PEMBELAJARAN POTENSI LOKAL DI WILAYAH GARUT DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SMP
DOI:
https://doi.org/10.51878/science.v5i3.6596Keywords:
potensi lokal, Garut, pembelajaran IPA, SMPAbstract
The utilization of local potential as a source for science learning in junior high school is a strategic step to create contextual learning that is relevant to students' daily lives. This study aims to identify the compatibility of local potential in the Garut region with science subjects and analyze its integration in the learning process. A qualitative approach was employed using a literature review method to collect information from various sources. The study results show that Garut’s local potential is highly diverse, ranging from traditional foods such as dodol, burayot, and dorokdok; natural tourism such as waterfalls, craters, and wildlife parks; livestock such as Garut sheep; to the leather tanning industry. All these potentials correspond to science topics such as food additives, the digestive system, energy, biodiversity, biotechnology, and chemical reactions. Integrating local potential into learning not only enhances the understanding of scientific concepts but also fosters positive character traits such as environmental awareness, collaboration, and social responsibility. Learning becomes more meaningful, exploratory, and contextual. The findings recommend the development of local-potential-based teaching materials as an innovation in junior high school science education..
ABSTRAK
Pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber pembelajaran IPA di SMP menjadi langkah strategis untuk menciptakan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian potensi lokal wilayah Garut dengan materi IPA serta menganalisis integrasinya dalam proses pembelajaran. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode telaah pustaka untuk menghimpun informasi dari berbagai sumber literatur. Hasil studi menunjukkan bahwa potensi lokal Garut sangat beragam, mulai dari makanan khas seperti dodol, burayot, dan dorokdok; wisata alam berupa curug, kawah, dan taman satwa; hewan ternak seperti domba Garut; hingga industri penyamakan kulit. Semua potensi ini sesuai dengan materi IPA seperti zat aditif, sistem pencernaan, energi, keanekaragaman hayati, bioteknologi, dan reaksi kimia. Integrasi potensi lokal dalam pembelajaran tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep sains, tetapi juga menumbuhkan karakter positif seperti cinta lingkungan, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial. Pembelajaran menjadi lebih bermakna, eksploratif, dan kontekstual. Hasil ini merekomendasikan perlunya pengembangan perangkat ajar berbasis potensi lokal sebagai inovasi dalam pendidikan IPA di tingkat SMP.
Downloads
References
Aroyandini, E. N., et al. (2020). Keanekaragaman jamur di agrowisata jejamuran sebagai sumber belajar biologi berbasis potensi lokal [Fungi diversity in Jejamuran agrotourism as a learning resource for local potential-based biology]. Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi, 5(2), 145–159. https://doi.org/10.37058/bioed.v5i2.2336
Endah, K. (2020). Pemberdayaan masyarakat: Menggali potensi lokal desa. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(1), 135–143.
Ismiwati, B., et al. (2023). Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dalam upaya meningkatkan perekonomian keluarga didesa Telaga Waru Kecamatan Labuapi. Jurnal Abdimas Independen, 4(2), 118–125. https://doi.org/10.29303/independen.v4i2.819
Justica, A. A., et al. (2015). Pengaruh penggunaan model pembelajaran analogi dalam pembelajaran IPA terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMP. Biosfer, 8(1), 51–56.
Lestari, T., et al. (2019). Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran akuntansi dasar berorientasi Peraturan Dirjen Dikdasmen Kemendikbud No. 07/D.D5/KK/2018. Seminar Nasional Keindonesiaan (FPIPSKR), 193–200.
Marsh, C. (2009). Key concepts for understanding curriculum. Routledge.
Martiasari, M. (2021). Analisis kesulitan belajar siswa pada pembelajaran daring mata pelajaran matematika kelas IV di SDN Mangunrejo 01. Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi), 2(10), 1707–1715.
Masihu, J. M., & Augustyn, S. (2021). Pengembangan bahan ajar ekosistem berbasis potensi lokal di Maluku. Biodik, 7(3), 133–143. https://doi.org/10.22437/bio.v7i3.13250
Nurjanah, R., et al. (2024). Analisis implementasi potensi lokal dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam. Jurnal Pendidikan Mipa, 14(1), 48–56. https://doi.org/10.37630/jpm.v14i1.1476
Panggabean, F., et al. (2021). Analisis peran media video pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar IPA SMP [Analysis of the role of learning video media in improving middle school science learning outcomes]. Jurnal Pendidikan Pembelajaran IPA Indonesia (JPPIPA), 2(1), 7–12.
Prabowo, D. L., & Nurmiyati, M. (2016). Pengembangan modul berbasis potensi lokal pada materi ekosistem sebagai bahan ajar di SMA N 1 Tanjungsari, Gunungkidul [The development of local potential-based module on ecosystem subject matter as a teaching materials SMA N 1 Tanjungsari, Gunungkidul]. Proceeding Biology Education Conference, 13(1), 192–195. https://jurnal.uns.ac.id/prosbi/article/view/5692
Rumalean, F., et al. (2023). Pengembangan potensi lokal pertanian dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Distrik Moswaren Kabupaten Sorong Selatan. Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT), 2(4), 421–427.
Situmorang, R. P. (2016). Analisis potensi lokal untuk mengembangkan bahan ajar biologi di SMA Negeri 2 Wonosari. Jurnal Pendidikan Sains Universitas Muhammadiyah Semarang, 4(1), 51–57.
Sriyati, S., et al. (2021). Pengembangan sumber belajar biologi berbasis potensi lokal dadiah untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 9(2), 168–180. https://doi.org/10.24815/jpsi.v9i2.18783
Utami, G. A. O., et al. (2020). Analisis potensi tanaman peneduh jalan pada wilayah kota di Bali dalam rangka pengembangan sumber belajar biologi dengan pendekatan saintifik. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia, 14(2), 87–98.
Wulandari, D. A., & Syafii, S. (2022). Peluang, tantangan, dan strategi pemanfaatan potensi lokal Kabupaten Kendal dalam pembelajaran seni rupa. Eduarts: Journal of Arts Education, 11(1), 17–22. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/catharsis
Wulandari, F. E. (2016). Pengaruh model pembelajaran berbasis proyek untuk melatihkan keterampilan proses mahasiswa. Pedagogia: Jurnal Pendidikan, 5(2), 247–254. https://doi.org/10.21070/pedagogia.v5i2.257
Zhang, Y. (2013). Study on the rural primary and secondary school English teachers training curriculum--based on ‘national training projects’(NTP). 2nd International Conference on Management Science and Industrial Engineering (MSIE 2013), 602–605.
Zubaidah, S. (2011, June). Pembelajaran sains (IPA) sebagai wahana pendidikan karakter [Paper presentation]. Seminar Nasional II “Mewujudkan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Yang Profesional," Jember, Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













