PELESTARIAN SENI DAN BUDAYA MORONENE: (KAJIAN HUKUM TERHADAP URGENSI PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOMBANA
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v6i3.15207Keywords:
Pelestarian Budaya, Masyarakat Moronene, Regulasi Daerah, Naskah Akademik, Kebijakan KebudayaanAbstract
ABSTRACT
The preservation of regional arts and culture faces challenges arising from social change, advances in information technology, and the weakening of intergenerational cultural transmission. Bombana Regency possesses rich Moronene arts and cultural heritage, including the tumburiouw oral tradition, traditional attire, woven crafts, rituals, and various cultural practices embedded in community life. This study aims to analyze the problems of preserving Moronene culture, the urgency of establishing a Regional Regulation Draft (Raperda), its philosophical, sociological, and juridical foundations, and the scope of regulatory provisions required. The study employs normative juridical and empirical juridical approaches (socio-legal), using legal regulations, the academic manuscript, policy documents, scholarly literature, and official reports as research materials. Data were analyzed descriptively and qualitatively through inventory, classification, and examination of the relationship between legal provisions and the actual conditions of Moronene cultural preservation. The findings indicate that the Bombana Regency Government has authority over cultural affairs, but existing preservation policies have not yet been integrated into a specific regional regulatory framework. The proposed regulation is needed to strengthen legal certainty and sustainability through provisions concerning protection, development, utilization, guidance, community participation, funding, and cultural appreciation. The study concludes that strengthening regional regulation should be accompanied by meaningful involvement of the Moronene community to ensure participatory and sustainable cultural preservation.
ABSTRAK
Pelestarian seni dan budaya daerah menghadapi tantangan akibat perubahan sosial, perkembangan teknologi informasi, dan melemahnya proses pewarisan budaya antargenerasi. Kabupaten Bombana memiliki kekayaan seni dan budaya Moronene yang mencakup tradisi lisan tumburiouw, pakaian adat, kerajinan anyaman, ritus, serta berbagai praktik budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan pelestarian budaya Moronene, urgensi pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis, serta ruang lingkup materi muatan yang diperlukan. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris (socio-legal) dengan bahan berupa peraturan perundang-undangan, naskah akademik, dokumen kebijakan, literatur ilmiah, dan pemberitaan resmi. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui inventarisasi, klasifikasi, dan penelaahan keterkaitan antara ketentuan hukum dengan kondisi pelestarian budaya Moronene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan urusan kebudayaan, tetapi kebijakan pelestarian yang telah dilakukan belum terintegrasi dalam regulasi daerah khusus. Raperda diperlukan untuk memperkuat kepastian dan keberlanjutan pengaturan melalui ketentuan mengenai pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, pembinaan, partisipasi masyarakat, pendanaan, dan penghargaan. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan regulasi daerah perlu disertai pelibatan masyarakat Moronene agar pelestarian budaya berlangsung partisipatif dan berkelanjutan.
Downloads
References
Almaahi, M. H., Myrna, R., & Karlina, N. (2022). Collaborative governance dalam upaya pelestarian budaya daerah melalui Festival Langkisau di Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. JANE (Jurnal Administrasi Negara), 14(1), 261–270. https://jurnal.unpad.ac.id/jane/article/view/41312
Amalia, A., & Jumanah, J. (2026). Tata kelola kolaboratif ekowisata berbasis masyarakat adat dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Kasepuhan Karang, Kabupaten Lebak. PANDITA: Interdisciplinary Journal of Public Affairs, 9(2), 621–645. https://ejournal-fia.unkris.ac.id/index.php/pandita/article/view/570
Amini, A., Hasan, A., & Abas, M. A. (2026). Peran pemerintah daerah dalam mendorong ekonomi syariah berbasis kearifan lokal: Studi pada Pasar Wadai Banjarmasin. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4), 7551–7559. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/8651
Chen, K., & Tan, X. (2025). Does the preservation policy of historical and cultural heritage promote economic growth? Evidence from China. Journal of Cultural Heritage, 74, 157–165. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1296207425001141
Erlina, D., Nisa, N. K., Sya'bani, R. N., Pebriani, D., Sihombing, B. V., Pasya, A. N., & Aurelia, P. (2025). Evaluasi kebijakan pemerintah daerah dalam pelestarian kawasan cagar budaya Banten Lama sebagai aset parwisata daerah. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 9554–9567. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/2653
