational demands. The success of ICT integration depends on available facilities, teachers' digital skills, and institutional support.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Peran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi pembentukan karakter anak dituntut untuk terus berkembang seiring kemajuan zaman. Guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai fasilitator dan inovator dalam menciptakan lingkungan belajar yang bermakna, yang memerlukan pengembangan kompetensi profesional secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penerapan teknologi dalam pengembangan diri guru PAUD, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya, serta menganalisis dampak teknologi terhadap peningkatan kemampuan profesional guru. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (<em>library research</em>) dengan teknik pengumpulan data melalui tinjauan dan analisis terhadap sumber-sumber tertulis seperti buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang relevan dengan fokus kajian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berperan sentral dalam pengembangan profesi guru PAUD. Infrastruktur digital seperti akses internet, perangkat keras, perangkat lunak, dan platform daring memungkinkan guru mengakses sumber belajar, berkolaborasi, dan mendesain pembelajaran inovatif. Penerapan TIK yang sistematis tidak hanya merangsang keaktifan peserta didik melalui eksplorasi materi digital, tetapi juga mendorong guru untuk berinovasi dan menyesuaikan metode pengajaran dengan tuntutan pendidikan kontemporer. Keberhasilan integrasi TIK sangat dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas, kompetensi digital guru, serta dukungan kelembagaan.</p>2026-01-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikanhttps://www.jurnalp4i.com/index.php/educator/article/view/8985DIFUSI INOVASI DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN: TANTANGAN DAN IMPLEMENTASI DI SMK2026-01-07T08:07:03+00:00Naufal Naufalnaufalnpl271@gmail.comHasan Maksumnaufalnpl27@gmail.comDoni Novaliendrynaufalnpl27@gmail.com<p>The transformation of Technical and Vocational Education and Training (TVET) in Vocational High Schools (Sekolah Menengah Kejuruan/SMK) has become a strategic agenda in responding to changing workforce competency demands driven by digitalization, automation, and industrial dynamics. However, various vocational education innovations formulated through national policies are not always optimally implemented at the school level. This study aims to analyze the transformation of SMKs from a diffusion of innovations perspective by examining the types of innovations that have emerged, patterns of adoption within educational institutions, and factors influencing the success and constraints of their implementation. The study employs a qualitative approach through a targeted literature review and policy document analysis, which are thematically synthesized to identify general trends and dynamics in the adoption of vocational education innovations. The findings indicate that SMK transformation occurs in the form of innovation packages encompassing the strengthening of <em>link and match</em>, the implementation of <em>teaching factory</em> models, industry-based project learning, competency certification, and the digitalization of learning. Innovation adoption tends to be partial and gradual due to differences in human resource readiness, infrastructure availability, the quality of industry partnerships, and change management at the school level. Innovations are adopted more rapidly when their benefits are directly perceived, aligned with the practical culture of SMKs, trialable on a limited scale, and easily observable in their outcomes. This study concludes that accelerating TVET transformation in SMKs requires diffusion strategies oriented toward strengthening teacher capacity, systematic change management, and the development of sustainable school–industry networks.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Transformasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi agenda strategis dalam merespons perubahan kebutuhan kompetensi dunia kerja yang dipicu oleh digitalisasi, otomasi, dan dinamika industri. Namun, berbagai inovasi pendidikan vokasi yang dirancang melalui kebijakan nasional tidak selalu terimplementasi secara optimal di tingkat sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi SMK melalui perspektif difusi inovasi dengan menelaah bentuk inovasi yang berkembang, pola adopsi di satuan pendidikan, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan hambatan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian literatur terarah dan analisis dokumen kebijakan, yang disintesis secara tematik untuk mengidentifikasi kecenderungan umum dan dinamika adopsi inovasi pendidikan vokasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi SMK berlangsung dalam bentuk paket inovasi yang mencakup penguatan <em>link and match</em>, penerapan <em>teaching factory</em>, pembelajaran berbasis proyek industri, sertifikasi kompetensi, serta digitalisasi pembelajaran. Pola adopsi inovasi cenderung bersifat parsial dan bertahap akibat perbedaan kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan infrastruktur, kualitas kemitraan industri, serta tata kelola perubahan di tingkat sekolah. Inovasi lebih cepat diadopsi ketika manfaatnya dirasakan secara langsung, selaras dengan kultur praktik SMK, dapat diuji coba dalam skala terbatas, dan hasilnya mudah diamati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa percepatan transformasi PTK di SMK memerlukan strategi difusi inovasi yang berorientasi pada penguatan kapasitas pendidik, pengelolaan perubahan yang sistematis, serta pengembangan jejaring sekolah–industri yang berkelanjutan.</p>2026-01-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan