ANALISIS PENDEKATAN STEAM DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR KELAS V

Authors

  • Eci Anita Lestari Universitas Samudra
  • Ikrima Maulida Universitas Samudra
  • Cut Kumala Sari Universitas Samudra

DOI:

https://doi.org/10.51878/science.v5i3.6659

Keywords:

STEAM, pembelajaran IPA, Sekolah Dasar, kelas V

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) approach in learning Science in grade V elementary schools, identify obstacles faced by teachers and schools, and explore student responses and involvement during the learning process. The research method used was descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results showed that the STEAM approach was applied through integrated and contextualized project-based learning, such as making balloon cars to understand the concepts of force and motion. The teacher acts as a facilitator, while students are actively involved in activities that encourage critical thinking, cooperation and creativity. The main obstacles faced include limited infrastructure, lack of teacher training, and limited time in the curriculum. Nonetheless, students showed high enthusiasm and improved conceptual understanding and social skills. The findings suggest that the STEAM approach has significant potential to improve the quality of science learning in primary schools if supported by adequate systems and training.

ABSTRAK
Tujuan daripada pelaksanaan penelitian ini yakni melakukan análisis pengimplementasian STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) pada proses belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas V sekolah dasar, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dan sekolah, serta menggali respons serta keikutsertaan siswa pada proses belajar. Penelitian mempergunakan metode deskriptif kualitatif serta data pnelitian didapat lewat teknik dokumentasi, wawancara, serta observasi. Hasil temuan penelitian memperlihatkan kalau pendekatan STEAM diterapkan melalui pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi dan kontekstual, seperti pembuatan mobil balon untuk memahami konsep gaya dan gerak. Guru berperan sebagai fasilitator, sementara siswa punya keterlibatan aktif pada proses aktivitas yang mendorong berpikir kritis, kerja sama, dan kreativitas. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana prasarana, kurangnya pelatihan guru, dan keterbatasan waktu dalam kurikulum. Meskipun demikian, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan pemahaman konseptual serta keterampilan sosial. Temuan ini memperlihatkan kalau pendekatan STEAM punya sebuah potensi signifikan untuk menaikkan kualitas hasil belajar IPA pada sekolah dasar jika ada dukungan oleh sistem dan pelatihan yang memadai.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apriliana, M. R., et al. (2018). Pengembangan soft skills peserta didik melalui integrasi pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) dalam pembelajaran asam basa. JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia, 8(2), 42–51. https://doi.org/10.21009/jrpk.082.05

Aryani, N., et al. (2024). Higher Order Thinking Skill (HOTS) through STEAM learning for early childhood. JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, 18(2), 308–314. https://doi.org/10.21009/jpud.v18i2.48422

Asrofi, A., et al. (2025). Ihwal pendidikan di era modern: Pendidikan karakter dan pembelajaran di era industri. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 486. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.4858

Baharas, V. R. S., et al. (2024). Meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar matematika menggunakan model Panting di sekolah dasar. Science: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 4(3), 229. https://doi.org/10.51878/science.v4i3.3193

Fadilah, L. N., et al. (2025). Kontribusi ilmu pengetahuan Islam dalam pembentukan karakter untuk meningkatkan mutu pendidikan. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(2), 496. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.4707

Hakim, Y. E. (2023). 21st century learning based on 4C skills (Critical Thinking, Communication, Collaboration and Creativity and Innovation) against literacy culture in elementary schools. Proceedings of the 5th International Conference on Elementary Education, 5(1), 721–735.

Henriksen, D. (n.d.). Infusing creativity and technology in 21st century education: A systemic view for change. ResearchGate.

Indah, N. (2024). Model pembelajaran discovery learning pada operasi bilangan kelas 4 SD. Science: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 4(4), 382. https://doi.org/10.51878/science.v4i4.3497

Li, Y., & Schoenfeld, A. H. (2019). Problematizing teaching and learning mathematics as “given” in STEM education. International Journal of STEM Education, 6(1). https://doi.org/10.1186/s40594-019-0197-9

Ling, Y. L., & Torimtubun, H. (2024). Implementasi pendekatan pembelajaran STEAM berbasis model PjBL untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di kelas V SDN 14 Bengkayang. Adiba: Journal of Education, 4, 673–684.

Musyawir, A. W., et al. (2024). Peran kurikulum berbasis karakter dalam mendorong perkembangan moral siswa Sekolah Menengah Pertama. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(3), 542. https://doi.org/10.51878/learning.v4i3.3125

Nihayati, I., et al. (2024). Pengaruh pembelajaran berbasis proyek STEAM terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SD di Kabupaten Kudus. Math-Edu: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika, 8(2).

Nur, N., & Nugraha, M. S. (2023). Implementasi model pembelajaran STEAM dalam meningkatkan kreativitas peserta didik di RA Al-Manshuriyah Kota Sukabumi. Jurnal Arjuna: Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika, 1(5), 73–93. https://doi.org/10.61132/arjuna.v1i5.158

Nuragnia, B., et al. (2021). Pembelajaran STEAM di sekolah dasar: Implementasi dan tantangan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 187–197. https://doi.org/10.24832/jpnk.v6i2.2388

Nurhayati, I., et al. (2024). Keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication and Collaboration) dalam pembelajaran IPS untuk menjawab tantangan abad 21. Jurnal Basicedu, 8(1), 36–43. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.6842

Prahartiwi, M., et al. (2025). Implementasi pembelajaran STEAM dalam pengembangan kreativitas anak. Jurnal Pendidikan Anak, 14(1), 12–25.

Sari, A. Y., & Widiyono, A. (2025). Penerapan model discovery learning berbasis media augmented reality (AR) terhadap keterampilan berpikir kritis pada materi tata surya di sekolah dasar. Science: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 5(2), 886. https://doi.org/10.51878/science.v5i2.5338

Sari, R., et al. (2023). Model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan STEAM sebagai upaya meningkatkan keaktifan belajar. Jurnal Biologi, 1(2), 1–10. https://doi.org/10.47134/biology.v1i2.1959

Syarivah, K., et al. (n.d.). Upaya meningkatkan hasil belajar IPA melalui proyek STEAM di kelas empat SD Negeri 18 Indralaya Utara. Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series, 7(3), 938–947.

Wedanthi, L. P. R., & Dantes, I. N. (2025). Model pembelajaran berbasis masalah berorientasi STEAM terhadap hasil belajar IPAS. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora, 9(1), 39–49. https://doi.org/10.23887/jppsh.v9i1.92966

Yuliasari, S., & Desyandri, F. (n.d.). Efektivitas pembelajaran IPA berbasis STEM untuk meningkatkan keterampilan abad 21 pada peserta didik Sekolah Dasar Negeri 32 Muaro Putuih. Jurnal Komunikasi dan Media Pendidikan, 2(4). https://doi.org/10.61292/cognoscere.248

Downloads

Published

2025-08-18

How to Cite

Lestari, E. A., Maulida, I. ., & Sari, C. K. . (2025). ANALISIS PENDEKATAN STEAM DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR KELAS V. SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Dan IPA, 5(3), 1106-1115. https://doi.org/10.51878/science.v5i3.6659

Issue

Section

Articles