Hastuti, K. P., Arisanty, D., Rahman, A. M., & Angriani, P. (2022, November). Indigenous knowledge values of bahuma as a preservation of the national culture of Indonesia. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1089(1), 012061. IOP Publishing. https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1089/1/012061/meta
Husen, M. A. (2024). Faktor pendukung dan faktor penghambat partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya lokal melalui Festival Bimbang Nagari di Nagari Tluk Kualo Inderapura Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Teori Dan Riset Administrasi Publik, 8(1). https://doi.org/10.24036/jtrap.v8i1.111
Jamlean, V. G., Renwarin, M., & Bipiw, C. D. (2025). Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Asmat dalam melestarikan budaya perahu lesung. Jurnal Ilmiah Multidisipin, 3(9), 697–701. https://doi.org/10.60126/jim.v3i9.875
Juliansyah, B., Nurhelmi, A., Alfadhila, S. A., Dikarsa, A. A., Aceng, A., & Supriadi, S. (2024). Pelestarian kebudayaan berbasis kearifan lokal di era globalisasi: Studi kasus Kampung Adat Cirendeu. Citizen: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 4(4), 235–241. https://www.journal.das-institute.com/index.php/citizen-journal/article/view/627
Jurdi, S., & Amiruddin, A. (2024). Analisis peran tradisi lisan dalam pelestarian identitas budaya lokal: Studi kasus pada masyarakat adat di Indonesia. Journal Central Publisher, 2(3), 1692–1698. https://doi.org/10.60145/jcp.v2i3.355
Lestari, D., Pratama, M. R., & Ariani, N. L. P. (2026). Peran generasi muda dalam pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi. REFORM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 9(1), 8–18. https://ejournal.hamjahdiha.org/index.php/reform/article/view/307
Mubarok, A., Alviana, A., Marselina, F. P., Febriansyah, M. A. B., Shabrina, S., & Gayatri, T. I. (2024). Perlindungan hak atas tanah masyarakat adat di era otonomi daerah: Tantangan dan peluang. Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora, 1(2), 69–77. https://doi.org/10.63821/ash.v1i2.291
Novita, A. A., Ngindana, R., & Putra, E. (2024). Preserving cultural heritage: Integrating traditional values and local arts for sustainable tourism. Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik (JISoP), 6(1), 68–77. https://doi.org/10.33474/jisop.v6i1.21925
Onibala, I. G., Pontoh, K. C., Maramis, M. M., Roeroe, S. D. L., & Kuntag, M. (2025). Perlindungan hukum terhadap hak masyarakat adat dalam pengelolaan ekspresi budaya tradisional di Minahasa dalam pembentukan peraturan daerah. Jurnal Tana Mana, 6(3), 256–261. https://ojs.staialfurqan.ac.id/jtm/article/view/1293
Rannu, D. A., Santoso, E., Cherieshta, J., Natasha, M. B., & Young, J. (2023). Perlindungan warisan budaya: Peran hukum adat dalam pemeliharaan budaya lokal. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5), 543–553. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/4906
Rifdah, B. N., & Giriwati, N. S. S. (2024). Partisipasi masyarakat dalam keberlanjutan Kampung Budaya Polowijen, Malang. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 13(3), 139–148. https://doi.org/10.32315/jlbi.v13i3.383
Sakawati, H., Agustina, N., Fitri, A., & Handayani, P. D. (2026). Peningkatan peran pemuda dalam tata kelola budaya lokal: Pelestarian pacuan kuda tradisional di Desa Kalimporo, Jeneponto. Pinisi Journal of Community Service, 1–6. https://journal.unm.ac.id/index.php/pjcs/article/view/10542
Sagita, H., Achyari, A., & Prayogi, R. (2025). Pelestarian budaya Lampung di era globalisasi: Antara tradisi dan modernitas. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 10(4), 1783–1790. https://ejurnal.stkip-pessel.ac.id/index.php/kp/article/view/1041
Setiawan, I. (2024). The role of language in preserving cultural heritage and religious beliefs: A case study on oral traditions in the Indigenous Sasak community of Lombok, Indonesia. Indonesia (November 03, 2024). https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=5015020
Wulandari, D. (2024). Implementasi program pemajuan kebudayaan desa: Tinjauan pemberdayaan masyarakat berbasis budaya. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 9(1), 20–34. https://jurnaldikbud.kemendikdasmen.go.id/index.php/jpnk/id/article/view/4489
Wirawan, P. E. (2025). Pariwisata berbasis kearifan lokal di desa wisata Ubud: Antara komersialisasi dan pelestarian budaya. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 30(2), 249–262. https://doi.org/10.30647/jip.v30i2.1891
Yuniarti, D. (2023). Analisis Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2019 tentang Pelestarian Kebudayaan dan relevansinya dengan pengembangan destinasi pariwisata di Kabupaten Sambas. Halalan Thayyiban: Jurnal Kajian Manajemen Halal dan Pariwisata Syariah (Journal of Halal Management, Sharia Tourism and Hospitality Studies), 7(2), 112–119. https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/HalalanThayyiban/article/view/2716
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















