ANALISIS PRAGMATIS TERHADAP HUMOR TULISAN INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v6i2.10600Keywords:
Pragmatik, Maksim Prinsip Kerjasama, ImplikaturAbstract
ABSTRACT
Humor is a universal phenomenon found across cultures; however, the mechanisms underlying its construction particularly in written form tend to be more complex than those of spoken humor due to the absence of nonverbal contextual cues. This study aims to examine how humorous effects in written texts are constructed through violations of Grice’s cooperative principle from a pragmatic perspective. This research employs a descriptive qualitative approach, using 15 humor texts selected from the book Aneka Kisah dan Gambar Hua Ha Ha as the data source. The data were analyzed through stages of identification, classification, and interpretation of maxim violations and their relation to the emergence of humor. The findings indicate that violations of the maxim of relevance are the most dominant pattern in generating humor, particularly through mismatches between responses and expected contexts. In addition, violations of the maxims of quality, quantity, and manner were also identified, contributing to humorous effects through strategies such as wordplay, hyperbole, exaggeration, and the use of implicature. Overall, maxim violations do not merely represent communicative deviations but function as deliberate rhetorical strategies to produce unexpected meanings. Thus, written humor can be understood as a linguistic practice that relies on the manipulation of context and reader expectations to create humorous effects.
ABSTRAK
Humor merupakan fenomena universal yang hadir dalam berbagai budaya, namun mekanisme pembentukannya, khususnya dalam bentuk tertulis, sering kali lebih kompleks dibandingkan humor lisan karena keterbatasan konteks nonverbal. Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana efek kelucuan dalam humor tertulis dibangun melalui pelanggaran prinsip kerja sama Grice dalam perspektif pragmatik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa 15 teks humor yang diambil dari buku “Aneka Kisah dan Gambar Hua Ha Ha”. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi bentuk pelanggaran maksim serta keterkaitannya dengan kemunculan efek humor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran maksim relevansi merupakan pola yang paling dominan dalam menciptakan kelucuan, terutama melalui ketidaksesuaian antara respons dan konteks yang diharapkan. Selain itu, ditemukan pula pelanggaran maksim kualitas, kuantitas, dan cara yang berkontribusi terhadap efek humor melalui strategi seperti wordplay, hiperbola, eksagerasi, serta penggunaan implicature. Secara keseluruhan, pelanggaran maksim tidak sekadar menunjukkan deviasi komunikasi, tetapi berfungsi sebagai strategi retoris yang disengaja untuk menghadirkan kejutan makna. Dengan demikian, humor tertulis dapat dipahami sebagai praktik linguistik yang mengandalkan manipulasi konteks dan ekspektasi pembaca guna menghasilkan efek kelucuan.
Downloads
References
Agustini, A., Prasetyawati, A. E., Ginting, E. E. B., & Sahira, N. F. (2025). Pelanggaran maksim Grice dalam sketsa komedi digital: Studi pragmatik pada video Main Hakim Sendiri. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4), 1078–1085. https://doi.org/10.63822/n3khpf68
Angelique, J. R., & Kushartanti, K. (2024). Analisis humor dalam film Ngeri-Ngeri Sedap dengan perspektif teori relevansi. Multikultura, 3(3), 2.
https://doi.org/10.7454/multikultura.v3i3.1031
Anggraini, D. (2025, May). Meneropong humor dengan deiksis: Kajian pragmatik pada kata pengantar buku Mati Ketawa Cara Rusia oleh Abdurrahman Wahid. In Prosiding Seminar Nasional Bahasa Ibu, 2(1), 1243–1259.
https://ejournal2.unud.ac.id/index.php/snbi/article/view/952
Anjani, A. K., Simpen, I. W., & Widarsini, N. P. N. (2024). Pelanggaran prinsip kerja sama Grice dalam serial A+. Journal of Mandalika Literature, 5(3), 171–177. https://ojs.cahayamandalika.com/index.php/jml/article/view/2921
Aneka Kisah dan Gambar Hua Ha Ha Ha. (2002). Mitra Utama.
Aprinia, R., Jumadi, J., & Murdianingsih, A. (2025). Implikatur percakapan dalam wacana humor stand up comedy Indra Frimawan pada acara SUCI di channel YouTube Stand Up Kompas TV. Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 9(3), 31–40. https://cibangsa.com/index.php/argopurojournal/article/view/2815
Aulia, N. T., & Yanuarsih, S. (2025). Slapstick humor komentar netizen dalam postingan Instagram @awreceh.id. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(3), 2708–2720. https://dmi-journals.org/deiktis/article/view/2101/1444
Gamayanti, G. G. (2025). Humor dalam film “Le dîner de cons” = Humor in the film “Le dîner de cons” (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin). https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/51523/
Handa, E. F., Azizi, M. S., & Baehaqie, I. (2025). Bahasa humor dalam tradisi guyon Jawa: Kajian etnolinguistik tentang identitas dan solidaritas sosial. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(5), 250–256. https://doi.org/10.5281/zenodo.17909095
Haryanto, F. A. R., Tachi, L. N., Khanifah, S. N., & Nurlina, L. (2026). Karikatur humor dan pembelajaran bahasa interkultural: Tinjauan literatur dalam konteks BIPA. Ruang Kata, 6(01), 55–65. https://jurnal.umnu.ac.id/index.php/jrk/article/view/1956
Hutagalung, L. B. (2025). Pelanggaran prinsip kerja sama dalam humor pada film Agak Laen (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Ganesha).
https://repo.undiksha.ac.id/24472/
Indriani, R., Fathurohman, I., & Hariyadi, A. (2026). Teknik humor Arthur Asa Berger sebagai media kritik sosial pada tayangan Lapor Pak! Trans7. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(01), 162–178.
https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/43512
Kurniati, A., & Basori, B. (2023). Mekanisme pragmatik dalam penciptaan humor: Analisis terhadap wacana humor Sunda. Jurnal Tradisi Lisan Nusantara, 3(2), 125–138. https://doi.org/10.51817/jtln.v3i2.648
Kurniawan, A. D. (2024). Peran konteks dalam menerjemahkan humor: Tantangan dan strategi untuk memahami humor antar budaya. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(2), 127–136. https://doi.org/10.57248/jishum.v3i2.494
Nisa, E. K., Rustono, R., Yuniawan, T., & Pristiwati, R. (2025). Violation of Grice's maxim of cooperation in stand-up comedy humor. Proceedings of Fine Arts, Literature, Language, and Education, 1–10.
https://proceedings.unnes.ac.id/icoella/article/view/4872
Norhasanah, N., & Rasid, I. R. (2025). Analisis implikatur percakapan pada percakapan humor pada siswa kelas V sekolah dasar. Journal of Education and Contemporary Linguistics, 2(01), 1–7. https://journal.alifba.id/index.php/jcl/article/view/65
Pluszczyk, A., & ?wi?tek, A. (2023). Linguistic mechanisms as a source of humour in selected verbal jokes: The analysis of stylistic figures and pragmatic mechanisms. J?zykoznawstwo, 19(2), 235–248.
https://cejsh.icm.edu.pl/cejsh/element/bwmeta1.element.ojs-doi-10_25312_j_6865
Pratiwi, A. R., & Salsabilla, N. A. (2025). Pelanggaran prinsip kerjasama maksim dan relevansi pada buku humor remaja. Prosiding Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya (KOLITA), 23(23). https://ejournal.atmajaya.ac.id/index.php/kolita/article/view/7144
Purbosari, R., & Suhandano, S. (2025). Bahasa vulgar dalam humor pada dhagelan Jawa Timur dialek Mataraman. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 11(3), 3582–3604. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i3.6203
Putri, Y. A., Rusminto, N. E., Sumarti, S., & Samhati, S. (2022). Prinsip kerja sama dalam wacana komunikasi keluarga Jawa di Kelurahan Kediri. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 18(2), 284–293.
https://journal.uniku.ac.id/index.php/FON/article/view/5720/0
Septiani, D. (2023). Analisis wacana humor pada akun Instagram @heri_horeh. Jurnal Bastrindo, 4(2), 203–219.
https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/4499903
Shara, M., & Iriyansah, M. R. (2024). Strategi penggunaan bahasa dalam meme untuk mencapai seni humor di media sosial. Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 73–92. https://doi.org/10.32528/bb.v9i1.1565
Sinulingga, M. S. B. K. (2022). Wacana humor dalam meme di media online (Kajian semantik-pragmatik). Lingua: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 19(2), 137–152. https://doi.org/10.30957/lingua.v19i2.740
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














